NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Teruslah melangkah masalalu bukanlah penghalang

Suara klakson mobil terdengar dari luar rumah Bianca. Bianca melihat dari jendela dan ternyata Leo sudah ada di depan rumahnya.

Bianca langsung menghampiri Leo dan bertanya, "Sedang apa Leo di sini?"

Leo hanya tersenyum dan berkata, "Sekarang aku akan menjemput dan mengantarmu ke kampus, bahkan ke tempat kamu kerja."

Bianca berat menolak Leo karena Bianca sudah mengecewakannya, jadi dia menerimanya sebagai permintaan maaf.

Leo membukakan pintu mobil untuk Bianca dan berkata, "Silakan masuk, nona manis."

Bianca tersipu malu masuk ke dalam mobil Leo. Mobil mereka segera meluncur menuju kampus.

Di dalam mobil Leo bertanya, "Are you okay?" Bianca menjawab dia baik-baik saja dan terima kasih ya sudah bertanya.

Di dalam hati Bianca berkata, "Terima kasih ya Leo, walaupun aku sudah mengecewakanmu, kamu tidak marah dan tetap baik sama aku. Ini salah satu alasan aku takut kehilangan orang sepertimu, karena aku tidak punya keluarga."

Tak terasa Leo dan Bianca sampai di kampus. Leo memarkirkan mobilnya dulu lalu membukakan pintu mobil untuk Bianca.

Di tempat parkir, Leo dan Bianca bertemu Barra. Barra memanggil Bianca namun Bianca tidak menghiraukannya. Malah cepat-cepat mengajak Leo untuk pergi dari tempat parkir. Barra tidak pantang menyerah, dia mengejar Bianca dan menahan tangan Bianca, akhirnya Bianca berhenti.

Barra berkata kepada Bianca kalau dia ingin bicara empat mata dengan Bianca. Namun Bianca menolak mentah-mentah permintaan Barra dan segera berlalu meninggalkan Barra.

Barra kaget melihat sikap Bianca yang ketus dan cuek, bahkan seperti membenci dirinya. Barra terus berpikir keras kenapa Bianca berubah sedrastis itu, apakah karena dia pergi ke luar negeri?

"Aku kan sudah titip surat sama Aza sebelum pergi. Apa dia tidak memberikan suratku ke Bianca ya?" Barra terus berpikir keras.

Tanpa berpikir lagi Barra langsung saja menghubungi Aza.

(Luar Negeri) (Di sebuah salon)

Di sebuah salon di luar negeri, Aza sedang santai melakukan perawatan. Mendengar ponselnya yang terus-menerus berdering membuat Aza kesal.

"Aduh, siapa sih yang menelepon, orang sedang perawatan juga." Melihat ponselnya dan tahu bahwa Barra yang meneleponnya, dia dengan cepat mengangkat teleponnya.

"Hai, Bar," ucap Aza dengan nada sedikit manja.

Barra langsung menjawab ketus, "Tidak usah berbelit-belit. Gue cuma mau bertanya, kamu memberikan surat gue ke Bianca tidak?"

"Ya iyalah gue berikan. Setiap hari Lo selalu bertanya hal itu pada gue , dan jawaban gue tetap sama. Kalau Lo enggak percaya, tanyakan saja langsung pada orangnya," jawab Aza sedikit marah.

"Iya ini gue sedang berusaha bicara sama dia. Kenapa dia jadi berubah? Seharusnya guelah yang marah kenapa dia enggak menghubungi gue," jawab Barra dan langsung mematikan sambungan teleponnya.

Aza kaget dan berpikir apakah Barra sudah pulang ke Indonesia? Kalau iya, kenapa tidak ada yang memberitahunya?

Kalau Aza tahu Barra akan kembali ke Indonesia, dia pasti akan pulang bersama Barra. Buat apa juga dia berada di luar negeri kalau Barra tidak ada di sana.

Aza langsung menelepon papanya bertanya apakah Barra sudah kembali ke Indonesia. Papa Aza langsung mengiyakan. Seketika Aza langsung menyuruh papanya untuk mencarikan tiket pulang ke Indonesia siang ini juga.

(Kembali ke Indonesia)

Barra terus mencari Bianca namun tidak bertemu. Jam kuliah telah usai, Barra sengaja menunggu Bianca di tempat parkir mobil milik Leo supaya bisa mengajak Bianca bicara.

Tak lama kemudian Leo dan Bianca datang. Barra tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung meraih tangan Bianca. Bianca meminta Barra untuk segera melepaskan tangannya namun Barra tidak menggubrisnya. Barra bersikeras ingin bicara dengan Bianca tapi Bianca tetap tidak mau.

Leo yang tadinya diam dan melihat kejadian itu, tidak tahan melihat Bianca yang ditarik-tarik oleh Barra. Leo meminta Barra untuk melepaskan tangan Bianca karena mereka mau pergi dari sini.

Barra yang merasa terganggu dengan keberadaan Leo mulai bertanya siapa Leo.

"Lo siapa? Gue enggak ada urusan sama Lo, dan gue cuma ada urusan dengan Bianca," tanya Barra kepada Leo dengan tatapan tajam.

Namun Leo menjawab, "Kalau begitu Lo tidak perlu tahu siapa gue. Kalau Bianca bilang enggak mau, ya sudah jangan dipaksa." Leo langsung melepaskan tangan Bianca dari genggaman tangan Barra.

Tapi Barra tidak tinggal diam, dia berkata kepada Leo untuk tidak ikut campur urusannya lalu mengusir Leo dari sana.

Sebelum Leo mulai menjawab, Bianca lebih dulu mengatakan, "Leo adalah pacar gue , mengerti Lo!"

Mendengar pernyataan Bianca tadi, Leo langsung kaget tapi senang lalu memasang wajah sombong, walaupun Leo tahu Bianca hanya berpura-pura untuk melepaskan diri dari Barra.

Barra juga langsung ternganga mendengar pernyataan Bianca. Barra merasa ini seperti mimpi baginya. Karena yang Barra tahu, Bianca masih menjadi pacarnya. Mereka belum pernah mengucapkan kata putus sebelum Barra pergi.

Bianca tidak menyia-nyiakan waktu, dia langsung menarik tangan Leo dan meninggalkan Barra yang masih berdiri mematung.

Di dalam mobil, Bianca meminta maaf kepada Leo karena telah mengaku-ngaku sebagai pacarnya. Leo tertawa kecil sambil berkata, "Tidak apa-apa, aku tahu maksudmu cuma ingin Barra melepaskanmu."

Mobil Leo terus menyusuri jalan untuk mengantarkan Bianca bekerja. Bianca bekerja masih di tempat yang sama sebagai kurir pengantaran makanan. Setelah sampai di tempat kerja, Bianca meminta Leo untuk tidak usah menjemputnya karena mungkin dia pulang akan sangat larut malam.

"Kasihan kamu menunggu aku terlalu lama," ucap Bianca.

Leo dengan senyum manis mengatakan, "Sudah tidak apa-apa, nona manis. Aku sudah berjanji sama kamu untuk mengantar dan menjemputmu setiap hari di mana pun dan kapan pun."

Bianca segera berpamitan dengan Leo karena Bianca merasa susah berdebat dengan Leo. Leo pun pergi meninggalkan tempat kerja Bianca.

Di lain sisi ada Barra yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Barra merasa ada yang aneh dengan semua ini. Kenapa Bianca bisa berpacaran lagi sedangkan dia tidak pernah meminta putus darinya?

Barra terus berpikir keras dan hatinya juga merasa sedih serta terluka. Apa yang membuat Bianca berubah? Apakah Bianca tidak mencintainya lagi? Sedangkan Barra selalu mencintainya, selalu menunggu kabar darinya bahkan Barra kembali ke Indonesia cuma mau menemui Bianca, gadis yang dicintainya, walau harus membantah perintah papanya.

Di tengah malam, Aza sudah mendarat di Indonesia.

Dia mencari tahu, kapan Barra sampai ke Indonesia, apa yang dilakukan Barra selama di Indonesia dan yang paling utama, apakah Barra dan Bianca sudah bertemu atau belum. Aza berusaha menenangkan dirinya sendiri agar jangan panik dan tetap santai. "Yang paling utama kita cari info dulu," ucap Aza di dalam hati.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!