NovelToon NovelToon
Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Anak Genius
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.

Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.

Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.

Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Pasang Mata

"Tuan Diego, kenapa pintunya di kunci?" Tanya seorang pria sambil masih mengetuk pintu.

"Tuan Diego, Saya dokter Aska yang ingin memberikan penawar obat perang sang." Sambung pria tersebut yang bernama dokter Aska.

Karena tidak mendapatkan jawaban membuat dokter Aska menghubungi Asisten Mike. Sambungan pertama langsung di angkat kemudian dokter Aska menceritakan apa yang terjadi setelah itu sambungan komunikasi langsung terputus.

Tidak berapa lama terdengar suara dari luar yang sangat familiar di telinga Kimberly, siapa lagi kalau bukan Asisten Mike.

"Apakah masih belum di buka?" Tanya Asisten Mike.

"Belum, Tuan." Jawab dokter Aska.

"Tuan Diego, apakah Tuan Diego baik-baik saja?" Tanya Asisten Mike sambil mengetuk pintu.

Sambil berbicara Asisten Mike memegang gagang pintu untuk membuka pintu tersebut namun sayang terkunci dari dalam. Hal itu membuat Asisten Mike kembali mengetuk pintu sambil berbicara kalau tidak di buka maka pintu tersebut akan di dobrak.

"Tunggu sebentar." Ucap Kimberly sambil menatap ke dua anak kembarnya sambil berpikir.

"Gawat, Asisten Mike datang. Jangan sampai mereka berdua menemukan kalian." Ucap Kimberly.

Tiba-tiba Kimberly ada ide cemerlang kemudian menarik ke dua tangan anak kembarnya dan membawanya ke arah pojok ruangan.

"Kalian berdua duduk di sini dan jangan bergerak." Ucap Kimberly.

Kedua anak kembarnya hanya menganggukkan kepalanya dan dengan patuh duduk sambil menyandarkan tubuhnya ke arah tembok. Setelah itu mereka memakai penutup kepala boneka dengan di bantu Kimberly.

Setelah selesai barulah Kimberly berjalan ke arah pintu yang sempat di kunci oleh Adrian lalu membuka pintu tersebut dengan lebar.

"Nyonya Diego, Tuan Diego ada di mana?" Tanya Asisten Mike yang tidak melihat Diego di ruangannya.

"Ada di kamarnya dan sudah Aku beri penawarnya." Jawab Kimberly.

Asisten Mike hanya menganggukkan kepalanya kemudian meminta dokter Aska untuk memeriksa keadaan Diego.

"Tidak perlu karena sebentar lagi Kak Diego sadar." Ucap Kimberly.

"Baiklah." Ucap Asisten Mike yang percaya dengan apa yang dikatakan Kimberly.

"Aku sama sekali tidak menyangka kalau Nona Valen akan melakukan tindakan bodoh seperti ini." Sambung Asisten Mike yang masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Valen.

"Akupun juga sama. Oh ya, Arnold masih di rumah jadi Aku pulang dulu. Masalah suamiku, Aku serahkan padamu." Ucap Kimberly sambil menatap ke arah ke dua anak kembarnya yang memakai kostum boneka.

Asisten Mike hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly berjalan ke arah ke dua anak kembarnya.

Kimberly kemudian jongkok lalu bersiap mengangkat ke dua anak kembarnya bersamaan terdengar suara Asisten Mike.

"Nyonya Diego, cepatlah lihat Tuan Diego sudah sadar." Ucap Asisten Mike.

Kimberly yang mendengar perkataan Asisten Mike langsung berdiri dengan tegak lalu berjalan ke arah Diego.

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kimberly sambil jongkok.

"Sudah mulai membaik terlebih efek obatnya sudah hilang." Jawab Diego sambil memijat keningnya yang terasa pusing.

"Oh ya, Valen pergi kemana?" Tanya Diego sambil melihat sekeliling ruangan namun Valen tidak ada.

"Dia sudah Aku buang ke tangga darurat." Jawab Kimberly dengan nada cemburu.

"Cepat cari Dia!" Perintah Diego sambil menatap ke arah Asisten Mike.

"Dia sudah memberimu obat! Kenapa kamu masih mengkuatirkannya?" Tanya Kimberly dengan nada tinggi sambil berdiri dengan tegak.

"Nyonya Diego, Anda salah paham. Tuan Diego menyuruhku untuk mencari kartu memori dan beberapa lembar draft desain yang ada padanya." Jawab Asisten Mike sambil berjalan ke arah pintu.

"Kalau memang sangat menginginkan draft desain kenapa masih menolaknya? Padahal sudah di kasih obat tapi masih punya tenaga untuk membuatnya pingsan." Ucap Kimberly dengan nada kesal.

"Aku tidak mau, meskipun Aku di beri obat. Terlebih tidak ada orang yang bisa memaksaku untuk melakukan hal itu." Jawab Diego sambil memejamkan matanya dan memijat keningnya yang masih terasa pusing.

("Jangan-jangan waktu pertama kali kami melakukannya, Dia melakukannya dengan sukarela." Ucap Kimberly yang tidak mungkin mengatakannya di depan Diego).

"Enam tahun yang lalu, Aku melakukannya dengan sukarela." Ucap Diego sambil menatap ke arah Kimberly.

"Kenapa kamu membahas ini?" Tanya Kimberly dengan wajah bersemu merah sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Aku takut kamu salah paham makanya Aku jelaskan padamu." Jawab Diego.

Kimberly hanya terdiam sambil masih menatap ke arah lain sedangkan Diego masih menatap ke arah Kimberly. Diego mengetahui kalau Kimberly berbohong dan berusaha bersikap biasa.

"Oh ya, kenapa kamu kembali lagi?" Tanya Diego mengalihkan pembicaraan.

Hal ini dikarenakan Kimberly sampai sekarang belum mengatakan dengan jujur dan berusaha menutup-nutupi apa yang terjadi enam tahun yang lalu.

"Aku tidak sengaja melihat Valen membuat minuman kopi dan susu coklat di dapur kantor. Entah kenapa Aku sedikit kuatir karena itu Aku kembali ke sini untuk memastikan." Jawab Kimberly sambil merapikan dokumen.

"Karena Kak Diego sudah baikan maka Aku pulang dulu." Sambung Kimberly.

"Maafkan Aku merepotkanmu, karena harus membawa dua boneka sebesar itu." Ucap Diego sambil menatap ke arah ke dua boneka seukuran anak umur 7 sampai 8 tahun.

Kimberly hanya tersenyum sedangkan Diego masih menatap ke arah ke dua boneka tersebut yang tergeletak di lantai. Namun tanpa sengaja Adrian menggerakkan kaki kanannya yang terasa kram. Hal itu tentu saja membuat Diego sangat-sangat terkejut.

"Eh, tunggu. Sepertinya tadi Aku melihat kaki boneka itu bergerak?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Kimberly dengan wajah masih sangat terkejut.

"Itu mungkin hanya perasaanmu. Oh ya, tadi Aku sedang berlatih akupuntur dengan menggunakan boneka. Jika Aku sudah mahir maka Aku bisa melakukan akupuntur untukmu." Ucap Kimberly mengalihkan pembicaraan.

"Akupuntur?" Tanya ulang Diego.

"Ya. Jika akupunturnya tepat maka mungkin saja Kak Diego bisa berdiri lagi. Bahkan tanpa draft desain milik Valen, Kak Diego masih bisa mengalahkan Paman Leon dan tetap menjadi pemimpin Roberto Grup." Jawab Kimberly.

"Kamu bisa mengobati penyakitku?" Tanya Diego penasaran.

"Tentu saja. Selama ini beberapa kali Aku diam-diam melakukan akupuntur padamu. Apakah Kak Diego tidak menyadari kalau ke dua kakimu sudah mulai bisa merasakan?" Tanya Kimberly balik bertanya.

"Jadi itu kamu?" Tanya Diego.

"Tentu saja. Siapa lagi kalau bukan Aku?" Tanya Kimberly.

"Kimberly ..." Ucapan Diego terpotong oleh Kimberly.

"Ucapan terima kasihnya nanti saja." Ucap Kimberly.

"Oh ya, Aku sudah lama berada di sini. Kalau Aku tidak segera pulang maka Arnold akan benar-benar marah." Sambung Kimberly.

"Baiklah, kamu pulanglah dulu." Ucap Diego.

Kimberly hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly berjalan ke arah ke dua anak kembarnya. Setelah itu Kimberly menggotong ke dua boneka tersebut yang sangat berat kemudian melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat.

Hal ini dikarenakan Kimberly akan menurunkan ke dua boneka tersebut di tempat yang aman. Hal ini dikarenakan agar ke dua boneka tersebut langsung jalan sendiri tanpa perlu di gotong oleh Kimberly.

Sedangkan Diego hanya menatap kepergian Kimberly hingga Kimberly tidak terlihat lagi. Tidak berapa lama datang Asisten Mike untuk memberikan laporan.

"Tuan Diego, Nona Valen tidak ada di tangga darurat. Mungkin Nona Valen sudah pergi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Asisten Mike.

"Jangan terburu-buru. Lebih baik kamu suruh orang untuk mengawasi dua boneka yang di bawa oleh istriku." Jawab Diego.

"Dua boneka?" Tanya Asisten Mike dengan wajah terkejut.

"Benar sekali. Aku merasa kalau ke dua boneka yang di bawa oleh istriku adalah dua anak yang mengenakan kostum boneka." Jawab Diego.

Asisten Mike hanya menganggukkan kepalanya kemudian menghubungi salah satu bodyguard untuk mengikuti kemana Kimberly pergi.

Sedangkan di tempat yang tidak jauh dari perusahaan Diego di mana Kimberly dan ke dua anak kembarnya sedang berjalan ke arah taksi yang kebetulan habis menurunkan penumpang.

Tanpa disadari mereka kalau ada dua pasang mata mengikuti langkah Kimberly dari jarak yang tidak begitu jauh. Hingga ke dua pasang mata tersebut melihat Kimberly membuka pintu mobil dan menyuruh ke dua anak kembarnya masuk ke dalam mobil.

1
Sumawita
org yg menculik cari mati
Yayuk Triatmaja
Ada yang komplikasi makanya author ganti
Fanny Puspita
nama kok ganti thir🤣
Andrea Ann
🤣🤣nama ya ampun thor🤭
Yayuk Triatmaja: hehehehe
total 1 replies
Sumawita
sebenarnya apa sih yg ada di pikiran Kimberly, dan jg Diego ko percaya aja ga curiga apa klo Kimberly ga jujur
Sumawita: ya kak, semangat kak😍😍😍😍😍
total 2 replies
Nadira ST
namanya kok ganti Senin Selasa Rabu kms jmt thor🤦🤦🤦
Yayuk Triatmaja: Awalnya senin, selasa, rabu, kamis dan jumat terus sama author di ganti tapi belum semuanya
total 1 replies
Amalia Putri
lanjut thor💪💪💪
Sumawita
mantap kak
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yayuk Triatmaja: siap. hari ini dobel up
total 1 replies
Rainie Mahadun
nama ibu,keren sekali kimberly,sekali nama anak²nya..haduhhh thor baik tukar nama anak²nya..pelik²
Yayuk Triatmaja: Hehehehe .... Kali ini author bikin nama2nya agak lain. Kalau kurang suka, mohon maaf untuk ke depannya tidak akan bikin nama2 nya yang seperti ini🙏
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
betul sekali
Sumawita
sepasang suami-istri yg cerdik🤣🤣🤣
Sumawita
lanjut kak,
Yayuk Triatmaja: Siap hari ini up lagi
total 1 replies
Isabela Devi
wah Diego baru di obati Rabu Uda bisa liat, ajaib memang akupuntur itu
Yayuk Triatmaja: Terima kasih atas komentarnya.
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
Hehehehe ... 😄
Yayuk Triatmaja
Betul sekali
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih banyak atas komentarnya.
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih atas komentarnya
Isabela Devi
bagus juga kasih nama anak hari Senin sampai jumat🙏
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!