NovelToon NovelToon
Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:454.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "

--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .

Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?

Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 . Tentang Risa ( Part 1 )

Aydin sesekali mengamati Risa yang nampak diam sejak mereka meninggalkan rumah orang tua Aydin .

" Ris ... Risa ... kamu marah ? Apa aku melakukan kesalahan ? " tanya Aydin lembut .

Risa mengacuhkan Aydin . Ia sengaja menyibukkan diri dengan ponselnya .

Aydin menepikan mobilnya .

Memegang kedua bahu Risa , membuat wanita itu kini menghadap padanya .

" Katakan apa kesalahanku ? " tanya Aydin sekali lagi , menatap lurus pada dua bola mata Risa .

Risa balas menatap Aydin , namun masih bungkam .

Aydin mencoba tenang , walau sebenarnya dia mulai kesal pada Risa yang kembali sibuk dengan ponselnya .

" Risa .... aku mana tahu bagaimana perasaanmu saat ini kalau kamu tidak bicara. Kamu marah ? Apa yang membuatmu marah ? " tanya Aydin dengan meninggikan sedikit suaranya .

" Jika orang dewasa sepertimu bahkan tidak bisa mengerti perasaan orang lain , bagaimana dengan Dafha . Anak kecil berusia 5 tahun yang kamu bentak hanya karena tidak menuruti perintahmu . " ujar Risa .

" Oh  jadi masih soal Dafha . Jangan terlalu memanjakannya , dia anak laki laki , aku ingin dia bisa kuat dan mandiri . " balas Aydin .

" Cihhh.... syukurlah kalau kamu masih mengakui jika dia anak laki laki . Masih anak anak . " ujar Risa dengan sarkas .

" Ris ... gak perlu kita bertengkar soal Dafha . Begitulah caraku mendidiknya . Dafha memang harus bisa mendengar pada satu orang , jadi tidak boleh semua orang memanjakannya . Dan itu tugasku sebagai ayahnya . " jelas Aydin .

" Sejauh ini aku melihat Dafha adalah anak yang penurut . Kamu saja yang sepertinya tidak sabaran dalam menghadapi anak kecil . Tugasmu itu mendidiknya , bukan membuatnya takut padamu dan berakhir mengikuti semua keinginanmu . " Ujar Risa menantang Aydin .

Aydin terpancing emosi dengan ucapan Risa barusan . Baru kali ini ada orang yang berani mengomentari caranya mendidik Dafha , sekalipun itu Kirani istrinya dulu tidak pernah .

" Tahu apa kamu soal Dafha ? Kamu baru sehari ini bersama dengannya . Harusnya kamu cari tahu dulu bagaimana Dafha setiap harinya sebelum kamu mengomentari caraku mendidiknya . Tidak sabar katamu ? Menurutmu mudah menjadi ayah sekaligus Ibu ? " balas Aydin tak kalah menantang .

Risa memasukkan ponselnya ke dalam tas  .

" Aku memang tidak tahu bagaimana Dafha setiap harinya . Tapi aku coba mengerti perasaannya kini seperti apa . Kamu pikir mudah bagi Dafha yang baru berusia 5 tahun harus kehilangan ibunya ? Aku saja yang kehilangan ibuku saat usia 15 tahun tetap terasa  sangat berat  . " Ujar Risa .

" Harusnya kamu bertanya pada dirimu mengapa Dafha selalu bertingkah . Apa yang dia butuhkan darimu ? " sambungnya .

" Dafha  tidak pernah memintamu menjadi sosok Ibunya . Dafha perlu kamu sebagai Ayahnya yang membantunya menerima semua keadaan ini . " Ujar Risa .

" Seandainya bukan karena Dafha , aku juga tidak akan mau ada di posisi ini . " gumam Risa lirih namun masih bisa di dengar Aydin .

Risa lalu membuka pintu mobil dan berjalan menjauh meninggalkan Aydin .

Aydin yang berlari mengejar Risa , berhasil mencegahnya .

" Risa .. Risa ... berhenti . Jelaskan padaku apa maksud ucapanmu barusan ? "

Aydin terus berteriak mengundang perhatian orang lain .

" Lepas kan ... " Risa meronta agar Aydin melepaskan cengkraman tangannya .

" Tidak akan sebelum kamu menjelaskan semuanya . Apa maksud ucapanmu karena Dafha ? " tanyanya .

Risa tiba tiba merutuki kecerobohannya . "  Bagaimana ini , apa yang harus Ia katakan . " Batinnya .

" Baiklah aku akan jujur . Alasan utamaku mau menerima penawaranmu tadi siang untuk berjalan di hubungan yang tanpa status ini karena apa ? Sebagian besar alasannya karena Dafha . Karena aku tak ingin Dafha merasakan apa yang pernah ku rasakan 10 tahun lalu . " Ujar Risa .

" Wanita mana yang mau di ajak bertahan di hubungan tanpa status ? Kamu pikir mudah bagiku menepis pikiran jika aku hanya pelarianmu saja ? Tapi aku enyahkan semua pikiran burukku , saat mengingat bagaimana Dafha bocah 5 tahun meringkuk menunggu Daddynya yang tidak kunjung menjemputnya . "

Sambungnya .

" Jangan pernah temui aku lagi sebelum kamu bisa memahami perasaan Dafha . "  ujar Risa lalu keluar daiti mobil menjauhi Aydin .

Risa kembali melangkahkan kakiknya menjauhi Aydin . Aydin juga ikut kembali mengejar Risa .

" Risa , please jangan seperti ini . Kembalilah , aku akan mengantarmu . Aku minta maaf jika aku salah . " Ujar Aydin berusaha mengesampingkan egonya .

" Memangnya ada apa denganku  ? Sudah ku katakan aku tak mau bertemu denganmu jika kamu belum bisa mengerti perasaan Dafha . "

Ujar Risa mengulangi ucapannya .

" Jangan minta maaf padaku . Sana minta maaflah pada Dafha . " sambungnya .

" Kim Risa . " bentak Aydin .

" Berhenti keras kepala . Ayo kembali ke mobil , aku antar kamu pulang . Kamu tidak malu orang orang memperhatikan kita . " Ujar Aydin .

" Aku sudah biasa menjadi pusat perhatian . " balas Risa sambil mengedarkan pandangan ke sekitarnya .

" Semoga aku tidak akan melihat sikap seorang Ayah yang dulu biasa ku lihat ada pada dirimu kelak . " Lanjut Risa .

Aydin mengernyit tak mengerti ucapan Risa .

" Sebenarnya apa maksud wanita ini ? Apa yang dia permasalahkan sekarang ? " batin Aydin .

Tanpa Ia sadari , Risa sudah menghentikan laju sebuah taksi yang melintas . Lalu wanita itu meninggalkan Aydin yang kebingungan dari pertengkaran mereka barusan .

Aydin memilih kembali pulang ke rumah orang tuanya .

" Ada apa dengan Risa sebenarnya ? Mengapa dia sangat marah hanya karena aku menegur Dafha ? " batin Aydin .

Aydin sadar jika memang kadang dia bersikap berlebihan dalam menghadapi Dafha . Tapi sungguh itu bukan karena dia tak menyayanginya . Terkadang sebagai seorang manusia biasa, Aydin juga merasa lelah . Sehingga tanpa sadar Ia melampiaskannya pada putra kecilnya .

Aydin masih tak mengerti apa yang menyebabkan kemarahan Risa yang berapi api .

Mengapa hal kecil yang harusnya mereka bisa bahas baik baik malah ditanggapi Risa dengan emosi yang berlebihan . Aydin merasa seperti dirinya telah melakukan sesuatu yang sangat jahat pada putranya sehingga Risa menjadi semarah itu .

Mobil Aydin memasuki halaman rumah orang tuanya kembali .

Dilihatnya disana sudah tidak ada mobil Franda .

" Loh Aydin , kok sudah pulang ? " Tanya Mama Indira .

Aydin tak menjawab . Ia berlalu melewati mamanya menuju kamar putranya .

Hatinya menghangat tatkala melihat putranya yang kini tertidur dengan lelap di balik selimutnya .

" Dafha ... sepertinya Aunty Risa sangat menyayangimu . Baru sekali bertemu denganmu , tapi dia bahkan berani meninggalkan daddy hanya karena tadi daddy menegurmu . " ujar Aydin lirih .

Aydin tersenyum saat melihat Dafha tersenyum dalam tidurnya seolah anak itu mendengar apa yang Ia ucapkan .

" Apa senyummu itu artinya pikiran kita sama jika dia adalah wanita yang tepat ? "

Entah Aydin kini sedang bertanya pada siapa .

" Kamu pasti senang sekarang , setelah mommy mu pergi ke surga . Kini malaikat lain datang untuk melindungimu . " Ujar Aydin sambil mengelus lembut pucuk kepala putranya .

Setelah itu Aydin keluar dari kamar Dafha menuju kamarnya .

Tanpa Ia tahu , sejak tadi Mama Indira mendengar apa yang Ia ucapkan . Sekurangnya kini Ia sudah cukup mengerti apa yang meneyebabkan putranya pulang dalam keadaan tak senang , berbeda saat akan pergi tadi .

Di waktu bersamaan juga , Dafha yang sebenarnya belum tidur akhirnya membuka matanya saat Daddynya sudah pergi .

Anak itu tersenyum senang .

" Terimakasih Mommy sudah menepati janji Mommy untuk mengirimkan malaikat yang akan mejagaku .  "  Ucapnya sebelum Ia memejamkan matanya .

Sementara di kamar Aydin tidak bisa tenang . Ia sangat gelisah , ponsel Risa tidak bisa Ia hubungi .

Setelah mencari tahu ke beberapa orang , akhirnya Ia berhasil mendapatkan nomor ponsel Esme .

Tuuut.... tuuttt....tuuutt.....

" Halo ... " Sapa Esme saat menjawab panggilan telepon .

" Esme , maaf mengganggu waktumu . Ini dengan Aydin . Aku hanya ingin bertanya , apa Risa sudah sampai di apartemen kalian ? " tanya Aydin tanpa basa basi .

Esme mengernyitkan keningnya mendapat pertanyaan itu . Harusnya Ia yang bertanya pada Aydin dimana Risa saat ini .

" Bukankah harusnya aku yang bertanya padamu ? Kalian sejak tadi bersama . " Jawab Esme .

" Yah kami bersama sejak siang tadi . Hingga beberapa jam yang lalu terjadi salah paham dan Risa pergi dengan taksi . Ku harap dia langsung pulang ke apartemen . "

" Apa ? Jadi Risa sekarang sendirian ? Kenapa baru menghubungiku sekarang ? "

Kini Esme ikut panik . Bagaimana jika sesuatu terjadi pada Risa . Sudah pasti Ia akan menjadi mayat akibat dibunuh oleh saudara kembarnya sendiri .

" Aku baru berhasil mendapatkan nomor ponselmu dari Albert, asisten Gio . " jelas Aydin .

" Awas aja yah kalau sampai terjadi sesuatu , harusnya kamu mencegahnya pergi sendiri . Aku sudah mempercayakan dia padamu . Astaga... Aydin .... seandainya aku tahu akan ........... "

Ucapan Esme terhenti saat mendapati Risa masuk ke apartemen dengan wajah ditekuk .

Risa tidak menyapa Esme seperti biasanya dan langsung berlalu memasuki kamarnya .

" Sudahlah..... Risa baru saja tiba . "

Esme melanjutkan ucapannya yang tadi terhenti.

Esme bisa mendengar Aydin  bernapas lega dan mengucapkan kata syukur .

" Sebenarnya apa yang membuat  kalian salah paham ? Mungkin aku bisa sedikit membantu . " Lanjutnya bertanya pada Aydin .

" Hemm .. sepertinya Risa marah padaku karena tadi aku sempat belebihan saat menegur putraku . " jawab Aydin dengan ragu .

" Pantas saja . " Gumam Esme .

" Pantas saja ? Maksudmu ? " tanya Aydin .

" Besok jika ada waktu temui aku . Jika kamu memang serius ingin lebih dekat dengannya . "

Tawar Esme .

" Baik . Kabari aku dimana dan jam berapa aku bisa menemuimu . Aku pasti akan datang . "

Balas Aydin sebelum mengakhiri pembicaraannya di telepon bersama Esme .

Bagi Aydin sudah cukup banyak hal yang Risa tahu mengenai dirinya dan kehidupannya .

Kini sudah saatnya Ia yang mencari tahu tentang Risa dan bagaimana kehidupan wanita yang Ia harap nanti bisa melengkapi hari harinya.

.

.

.

.

.

" *Ada hal yang tak harus dikatakan, tapi harus dimengerti. Yang memahami belum tentu mengerti, dan yang mengerti belum tentu memahami. Memahami dan mengerti adalah salah satu perasaan yang akan mendewasakan*."

.

.

.

.

.

To be continue

1
Susana Widjaja
Luar biasa
Ratu Fadira
bawang jahat bngt ini bikin mata gw bengkak😭😭😭😭😭😭
Rita Khairina
Luar biasa
Fenti
aku mampir kak 😁
Hearty💕💕
Selamat ya Romi dapat boss ajaib
Hearty💕💕
Eijaz parahkah sakitnya?
Hearty💕💕
Bener....
Hearty💕💕
Duh penjahat nih kayaknya
Hearty💕💕
Serem bener part ini... dunia sedang dalam kejatuhannya
Hearty💕💕
Cie 😀😍
Hearty💕💕
Sedap Gio....
Hearty💕💕
Ya pasti sesak karena nggak tahu merek bahas apa sebenarnya
Hearty💕💕
Udah jadian nih Gio ❤ Amora
Hearty💕💕
Sakitnya hati ini.....
Hearty💕💕
Akhirnya Gio nggak patah hagi lagi

Echa juga semangat kejar gadis masing²
Hearty💕💕
Wow Franda sampai segitunya
Hearty💕💕
Terim kasih Kk, sudah diajak jalan² ke Raja Ampat
Hearty💕💕
Jadi keluarga beneran nih 😍
Hearty💕💕
Maksudnya apa ya?
Hearty💕💕
Hebat nih Papanya Dafha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!