Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Jadi selama ini kamu cemburu sama aku, kamu takut Doni kembali sama aku jadi kamu menghasut nenek buat benci sama aku? " balas ku dengan tersenyum getir.
Aku maju mendekati Rindu "kamu tenang aja, aku gak ada niatan buat dekati Doni karena yang aku cinta itu Galang, " ujar ku.
Rindu mundur dan aku cuman tersenyum.
"Tapi aku gak percaya, " balasnya.
"Serah kamu deh, asal kamu tau aja aku gak bakal pergi lagi dari keluarga ini kecuali Galang yang suruh, " aku pun langsung pergi meninggalkan Rindu.
Aku tau Rindu pasti kesal dengan jawaban ku dan aku sangat puas. Setelah bicara dengan Rindu aku pun bersiap untuk berangkat ke sekolah. Saat aku turun aku malah melihat nenek berdiri tidak jauh dari tangga dan aku tau pasti nenek lagi nunggu aku.
"Kamu bicara apa sama Rindu? " tanya nenek.
"Nenek tanya saja sama Rindu, emang dia ngadu apa? " tanya ku balik.
"Lama-lama kamu berani ya lawan nenek! " marah nya.
"Aku cepek nek, di pandang rendah terus sama nenek, " beritahu.
"Salah aku apa?, padahal jelas-jelas kalian sangat baik sama ku bahkan saat Doni membatalkan pernikahan ini kalian sangat berharap aku jadi menantu di keluarga kalian, tapi sekarang kalian malah membenci ku, salah aku apa? " ucap ku mengeluarkan kekesalan ku.
"Karena kamu dari keluarga biasa bukan keluarga kaya, jadi nenek lebih bela Rindu dari kamu, " ucap mama tiba-tiba membuat aku kaget.
"Mama juga baru tau, saat Rindu melahirkan mama lihat keluarganya orang berada dan mama akhirnya tau kenapa nenek baik sama Rindu, " beritahu mama membuat aku kaget.
"Terus kenapa salah? " tanya nenek dengan enteng.
"Ya enggak tapi kan gak harus memperlihatkan seperti itu juga, " balas mama.
"Sudah kamu berangkat saja sana, jangan hiraukan nenek biar mama yang bicara sama nenek, " titah mama dan aku pun mengangguk lalu pergi.
Sekarang aku tau kenapa nenek jadi berubah ternyata alasannya keluarga Rindu keluarga kaya. Namun aku juga bersyukur karena mama sangat baik pada ku walau selama ini keluarga ku sendiri selalu bersikap beda pada ku. Aku pun tiba di sekolah dan langsung berjalan ke arah kantor namun saat aku mendekati meja ku aku melihat Suci di samping ku terlihat murung.
"Ada apa? " tanya ku membuat Suci kaget karena sepertinya dia sedang melamun.
"Ada apa? " tanya ku lagi.
"Aku.... " ucapnya terhenti.
"Kenapa? " aku memegang tangannya.
"Aku kok sedih ya saat melihat bang Bayu sama cewek lain, " jawab nya dan membuat aku tersenyum.
"Kamu suka sama dia? " tanya ku dan suci langsung menyangkalnya.
"Aku sih gak tau, hanya saja kalau dia emang punya cewek yang dia suka kenapa harus menerima pernikahan ini, " jawab Suci dengan raut wajah sedih.
"Ya kamu coba tanya saja, lagian segala sesuatu lebih baik di bicarakan, " Suci melirik ke arah ku dan aku tersenyum manis.
"Ya walau dulu aku sempat salah karena kabur dari masalah dan itu jadi pembelajaran buat aku, " lanjut ku dan Suci mengangguk sambil meledek ku.
"Bu, " panggil salah satu murid dari pintu membuat aku meliriknya.
"Reyhan sama Rian mau ribut lagi, " beritahu nya membuat aku dan Suci langsung pergi untuk melihat mereka.
Namun tibanya di tempat kejadian semuanya sudah bubar membuat aku dan Suci melirik anak yang memanggil kami.
"Beneran bu tadi saya lihat mereka pergi ke sini, " ucap anak itu dan sepertinya tidak bohong.
"Kamu cari Rian, biar aku cari Reyhan, " ucap ku pada Suci dan Suci mengangguk dan langsung pergi.
Aku pun pergi ke kelas Reyhan dan tibanya di sana Reyhan tidak ada. Aku pun masuk menghampiri Diri cewek yang lumayan dekat dengan Reyhan.
"Reyhan mana? " tanya ku.
"Aku gak tau bu, " jawab nya.
"Kamu jangan bohong deh, ibu tau kamu pasti tau dimana Reyhan dan Dimas, " ulang ku membuat Dira menunduk.
"Kalau kamu gak bilang ini bakal jadi masalah buat Reyhan, " beritahu ku dan akhirnya Dira memberitahu ku dimana Reyhan.
Aku pun langsung keluar dan tujuan ku saat ini lapangan basket indoor. Tibanya di sana aku lihat Reyhan sedang memegang wajahnya dan di tempelkan es batu. Aku melangkah menghampiri Reyhan dan berdiri di hadapannya membuat Reyhan melihat ke arah ku.
"Mbak, " gumamnya.
"Mau jadi jagoan kamu? " tanya ku dan Reyhan diam saja nunduk.
"Aku tau kamu ingin bela aku dan Suci tapi gak kaya gini caranya, lagian masalah bu Suci dan Rian itu, itu urusan keluarga jadi kamu gak berhak ikut campur, " omel ku.
"Aku cuman gak tahan saat Rian menghina bu Suci, " balas nya.
"Aku juga sama tapi kita gak bisa ikut campur karena itu urusan keluarga mereka jadi kita cukup diam selama tidka membahayakan Suci, " penjelasan ku.
"Iya mbak, aku minta maaf, " lirih Reyhan.
"Ya sudah cepat masuk kelas!, sebentar lagi bel, " titah ku.
Reyhan dan Dimas beranjak lalu melangkah keluar dari lapangan ini dan begitu juga aku. Tibanya di kantor Suci belum kembali dan aku lebih memilih mengerjakan pekerjaan ku.
Hari sudah sore dan saat aku keluar dari gerbang sekolah aku melihat Galang berdiri di samping mobil sambil melihat ke arah ku. Aku berlari ke arahnya dan memeluknya.
"Lihat ke belakang, " bisik nya dan aku pun melihat ke belakang. Aku pun malu karena ternyata banyak yang melihat ke arah ku.
"Abang kok gak bilang sih, " aku menyalahkan Galang.
"Lah kamu yang langsung peluk aku, " balas nya.
"Ya udah ayo, " ucap ku lalu masuk mobil.
Galang pun masuk dan kami pun pergi. Galang tidak berhenti tersenyum dan itu membuat aku kesal.
"Abang udah deh, " ucap ku kesal.
"Iya, iya udah, " balas Galang.
"Kita makan dulu yu bang! " ajak ku karena aku malas jika harus makan di rumah.
"Boleh, mah makan dimana? " tanya Galang.
"Emm....di pinggir jalan saja, udah lama aku gak makan di tempat seperti itu, " jawab ku.
Saat tinggal bersama Suci aku sering makan di tempat seperti itu dan itu sangat enak bisa membuat aku lahap makan. Aku pun baru ingat apa Galang gak masalah makan di tempat seperti itu, aku pun meliriknya.
"Abang gak masalah kan kita makan di tempat itu? " tanya ku.
"Enggak, emang kenapa? " tanya balik Galang.
"Ya aku takut abang belum pernah makan di tempat seperti itu, " jawab ku.
"Siapa bilang, dulu saat kuliah aku sering kok makan di tempat seperti itu karena teman-teman ku bukan yang setara dengan ku, " beritahu Galang dan aku pun senang.