NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Jadi Gila?

Arka tiba di rumah sakit dengan raut wajah bingung, karena ini pertama kalinya Ayah Sarah menelponnya dengan alasan kelanjutan hidupnya dengan Sarah di masa depan.

Ayah Sarah langsung menjelaskan tentang apa yang mereka bahas tadi. Dan dia meminta Arka untuk mencari tahu, apa Kara benar-benar sudah mengetahuinya?

Karena saat ini bisnisnya sedang dalam proses bekerja sama dengan seseorang dari luar negri, dia tidak ingin masalah yang dibuat Arka membatalkan kerja samanya.

"Baik Om! Aku akan mencari tahunya!" kata Arka dengan serius. Dia juga tiba-tiba jadi takut.

"Ya. Jika Kara sudah tahu kematian orang tuanya disebabkan oleh kalian, Om tidak ingin ikut campur! Kalian tanggung sendiri akibatnya!" ujarnya.

Tangan Arka mengepal, padahal mereka juga menikmati uang pemberian Kara. Bahkan, bisnis yang mereka jalankan juga semua dari Kara.

"Ya. Aku pamit dulu!" Arka langsung keluar kamar, dan meninggalkan rumah sakit dengan perasaan yang campur aduk.

Dia pergi mencari sepupunya Bastian, dia tak menyangka Kara sudah mengetahui banyak rahasia yang dia simpan rapat-rapat. Baru beberapa hari lalu, Kara menyinggung soal pekerjaannya yang ilegal.

Dia naik ojek agar cepat sampai, karena Bastian mengirim lokasi di sebuah jalan sepi. Tidak ada rumah penduduk yang tinggal disekitar area tersebut.

Hanya ada banyak pepohonan seperti di perkebunan, dan Arka baru tiba pukul 11 malam.

"Nih!" Arka menyodorkan uang kepada kang ojek.

Tapi ojek itu tiba-tiba menyemprotkan sesuatu di mata Arka, yang membuatnyanya langsung meronta kesakitan.

"Arrrgghh.. tolooooong....Sakit, sakiiit... Arrghhh..."

Arka sudah berguling di jalan bebatuan, suaranya yang keras terdengar sampai dalam rumah tua di mana Bastian dan anak buahnya berada.

Mereka semua langsung keluar, dan melihat Arka yang sudah tergelatak dengan merintih kesakitan.

"Cepat, cepat bantuin, angkat masuk ke dalam!" pinta Bastian. Dia belum tau apa yang terjadi dengan Arka.

Tapi dilihat dari kondisinya, dia sedang tidak baik-baik saja. Sebelum masuk ke dalam, Bastian memastikan situasi di luar terlebih dahulu.

"Bang tolong, mataku sakit! Bawa aku ke rumah sakit!" pinta Arka dengan lemas. Dia juga sedikit kesal, karena Bastian malah membawanya ke rumah kosong itu.

"Baiklah.. Tapi kamu tidak boleh mengatakan apa-apa tentang tempat ini!"

Akhirnya Arka dibawa ke rumah sakit, disela rasa sakitnya, dia menceritakan tentang kecurigaannya pada Kara, beserta dengan bukti-buktinya.

...----------------...

Kara hanya tersenyum dingin, dia sama sekali merasa kasihan atau bersalah telah membuat mereka seperti itu.

Karena dia dan Tama juga mengalami hal serupa di kehidupan pertamanya. "Kalian semua akan membusuk dipenjara!"

Dia langsung memerintahkan seseorang untuk bertindak, saat Kara mengetahui Arka sudah mencurigainya, dia tidak ingin mereka waspada, itu akan sulit untuknya balas dendam.

***

Sedangkan di ruang kerja Tama, dia juga baru saja mendapatkan informasi tersebut. Dia tidak tahu harus berkata apalagi!

Tama sangat yakin, jika Arka sudah tidak dapat melihat lagi, karena air yang disemprotkan adalah air keras.

Namun tiba-tiba dia teringat dengan penyebab kebutaannya. Tapi dia pernah menyelidikinya, kecelakaan itu benar-benar real, tidak ada campur tangan manusia.

"Apa jangan-jangan, kecelakaan itu Arka yang merencanakannya? Dan sekarang Kara balas dendam untukku? Tapi bagaimana dengan Sarah? Siapa yang lumpuh?"

Tama bertanya-tanya dengan semua apa yang dilakukan Kara. Karena sampai sekarang, Kara juga menjelaskan apa yang terjadi.

Tok tok

Tama sedikit terkejut. "Masuk!" ucapnya.

Dia melihat Kara masuk sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman. Wajahnya penuh senyum, menandakan suasana hatinya sedang baik.

"Maaf mengganggu! Aku datang buat nemenin kamu kerja!" kata Kara sambil meletakkan makanannya di atas meja yang berbeda.

"Kenapa belum tidur hmm?" tanya Tama sambil memeluk Kara.

"Haah,, kayaknya aku sudah tidak bisa tidur jika tidak ada yang memelukku!" Balas Kara dengan serius.

Tama tersenyum, dia mengusap kepala Kara dengan penuh kasih sayang. "Maaf, tadi aku ada sedikit kerjaan. Kamu makan sekarang! Baru kita tidur!"

Kara menarik Tama untuk pindah duduk di sofa, "Temani aku makan, kerjanya lanjut besok lagi!'

Tama hanya mengangguk, dia yang tadinya tidak lapar, tiba-tiba perutnya keroncongan melihat makanan yang dibawa Kara.

Keduanya akhirnya makan berdua, setelah makan Tama juga tidak lagi melanjutkan pekerjaannya, dia dan Kara naik ke kamar untuk tidur.

...----------------...

Keesokan harinya, di rumah sakit. Arka baru saja disuntik obat penenang. Dia seperti orang kesetanan saat mengetahui matanya tidak bisa diselamatkan lagi.

Benar-benar sudah rusak, meski dia melakukan operasi atau ada yang mendonorkan matanya, tetap tidak bisa.

"Bang tolong aku..!" ucapnya dengan lemas, karena obatnya sudah mulai berefek.

Bastian juga tidak tau harus apa, "Kamu sudah dengar sendiri penjelasan Dokter! Kamu tenang saja, aku sudah mencari tukang ojek itu. Aku akan membalasnya untukmu!"

"Bukan,, itu, itu pasti Kara!" Arka berhasil mengatakannya sebelum matanya tertutup karena matanya sudah sangat berat.

Bastian terdiam, Kara? Kenapa dia melakukan hal seperti ini? Bukankah ini sudah sangat kelewatan?

"Sial! Apa benar Kara sudah tahu tentang kecelakaan itu?" tebaknya dengan sedikit panik.

Orang yang pertama kali Arka telpon saat di restoran adalah dirinya. Dan Bastian yang mencari orang suruhan, dan orang itu adalah anggota dari bekingannya selama ini.

"Tidak bisa! Aku harus bertemu dengannya dan meminta bantuan. Aku tidak ingin masuk penjara. Jika polisi menyelidiki kasus itu kembali, semua bisnis ilegal yang aku jalankan akan tercium oleh mereka!"

Bastian keluar ruangan dan segera meninggalkan rumah sakit. Dia tidak sadar, jika seseorang mengikutinya dari belakang.

***

Sarah yang mendengar Arka masuk Rumah Sakit langsung menuju ruang inapnya. Dia sangat terkejut mendengar kondisinya.

Padahal baru semalam mereka bertemu, itu berarti kejadiannya setelah meninggalkan rumah sakit.

"Benar kan apa yang Ayah katakan?" tanya Ayah Sarah dengan wajah muram. "Kara tidak akan membiarkan kalian dipenjara begitu saja!"

"Hahahahahah...!"

Tiba-tiba Sarah tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk Arka. "Dia buta. Hahaha.. Aku lumpuh hahahah.. Serasi sekali hahah!"

Sarah tertawa tapi air matanya mengalir dengan deras. Dan dia mengulang kalimat itu berulang kali.

Ayah Sara segera membawa Sarah kembali ke ruangannya. Dia sangat setres melihat tingkah Sarah yang makin aneh.

Dokter hanya mengatakan, jika Sarah tidak bisa menerima semua kejadian itu, sehingga hati dan pikirannya tertekan.

Hari itu juga, Ayah Sarah langsung mengurus kepulangan anaknya. Buat apa dirawat, jika hanya makin parah saja, pikirnya.

Bukannya membaik, malah berubah jadi seperti orang gila. "Dasar pembuat onar. Makanya kalau mau melakukan sesuatu lihat dulu kondisinya. Kamu malah melawan keluarga Kara, yang bukan tandingan keluarga kita!"

.

.

.

1
Wati Ningsih
gak tau malu si Mita 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
neni onet
ga sabar nunggu kecebongnya netes lah . . . 😁
Wati Ningsih
senengnya 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
neni onet
pantas rasanya kara membalas dengan perlahan tapi mematikan klo tau apa yang Sarah lakukan dimasa lalu . . .🫣
Liza Syamsu
di part ini tama sdh tdk buta ya bisa pakai laptop dan gendong kara, artinya aku dong yg ketinggalan cerita di bagian mana ya
Fii: Hai kk untuk menggunakan laptop ada penjelasan di bab-bab selanjutnya yaa..

Kalau untuk menggendong, anggap saja Tama sudah menghafal tata letak tempat tidurnya yaa🙏😁
total 1 replies
Wati Ningsih
aduhhhh siapa yg mau nampung arka tuhhhh😙😙😙😙😙😙😙
Wati Ningsih
karmaaaa😏😏😏😏😏😏
Wati Ningsih
ketahuan kamu mitaaaaa 😃😃😃😃😃
한스Hans
semangat Thor 🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wati Ningsih
kasian si Dion🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Wati Ningsih
rasakan itu sarah
neni onet
apakah mereka sedang menikmati ketupat lebaran, sepaket sama opor ayam dan sambal goreng balado . . .
selamat idul Fitri thor, maafkan kami yang selalu minta crazy up yaa 😄
Fii: 🤣🤣🤣🙏🙏
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
ceritanya keren, reader ikut menerka2 alur ceritanya, menebak apa kejadian dimasa lalu yang membuat seorang Kara menjadi jahat sama Tama dan berusaha membalas satu persatu kejahatan Sarah CS ...
Fii: Makasih supportnya kak😍
jangan lupa mampir di Novel yang sdah tamat😁🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
neni onet
please jangan sampe kebablasan, besok udah sholat Ied lhoo, ini othor juga sambil ngetik, sambil bikin opor kan, biar jadi THR an buat reader nya . . . 😄
Fii: wkwk iya nih.
makanya UP cuman 1 bab😭🙏🙏

Aduuhh THR nya belum bisa ditarik bulan ini 😭😭
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjit
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!