NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.

Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.

Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?


Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Menegangkan

Abian yang merasa waktunya bermalas-malasan telah usai kini beranjak dari tempat tidurnya dan keluar kamar di ikuti dengan langkah istrinya di belakang. Mereka tengah menyantap makan malam berdua tanpa siapa pun, suasana begitu hening.

"Tambahkan makananmu!!" Suara Abian memecah keheningan seketika.

Indira yang mendengarnya terkejut mengapa harus menambah makanan rasanya perutnya kali ini sudah sesak mau di taruh mana lagi jika ia harus menambahnya. "Tapi saya sudah kenyang."

Abian yang tidak mengatakan apa pun hanya menatap tajam ke arah Indira, mendapat pandangan tidak enak seperti itu ia segera menambahkan makanan di piringnya. Makannya begitu lambat sekali berbeda dengan yang tadi. Ia berharap Abian akan pergi ke ruang kerjanya tanpa menunggunya selesai makan.

Tapi semua tidak benar, Abian yang masih terus memperhatikannya makan terlihat kesal Indira sangat membuang-buang waktunya kali ini.

"Tuan, persiapan meeting besok pagi sudah selesai." Zanna yang datang tanpa suara mengejutkan Indira.

Matanya menatap ada jalan terang datangnya Zanna kali ini, Abian yang mendengarnya pun segera beranjak dari tempat duduknya menuju ruang kerja. Sementara Indira yang kegirangan dengan cepatnya menumpahkan seluruh makanan di piringnya sambil berbicara sendiri.

"Ini aku buang semua yah, jangan lagi kau memintaku untuk menambah begini begitu aku lelah. Dan satu lagi kau harusnya yang kurangi makanmu itu tubuhmu sudah sangat terlalu mengembang seperti kue. Mengapa harus aku yang menambah makanku? kalau aku menambah apa kau tahu pekerjaanku sebagai model tentu tidak akan bisa lagi karena tubuhku yang gendut."

Indira terus berbicara dengan wajah kesalnya setelah selesai menumpahkan seluruh makanannya ia baru saja mau berlari ke kamar tiba-tiba wajah bahagianya terhenti. Matanya melotot kaget seketika tubuhnya diam mematung melihat sosok pria yang berdiri di belakangnya dengan wajah penuh tatapan tajamnya.

Indira hanya tertegun menatapnya tak percaya bibir yang tadi terdengar begitu cerewet kini tak lagi bersuara hanya diam membisu yang bisa Abian lihat saat ini. Suasana di ruangan itu kembali hening, langkah Abian mulai mendekat ke arah Indira perlahan.

"Ahhh bodoh...bodoh...apa lagi yang kau lakukan Indira mengapa kau seteledor ini sih?" begitu gumam Indira yang terus menatap wajah Abian dengan gugupnya.

"Apa tadi katanya aku memiliki tubuh yang mengembang? baiklah akan ku buat tubuhmu juga mengembang kali ini." ucap Abian dalam hati sambil menyembunyikan senyuman licik di wajahnya.

"Duduk dan ambillah makanan di piring dua kali lipat dari yang kau buang!"

Indira yang mendengar perintah suaminya melongo kaget, apa dia sudah gila menyuruhnya makan sebanyak itu bagaimana jika perut langsingnya membuncit atau meledak. "Ta-pi...a-" (ucapannya terhenti ketika Abian sudah lebih cepat menghentakkan bokong wanita itu di kursi).

"Makan sekarang atau aku akan menyuruhmu makan sepanjang malam?" ancamnya begitu terdengar menakutkan. Akhirnya dengan wajah tidak ikhlasnya Indira terpaksa memakan semua yang memenuhi piringnya kali ini. Perutnya sudah terlihat membuncit setiap kali ia menelah makanannya tangannya selalu memijat pelan perutnya agar tak maju ke depan.

Entah ilmu dari mana ia dapatkan yang jelas hal itu tidak ada gunanya sama sekali namanya perut yang terisi penuh tentu akan berbentuk buncit seperti itu. Abian yang melihat tingkah istrinya hanya menatapnya datar merasa sangat lucu dengan pemandangan di hadapannya kali ini namun entah untuk tertawa pun ia perlu berfikir banyak kali.

Setelah lamanya Indira membuang waktu untuk hal yanh tidak penting itu akhirnya ia menghempaskan pelan kedua sendok dan bersandar di kursi. Matanya sudah tak kuat lagi menatap Abian.

Beberapa menit pria itu mendiamkan Indira sampai akhirnya ia terkejut melihat wanita cantik yang biasanya selalu bertingkah anggun kini terlelap dengan mulut terbuka lebar.

“Dasar menjijikkan sekali dia.” gumam Abian yang menggelengkan kepalanya.

Para pelayan segera mengemasi makanan yang ada di meja, sementara Abian yang kini sudah menggendong tubuh istrinya ke kamar terlihat sedikit terhibur.

Pelayan yang melihat pancaran kecerahan dari wajah Tuan mudanya merasa ada kehidupan yang kembali di dalam rumah itu.

Sudah sangat lama mereka tak melihat suasana hangat seperti yang baru saja terjadi semenjak kepergian Maudi.

Sesampainya di kamar Abian perlahan meletakkan tubuh Indira di kasur, matanya mulai mendekat mengusap rambut panjang yang tergurai menutupi wajah cantiknya.

“Maafkan aku membuatmu sengsara.” ucap lirih Abian yang menatap kedua kelopak mata yang tertutup indah.

Bibirnya perlahan mendarat di kening sang istri, perasaannya kini mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Mata sendu itu menatap foto yang berada di atas meja dekat kasurnya.

Fotonya yang berpelukan mesra dengan Maudi, perlahan ia melangkah ke arah foto dan menggenggamnya erat.

“Apa aku egois? Apa yang harus ku lakukan saat ini beritahu aku!”

Matanya semakin tak terkendali ketika menatap foto bahagia. Wajah sedihnya kini terlihat begitu jelas, ia mengenggelamkan foto itu ke dalam dekapannya dan memeluknya erat.

Abian merasa Maudi tengah membalas pelukannya begitu hangat. “Aku merindukanmu, Sayang. Sangat merindukanmu. Apa kau tahu bangunan yang kita impikan sejak dulu kini sudah membuat banyak orang bisa bahagia menikmatinya. Dan besok aku akan pergi ke sana. Ku harap kau akan ikut bersamaku besok untuk melihatnya.”

Abian yang telah puas berbicara banyak layaknya tengah berpelukan dengan mantan calon istrinya kini menaruh kembali foto di atas meja perlahan.

Matanya menatap Indira yang tidur dengan lelapnya kemudian pergi menuju ruang kerjanya. Di sana sudah ada Zanna dan Bram yang terlihat sibuk dengan laptop mereka masing-masing tanpa ada suara dari keduanya.

Abian yang segera masuk bergabung dengan mereka kini mendaratkan bokongnya kemudian meremas pelan kepalanya.

“Zanna, besok setelah meeting aku akan ke London bersama Bram.” Zanna yang terkejut mendengarnya seketika menghentikan kesibukan tangannya.

“Ke London, Tuan?”

Abian yang enggan menjawabnya hanya terdiam dan menatapnya. “Jaga dia, dan awasi apa pun kegiatannya. Besok pagi bawa dia membeli ponsel yang terbaru dan pastikan ada nomor ponselku di sana!”

“Ba-ik Tuan.” Zanna menatap heran dengan Abian apa yang berubah yah dari pria kejam ini sepertinya Zanna tengah banyak ketinggalan berita karena terlalu sibuk berada di samping Nyonya mudanya.

Belum lagi Bram yang selalu terlihat seperti robot. Menyapa Zanna saja tidak pernah apalagi untuk bercerita atau apa pun itu.

Malam yang panjang mereka habiskan dengan kegiatan di ruangan yang luas itu. Sementara Indira masih terlelap tanpa memperdulikan perutnya lagi yang terlihat ingin menumpahkan makanan di dalam sana.

***

Federic yang merasa legah tengah berhasil mengambil alih perusahaan sang Ayah terlihat bahagia, kini waktunya ia untuk menata hidup barunya bersama wanita yang ia cintai.

“Lama aku menunggu akhirnya ponselku bisa ku pakai lagi,” gumamnya tersenyum menggenggam benda kecil itu.

“Terimakasih, Dad.” Federic yang menatap legah pada sang Ayah.

“Daddy juga Terimakasih padamu, usahamu kali ini benar-benar membuat Daddy sangat bangga. Dan sekarang kejarlah gadis itu tugasmu telah selesai Federic.”

Tuan Kriss yang mendukung putranya karena tahu siapa wanita yang Federic cintai, Indira Mahesa yang memiliki profil sayang baik sayangnya berita pernikahannya dengan Abian Malik tak sampai di telinga mereka.

1
falea sezi
rejeki ya gia/CoolGuy//Facepalm/
Riri Khoeriah
visual nya cocok kak👍👍👍👍👍
Meliala Kolompoy
tuan damar suaminya nuonya nigrum atau MantaN suami..??
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
Lena Sari
hebat kamu Abian,terus hargai apapun hasil potongan rambutmu.
Lena Sari
dasar ya pasangan somplak.
nokdenok
minyak srimpi itu udah poll wanginya torr
Margaretha Sukmawati
indira terlalu lemah dan cengeng. seharusnya dgn setiap masalah harus menjadi wanita Tegar dan kuat.
Fatimah's
bener banget Thor , nasehat yg sangat bagus👌👍
itanungcik
cerita 👍👍👍👍
may Saka
ceritanya sangat seru aku menyukainya 🥰🥰
GALAXY GAMING
bian, Indira memang tak selembut dan sesabar diba, tapi demi dia kau bersedia melakukan banyak hal konyol, dia mewarnai hidupmu
cloe
males x, cewek lemah
ria onits
aku lagi maskeran pas baca ini ngakak seketika😂😂😂
Kalee Chan
huuwooooowwww.... mari kita ikuut main yok
Kalee Chan
ini adegan malam pertama...
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
Kalee Chan
hahahaha... gia kocakk abisss
Kalee Chan
saudara Bram_bang bin almarhum Pram_banan...
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
Kalee Chan
oh yaa ampunnn gia..
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
Dinar David Nayandra
gw jarang ketawa klo baca novel walau ada yg lucunya tp ini bikin gw ketawa ngakak 😅😅😅😅😅😆😆😆😆
Roha12
thanks for u Thor
karya mu luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!