NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:930
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum yang merekah

Ratih menepati janji nya kepada anak anak nya. Minggu pagi yang cerah mereka berangkat ketaman safari dan ini adalah permintaan Vanya pasti nya. tak seorang pun bisa menang berdebat dengan Vanya.

"Nana sama Irgi dimana nih kok belom nongol" tanya Danu pada Vanya dan Raka.

"tuh orang nya" tepat saat itu Nana dan Irgi sampai didepan rumah Vanya. mereka bergegas mengunci ganda motor masing masing dan masuk ke dalam mobil milik danu.

"oke kita jalan sekarang ya" Kata pak Agus yang sudah menunggu sejak pagi.

Vanya memilih duduk di samping Nana di bangku paling belakang, diam diam Nana terus menggenggam erat tangan Vanya saat perjalanan.

rasanya seperti terbang melayang, ini kali pertama nya Vanya merasakan cinta sedalam ini.

"akhirnya sampe juga" kata papah yang langsung membayar tiket masuk.

"Van kamu suka banget kan sama binatang, gamau tukeran duduk sama mamah?"

"eh gausah mah, aku disini aja" Jawab Vanya dengan gugup, ia takut mamah nya melihat ia dan Nana sedang bergandengan tangan.

"oh oke"

Semua tertawa melihat hewan hewan yang berlalu lalang disamping mobil nya, memberikan makanan kepada kuda nil dan beberapa hewan yang aman untuk di berikan makan.

Sampai pada siang hari, mereka memilih menepi dan mencari restoran disekitar situ.

lagi lagi Vanya dan Nana seperti surat dan perangko nya tak ada yang bisa memisahkan mereka, dan semua nya hanya tersenyum melihat dua sejoli yang sedang kasmaran itu.

"Van lo ga capek pegangan tangan dari tadi" bisik Irgi di telinga Vanya.

Sontak Vanya melotot melihat ke arah Irgi, bagaimana ia tahu kalau Nana dan Vanya sedang bergandengan tangan dari tadi.

"Kok lo tau" tanya Vanya dengan panik.

"tau lah keliatan kali" irgi tersenyum jahil, puas rasanya melihat Vanya yang merasa tertangkap basah oleh nya.

"diem Gi"

didepan Vanya, Raka sudah tersenyum penuh arti. ah kali ini Vanya tak tau harus menaruh muka nya dimana, ia sangat malu. satu hal yang paling Vanya takut kan sekarang adalah bagaimana jika orang tua juga melihat nya, mungkin Vanya akan menangis untuk menutupi rasa malu nya.

"biasa aja kali muka nya gausah panik gitu" goda Raka dengan senyum jahil nya.

"ih abang mah, diem ya bang jangan bilang mama sama papa"

"iya bawel"

Nana mendekat kearah Vanya dan yang lain nya, dan langsung di hadiahi tatapan misterius dari Raka dan Irgi.

"kenapa?" tanya Nana keheranan.

Seketika Raka dan Irgi mengajak Nana menjauh dari Vanya. pemikiran negatif terus berputar di kepala Vanya, ia khawatir abang nya akan memarahi Nana atau yang lebih parah nya mungkin abang nya akan menentang hubungan nya.

"Na lo pacaran kan sama Vanya?" tanya Raka dengan muka yang sangat serius. Nana terlihat sangat ketakutan ia mungkin mengira Raka akan memarahi nya.

"temen bang" jawab Nana bohong, ia hanya tak ingin Raka marah kepadanya dan akan berimbas kepada Vanya.

"bohong lo Na" kali ini Irgi yang memprovokasi.

"Apa sih Gi" muka Nana terlihat lebih panik dari sebelum nya.

"Hahahaha" Raka dan Irgi tertawa puas melihat nya. Nana menatap Raka dan Irgi bergantian dengan keheranan.

"kenapa pada ketawa?" Tanya Nana yang belum bisa membaca situasi saat ini.

" bercanda doang kita Na, gausah panik gitu dong. tau kok kita kalo lo sama Vanya pacaran" kata Raka sambil masih tertawa terbahak bahak.

sedangkan Nana wajah nya makin memucat.

"kok abang tau?"

"Ya tau lah dari awal juga gue udah tau. lo berdua keliatan banget lagi pacaran nya Na, tenang aja Na ga bakal gue larang kok, tapi kalo lo macem macem ke adek gue, gue sunatin 2 kali lo ya Na"

"siap bang" Nana tersenyum puas mendengar perkataan Raka, sekarang ia tak perlu lagi menutupi hubungan nya dengan Vanya didepan Irgi dan Raka.

"eh ayo kita makan dulu, cepet masuk" teriak Ratih menyuruh mereka bertiga untuk segera makan dan melanjutkan perjalanan.

"iya mah"

"ayo masuk" ajak Nana dengan senyum di wajah nya dan berjalan mendahului Raka dan Irgi.

" Dih gue rasa Nana mulai gila bang "

"Nama nya juga lagi jatuh cinta Gi, emang segila itu kan"

"Hahahaha" Raka dan Irgi tertawa, lebih tepat nya menertawakan Nana.

Yang saat ini ada di pikiran Irgi, ternyata seorang genius seperti Nana bisa juga di buat gila oleh cinta.

...☘️☘️☘️...

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. mereka memutuskan untuk pulang, mengingat besok adalah hari senin, sudah pasti semua orang akan merasa sangat lelah dan tak ada tenaga di hari itu.

"Tante, om kita pulang dulu ya" pamit Nana dan Irgi bersamaan.

"Hati hati ya, naik motor nya jangan ngebut ngebut" pesan yang selalu di berikan Ratih kepada Nana, Irgi, Raka.

"Iya tan, makasih ya tan"

Raka mendekati Vanya dan berbisik kepada Vanya "Ga salim sama ayang nya"

Vanya yang mendengar itu langsung membulatkan mata dengan sempurna.

"abang ih" masuk berlari masuk kedalam rumah dengan wajah yang kemerahan. sedangkan Raka tertawa puas melihat Vanya yang tersipu malu.

"loh Vanya kenapa?" tanya Danu keheranan.

"Gak papa lagi kebelet ke toilet dia pah"

"oh yaudah ayo masuk"

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!