Siapa aku? aku adalah Yu Zhao seorang anak 12 tahun yang dianggap sebagai sampah klan yang tidak bisa berkultivasi.
Mendapatkan warisan Dewa Pedang dan menjadi pendekar pedang terhebat sepanjang zaman tersebut.
Bagaimanakah alur ceritanya? Kita lihat dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyvaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHP 35. DIMULAINYA TURNAMEN
Yu Zhao kini baru bangun tidur dan sedang bermalas-malasan.
"Ah enaknya, andai saja aku bisa bermalas-malasan seperti ini setiap hari" kata Yu Zhao tetapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok..tok..tok!
"Zhao gege apa kau di dalam?" kata Xu Xue yang berbicara dibalik pintu kamar Yu Zhao.
"Huh, mengganggu ketenangan saja!" gumam Yu Zhao.
"Ya, ada apa?" tanya Yu Zhao.
"Gege dicari oleh ayah dan ibu mereka ada di ruang keluarga!" kata Xu Xue.
"Ya, nanti aku akan keluar setelah mandi" kata Yu Zhao.
"Baik gege" jawab Xu Xue lagi.
"Hahaha, pasti mereka masih penasaran, baiklah aku jangan sampai membuat mereka mati penasaran!" gumam Yu Zhao langsung bergegas mandi.
Setelah beberapa saat,
Yu Zhao telah selesai mandi dan kini menuju ke ruang keluarga.
"Ada apa ayah dan ibu mencariku?" kata Yu Zhao.
....
Sebelumnya Yu Zhao datang,
"Dimana suamimu Xue'er?" tanya Qing Linling kepada Xu Xue.
"Gege sedang mandi bu" jawab Xu Xue.
"Huh, sebenarnya dari mana Zhao'er mendapat kekayaannya sebanyak itu, apa Zhao'er mencuri?" kata Yu Ming sambil menghela nafas.
"Huss, jangan berkata sembarangan!" kata Qing Linling memperingati Yu Ming.
Tiba-tiba suara yang mereka kenal i terdengar.
"Ada apa ayah dan ibu mencariku?" kata suara tersebut.
Mereka semua menoleh ke arah sumber suara tersebut, yang ternyata di tempat tersebut berdiri seorang pemuda yang sangat tampan.
"Hahaha, tidak Zhao'er mari duduk sini!" kata Yu Ming sambil menyuruh duduk diantara dia dan Qing Linling.
Yu Zhao langsung duduk di tempat tersebut karena memang ia sudah tau maksud dari semua orang tersebut.
"Langsung pada inti topik yang ingin kalian tanyakan saja!" kata Yu Zhao dengan serius.
"Zhao'er apa maksudmu berkata begitu kepada kami?" kata Qing Linling tidak suka dengan nada bicara Yu Zhao.
"Maaf ibu, bukan aku bermaksud untuk seperti itu, tetapi kalian ingin tahu kan dari mana uang ku" kata Yu Zhao.
"Ba..bagaimana dia bisa tau?" kata Yu Ming dalam hati.
"Huh, biar aku kasih tau, aku mendapatkan semua uang itu karena pemberian dari orang yang kutolong dan ternyata dia adalah orang yang sangat kaya dadi aku di beri 20.000 koin emas!" kata Yu Zhao berbohong, karena tidak mungkin ia menceritakan semuanya dengan terang-terangan.
"Dan, aku juga bukan seorang pencuri atau pemimpin pembunuh bayaran untuk pasukanku sendiri, aku membeli mereka dari tempat budak dan itu menggunakan uang yang diberikan oleh ibu!" kata Yu Zhao sambil melirik ke arah Xu Xue dan Xu Liu.
"A.. apa gege mendengar pembicaraanku dengan sepupu Liu kemarin?" batin Xu Xue dengan gugup karena kemarin malam mereka berdua membicarakan tentang hal yang tidak-tidak.
"Apa benar yang kau katakan tadi Zhao'er?" tanya Qing Linling.
"Dan kau tidak melakukan hal aneh-aneh kan diluar sana?" lanjut nya.
"Tidak ibu, mengapa aku harus berbohong dan aku juga tidak aneh-aneh diluar sana" kata Yu Zhao.
"Baiklah Terima kasih telah memberikan kami kejelasan Zhao'er dan maaf karena kami telah berfikir yang tidak-tidak kepada mu" kata Yu Ming mewakili mereka semua untuk meminta maaf kepada Yu Zhao.
"Tak apa yah" jawab Yu Zhao.
"Ayo sekarang kita semua berangkat ke restoran untuk melihat perbaikannya!" kata Yu Zhao.
"Baik!" kata mereka serempak.
Mereka semua akhirnya melihat perkembangan perbaikan restoran Jiating. Perbaikan restoran tersebut diperkirakan akan selesai selama 7 hari.
....
3 hari berlalu, kini telah ramai orang di seluruh penjuru kota Dameng, baik itu penduduk asli maupun pendatang seperti, saudagar, dan para generasi muda. Karena, hari ini adalah dimulainya turnamen kota Dameng yang diadakan dalam 5 tahun sekali.
Di tempat pertandingan yang akan diadakan,
Suasana disana sangat berisik dan penuh dengan lautan manusia yang menonton pertandingan tersebut dari tribun penonton.
"Saudara, sepertinya turnamen kali ini lebih banyak generasi muda yang bertarung" kata salah satu penonton turnamen.
"Benar sekali, karena tahun ini generasi muda dari luar kota Dameng diizinkan untuk mengikuti turnamen ini" jelas orang yang ada disampingnya.
Saat para penonton sedang gaduh dengan topik pembicaraannya masing-masing tiba-tiba suara yang sangat lantang terdengar.
"Para hadirin sekalian dimohon untuk tenang!" kata suara tersebut yang ternyata suara tersebut berasal dari Qing Wang Jou.
Semua orang akhirnya diam dan memperhatikan Qing Wang Jou.
"Terima kasih, hari ini adalah hari dimana akan dilakukan turnamen kota Dameng yang dilaksanakan selama 5 tahun sekali!" kata Wang Jou.
"Peraturan kali ini tetap seperti dulu yaitu, dilarang memakan pil apa pun didalam arena pertandingan, dilarang membunuh, dilarang membuat keributan saat pertandingan berlangsung, dan jika lawan sudah menyerah dilarang untuk menyerangnya. Bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut akan dihukum oleh pihak kota Dameng!" kata Qing Wang Jou menjelaskan seluruh aturan yang berlaku.
"Apakah tidak ada yang bertanya? jika tidak ada turnamen generasi muda kota Dameng resmi di.. bu..ka..!" kata Qing Wang Jou.
Tepuk tangan para penonton terdengar setelah resmi dibukanya turnamen kali ini.
Pertandingan babak pertama dilakukan dengan cara memasukkan 50 generasi muda dalam 1 arena dan mereka semua akan bertanding hingga menyisakan 3 orang untuk melaju ke babak selanjutnya.
Para peserta kemudian mengambil nomor undian untuk menentukan tempat dan urutan mereka untuk bertanding.
Yu Zhao mendapatkan nomor 364, Xu Xue mendapatkan nomor 157 dan Xu Liu mendapatkan nomor 201. Arena di turnamen kali ini ada 3 arena yang akan digunakan untuk bertanding.
"Nomor 1-50 arena 1, nomor 51 sampai 100 arena 2, dan nomor 101-150 arena 3!" kata wasit memanggil para peserta.
Ditempat lain,
Disuatu tempat yang sangat gelap, kini duduk seorang pria yang menggunakan jubah hitam hingga menutup i seluruh wajahnya.
Pria tersebut sedang memangku seorang wanita yang kondisi nya nampak memprihatinkan, dengan tangan kiri terputus dan wajahnya penuh dengan luka.
"Hahaha, Terima kasih telah memuaskanku dan sekarang kau sudah tidak berguna untukku!" kata pria tersebut lalu melemparkan wanita tadi ke arah sebuah kolam yang berisi banyak mayat wanita.
Tiba-tiba seorang bawahnya masuk dengan tergesa-gesa karena membawa berita yang sangat penting.
"Apakah kau sudah menemukan orang yang kucari?" katanya.
"Sudah tuan!" jawab bawahan dengan sopan.
"Baiklah kalau begitu kita berangkat hari ini untuk memberikan kejutan kepadanya!" kata pria tersebut langsung berdiri.
...B.E.R.S.A.M.B.U.N.G...
...#LIKEE...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...