NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5 Cerita Masa Lalu Aksa

Aksa tiba ditoko pizza tempat ia bekerja. Ia sedikit terlambat karena harus mengambil jalan memutar. Aksa bergegas mengganti pakaian dan mengambil beberapa pesanan Pizza yang akan ia antarkan hari ini. Terlihat Aksa bekerja dengan sangat keras. Dan kebetulan toko Pizza itu dikelola oleh teman dekat ayah Aksa, Pak Suryadi. Ia memiliki seorang anak perempuan yang seusia dengan Aksa dan kebetulan satu kelas dengannya juga. Namanya, Lala Latifa.

Aksa menyimpan Pizza pesanan itu di bagasi khusus untuk menyimpan Pizza yang ada dibelakang motor milik toko. Ia pun bergegas pergi mengantar supaya tidak telat dalam pengantarannya. Aksa melaju melewati beberapa jalan tikus yang sudah sangat ia kenal. Jadi, ketika jalanan utama macet, Aksa masih bisa bergerak dengan cepat melewati gang-gang kecil yang sering disebut jalan tikus atau jalan pintas. Dalam satu kali pengantaran ia mengantarkan ke tiga alamat yang berbeda dan selalu tepat waktu. Aksa memang cukup mahir dalam berkendara motor. Karena dulu ia juga pernah punya motor balap sendiri. Tapi karena suatu alasan ia harus menjual dan merelakannya.

Hari ini Aksa cukup sibuk melakukan pesanan delivery. Sampai waktu tidak terasa malam sudah menyapa. Aksa istirahat sejenak setelah mengantarkan beberapa Pizza hari ini sambil minum teh botol dingin di toko.

"Kerja bagus hari ini, " ucap Suryadi ikut duduk bergabung dengannya.

"Bisnis Paman berjalan sangat lancar. Dan itu sangat melelahkan, " sahut Aksa sambil menutup teh botol yang sudah ia minum setengah.

"Benar sekali. Rasanya setia hari, toko ini tidak pernah sepi. Badanku sampai pegal-pegal, " timpal seorang karyawan lainnya yang bernama Isan ikut bergabung bersama mereka.

"Sebab itu, aku pekerjakan kalian berdua. Membuka bisnis Pizza itu tidak mudah. Kalian tidak tahu saja perjuanganku untuk bisa membuat toko ini menjadi seperti ini, " ungkap Suryadi sambil menghisap rokoknya.

Aksa tersenyum. "Itu juga karena Paman punya kemampuan yang hebat. Makannya toko ini bisa maju."

"Benar juga. Paman memang yang terbaik. Aku harus banyak belajar dari paman. Dan harus bisa lebih sukses dari paman nantinya, " tukas Isan sambil bersandar pada sandaran kursi.

"Tentu saja. Memang harus begitu. Kalau begitu jangan malas-malasan dan terus mengeluh ini mengeluh itu. Bagaimana kamu mau sukses kalau capek sedikit saja sudah banyak mengeluh, " omel Suryadi dengan nada geram.

"Iyah, aku mengerti. " Isan hanya bisa mengalah tanpa perlawanan.

Seseorang datang dan masuk ke toko. Aksa menoleh ke arahnya untuk memeriksa siapa yang datang, dan ternyata itu Lala, anak perempuan Suryadi yang baru pulang les.

"Kalian lagi ngapain? " tanya Lala yang kemudian ikut duduk bergabung bersamanya.

"Cuma ngobrol biasa. Gimana les mu hari ini?" jawab Suryadi.

"Yah, semuanya baik." jawab Lala lagi dengan singkat.

"Baguslah kalau begitu. Ayah mau ke belakang dulu. Isan, jangan bilang kamu lupa membuang sampah lagi. Cepat angkat dan buang sana! " seru Suryadi.

"Iyah Iyah. Aku buang sekarang! " Isan berdiri dengan tubuh yang lunglai dan lesu. Ia sebenarnya malas tapi harus dilakukan karena memang sudah tugasnya untuk membuang sampah-sampah itu.

Lala Latifa, di gadis yang cukup baik, cantik, dan tinggi, badannya ramping dan cantik. Kulitnya juga putih. Dia juga anak yang berprestasi selalu menjadi juara kedua di kelas setelah Aksa.

Lala sesekali melirik ke arah Aksa yang sedari tadi terdiam menatap ponselnya. Lala penasaran apa yang sedang ia lihat saat ini sampai Aksa mengabaikan dirinya. Aksa selalu saja bersikap seperti itu, cuek dan tidak peduli kepada Lala. Membuat Lala merasa sangat sedih dan kecewa. Padahal, ia sudah kenal begitu lama dengannya. Tapi sikapnya tidak pernah hangat sekali pun.

"Aksa?" panggil Lala.

"Iyah? Kenapa? " jawab Aksa tanpa menoleh ke arahnya dan fokus pada ponsel ditangannya.

"Besok bukannya ada ulangan harian Matematika. Apa loh udah belajar? " tanya Lala cuma sekedar basa basi.

"Belum."

Lala merasa sangat sedih karena Aksa benar-benar tidak tertarik mengobrol bersamanya sama seperti hari-hari sebelumnya. Mereka sudah kenal begitu lama, tapi tidak pernah merasa begitu dekat.

"Apa loh mau belajar bersama? Mumpung toko masih sepi, " Lala menawarkan diri. Namun Aksa segera menolak tanpa ragu.

"Tidak usah. Gue belajar nanti saja di rumah."

 Aksa menaruh ponselnya ke dalam saku celana dan berdiri bangkit untuk membersihkan dan mengelap meja-meja, karena ia merasa sudah terlalu lama beristirahat dan tidak enak sama Isan dan Suryadi. Lala menatap kepergiaan Aksa dengan kecewa dan kecewa karena ia pergi begitu saja.

Beberapa saat kemudian, teman-teman Aksa datang ke toko untuk makan Pizza bersama. Mereka tidak lain Feri, Rifal dan Samsul.

"Hei, bro!" Sapa Feri sambil menghampiri Aksa dan saling tos persahabatan disusul oleh Rifal dan Samsul.

"Eh, La? Loh juga ada disini? Baru pulang les, yah? " ujar Samsul langsung duduk di samping Lala, biasalah dia suka bersikap sok dekat dan sok akrab terhadap orang lain.

Melihat Samsul yang duduk satu meja dengan Lala, Feri dan Rifal ikut bergabung bersamanya.

"La? Udah makan malam belum? " tanya Feri kemudian.

Lala menggeleng cepat. "Belum. Ini juga baru mau pulang. " Lala meraih tas ranselnya dan hendak pergi.

"Eh! Loh mau kemana? Makan bareng kita aja, gue traktir. Sekalian biar seru kita ngumpul kayak gini, " ujar Feri sambil menahan tangan Lala.

"Iyah, La. " Imbuh Samsul.

Lala sejenak terdiam berpikir, lalu kemudian mengangguk tersenyum. "Yasudah."

"Bro? Kita pesen menu paketan aja yang istimewa buat lima sampai enam orang. Tambah dua porsi ayam goreng, " ucap Feri.

"Banyak amat! Memangnya nanti habis? " tanya Aksa.

"Habis pasti! Kan loh juga nanti ikut gabung bareng kitalah, " balas Feri lagi.

"Nggak bisa, gue kan lagi kerja. Kalau begitu, tunggu sebentar gue siapin dulu pesanan kalian, " tolak Aksa seraya melengos pergi meninggalkan mereka ke belakang.

Teman-teman Aksa hanya bisa menghela nafas kecil merasa kasihan melihat Aksa yang bekerja begitu keras demi menyambung hidup.

"Gue gak tega lihat Aksa bekerja keras seperti ini. Padahal dulu dia hidup dengan baik, dan banyak waktu buat main bareng kita. Tapi sekarang, dia menghabiskan waktunya dengan belajar dan bekerja, " ucap Samsul.

"Iyah, juga. Tapi begitulah kehidupan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, " sahut Rifal menambahkan.

"Permisi? " ujar Lala menyela. Semua orang menoleh ke arah Lala. "Apa yang terjadi kepada Aksa? Gue cuma penasaran.

"Ah, loh pasti belum tahu karena Aksa orangnya cuek jadi dia pasti gak pernah cerita sama loh, yah? " sahut Feri sambil bersiap cerita dengan serius.

"Sebenarnya, dulu Aksa hidup dengan baik. Dia bermimpi menjadi seorang pembalap. Dulu dia sering ikut turnamen balap dan selalu menjadi juara pertama. Sampai dua tahun lalu, Ayahnya kecelakaan dan terluka parah sampai koma. Sejak saat itu, kehidupannya berubah. Dia harus merelakan mimpinya dan menjual motor kesayangannya untuk biaya pengobatan Ayahnya. Dan begitulah, dia sekarang mulai serius dalam belajar dan bekerja sangat keras, untuk menyambung hidup. Kami ingin membantunya, tapi dia selalu menolak, " Feri bercerita sedikit panjang tentang masa lalu kelam yang Aksa alami.

Lala melirik ke arah belakang mulai mengerti mengapa sikap Aksa terlihat cuek dan dingin. Ternyata, ia mempunyai cerita kehidupan yang begitu pahit. Lala merasa kasihan kepada Aksa setelah tahu cerita tentang nya.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!