NovelToon NovelToon
GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa idayu

Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.

Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

"Jadi ini alesan mu merestui hubungan ku dengan Valen?" Tanya Nagara dengan tatapan tajam yang menusuk, matanya seperti dua bidikan baja yang menatap Nathan yang duduk di sebrang meja kayu besar itu. Di sebelah Nathan, Arumi duduk dengan badan sedikit menunduk, jari-jarinya saling terpilin di pangkuan. Nathan hanya bisa mengangkat bahu dan memberikan senyuman tipis yang lebih seperti nyengir kuda, seolah tidak berani membantah sang kakak yang dikenal keras kepala.

"Kakak! Jangan seperti itu menyimpulkan nya!" Seru Nayla dengan wajah yang penuh semangat, tubuhnya melompat sedikit dari kursinya saat ia menghadapkan wajahnya ke arah Nathan dan Arumi. Matanya bersinar seperti bintang malam saat menatap pasangan itu yang berdampingan. "Aku tidak peduli bagaimana latar belakang kakak ipar ku, apakah mereka berasal dari keluarga kaya atau bahkan hanya tinggal di sudut kota yang kumuh, selagi mereka cantik dan baik hati pada semua orang, aku pasti akan merestui hubungan ini dengan sepenuh hati!"

Nayla menghela napas lega, kedua tangannya menyilang di dadanya dengan ekspresi yang tidak bisa disangkal kebahagiaan.

"Intinya kakak merestui hubungan kami kan, meskipun Arumi yatim-piatu?"

Tanya Nathan dengan suara yang sedikit gemetar, tangannya perlahan-lahan mencari tangan Arumi dan menjepitnya erat. Matanya tidak berani menjauh dari wajah Nagara, seolah khawatir akan melihat penolakan di sana. Arumi yang sedang dipegang tangannya hanya bisa menunduk lebih dalam, pipinya kemerahan karena rasa malu dan ketakutan campuran.

"Tentu saja, kak Naga merestui." Nayla menjawab sebelum Nagara bisa membuka mulut, Nayla menatap sang kakak dengan tatapan menegaskan. "Apa salahnya dengan status yatim-piatu? Bahkan kita sendiri juga sama, hidup kita sekarang tanpa kasih sayang orang tua, hanya dengan dukungan satu sama lain!"

Nagara hanya mengangguk perlahan dan memberikan senyuman tipis yang sulit ditebak maknanya, namun dalam mata nya terlihat rasa sayang yang mendalam.

"Telpon kakak mu sekarang juga, suruh dia pulang bersama kekasihnya. Di acara pernikahan Nayra minggu depan, semua dari keluarga kita akan mengenakan baju couple satu warna, sebagai satu keluarga yang utuh!" Celetuk Nagara dengan nada yang tidak bisa ditentang, matanya tetap terpaku pada Nayla yang kini tampak sedikit terkejut.

"Maksud kakak... Kak Nick?"

Tanya Nayla dengan suara pelan, bibirnya sedikit terangkat. Ia tahu betul bahwa kakak keduanya itu masih terjebak dalam masalah dengan kekasihnya, Arimbi.

"Selain Nathan dan aku, siapa lagi kakak mu?" Tanya Nagara dengan nada sinis yang membuat Nayla langsung meremas ujung roknya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Nayla segera berdiri dan berlari cepat ke kamar belakang untuk mengambil ponselnya, kaki nya terengah-engah karena tergesa-gesa.

"Dih, galak amat sih kak..." Protes Nathan dengan nada rendah, namun tangannya semakin erat mencengkram tangan Arumi. Ia melihat Arumi menutup mulut sebentar, wajahnya tampak pucat dan ketakutan karena keseriusan yang terpancar dari wajah Nagara.

"Apa kau takut padaku?" Tanya Nagara dengan nada yang sedikit melunak, matanya kini tertuju pada Arumi yang masih menunduk. Rasa tidak enak mulai muncul di dadanya, menyadari bahwa sikapnya yang tegas mungkin telah membuat calon ipar nya merasa tidak nyaman. "Maaf, aku... Aku terbiasa bersikap tegas."

"Tidak apa-apa kak..." Ucap Arumi dengan suara lembut seperti bisikan angin, ia perlahan mengangkat wajahnya dan memberikan senyuman tipis yang penuh pengertian. "Mungkin kedepannya aku akan terbiasa dengan sikap kakak, karena aku juga ingin menjadi bagian dari keluarga ini."

Nagara mengangguk perlahan, rasa lega melintas di wajahnya saat melihat senyuman Arumi itu.

"Kak... Kak Nick belum mendapatkan maaf dari kak Arimbi!"

Teriak Nayla yang baru saja keluar dari kamar, tangannya menggenggam ponsel dengan erat. ia merasa khawatir pada kakak nya. "Dia bilang dia sudah berada di depan rumah kak Arimbi sejak siang tadi, berlutut di halaman depan, memohon agar kak Arimbi mau melihatnya. Tapi kak Arimbi tidak hanya menutup pintu saja, bahkan dia melarang orang tuanya membukakan pintu untuk kak Nick!"

Nathan menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya dengan nada mengejek. "Dasar payah! meminta maaf saja tidak pecus!"

Sebelum Nathan bisa melanjutkan kata-katanya, Nagara mengangkat tangan untuk memberhentikannya. Matanya kini menunjukkan ekspresi yang sangat serius, bahkan sedikit misterius. Ia menoleh perlahan ke arah Arumi, membuat gadis itu terkejut dan kembali melihat ke arah Nathan. Nathan mengangguk perlahan, seolah memberikan izin atau meminta Arumi untuk menjawab apa pun yang akan ditanya sang kakak kepada nya.

"Kau mau bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan dirimu? Bahkan dari wajah hingga cara berbicara nya hampir tidak bisa dibedakan?"

Tanya Nagara dengan nada yang pelan namun penuh tekanan. Arumi terpana, bibirnya terbuka namun tidak bisa mengeluarkan suara apapun. Ia kembali melihat Nathan, yang hanya mengangguk sekali lagi dengan tatapan yang mendorongnya untuk menyetujui.

"Iya... Aku mau kak..." Jawab Arumi dengan suara yang sedikit ragu namun tegas.

Seru Nagara dengan suara yang penuh semangat, tangannya sudah merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel. Setelah menemukan ponselnya, ia dengan cepat menekan nomor yang telah disimpan sebagai kontak darurat, nomor Hans, asistennya yang selalu siap siaga melayani permintaan apapun.

"SIAKPAN SEMUA SESERAHAN YANG DIBUTUHKAN DALAM WAKTU 30 MENIT SAJA!"

Seru Nagara begitu saja saat panggilan terhubung, tanpa menyapa terlebih dahulu. Suaranya terdengar keras dan tegas di dalam ruangan, membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan terdiam. Dari sisi lain panggilan, terdengar suara Hans yang sedikit terkejut dan mulai bertanya tentang rincian apa saja yang diperlukan.

"BODOH! SEPERTI ITU SAJA KAU TIDAK TAU APA YANG HARUS DILAKUKAN?!"

Seru Nagara kembali dengan nada marah, namun kemudian ia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Suaranya menjadi lebih pelan namun tetap tegas saat melanjutkan. "Cincin emas dan permata berkualitas tinggi, satu set peralatan ibadah yang lengkap dan berkelas, pakaian dari desainer ternama untuk kedua mempelai, skincare dan kosmetik dari merek mewah, tas dan sepatu yang sesuai dengan tema. SEMUA HARUS BARANG BERMEREK DAN TERBAIK!"

"DENGAN ANGGARAN SEKITAR 1 MILYAR RUPIAH! LEBIH DARI ITU JUSTRU LEBIH BAGUS!" Lanjut Nagara saat mendengar Hans mulai bertanya tentang anggaran. "Aku tidak peduli berapa biayanya, aku harap acara lamaran untuk adik ku ini bukan hanya sekadar acara biasa, melainkan momen yang sakral, mewah, dan tidak akan terlupakan seumur hidup mereka!"

Setelah memberikan semua instruksi kepada Hans, Nagara mematikan panggilan dan berdiri dengan cepat dari kursinya. Nathan yang melihatnya heran segera mengangkat wajahnya.

"Kita akan pergi sekarang?" Tanya Nathan dengan tatapan bingung, karena ia tidak menyangka kakaknya akan mengambil tindakan dengan cepat seperti ini.

"Iya! Segera bersiaplah!" Jawab Nagara sambil mulai mengambil jasnya yang tergantung di sandaran kursi. "Aku akan segera menghubungi Nayra dan Sean agar mereka segera pulang dan ikut bersama kita untuk melamar Arimbi atas nama Nick. Kali ini, kita tidak akan membiarkan masalah ini berlama-lama lagi!"

Tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Nagara segera menghubungi nomor Sean di ponselnya, jari-jarinya bergerak cepat di layar sentuh saat menekan tombol kontak tersebut. Suaranya yang tegas kembali terdengar saat panggilan mulai terhubung, membawa harapan bahwa kali ini semua masalah keluarga bisa terselesaikan dengan baik.

1
Ardy Ansyah
👍👍👍👍👍👍
Akak Lisa
👍👍👍👍
Monroe George
dunia Nayra msih baik" sja coz pnya saudara kembar yang peduli 👍
Monroe George
marathon aku kak, seru crita nya 💪
Monroe George
CEO ni nnti yang nikahi Nayra 🤭
Ardy Ansyah
teraniaya dulu bahagia kemudian 🤣. suka aku tuh kalau alur yang begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!