Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 : Ancaman balas dendam
Malam penuh drama telah hilang, berganti dengan pagi dengan sebuah kejutan yang mengejutkan hati. Baru saja membuka ponsel, Pangeran harus melihat sesuatu yang tak baik.
Sebuah foto Anne yang hampir saja tertabrak oleh mobil dan sebuah tulisan ' Revenge Ainsley'
Spontan Pangeran memundurkan tubuhnya, mulutnya menganga, matanya memerah akibat terkejut.
" Siapa yang mengirim ini?" gumam Pangeran yang mencoba melacak nomor anonim yang di sembunyikan.
Setelahnya, Pangeran menatap ke arah dimana Anne yang masih tidur nyenyak di sampingnya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Pangeran langsung menelepon Bentala untuk mencari tahu tentang siapa yang mengiriminya ancaman balas dendam. Bahkan, Pangeran juga meminta dua orang Bodyguard untuk menjaga Anne.
Setelahnya, Pangeran mencoba mendekati Anne dan mengusap wajahnya lembut.
" Aku harap, kamu akan selalu baik-baik saja sayang," ucap Pangeran lembut seraya mengecup kening Anne cukup lama.
Matanya terlihat mengembun, menandakan bahwa begitu dalamnya rasa sayang dan cintanya pada sang istri hingga membuatnya takut untuk kehilangan. Takut jika terjadi sesuatu padanya, apalagi hal itu terjadi karena kesalahannya di masa lalu.
Setelah Pangeran pergi, Anne terlihat membuka matanya dengan tatapan nanar.
" Apa yang telah terjadi?" gumamnya yang merasa jika ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Pangeran.
*
*
Hari ini, Anne dan Pangeran kembali sarapan hanya berdua di rumah mereka. Rasanya terasa begitu sepi karena sudah tak ada lagi ada keluarga besar.
" Ran, "panggil Anne yang tak di tanggapi oleh Pangeran.
" Pangeran..., " Anne kembali memanggil dengan nama lebih lengkap. Namun, pria itu tak menggubris sehingga membuat Anne menghentikan tangan Pangeran yang siap untuk memasukkan makanan.
" Ada apa? "tanya Pangeran datar seakan tak merasa bersalah karena sudah mengabaikan panggilan Anne.
" Bisakah kalau di panggil itu menyahut? "protes Anne.
Pangeran meletakkan garpu dan pisau yang ada di tangannya, lalu beralih menatap dan semakin mencondongkan wajahnya ke arah Anne . Sementara Anne terus memundurkan wajahnya gara jarak mereka tetap jauh.
" Stop! "pinta Anne saat tubuhnya mulai tak seimbang karena terlalu mundur. Sedangkan Pangeran sudah meletakkan salah satu tangannya di belakang tubuh Anne guna menopang tubuh itu agar tak jatuh.
" Bisakah bicara dengan posisi normal? "
" Kamu sendiri yang mundur saat aku mendekat!" balas Pangeran.
" Ya ... Habisnya kamu___" entah kenapa Anne tiba-tiba bingung harus berkata apa lagi.
Lantaran kasihan, Pangeran pun membantu tubuh Anne kembali ke posisi normal karena takut jika istrinya bisa encok jika terlalu lama dalam posisi itu.
Anne terlihat menghela nafas lega. " Gini 'kan lebih nyaman," lirihnya yang nyaris tak terdengar oleh Pangeran.
" Lagian, kamu sendiri yang membuat semuanya menjadi rumit. Andai kamu tak selalu menghindar dan mengikuti aturanku, maka semuanya akan lebih mudah," terang Pangeran yang terdengar menyalahkan Anne.
" Kenapa Kamu malah menyalahkan aku, padahal aku 'kan cuma mau minta izin pergi keluar hari ini, " papar Anne dengan wajah cemberut.
" Untuk hari ini kamu di larang untuk pergi, lagipula tak ada sesuatu yang penting juga' kan?" ujar Pangeran dingin.
Anne melongo tatkala mendengar Pangeran yang mulai mengekangnya." Pangeran bisakah kamu___".
" Tidak bisa!" potong Pangeran sebelum Anne menyelesaikan perkataannya.
" Dan aku harap kamu bisa menjadi istri yang patuh!" lanjutnya dengan memasang wajah sangar. Menandakan bahwa Anne harus benar-benar mengikutinya
" Bik, tolong awasi nyonya Anneta untuk tidak pergi kemana-mana," titah Pangeran pada sang kepala Maid.
" Baik Tuan muda."
Setelahnya, Pangeran beranjak pergi meninggalkan Anne yang masih ingin protes.
" Pangeran!" pekik Anne yang ikut bangun dari tempat duduknya. Namun, tiba-tiba ada beberapa Bodyguard yang menghalanginya untuk mengejar Pangeran.
" Bisa minggir nggak!" bentak Anne yang emosinya mulai meninggi.
" Maaf Nyonya muda, tapi Tuan muda menugaskan kita untuk menjaga anda agar tidak keluar dari rumah ini," terang sang Bodyguard bertubuh kekar.
Sementara sang kepala maid terlihat berjalan menghampiri Anne.
" Noyonya muda, saya harap anda bisa menuruti perintah Tuan muda. Pasalnya, beliau akan sangat menakutkan jika marah, "bujuk sang maid yang membuat Anne semakin merasa kesal.
Dikarenakan tak bisa memberontak, Anne pun merajuk dan meninggalkan mereka berjalan menaiki anak tangga kembali masuk ke dalam kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Anne langsung berjalan menuju meja rias dan menghamburkan semua benda diatas meja hingga jatuh berserakan diatas lantai.
Prang ...
Bunyi para benda yang jatuh berbenturan dengan lantai. bahkan Anne juga memecahkan vas bunga yang ada guna melampiaskan kekesalannya. Saat ini, hormon Anne sedang naik-naiknya, di tambah lagi dengan suasana hati yang tak baik. Tentu membuat Anne tak bisa mengontrol emosinya.
Aaaa ....
Anne berteriak guna meluapkan kekesalan yang menyesakkan dadanya. Anne paling membenci di kekang dan menjadi layaknya seorang tawanan. Dimana ia tidak boleh pergi kemana-mana, di tambah lagi ia tak mempunyai teman dan tidak bisa melakukan apapun di rumah yang sangat sepi ini.
Menikah dengan seseorang yang tak diinginkan serta terus di paksa untuk melakukan suatu hal yang tak di sukainya saja sudah membuat sebuah tekanan batin. Di tambah lagi dengan di kekang, bukankah semakin membuat sesak?
Mendengar suara ribut dari lantai atas, membuat para Bodyguard dan maid berlari naik ke atas.
" Nyonya, anda baik - baik saja?" tanya sang maid di balik pintu yang terkunci.
Mendengar ada suara seseorang datang, Anne justru semakin meluapkan kekesalannya dengan melempar semua barang yang ada di dekatnya ke arah pintu menunjukkan sebuah pemberontakan darinya.
" Nyonya muda, bisakah anda buka pintunya?" sang kepala maid kembali bertanya dengan raut wajah yang terlihat cemas dan takut terjadi apa-apa pada Anne.
" Pergi!" teriak Anne yang mengusir orang-orang itu. Ia benci dengan keadaannya yang seperti ini.
Tiba-tiba, sebuah panggilan masuk kedalam ponsel Anne, dan tertulis nama Jeremy yang memanggil.
" Halo, Jer," sapa Anne.
" Halo Anne, apakah kamu jadi datang ke sini?" tanya Jeremy. Sebelumnya, Anne memang berniat untuk pergi menemui Daddy Samuel dan juga Jeremy yang sudah berada di Indonesia.
" Maaf, sepertinya aku tidak bisa pergi," terang Anne dengan wajah penuh kekesalan. Bahkan, saking kesalnya ia sampai tak merasakan bahwa tangannya terluka.
" Apa ada sesuatu yang terjadi, Anne?" tanya Jeremy yang merasa bahwa Anne sedang tak baik-baik saja.
Bukannya menjawab, Anne justru menangis sekeras kerasnya. Dari kemarin, Anne sudah terus menahannya dan akhirnya ia sudah tak sanggup lagi.
" Anne apa yang telah terjadi? "Jeremy kembali bertanya dan semakin cemas. Namun, sudah tak ada lagi jawaban dari gadis itu, hanya terdengar suara isakan tangis tanpa henti.
" Apa yang sebenarnya terjadi? "gumam Jeremy di ujung telepon.
*
*
Di luar ruangan, terlihat sang kepala maid yang berusaha menghubungi Pangeran.
" Halo Tuan, anda dimana? "tanya sang maid dengan suara yang terdengar cemas.
" Ada apa, bik? "
" Itu, Tuan. Sepertinya Nyonya muda sedang mengamuk di dalam kamarnya. Bahkan, terdengar suara gemuruh benda-benda yang berjatuhan, "terang sang maid.
Pupil mata Pangeran melebar, dan langsung menyuruh Bentala untuk putar balik kembali ke rumah.
...****************...
penasaran sama lnjtn nya