NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

    ...

   3 bulan. Ternyata itu waktu yang dibutuhkan Jelita untuk benar-benar mengubur hantu bernama Yayan di dasar palung terdalam ingatannya. Langit, dengan segala tingkah sengklek dan tutor sesat nya, sukses melakukan pengusiran setan masa lalu yang paling efektif di dunia.

Langit adalah versi Yayan yang sudah direparasi total oleh semesta. Kalau dulu Yayan adalah misteri yang bikin sesak, Langit adalah petualangan yang bikin Jelita lupa cara bernapas normal. Dia lucu, dia nakal, dan yang paling penting dia nyata.

Pagi itu, udara Jakarta terasa lebih bersahabat saat Porsche hitam Langit berhenti di depan kosan Jelita. Hari ini bukan hari biasa. Ini adalah anniversary ketiga bulan mereka. Dan Langit, si cowok yang nggak pernah terima kata tidak itu sudah menyiapkan rencana besar double date ke Puncak bareng Windi dan pacarnya, haikel teman langit

"Jee, lo kalau bengong terus, gue tuker tambah ya sama boneka mampang di lampu merah," celetuk Langit sambil menyentil dahi Jelita yang sedang asyik menatap jalanan.

Jelita mendengus, tapi bibirnya tak bisa menahan senyum. "Berisik, Lang! Gue cuma lagi mikir, kok bisa ya gue tahan sama cowok kayak lo selama tiga bulan?"

"Karena gue ganteng dan lo butuh tutor hidup yang asik. Akui aja," balas Langit pede tingkat dewa.

Di kursi belakang, Windi dan haikel sibuk tertawa. Windi, sang saksi sejarah yang dulu menampol kepala Jelita karena kebelet pipis, sekarang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perubahan sahabatnya. Jelita yang dulu kaku seperti semen dicor, sekarang sudah bisa tertawa lepas, bahkan sudah berani membalas ledekan Langit.

Perjalanan ke Puncak terasa singkat karena playlist lagu-lagu upbeat dan recehnya candaan Langit. Sesampainya di sebuah villa mewah dengan pemandangan lembah yang hijau, Langit menarik Jelita menjauh dari kerumunan.

"Jee, tutup mata lo," bisik Langit di telinga Jelita.

"Mau apa lagi sih, Lang? Jangan aneh-aneh ya," protes Jelita, tapi tetap menuruti perintah sang pacar.

Tak lama, Jelita merasakan sesuatu yang dingin dan berat melingkar di lehernya. Saat membuka mata, dia melihat sebuah kalung emas putih dengan liontin minimalis namun tampak sangat elegan dan mahal.

"Selamat tiga bulan, Sayang. Makasih udah mau gue tutorin tiap hari," kata Langit dengan nada yang tiba-tiba berubah lembut, menghilangkan sejenak vibe sengkleknya.

Jelita terpaku. Dia tahu ini mahal. Langit memang tipe cowok yang nggak segan-segan memanjakannya dengan materi, tapi yang lebih menyentuh adalah bagaimana pria itu mengingat setiap detail kecil tentang apa yang Jelita sukai. Jelita tidak lagi melihat bayangan Yayan di sana. Yang ada hanya Langit, pria yang perhatiannya sanggup melumpuhkan seluruh pertahanan logikanya.

Malam pun turun, membawa suhu dingin yang menusuk tulang. Windi dan pacarnya sudah masuk ke kamar mereka masing-masing, meninggalkan Jelita dan Langit di balkon villa, ditemani dua cangkir cokelat panas dan hamparan lampu kota di kejauhan yang tampak seperti taburan bintang.

Udara dingin membuat Jelita merapatkan jaketnya, tapi itu tidak cukup. Langit, yang selalu peka, menarik Jelita ke dalam dekapannya. Aroma parfum maskulin yang bercampur dengan wangi pegunungan itu membuat Jelita merasa sangat aman.

"Dingin ya, Jee?" tanya Langit pelan.

Jelita mengangguk, menyandarkan kepalanya di dada bidang Langit. "Iya. Tapi kalau kayak gini, jadi mendingan."

Langit memutar tubuh Jelita agar menghadapnya. Dalam remang cahaya bulan, mata Langit tampak begitu dalam, mencari-cari sesuatu di bola mata Jelita. Tembok tinggi yang dulu dibangun Jelita kini sudah benar-benar runtuh, rata dengan tanah. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi ketakutan akan ditinggalkan tanpa kata.

"Jee, lo inget kan tutor pertama kita di mobil waktu itu?" Langit menyeringai nakal.

Jelita memutar bola matanya. "Ciuman pertama yang lo maling itu? Mana bisa lupa, Nyet."

"Nah, karena hari ini spesial, gue rasa lo butuh advance class," bisik Langit, suaranya kini terdengar lebih rendah dan serak, mengirimkan getaran elektrik ke seluruh tubuh Jelita.

Sebelum Jelita sempat membalas dengan kalimat sarkasnya, Langit sudah menutup jarak di antara mereka. Kali ini, tidak ada kekakuan dari Jelita. Ciuman itu dimulai dengan lembut, seolah mereka sedang saling mencicipi rasa cokelat yang masih tertinggal, namun dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih panas dan intens daripada sebelumnya.

Ini bukan lagi sekadar pencurian ciuman. Ini adalah percakapan tanpa kata tentang rindu, tentang kepemilikan, dan tentang bagaimana mereka telah saling menemukan di tengah kekacauan hidup masing-masing. Di bawah langit Puncak yang dingin, Jelita merasa seluruh sarafnya terbakar. Dia membalas ciuman Langit dengan keberanian yang bahkan dia sendiri tidak tahu dia miliki.

Langit adalah tutor sesat yang paling berbakat. Dia mengajari Jelita bahwa cinta tidak harus selalu tenang dan sopan. Terkadang, cinta harus meledak-ledak, harus penuh gairah, dan harus sedikit nakal agar tetap hidup

Saat mereka akhirnya melepaskan tautan bibir mereka, keduanya terengah-engah dengan wajah memerah. Langit menempelkan dahinya ke dahi Jelita, tersenyum lebar.

"Gimana, Jelita? Nilai gue naik nggak sebagai tutor?" goda Langit.

Jelita tertawa, tawa yang terdengar sangat bahagia. Dia menarik kerah baju Langit, lalu mengecup hidungnya singkat. "Lo lulus dengan predikat sangat memuaskan, Lang."

Malam itu, Jelita menyadari satu hal penting. Dia tidak lagi membandingkan Langit dengan siapa pun. Langit bukan lagi versi siapa-siapa. Langit adalah Langit—pria sengklek, sombong, perhatian, dan nakal yang telah berhasil mencuri hatinya seutuhnya.

Hantu masa lalu itu benar-benar sudah pergi. Yayan hanya tinggal sebuah nama di buku usang yang sudah tidak lagi ia baca. Kini, buku hidup Jelita penuh dengan coretan tangan Langit, dengan bab-bab baru yang lebih berwarna, lebih seru, dan tentu saja, jauh lebih panas.

Bersama Langit, Jelita tidak hanya belajar untuk mencintai orang lain, tapi dia belajar untuk mencintai dirinya sendiri yang baru, Jelita yang berani, Jelita yang bisa tertawa lepas, dan Jelita yang tidak lagi takut untuk menjadi sedikit nakal di pelukan pria yang tepat.

Dan perjalanan "tutor sesat" ini, Jelita tahu, baru saja dimulai.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!