NovelToon NovelToon
Berhenti Mengejar Tuan Dingin

Berhenti Mengejar Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: GABRIELA POSENTIA NAHAK

Selama tiga tahun, Kinara mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk mengejar cinta Arlan—seorang CEO dingin yang tak pernah menganggapnya ada. Bagi Arlan, Kinara hanyalah gangguan yang tidak berarti dan bayangan yang membosankan.
​Hingga suatu hari, sebuah rahasia menyakitkan membuat Kinara sadar bahwa cintanya telah mati. 'Cukup, Arlan. Mulai hari ini, aku berhenti mengejarmu. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal.'
​Kinara pergi, menghilang tanpa jejak. Namun, saat Kinara muncul kembali sebagai wanita sukses yang mandiri dan tak lagi meliriknya, Arlan justru mulai kehilangan akal. Arlan yang dulu dingin, kini justru berlutut memohon maaf di bawah hujan.
​'Kenapa kau tidak menatapku lagi, Kinara? Aku mohon... kembali mengejarku.'
​Sayangnya, bagi Kinara, pintu itu sudah tertutup rapat. Penyesalan Arlan hanyalah angin lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GABRIELA POSENTIA NAHAK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Ratu di Istana Arlan

Jakarta menyambut mereka dengan kemacetan yang biasa, namun di dalam mobil SUV mewah yang meluncur membelah jalanan ibu kota, suasananya seperti berada di dimensi lain.

Arlan tidak sedetik pun melepaskan tangan Kinara.

Ia menggenggam jemari istrinya dengan kelembutan yang seolah takut jika ditekan sedikit saja, Kinara akan hancur.

​Setiap kali supir menginjak rem, meskipun sangat halus, Arlan akan secara refleks merentangkan tangannya di depan tubuh Kinara untuk menjaganya.

​"Arlan, berhentilah. Aku bukan barang pecah belah," bisik Kinara, wajahnya merona melihat tingkah Arlan yang sangat tegang.

​"Kamu lebih berharga dari barang pecah belah mana pun, Kin," jawab Arlan tanpa menoleh, matanya masih menatap tajam ke arah jalanan, seolah siap menerkam siapa pun yang menghalangi jalan mereka.

"Bawa lebih pelan lagi!" gertak Arlan pada supirnya.

​Begitu mobil memasuki gerbang mansion, Kinara terkesiap. Gerbang besar itu terbuka, namun pemandangan di dalamnya telah berubah total.

Arlan telah memerintahkan puluhan orang untuk bekerja lembur selama mereka di desa.

Sepanjang jalan masuk menuju lobi utama, ribuan bunga melati putih mekar dengan indahnya, menebarkan aroma wangi yang sangat Kinara sukai.

​Seluruh pelayan, mulai dari koki hingga tukang kebun, berdiri berbaris rapi di depan pintu besar.

Saat mobil berhenti, Arlan turun lebih dulu, lalu ia membukakan pintu untuk Kinara.

Tapi, Arlan tidak membiarkan Kinara melangkah.

​"Arlan, apa yang kamu lakukan?" seru Kinara kaget saat Arlan tiba-tiba menyusupkan lengannya di bawah lutut dan punggungnya.

​"Aku sudah bilang di desa, kaki kamu tidak boleh lelah sedikit pun," ucap Arlan dengan nada mutlak yang tidak bisa dibantah.

​Arlan menggendong Kinara di depan seluruh pelayan. Para pelayan yang biasanya menunduk ketakutan, kini tak bisa menyembunyikan senyum haru mereka.

Mereka melihat "Monster" yang biasanya dingin dan kejam itu kini menatap istrinya dengan binar mata yang begitu memuja.

​Arlan membawa Kinara langsung menuju kamar utama di lantai atas.

Begitu pintu terbuka, Kinara menutup mulutnya dengan tangan, air matanya hampir tumpah. Kamar itu bukan lagi ruangan minimalis yang kaku dan dingin. Lantainya kini ditutupi karpet bulu paling lembut yang pernah Kinara rasakan. Sudut-sudut meja kayu yang tajam telah diganti dengan furnitur yang memiliki lengkungan lembut.

​"Arlan... kamu merombak kamar ini?"

​"Aku merombak semuanya, Kin," bisik Arlan sambil mendudukkan Kinara di atas ranjang yang kini terasa jauh lebih empuk.

"Aku tidak ingin ada satu sudut pun di rumah ini yang mengingatkanmu pada luka lama. Rumah ini sekarang milikmu, dan milik... anak kita."

​Arlan kemudian berlutut di lantai, tepat di depan kaki Kinara.

Tanpa ragu, ia melepas sepatu flat yang dikenakan Kinara, lalu mulai memijat kaki istrinya dengan sangat telaten.

​"Arlan, jangan begitu... kamu itu CEO Arlan Group, tidak pantas memijat kaki seperti ini," ucap Kinara merasa tidak enak.

​Arlan mendongak, menatap Kinara dengan tatapan yang bisa melelehkan es di kutub.

"Di luar sana, aku mungkin CEO. Tapi di kamar ini, aku cuma seorang suami yang sedang melayani ratunya. Jangan pernah melarangku untuk menjagamu, Kin. Ini adalah cara aku menebus setiap air mata yang pernah aku jatuhkan dari matamu."

​Malam itu, Arlan benar-benar tidak membiarkan Kinara melakukan apa pun.

Ia sendiri yang menyiapkan air hangat untuk Kinara mandi, ia yang memilihkan daster sutra yang paling nyaman, bahkan ia bersikeras menyisir rambut Kinara yang panjang sebelum tidur.

​"Kamu tahu apa yang paling aku takutkan sekarang?" tanya Arlan sambil memeluk Kinara dari belakang, tangannya melingkar hangat di perut Kinara yang masih rata.

​"Apa?"

​"Aku takut ini semua cuma mimpi," suara Arlan bergetar pelan di telinga Kinara.

"Aku takut bangun besok dan ternyata aku masih di ruang kerjaku yang dingin, dan kamu tidak ada di sini."

​Kinara membalikkan badannya, memegang kedua pipi Arlan, lalu mencium bibir suaminya dengan lembut.

"Ini nyata, Arlan. Aku di sini. Dan aku tidak akan pergi ke mana-mana."

​Arlan memejamkan mata, menikmati sentuhan itu.

"Aku sudah memindahkan kantorku ke ruangan sebelah, Kin. Aku tidak akan ke kantor pusat kecuali ada hal darurat. Aku ingin setiap kali kamu atau bayi kita butuh sesuatu, aku adalah orang pertama yang ada di sampingmu."

​"Arlan, itu terlalu berlebihan..."

​"Tidak ada yang berlebihan untukmu, Kinara," potong Arlan posesif, namun penuh kasih.

"Kamu adalah napasku. Dan bayi ini... dia adalah cahaya yang menyelamatkanku dari kegelapan."

​Di bawah cahaya lampu tidur yang temaram, di dalam mansion yang kini tak lagi terasa seperti penjara, dua jiwa itu tertidur dengan posisi yang paling intim. Arlan tidak melepaskan pelukannya, seolah ia sedang menjaga harta paling berharga di jagat raya. Malam itu, Jakarta terasa lebih indah dari biasanya, karena cinta akhirnya benar-benar bertahta di sana.

catatan :

gayssss gimanaaaa Arlan Posesif bangat ngak si ih😭😭 btwww tetap bersama aku yah..tetap support akuu🤍🤞🥹

luvyouu pulll sayang-sayangg akuhh🤍🤍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!