NovelToon NovelToon
Last Stop In Eden

Last Stop In Eden

Status: tamat
Genre:Misteri / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Vampire / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: laliza_xiexie

"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Tuaku, Mereka Yang Melindungiku.

Eyden terus menunggu sembari berjalan mondar mandir tapi mereka tetap tidak bangun. Akhirnya Eyden memutuskan pergi dengan perasaan bimbang dan penuh tanya.

Tidak lama kemudian Edward terbangun, Ia terkejut karena tidur sembari memeluk Kiara. Mereka saling berhadapan dan tidak ada jarak diantara mereka, Kiara kini tertidur dengan posisi terlentang sedangkan Edward posisi miring masih memeluk Kiara. Edward hendak bangun tapi Kiara malah menggenggam erat tangannya, Edward hanya tersenyum menikmati momen langka bersama Kiara. Tidak lama kemudian Kiara terbangun dan Edward terkejut langsung lalu memejamkan mata pura – pura tertidur.

Kiara melihat tangannya yang menggenggam Edward, alih - alih terkejut gadis itu tersenyum lebar melihat pria yang ada dihadapannya. Kiara tidak melepaskan pelukan Edward tapi malah mengelus pipi Edward dengan jarinya.

Kiara tersenyum menatap Edward sembari menyentuh wajah pria itu dengan jarinya. Namun Edward tiba – tiba membuka matanya dan membuat Kiara menjauh terkejut.

Edward tersenyum masih dalam posisi miring, Kiara nampak salah tingkah.

“ Ka – kamu telah melanggar peraturan tidur. Kamu melebihi batas yang Aku buat. Aku sangat kesal.” Ucap Kiara gugup sembari duduk.

Edward tersenyum sembari terus menatap Kiara yang salah tingkah, lalu Ia memutuskan duduk.

“ Oh ya? Lalu apa yang Kamu lakukan dengan menyentuh wajahku dengan jari mungilmu itu, Kamu terlihat nyaman berada dipelukanku.” Ucap Edward menggoda.

Kiara tampak panik, Ia tidak tau harus bicara apa. Edward tersenyum dan mengacak – acak rambut Kiara lalu pergi keluar kamar.

Kiara yang tampak cemberut seketika tersenyum saat rambunya dielus acak oleh Edward, Ia merasa senang Edward tidur dengan nyenyak dan nyaman.

Kiara beranjak dari kasur, namun ternyata kepalanya masih pusing dan kembali duduk.

“ Edward…” Teriak Kiara.

Edward langsung menghampirinya cemas. Namun nampaknya Kiara baik – baik saja. Wajahnya yang cemberut menunjukan bahwa dia menginginkan sesuatu.

“ Ada apa?” Tanya Edward lembut.

“ Aku ingin mandi tolong bantu Aku berjalan ke toilet.” Jawab Kiara cuek.

“ Gak.” Ucap Edward jutek.

“ Kenapa?” Tanya Kiara heran.

“ Kamu jangan dulu mandi, badan Kamu masih lemah. Kalo jatuh dikamar mandi gimana? Kamu masih cantik kok gak mandi juga.” Jelas Edward cuek.

Kiara tampak cemberut dan duduk dikasur melamun.

Edward nampak sibuk mengurus Kiara, Ia memberinya makan dan menemaninya.

Edward yang melihat Kiara terus melamun memutuskan menggendong Kiara ke ruang santai untuk menonton Tv. Kiara awalnya terkejut digendong Edward tapi Ia tidak bisa berkutik karena Ia memang bosen berada dikamar.

Tiba – tiba bel ruangan berbunyi, Edward langsung hendak membukanya. Edward mencari kunci dan saat akan membukanya ternyata pintu tidak terkunci, Edward sangat bingung. Apa semalaman tidak dikunci, perasaan Edward setelah Eyden pergi Ia sangat yakin menguncinya.

Edward tidak terlalu memikirkan hal itu dan memutuskan langsung membukanya dan ternyata Ayahnya datang.

“ Selamat pagi.” Ucap Ayah Edward langsung masuk.

Kiara tersenyum bahagia melihat kedatangan Tuan Yoshi. Namun Kiara nampak mencari sesuatu dibelakang Tuan Yoshi.

“ Tuan sendiri? Eyden tidak ikut?” Tanya Kiara lembut.

“ Bukankah Eyden kesini lebih awal. Dia tadi minta izin pergi kemari, Apa tidak jadi datang ya?” Tanya Tuan Yoshi balik.

“ Mungkin ada pekerjaan penting Di Kantor.” Ucap Edward cuek.

Kiara nampak kecewa tidak bertemu Eyden padahal Ia sangat ingin bertemu.

Tuan Yoshi, Edward dan Kiara duduk bersama dan nampak sedang mendiskusikan sesuatu.

“ Kiara bagaimana kondisimu?” Tanya Tuan Yoshi santai.

“ Jauh lebih baik dari sebelumnya.” Ucap Kiara lembut.

Tuan Yoshi seperti sedang memikirkan sesuatu, wajahnya sangat cemas.

“ Ada apa Ayah?” Tanya Edward.

“ Aku hanya sedang memikirkan Kiara ke depannya. Jika Ryon tau Kiara penerus tahta, Ia akan terus mencari Kiara dan akan berusaha menyingkirkannya.” Jawab Tuan Yoshi cemas.

“ Jangan khawatir Tuan, Aku akan merebut tahta itu dan menyingkirkan Ryon yang serakah.” Ucap Kiara tegas.

“ Aku senang dengan tekadmu, tapi Kamu tidak boleh gegabah jangan bertindak sendiri. Aku akan membantumu dengan pasukanku, manusia pemburu vampire jahat dan pasukan vampire yang kontra pada Ryon. Kami akan bersatu membantumu.” Jelas Tuan Yoshi.

“ Terima kasih untuk bantuannya, Aku akan fokus menyembuhkan diriku agar cepat – cepat membantai Ryon.” Ucap Kiara tegas.

“ Tapi Kiara Kamu harus terus berlatih bela diri dan menguasai kekutanmu. Aku yakin ada kekuatan spesial yang Kamu miliki untuk membantai Ryon.” Ucap Tuan Yoshi serius.

“ Tapi Ayah saat Kami diserang Aku sangat terkejut Kiara melindungiku dengan membantai semua pengawal Ryon dengan begitu mudah.” Ucap Edward heran.

“ Apa Kamu mempunyai kemampuan bela diri?” Tanya Tuan Yoshi serius.

“ Tidak. Aku juga bingung kenapa saat itu Aku sangat ahli bela diri dan dengan mudah membantai mereka, badanku dan pikiranku seperti dikendalikan.” Jelas Kiara heran.

“ Mungkin itu kekuatan yang belum Kamu sadari, Kamu harus mencari tau bagaimana cara membangkitkan kembali kekuatan itu.” Ucap Tuan Yoshi.

Kiara berpikir keras, Ia tidak tau apa penyebab kekuatan itu bisa muncul. Ia memejamkan matanya berusaha mengingat semuanya, namun tiba – tiba muncul wajah orang tuanya dipikirannya.

“ Aku tau, Orang tuaku yang membantuku.” Ucap Kiara yang membuat Tuan Yoshi dan Edward bingung.

“ Apa Kamu yakin?” Tanya Tuan Yoshi ragu.

“ Aku tidak tau pasti tapi Aku yakin.” Ucap Kiara serius.

“ Baiklah kalo begitu, Aku akan menemui pasukanku. Dan Kiara Kamu harus terus berlatih kalo perlu Kamu harus berlatih mengendalikan benda disekitarmu.” Ucap Tuan Yoshi lalu pergi.

Kiara terdiam bingung, Ia tidak tau bagaimana caranya bisa melakukan semua itu sangat mustahil.

Sementara disisi lain Edward masih memikirkan pintu yang tidak terkunci, akhirnya Ia melihat cctv di ponselnya. Edward sangat terkejut ternyata Eyden dan Ruinitha sempat datang ke ruangannya.

Kiara yang melihat Edward tampak tegang membuatnya penasaran.

“ Edward ada apa?” Tanya Kiara penasaran.

“ Tidak, tidak ada apa – apa.” Jawab Edward gugup.

Kiara tampak terus cemberut dan cuek, Edward yang melihatnya tidak tau harus berbuat apa. Edward bukanlah sosok yang humoris oleh karena itu bingung bagaimana cara membuatnya tertawa.

“ Ada apa?” Tanya Edward lembut.

“ Aku menunggu Eyden, apa Di Kantor pekerjaannya sangat sibuk?” Tanya Kiara cemberut.

“ Aku tidak tau.” Jawab Edward cuek dan menghiraukan Kiara.

1
falea sezi
nyimak
xiexie
Selamat datang di cerita novel pertamaku, Happy reading guys.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!