Cerita ini Menceritakan tentang Perjalanan Hidup dan cinta gadis muda.
Dahulu dia adalah Seorang Gadis yang Ceria, Manja dan Dia juga Terlahir dari Keluarga Pengusaha.
Semenjak Ayahnya pergi Kehidupannya mulai tersiksa, Hari-harinya penuh Siksaan dan Cacian.
Awal mula kehidupan baru terjadi, Dia Di pertemukan dengan Seorang Pengusaha, di pertemukan di tempat dan waktu yang salah.
Pertemuan mereka begitu pahit, Namun akan kah berbuah manis pada akhirnya?
Ikuti Cerita ini ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GIRL MEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SANDIWARA
Alika berusaha untuk tenang, agar bisa mengendalikan diri nya sendiri. Dia tidak mau kalau nanti tidak bisa mengendalikan diri nya malah Arjuna yang jadi korban.
Aku tidak mau kalau nanti kakak Arjuna malah jadi sedih dan emosian lagi, cukup itu yang terakhir.
Sambil menahan rasa sakit dan nyerih di kepala Alika berusaha untuk berdiri dan mencari obat yang telah Dr.Nadian berikan.
"Di mana obat itu?"
"Kemaren ada di sini, apa ada orang yang menyentuh nya dan memindahkan nya yaaa." Berguman sendiri.
Alika terus berjalan, hingga akhirnya keluar dari dalam kamar, Alika berjalan sambil memegang kepala.
Salah satu penjaga yang berjaga di lantai atas melihat Alika dalam keadaan yang kurang baik.
Dengan cepat dia berlari mendekati Alika, dan berteriak. Dia menahan tubuh Alika yang hampir ambruk jatuh ke lantai dan guling-guling menelusuri anak tangga.
"Nona!" Teriak penjaga sambil berlari.
"Nona Awasssss...." Dengan cepat dia berhasil menahan Alika.
Karna Alika sudah tidak kuat, berlahan-lahan penjaga berjongkok, sambil menyuruh Alika untuk duduk di lantai
Ingin sekali dia mengangkat Alika untuk membawa nya masuk kembali ke dalam kamar namun dia takut kalau Arjuna marah.
Karna Arjuna tidak mengizinkan siapa pun mendekati Alika apa lagi sampai menyentuh kulit Alika.
Syam dan Arjuna yang mendengar teriakan penjaga, dengan cepat mereka keluar dari dalam ruangan, dan mengakhiri rapatnya.
Arjuna dan Syam terkejut melihat Alika yang ada di lantai, dan hampir jatuh menelusuri tangga, apalagi melihat Alika yang hampir mulai setengah sadar.
"Alika?" ucap Arjuna sambil berlari mendekati Alika.
Sedangkan Syam yang melihat Alika, dengan cepat dia menghubungi Dr.Nadin.
Ketika Syam menghubungi dr.Nadin, Arjuna mengangkat Alika dan membawa nya masuk kembali ke dalam kamar.
*****
Ketika sedang asik bercerita dengan Bram tiba-tiba phonsel Nadin berdering.
Nadin merai phonselnya dan melihat siapa yang menghubungi diri nya. Dengan cepat dia kembali menyembunyikan nya.
Agar Bram tidak melihat siapa yang tengah menghubungi dia.
Syam? Apa sesuatu terjadi lagi kepada Alika, bagaimana ini, sedang Bram masih di sini.
Nadin berusaha mencari alasan yang tepat agar Bram segera pergi meninggalkan dirinya.
Bram yang melihat Nadin sedikit bingung dan ada rasa bimbang dia memberanikan untuk berbicara.
"Lah, Kenapa tidak di angkat?" Tanya Bram, Nadin hanya tersenyum.
"Itu pasien di rumah sakit?" Nadin mengangguk.
"Angkat saja Nadin, tidak usah ragu, itu kewajibanmu sebagai seorang dokter."
"Aku akan pamit, agar kamu tenang bertugas." Ucap Bram lagi.
Seperti nya Nadin menyembunyikan sesuatu dari ku, tapi aku juga tidak tau, mungkin saja ini perasanku yang berlebihan.
Mendengar tutur kata Bram, dengan cepat Nadin mengangkat panggilan itu.
Di kediaman Syam, Arjuna dan Alika
"Iya dokter, 15 menit lagi saja akan sampai di tujuan,"
"Silahkan suruh suster untuk menyiapkan peralatan terlebih dahulu."
"Agar jika aku sampai kita bisa langsung lansung melaksanakan operasi." Ucap Nadin dari suara phonsel Syam di balik layar.
Syam kaget dengan ucapan Nadin, bahkan Nadin tidak memberikan celah untuk Syam berbicara.
Apa yang terjadi? Apakah dokter Nadin sedang...., ucapan Syam tiba-tiba terhenti. Ketika dia mengingat nama Bram.
Dengan cepat Syam membalas nya, "Baik lah dok, saya tunggu kedatangan nya." Jawab Syam.
Bram selalu mendengar pembicaraan Nadin dan seseorang dari balik layar, mendengar jawaban Seseorang itu Bram jadi merasa bersalah.
Astaga pikiran apa yang telah aku keluar kan untuk Nadin. Aku percaya tidak mungkin Nadin menyembunyikan sesuatu dari ku, selama ini dia selalu baik.
Setelah Nadin mengakhiri telepon, Bram pamit memintak izin kepada Nadin, awalnya dia berniat ingin mengantar Nadin namun Nadin menolak.
Bram selalu bersisi keras ingin mengantar namun lagi-lagi Nadin memberikan alasan dan pada akhirnya Bram mengalah.
Karena Tujuan Nadin adalah Rumah Arjuna bukan rumah sakit.
deg2an jg bc y selamat dr kucing garong mlh masuk kandang buaya, mudah2an si buaya mau bertanggungjawab kpdmu