NovelToon NovelToon
Pesona Guru KB

Pesona Guru KB

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:121.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Widiawati

Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,

Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.

Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.

Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang melelahkan

"Seharusnya jangan langsung main pukul pak, gak baik seperti itu, apa lagi didepan anak sendiri. Dia ketakutan loh. Kalo nanti dia meniru sikapmu bagaimana? Lihat wajahnya, dia takut sekali denganmu! "

Malam hari setelah menidurkan Hizam, Rena menemui suaminya yang sedang menikmati secangkir lemon tea di meja makan. Mendudukan tubuhnya tepat di depan suaminya, untuk mengeluarkan unek-uneknya yang sudah dipendam seharian ini.

Rena menatap kesal wajah suaminya, bagaimana tidak suaminya itu memukul sholeh di hadapan anaknnya, benar-benar keterlaluan.

"Seharusnya bapak bisa mengontrol emosi, setidaknya di depan Hizam. Kasihan kan dia, ketakutan lihat bapak. Kalo selamanya takut dan gak mau dekat sama bapak gimana?" Rena mendengus dengan kesal.

"Pokoknya ini untuk yang pertama dan terakhir ya, ibu gak mau kejadian seperti ini terulang lagi, entah kepada siapapun." Beranjak pergi dengan wajah kesalnya, dan masuk ke kamar Hizam dan mendekap bocah gembul nan menggemaskan itu.

Dia sengaja untuk tidur terpisah dari Banu, memilih untuk tidur bersama anaknya, takut-takut kalau nanti malam akan terbangun untuk mencarinya.

"Bu, tega nih bapak sendiri?" Banu menyusul rena, mendongakkan kepalanya di depan pintu kamar Hizam. Berusaha untuk menaruh simpati untuk dirinya kepada sang istri.

Namun sepertinya Rena sudah tidur, atau pura-pura untuk tidur. Entahlah. Hingga akhirnya Banu dengan langkah lunglai beranjak untuk masuk ke kamarnya. Tanpa Rena...

Emang enak😄

POV Rena

Seharian ini aku rasanya lelah sekali. Dari mulai pagi yang di awali menyiapkan sarapan untuk si gembul dan suami tersayang yang memang sudah menjadi rutinitas dan kewajibanku setiap hari. Dan hari ini aku akan melakukan tugas tambahan negara yang diamanatkan oleh pak RT ciiehh sok penting banget😅.

Ya, aku diminta oleh pak RT (pak Dirso) untuk menjadi anggota satgas covid di RT. Semalam pak Dirso bertandang ke rumah, dan atas persetujuan mas Banupun akhirnya aku mau. Dan pagi ini kegiatan penyemptoran cairan disinfektan dilakukan. Yang menjadi awal kekecewaanku kepada mas Banu.

Saat tadi sedang melakukan penyemprotan bersama tim (aku, pak RT (Dirso), pak Sagi, pak Darsino, dan pak Kiswo), entah kebetulan atau disengaja atau memang sudah diskenariokan oleh Tuhan yang Maha kuasa, lagi-lagi aku dipertemukan lagi dengan Sholeh.

Perasaanku sudah mengatakan bahwa ini akan berakhir dengan tidak baik. Terbukti saat aku baru selesai mandi, kakiku pun baru satu yang keluar dari kamar mandi, suara tangisan Hizam menggema. Membuatku panik seketika. Aku yang hanya memakai handuk kimono dan rambut yang kepalang basah reflek menyambar handuk kecil di jemuran pakaian, langsung ku gunakan untuk membungkus rambut basahku.

Mas Banu hanya berkata "Tidurkan dia" sebelum aku bertanya apapun. Dan beranjak meninggalkan kita berdua pergi entah kemana.

Kuraih Hizam dari gendongannya yang meronta minta turun, kemudian kubawa dia kedalam kamar. Kucoba membujuknya, mungkin karena dia lelah terlalu lama menangis hingga ahirnya diapun tertidur.

Aku bangun dengan perlahan, takut-takut menimbulkan bunyi decit dari ranjang. Setelah kurasa aman dan Hizam tertidur dengan pulas, aku beranjak untuk pergi ke kamarku, Berniat untuk mengganti handuk kimono dengan baju, dan mengeringkan rambut yang sepertinya menjadi lepek akibat basah di bawa tiduran.

Saat tiba di ruang tivi, aku tersentak kaget saat tangan kekarnya meraih pinggangku dan mencumbuku dengan begitu rakus. Aku yang kaget hanya pasrah mengikuti alur kerjanya.

Suamiku seperti bukan dirinya. Membuat aku kesal dan ingin mendangnya. Tapi apalah daya tubuh dan fikiranku berlawanan, satu meminta dipuaskan satu ingin menghajarnya habis-habisan aahhh memang aku tak pernah bisa konsisten!!!

Dan benar, semua dilatar belakangi oleh cemburu butanya kepada Sholeh, terus terang aku capaiiii sangat capaiiii dengan sikap posesifnya, gila banget gak sih hari-hari aku dan dia berantem dengan masalah dan orang yang sama, Sholeh. Ayolah sumpah Demi apapun aku sudah benar-benar tak pernah memikirkannya, tapi tak munafik juga jika bertemu dengannya masih ada debaran-debaran dihati. Bukan, bukan cinta tapi lebih kepada bingung atau tegang atau kikuk. harus apa, harus bagaimana aku bersikap dengannya? hanya itu tidak lebih.

Berkali-kali aku mencoba mengutarakan maksudku kepada mas Banu bahwa aku hanya miliknya dan untuknya, sudah tak ada lagi Sholeh-sholeh yang lain.

Dan kekesalanku memuncak ketika Hizam menceritakan kejadian siang tadi, saat aku sedang memakaikan baju selepas memandikannya. Yang ternyata Mas Banu melayangkan bogemnya ke Sholeh.

Ya Ampuuunn sumpah demi apa suamiku bersikap arogan didepan anaknya!!!

Masalah apa coba sampai dia menonjok Sholeh. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan sebetulnya. Pertama aku dan dia bertemu karena ketidak sengajaan, kedua aku dan dia tidak hanya berdua dan yang ketiga aku dan dia benar-benar jaga jarak, tidak ada kontak fisik apapun. Bahkan berjabat tanganpun tidak.

Kami semua terlalu lama berkumpul karena menunggu kehadiran pak kades (kepala desa) yang direncanakan akan datang untuk memberikan pengarahan tentang pencegahan covid. Ternyata beliau ada acara di kecamatan dulu sehingga datang terlambat. Setelah berbicara dengan detail kepada tin mengenai pencegahan covid, pak kades juga menghampiriku, bertanya mengenai persoalan di KB.

Banyak unek-unek yang selama ini aku dan bu Genti pendam berdua, hingga akhirnya tumpah ruah didepan banyak orang, aku tak perduli pak kades tersinggung atau tidak dengan pernyataanku, yang jelas ketika aku ditanya, aku menjawab. Dan berdebat - ralat, berdiskusi dengan pak kades benar-benar membuat tenagaku terkuras habis.

Hingga beberapa jam berlalu akhirnya kami semua membubarkan diri satu persatu. Dan aku yang memutuskan untuk pamit terlebih dahulu. Entahlah, rasanya perasaanku tidak enak. Terang saja, semua keresahan terjawab sudah seharian ini!!

Dan malam ini aku benar-benar sudah lelah hati dan fikiran, aku tak habis fikir tentang pemukulan yang dilakukan oleh suamiku dan disaksikan oleh anaku sendiri secara langsung! didepan matanya!. Benar-benar bukan perbuatan yang bisa dibenarkan!!

Bukan tentang siapa yang dipukul, tapi lebih kepada aku melindungi anaku dari sisi psikologisnya. Aku takut Hizam akan berfikir jika bapaknya itu orang yang kasar, mukulin orang dan itu boleh di contoh, boleh dilakukan hingga lebih parahnya lagi dia meniru, melakukannya kepada orang lain!!!

Aku benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Aku hanya berharap esok hari anak kesayanganku melupakan kejadian yang telah terlewati hari ini. Karena bila tidak, aku benar-benar tidak punya alasan untuk menjelaskan apapun kepadanya. Berbohongpun akan menciptakan kebohongan-kebohongan berikutnya yang akan memperpanjang drama. Hehhmm semoga hanya fikiranku saja yang terlalu berlebihan, semoga... semoga saja.

Dan aku memilih untuk pura-pura tertidur, saat mas Banu mengiba kepadaku agar aku tidur dengannya. Aku tak merespon, karena sungguh fikiran dan tubuhku benar-benar lelah. Tak ingin berdebat lagi. Cukup sudah hari ini terlewati dengan keletihan hati.

************

Haii Readers tersayang, maaf update terlambat karena terhambat review yang tak diloloskan🙁

Selamat membaca, jangan lupa untuk like setelah membaca ya, karena like dari panjenengan semua sangat bermakna sekali untuk saya. Terimakasih sebelumya 🙏🙏

Bila ada poin boleh juga untuk diberikan ya, bisa bunga, hati coffee apapun itu dan seberapapun itu saya ucapkan terimakasih 🤗🤗

1
Arita Med HATTA
debt collector kali thor
Arita Med HATTA
awal yg apik.....mulai baca ya thor
Evi Ambon
ya Allah cerita sebagus gini .......
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
Aku mikirnya KB itu singakatan dari Keluarga Berencana,ternyata Kelompok Bermain🤭✌
Wiwit Widiawati: Terima kasih, sudah berkenan singgah di cerita pesona guru KB🤗 selamat membaca, Kak.
Semoga tulisan saya bermanfaat 🤗
total 1 replies
fa_zhra
next
fa_zhra
salam dr pembaca sejati
fa_zhra
semangat kak
fa_zhra
assalamualaikum,,,saya dari purwokerto.salam kenal author.saran nih,kenapa pake inisial ga langsung sebutin aja purwokerto biar sekalian promosi kota kita tercinta.🙏
Istinah Syang Keluarga
alhamdulillah.
Istinah Syang Keluarga
aku 😢😭😭😭 baca ungkapan sholeh pada Banu
Istinah Syang Keluarga
baru bisa baca lagi. zifakianara yg lucu, dan menggemaskan.
Sagitarian
salken bu Rena bu Genti
😍😘🤗
Wiwit Widiawati: salam kenal kak Jen❤️🤗🥰
total 1 replies
sryn387
berasa lagi baca kisah nyata
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
Wiwit Widiawati: Terimakasih kak Pelangi🤗
Bersedia membaca pesona guru KB 😘
50% halu 50% riil.
kalau bonchapnya riil ya
hahahahah
Big love untuk panjenengan😘🤗🤗
total 1 replies
sryn387
owhhh,,,,pantesan hizam sering dititipin di uyutnya,ternyata uti sambung to
Wiwit Widiawati: iya hizam gak punya nenek dari ibu nya🤧🤧
total 1 replies
Eny Imam
👍👍👍👍💝💝💝💝
Yayuk Bunda Idza
bonchapnya kerenn..
Wiwit Widiawati: Terimakasih kak yayuk🤗🤗
sehat-sehat yaa
total 1 replies
Indah Miftakul J
Mb wiwit belum bisa move on mantai kmren y sampe mendoannya juga ikut nongol wkwkkwkwk
Wiwit Widiawati: Itu juga pantainya asli looohh😅😅
sayang caffenya pencahayaannya saat d foto f bagus, apa yang ambil foto ya g pinter ya😅😅😅
total 2 replies
Yayuk Bunda Idza
rasanya tak ingin berakhur, serasa mbaca kisah sendiri, meski agak beda " alhamdulillah suami masih sama., semoga bwrjodoh higga hingga jannah-Nya dan menua bersama"
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁

terima kasih thor....sukses selalu...
Wiwit Widiawati: aamiin, doa terbaik mbak yayuk Dan keluarga😘 salam untuk suami Dan anak-anak yaa🤗🤗
total 1 replies
Eny Imam
makasih thor
Wiwit Widiawati: Terimakasih sudah membersamai Pesona Guru KB hingga akhir🤗🤗
total 2 replies
fans songong tapi sholihah
yaah udah tamat aja bunda,,
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!