NovelToon NovelToon
Istikharah Cinta Jibril Emerson

Istikharah Cinta Jibril Emerson

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: SkySal

Sejak saat itu, aku terus memikirkannya. Setiap kali aku menutup mata, aku melihat bayangannya. Saat aku menyendiri, aku seperti mendengar suaranya. Hingga akhirnya aku lakukan sholat istikharah setiap malam. Di malam pertama, dia yang datang. Di malam kedua, dia juga yang datang. Di malam berikutnya, hanya dia yang datang. Aku melihat dia berdiri di tepi sungai yang sangat indah dengan banyak kupu-kupu yang terbang di sekitarnya. Aku jatuh cinta padanya. Namun, aku tertampar sebuah kenyataan yang tak pernah terbersit dalam benakku ketika aku mengetahui terdapat benteng perbedaan yang sangat jauh antara diriku dan dirinya.

Aku bisa melewaan restu seluruh dunia untuk mencintaimu, tapi aku tak bisa melawan restu Tuhan untuk memilikimu.

Amin kita tak bisa berjalan tanpa iman yang sama, tapi mungkin takdir berbelas kasih dan menyatukan cinta tulus kita? Bisakah kita berjalan bersama dengan amin dan iman yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #34 - Jalan Terjal

"Jalan, yuk? Mumpung akhir minggu neh, aku juga udah telfon Shalwa. Dia mau ikut katanya, apalagi minggu depan dia udah mau balik ke kampung halamannya."

Eliza yang mendengar apa yang di katakan Ruby itu cukup terkejut. Ia langsung menoleh dan menatap Ruby yang saat ini sedang tiduran di ranjang Eliza sambil bermain ponsel.

" Kenapa? Kalian masih diam-diaman?" tanya Ruby.

Eliza mencoba menghindar, ia yang baru saja selesai langsung bergegas ke kamar mandi untuk menjemur handuknya yang basah.

"El, kamu nggak musuhan 'kan sama Shalwa?" tanya Ruby mengikuti Eliza ke kamar mandi.

"Nggak, kenapa harus musuhan?" Eliza balik bertanya dan menampilkan raut wajah tenangnya padahal ia juga memikirkan pertemanannya dengan Shalwa yang sedikit renggang.

"Sejak saat itu, kalian berdua saling menghindari," tukas Ruby menghela napas berat. "Padahal Shalwa itu nggak salah lho, El. Buktinya dia tetap mau berteman sama dia meskipun tanpa sadar kamu sudah membuat pernikahannya batal."

"Memang kapan aku menyalahkan dia?" tanya Eliza dengan nada sedikit kesal.

"Ya nggak pernah sih," gumam Ruby meringis.

"Aku tuh menghindar bukan karena menyalahkan dia atau apa, Rub. Aku cuma... Cuma nggak enak, aku udah buat dia batal nikah. Buat dia patah hati, aku nggak enak, aku malu," lirih Eliza akhirnya.

"Baby, itu bahkan salah kamu, itu salah si tuan es batu," sanggah Ruby menghibur.

"Jibril juga nggak salah, Rub. Namanya perasaan 'kan memang nggak bisa di paksa, dari pada berantakan di tengah jalan lebih baik di cegah dari awal," seru Eliza yang membuat Ruby sedikit bingung.

Ia memperhatikan sahabatnya itu yang saat ini sedang menyisir rambutnya." Kamu menjalin hubungan resmi dengan tuan es batu itu?" tanya Ruby tajam.

Eliza hanya melirik Ruby dari ekor matanya sekilas dan ia enggan terlihat enggan menjawab pertanyaan Ruby. Ruby melongo, ia langsung mendekati sahabatnya itu dan sekali lagi bertanya." Kamu menjalin hubungan sama Jibril? Kalian pacaran? Hah?"

"Siapa yang pacaran?" Eliza terkejut saat tiba-tiba mendengar suara ibunya, ia langsung menoleh dan sang ibu masuk ke kamarnya dengan membawa nampan yang berisi susu dan roti untuk Elzara.

Eliza langsung mebatap Ruby, memberi isyarat agar Ruby tak membuka suara." Kok malah diam? Siapa yang pacaran?"

"Teman Ruby, Mom," jawab Eliza dengan cepat sambil melempar senyum kaku.

"Oh begitu," gumam Nyonya Jill. "Mom harap bukan kamu yang pacaran dengan putra Gabriel itu, El. Darrel bilang kamu ketiduran di kantor dia," tukas sang ibu yang membuat Eliza sedikit salah tingkah.

"Mom harap lain kali kamu menjaga jaga jarak sama dia, kecuali jika untuk berteman."

"Tapi aku mencintai dia, Mom," seru Eliza kemudian dengan berani yang membuat hati sang ibu terkesiap. Ia pun menatap Eliza yang saat ini tertunduk.

"Cinta itu hanya perasaan sesaat, El. Bisa jadi sebenarnya kamu cuma kagum sama dia, coba jauhi dia dan mom jamin kamu pasti bisa melupakannya."

"Lalu bagaimana jika tidak bisa?"

"Harus bisa!"

...🦋...

"Sejak kapan Kaka pergi berdua aja sama cewek? Bagaimana kalau terjadi fitnah?" Aira bertanya pada Jibril yang saat ini sedang bermain dengan baby Ali.

Karena sekarang hari sabtu, Jibril meluangkan waktunya untuk bermain dengan keponakannya. Dan sesampainya di rumah, iia justru mendapatkan omelan dari Aira yang entah mendapatkan laporan dari mana bahwa ia makan berdua saja dengan Eliza

"Aira, kami makan di tempat umum dan di ruangan terbuka," jawab Jibril dengan tenang. "Lagi pula kaka makan di restoran Arsyad, tidak ada yang terjadi. Kami hanya makan dan mengobrol," imbuhnya.

"Oh ya? Mengobrol tentang apa? Seorang Jibril yang kaku dan dingin pada semua manusia tiba-tiba bisa mengobrol dengan wanita asing?"

"Aira, aku mencintainya dan dia bukan lagi wanita asing." Aira tentu tak terkejut mendengar jawaban kakaknya itu. Jibril yang selalu berkata jujur.

"Lalu apa kalian bertemu untuk mengobrol tentang perasaan cintamu?" tanya Aira dengan tajam.

"Kami saling mencintai," jawab Jibril lirih.

"Cinta itu cuma sekedar rasa yang perlu di rasakan kalau sudah tahu takkan bisa di satukan, Kak. Lalu apa yang membuat kalian harus bertemu dan mengobrol?"

...🦋...

1
Hera sasuwe
👍
Tira Aneri
suukaaa
Nova Nurdin
jgara2 lentera donn jadi lanjut kesana kesini kerennnn
Devy
yes
Devy
salam vs salim
Devy
sat set dan gentle ya Jibril. kejar waktu untuk menggantikan 6 tahun yang lewat
Devy
semangat lagi dong menjemput cinta setelah tau Eliza mualaf
Devy
cinta lama belum kelar
Devy
jodoh tidak hanya sekedar orgnya tapi juga terkait waktu
Devy
permainan takdir
Devy: permainan takdir yang luar biasa
total 1 replies
Devy
calon mertua dipanggil mbak/Drool/
Puspa Rumaisha
KECEWA BGTT sama ending nya, ga adil bgttt utk shalwa 👎🏻
Huzi_toys
Q dukung Aira, rasanya Jibril susah bgt dibilangin malah ngambek, dan sekarang beda bgt sikapnya sejak kenal Elizabeth, pas ketemu jg kayak gak jaga jarak, jaga mata
asya yussi
Luar biasa
Orang Hsjdh
lanjutkan biar gak gantung ceritanya
Marini W
terhalang tembok yg sangat tinggi sampe akhirnya dipisahkan kematian /Sob//Sob//Sob/
Sani Srimulyani
hayolo.......
Sani Srimulyani
eh malah saling ketemu
Sani Srimulyani
nah kan malah kena tampar.
Pasikah CwElosbes
novel sangat bagus bagus udh d simpen lma baru smpt BCA ternyata seru dan bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!