NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di usir dari rumah

Dan sementara ibu ku, dan istrinya asep, mereka terbangun dari tidurnya karena mendengar suara keributan, ibu ku berjalan keluar rumah, lalu istrinya asep keluar dari kamar, dan melihat ibu ku.

" Ada apa mi rame rame di luar..? " Tanya istrinya asep dengan penasaran.

" Umi juga gak tau, ini umi mau liat keluar.." jawab ibu ku, lalu ibu dan istrinya asep dengan penasaran berjalan keluar untuk melihat ada apa yg terjadi, saat mereka keluar rumah, mereka kaget melihat aku sedang di pukuli oleh asep.

" Astagfirlah, asep apa apaan kamu ini.." ucap ibu sambil berjalan menghampiri ku, dan mencoba memisahkan ku dengan asep, istrinya asep langsung menarik asep dan mencoba menyabarkan asep, dan sementara ibu ku memeluk ku.

" Cukup asep, keterlaluan kamu ini, dia ini adik kamu.." ucap ibu ku sambil menangis memeluk ku, sementara aku hanya bisa menahan sakit.

" Dia yg udah keterlaluan mi, Biarin mi, jangan bela dia, dia emang harus di kasih pelajaran mi.." ucap asep, lalu ia menatap ku dan berkata kepada ku

" Loe juga kan yg udah ngambil duit gue, nagaku loe ba**sat..ngaku loe hah.." ucap asep dengan nada tinggi.

" Ayah udah yah, kasian satria.." ucap istrinya asep memegangi asep.

" Nak apa benar kata kakak mu na.." tanya ibu ku dengan sedih.

" Iya benar mi.." jawab ku dengan tatapan kosong sambil menahan sakit di wajah ku.

" Ya allah, untuk apa kamu melakukan itu nak..? " Ucap ibu ku, sambil menghapus air matanya, aku tidak bisa menjelaskan kepada ibu ku alasan aku mencuri uangnya asep, lalu aku menatap asep.

" Maafin satria kang, nanti satria ganti uang akang yg udah satria ambil itu.." ucap ku.

" Gue gak minta duit gue balik, tapi gue minta loe pergi dari rumah ini, gue gak punya adik kayak loe.." ucap asep menatap ku.

" Astagfirlah, istigfar kamu asep, kelewatan kamu ini.." ucap ibu ku dengan kesal sambil menangis, aku hanya bisa diam saat asep berkata seperti itu kepadaku.

Lalu tiba tiba asep masuk ke dalam rumah, dan tidak lama kemudian ia kembali lagi sambil membawa tas, isi dalam tas itu adalah pakaian ku, kemudian dengan kesal ia melemparkan tas itu ke hadapanku.

" Pergi loe dari sini.." ucap asep setelah melempar tas itu, sambil menunjuk mengusir ku, dengan kesakitan aku mengambil tas itu dan berdiri.

" Kamu jangan pergi nak, jangan dengarkan kakak mu.." ibu ku sambil menangis menahan ku.

" Jangan bela dia bu, biarin dia pergi, dia cuma jadi beban keluarga, dia cuma jadi sampah di keluarga kita, udah lepasin dia bu.." ucap asep.

" Jaga mulut kamu sep, kamu benar benar keterluan asep.." ibu.

" Gak ppah mi, kang asep benar, maafin satria mi, satria cuma jadi beban keluarga, cuma jadi sampah di keluarga ini." Ucap ku, lalu aku menatap asep.

" Baik kang, satria pergi, maafin satria kang, maafin satria mi, teh maafin satria.." ucap maaf ku kepada mereka.

" Pergi loe sekarang, dan jangan pernah loe injak kaki lagi di rumah ini, gak usah loe bawa motor, itu bukan punya loe sekarang, pergi loe.." ucap asep dengan geram menatap ku, sementara ibu ku terus menangis sambil menahan ku pergi, lalu aku meminta maaf kepada ibu ku untuk pergi, kemudian asep menarik ibu ku, dan menyuruh untuk membiarkan ku pergi, dengan berat hati aku pun melangkahkan kaki dari rumah itu, ibu ku hanya bisa menangis melihat kepergian ku.

Aku berjalan kaki seorang diri dalam kesunyian malam, aku pergi meninggalkan rumah dan keluarga ku, aku bingung harus pergi kemana.

saat aku sedang berjalan kebetulan ada mobil pik up lewat. Aku menghentikan mobil itu untuk ikut nebeng.

" Mau kemana jang.." tanya supir dengan keneknya di depan.

" Saya mau ke terminal mang.." jawab ku.

" Ouh, yaudah naik di belakang,, kebeneran saya juga lewat terminal.." ucap supir.

" Yaudah saya nebeng ya mang, Makasih ya mang.." ucap ku, lalu aku naik ke mobil itu, setelah itu mobil melaju lagi.

Aku duduk di bak mobil itu menghadap belakang, aku terdiam dengan tatapan kosong dengan luka memar di wajah ku, aku teringat dengan perkataan Asep, aku teringat kejadian tadi, dan tiba tiba sajah aku meneteskan air mata, lalu aku menghapus air mataku itu, aku benar benar tidak habis pikir mengapa diriku menjadi berubah seperti ini, aku juga tidak habis pikir Asep sampai berkata seperti itu dan mengusir ku.

Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjadi pribadi yg lebih baik, aku juga berjanji tidak akan lagi mengonsumsi barang barang terlarang lagi, dan aku juga janji aku akan membuktikan bahwa aku yg di anggap sampah ini bisa menjadi berlian yg berharga.

Aku memutuskan untuk pergi ke jakarta, dan berharap aku dapat berjumpa kembali dengan elina, dan merubah hidup ku menjadi lebih baik.

Dari kampung menuju terminal cukup lumayan jauh, hingga aku tertidur dalam perjalanan.

Sesampainya di terminal, pak supir menghentikan mobilnya, ia turun dari mobil, lalu ia melihat ku sedang tertidur, pak supir membangunkan ku.

" Jang bangun Jang udah sampe terminal.." ucap pak supir menepuk nepuk pundak ku, aku pun terbangun dari tidur ku.

" Jam berapa ini mang..? " Tanya ku dengan masih ngantuk.

" Jam setengah empat Jang,,"pak supir.

" Ouhh, mang makasih ya udah antar saya,," ucap aku setelah turun dari mobil itu.

" Iya Jang sama sama, saya pergi dulu ya belum sampe tujuan saya, buru buru ini mau ngambil barang..!.." ucap pak supir, lalu ia masuk kedalam mobil, dan melanjutkan lagi perjalananya.

" Ouh iya mang, makasih ya mang.." ucap satria.

Setelah itu aku berjalan masuk ke area terminal bus itu.

lalu aku bertanya kepada tukang parkir di tempat itu, aku menanyakan bus mana yg akan berangkat ke jakarta, tukang parkir itu pun memberi tau, namun aku harus menunggu beberapa menit untuk menunggu jadwal keberangkatan bus yg akan ku tumpangi.

Aku pun masuk ke dalam bus tersebut, aku duduk dan menunggu bus itu berangkat.

Setelah beberapa menit dan setelah banyak penumpang, pak supir pun menyalakan mesin bus itu, dan pergi berangkat mengantarkan para penumpang ke tujuan, yaitu kota jakarta.

Di tengah perjalanan, saat hari mulai terang, aku menatap sunrise di pagi itu dari kaca jendela bus, tiba tiba saja pak supir menyalakan audio dalam bus itu, lagu yg pak supir itu play sebuah lagu dari...Shela on7... Yg berjudul... Tunggu aku di JAKARTA MU.

Aku mendengarkan lagu itu dan menghayatinya sambil melihat dan menatap pemandangan di luar dari jendela bus itu.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!