Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 35
✨
✨
Sudah 3 hari berlalu setelah resepsi yang iberantakan itu. NaNa masih terlalu takut menghadapi kenyataan jika dia kembali kepada Han Yu, tapi disisi lain dia juga menyimpan rindu.
NaNa mencoba meyakinkan hatinya untuk bertemu dengan Han Yu dan memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan. Menjelang sore NaNa pergi ke kantor H’YU untuk mencari Han Yu. Tapi petugas bilang Han Yu tidak terlihat di kantor dari hari dimana resepsi berlangsung.
“Cari Han Yu..?” Tanya Jordhan yang melihat NaNa di lobi.
“E’em.... mereka bilang dia ngak pergi ke kantor.”
“Itu benar. Dia bahkan ngak hadir di rapat Vidio kemarin.”
“Dimana dia..? Apa kamu bisa menelfonnya.?”
“Dia ngak jawab juga. Langsung ke rumah aja deh, mungkin dia disana”
“Baiklah aku akan coba. Baii Jordhan..”
NaNa memanggil taxi dan berubah arah ke rumah Han Yu. Saat NaNa pergi meninggalkan vila, dia tidak membawa apapun, kunci, ponsel, dompet semua tertinggal di vila. NaNa hanya berharap Max ada dirumah dan membukakan pintu untuknya.
Rumah Han Yu
**Ting tong**
**cklakkkk**
“Syukurlah anda kembali nyonya” ucap Max dengan wajah yang cemas.
“Ada apa Max..??”
“Tolong lihatlah tuan di ruang baca nyonya.”
NaNa mengira Han sedang mesum bersama mantannya diruang kerja. Dia hampir engan masuk rumah dan malah ingin meninggalkan rumah. Tapi suara gelas pecah terdengar nyaring di seluruh rumah. NaNa berlari ke ruang kerja dengan cemasnya.
**cklaaakk**
**tess tess tess**
Bau alkohol yang begitu pekat langsung tersebar keluar dari ruangan. Botol anggur dan vodka bercecaran di lantai dan meja kerja. NaNa melihat Han Yu duduk dengan pandangan kosong.
Tangannya basah dengan tetesan anggur yang bercampur darah. Sepanjang pernikahan mereka, baru kali ini NaNa melihat Han Yu seperti ini.
NaNa menghampiri Han Yu, mengambil pecahan gelas dan merobek sedikit kain bajunya. Perlahan lahan mengambil pecahan yang menancap di tangan Han Yu lalu membalut lukanya dengan kain.
“Han Yu....”
NaNa memanggil namanya dengan begitu lembut, membuatnya tersadar dari lamunannya. Han Yu melihat NaNa berjongkok di depannya, dengan bahagia dia langsung menarik tangan NaNa dan memeluknya dengan erat.
“Kamu kembali istriku, kamu kembali.”
“Han Yu.. badanmu cukup panas.”
Han Yu masih engan melepaskan pelukan meski NaNa sudah berusaha meronta.
“Han Yu.. lepas... tanganmu terluka..”
Han Yu melepaskan pelukannya, tangan kanannya mengelus bibir NaNa dengan lembut lalu mengecupnya. Rasa rindu terlihat jelas diantara keduanya.
“Lukamu cukup dalam, aku akan panggilkan dokter.” Ucap NaNa sambil berjalan pergi
“NaNa..... jangan pergi”
“Bodoh..!!”
NaNa keluar memanggil Max dan menyuruh dia untuk menghubungi Jordhan dan dokter untuk Han Yu. Max dengan sigap menghubungi mereka.
NaNa kembali keruang kerja, menarik tangan Han Yu menuju ke kamar mandi yang ada dikamar mereka.
“NaNa....” ucap Han Yu lembut sambil mengusap pipi NaNa.
“Menurutlah.. kalau engak, aku akan pergi.”
Han Yu yang mendengar itu sontak memeluk NaNa, seperti anak kecil yang tidak ingin di tinggal ibunya.
NaNa mengambil washlap, membasahinya lalu mengusap wajah Han Yu dengan lembut. Setelah itu dia membuka kemejanya dan mengelap tubuh Han Yu. Han Yu hanya diam sembari memperhatikan NaNa yang sedang merawatnya.
“Berdirilah.. pakai ini” ucap NaNa sambil menyerahkan bathrobs.
Han Yu hanya diam tak menjawab. Dia justru menunjukan tangannya yang terluka dengan manja. NaNa hanya menghela nafas melihat tingkah kekanak-kanakan Han Yu. NaNa membuka celana Han Yu lalu memakaikan bathrobs.
*braaakk*
“Han..!!!” Teriak Jordhan mendobrak pintu kamar Han Yu.
“Dimana dokternya..?” Tanya NaNa sembari membatu Han Yu merebahkan tubuhnya.
“Sebentar lagi sampai. Apa yang terjadi..?”
“Tangannya terluka cukup dalam, aku coba menghentikan darah yang keluar dengan kain. Badannya juga sedikit demam.”
*toktoktok*
Dokter sudah tiba, dia memberikan suntikan antiseptik dan obat bius lalu menjahit luka di telapak tangan Han Yu.
“Tuan Han cukup baik, darah yang keluar juga ngak banyak. Aku beri bius dosis kecil, mungkin akan buat dia tertidut beberapa saat.”
“Terimakasih dok, aku akan mengantar anda” ucap Jordhan.
“NaNa aku langsung kembali deeh yaa, kalau ada apa apa telfn aku” lanjutnya.
“Baiklah.”
✨
✨ see u in the next chapter
Mon maap untuk keterlambatan up chapter, dikarenakan mimin terlalu baper memahami karakter NaNa, mimin jadi tersedang demam dan anemia 😷🤒
Jangan lupa dukung terus dengan tekan Jempol ke atas 👍🏻👍🏻
Kamsahamnida 💋💋
sambil munggu ani ani up 🤭