Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.34 Bunga Dari Mr. Sun
Sepuluh hari telah berlalu. Elias tidak sabar ingin beraktifitas lagi seperti biasanya. Ia meminum satu botol ramuan terakhir dari Cyara. Kemudian ia mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau.
"Tidak jadi saja."
Elias mengakhiri panggilan dengan menekan tombol warna merah pada ponselnya.
Ia kemudian menulis pesan chat.
"Ramuan dari mu sudah habis. Hari ini sudah genap dua minggu. Apakah menurut mu aku harus meminumnya kembali ?"
Elias mengakhiri menulis pesan dan mengirimkan ke Cyara.
"Pasti lama baru dia akan membalas pesan ku. Baiklah aku akan sabar menunggu balasan dari mu."
Elias menaruh ponselnya di meja. Kemudian ia terpikirkan akan memberikan hadiah kecil pada Cyara.
Cyara sedang tidak sibuk. Ia merasakan ponselnya bergetar, lalu mengambil dan membukanya.
"Pesan dari Elias rupanya."
Cyara membaca chat dari El. Kemudian ia menutup dan menelponnya.
tut...tut…tut
Suara ponsel Elias berdering.
Siapa yang menelpon di saat aku akan memilih hadiah. Kata Elias menggerutu dalam hati.
Ia menerima telpon tanpa melihat nama penelpon lalu menempelkan di telinganya dan menunggu suara di seberang telpon memanggilnya.
"Kau tidak perlu meminum lagi ramuannya jika sudah habis. Dan kau bisa beraktifitas di luar rumah lagi asal kau mematuhi protokol kesehatan."
"Cyara...tumben kau menelpon ku."
"Ah ya, itu karena aku sudah berjanji pada Ibu mu."
"Apa yang di ucapkan Mama pada mu ?"
"Jangan bahas itu sekarang, mungkin lain waktu saja. Ya sudah jika tidak ada yang di bahas lagi, aku mau kembali bekerja."
"Tunggu jangan di tutup dulu."
"Ada apa ..."
"Aku ingin bertemu dengan mu hari ini. Kapan kau ada waktu ?"
"Aku tidak bisa keluar hari ini. Mungkin besok."
"Baiklah besok aku akan menelpon mu. Selamat bekerja. Ingat kau juga kenakan masker mu." balas Elias kemudian menutup telpon.
Cyara menutup ponsel lalu memasukkan ke saku.
Elias kenapa aku merasakan jika aku mengulangi lagi kejadian yang dulu. Aku takut tergelincir seperti dulu dan jatuh dalam jurang nestapa. Bahkan aku berani berjanji pada Ibu mu tanpa berpikir sebelumnya. Kata Cyara dalam hati kemudian kembali fokus bekerja.
"Sebaiknya aku beri apa ya..."
Elias mencari daftar telpon nomor florist. Ia mendapatkan beberapa nomor. Lalu ia memilih satu toko yang populer dan menelponnya.
"Selamat pagi dengan florist Anna. Ada yang bisa di bantu ?"
"Iya, hari apa ada mawar merah dua puluh tangkai ?"
"Ada Bapak, mau pesan satu buket ?"
"Iya satu buket berisi dua puluh tangkai mawar merah. Tolong kirim ke Rumah Sakit Citra Medika atas nama Cyara sebelum pukul sebelas, apakah bisa ?"
"Bisa Bapak. Untuk pengirimnya dengan nama siapa nanti ?"
"Pesanan atas nama Elias tapi tolong di label untuk di tulis nama Mr. Sun. Tolong rahasiakan nama saya. Untuk pembayaran saya transfer kemana ?"
"Baik Bapak pesanan anda sudah kami rinci. Kami akan segera mengirim ke alamat yang Bapak minta sebelum jam sebelas. Untuk pembayaran saya akan kirim nomor rekeningnya setelah ini."
"Baik terima kasih. Tolong konfirmasi ke saya apabila pesanan sudah dikirim."
Elias menutup ponsel dan menunggu informasi dari Florist Anna.
Satu jam kemudian ada petugas florist yang datang ke Rumah Sakit. Ia kemudian menuju pos satpam untuk mengantarkan pesanan.
"Pagi Bapak satpam, saya dari Florist Anna mengantarkan pesanan atas nama Ibu Cyara." kata petugas florist menunjukkan satu buket bunga.
"Mau bertemu langsung atau di tinggal, Pak ?"
"Kalau bisa saya ingin menyerahkan langsung, apa bisa ?"
"Baiklah Bapak tunggu. Saya akan menelpon ruang perawat." jawab petugas satpam kemudian menelpon ruang perawat dan menyampaikan pada Cyara.
Lima menit kemudian Cyara keluar dan menuju pos satpam.
"Siapa yang mencari ku ?" tanya Cyara pada petugas keamanan.
"Bapak ini yang mencari mu."
"Anda yang bernama Ibu Cyara ?"
"Iya benar, Pak."
"Ini untuk Anda." kata petugas florist kemudian menyerahkan sebuket bunga pada Cyara kemudian keluar dari Rumah Sakit dan mengantar pesanan lainnya.
"Terima kasih ya Pak Hari." ucap Cyara kemudian membawa bunganya masuk ke dalam Rumah Sakit.
Cyara membaca label yang terdapat pada buket bunga, "Mr.Sun..."
Siapa sebenarnya yang mengirim bunga ini untuk ku. Siapa itu Mr.Sun. Apakah Fandy yang mengirimnya, tapi sepertinya bukan. Dia bukan tipe cowok romantis. Jika bukan Fandy lantas siapa, apakah Elias. Si playboy itu memang tipe cowok romantis.Tapi tidak mungkin juga dia yang mengirimnya, dia tidak bilang apa-apa padaku. Kata Cyara dalam hati lalu menaruh di locker nya.
Beberapa saat kemudian Elias menerima pesan tentang konfirmasi bahwa Cyara telah menerima bunga dari nya.
"Aku tidak perlu memberi tahu nya sampai saatnya tiba nanti. Semoga kau senang dengan buket bunga itu."
Elias keluar dari kamar kemudian berjalan menuju kantor Ayah yang sekarang adalah kantor El.
Jam tiga sore. Cyara selesai melakukan tugasnya hari ini. Lalu dia pulang dan membawa buket bunga sebelum dia check lock. Cyara menaiki motornya dan melaju pulang ke rumah.
Sesampai di rumah ia menaruh tasnya di kamar. Kemudian ia mengambil gelas kaca lalu mengisinya dengan air. Ia membawa masuk kembali ke kamar lalu mengambil mawar dan menatanya di gelas yang ia bawa tadi.
"Selesai, bunga ini terlihat cantik. Baunya harum walaupun aku belum menciumnya."
Cyara menaruh bunga itu di meja dekat kamar tidurnya. Ia kemudian merebahkan badan sebentar sambil menatap mawar merah yang ia tata.
Beberapa saat kemudian ponsel bergetar di sakunya. Rupanya ia lupa belum merubah mode silent pada ponselnya. Ternyata panggilan telepon, lalu ia mengangkatnya.
"Iya halo." jawab Cyara. "Kau ada acara malam ini ?" tanya Fandy. " Tidak ada," sambung Cyara.
"Aku ingin mengajakmu menemaniku ke gramedia untuk mencari buku bahan untuk skripsi ku. Kau bisa kan, cuma sebentar saja."
Sebenarnya aku tidak ingin keluar, namun aku sering menolaknya. Aku tidak enak hati, sedangkan dia sering membantuku.
"Iya baiklah, sebentar saja ya. Hari ini banyak pasien, aku sedikit lelah."
"Baiklah aku akan menjemput mu nanti setelah maghrib."
Percakapan di telepon berakhir, Cyara menutup telponnya kemudian memejamkan matanya sebentar.
Malam datang, tak beberapa lama kemudian Fandy datang menjemput Cyara yang sudah duduk di depan terasnya menunggu Fandy menjemput.
"Kau sudah lama menunggu ku ?"
"Tidak juga."
"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang. Naiklah." Cyara naik ke motor, kemudian mereka melaju ke jalan raya.
"Tumben naik mu pelan, Fandy."
"Iya, aku ingin menikmati saat-saat kita bersama seperti ini."
Beberapa saat kemudian Mereka tiba di gramedia. Fandy mencari buku-buku yang ia butuhkan untuk bahan skripsi. Cyara berkeliling melihat-lihat koleksi buku saja.
Fandy sudah selesai dan membayar di kasir. Ia melihat Cyara menerima panggilan dari ponselnya lalu berjalan keluar dan menunggunya di motor.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫