Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Alesya duduk di sofa . Masih dengan ponselnya yang menyala . Bertanya kepada dirinya sendiri . Kenapa dia tidak bisa tidur . Ada banyak sekali pertanyaan yang melintas di dalam dirinya . Sekalipun menepis . Tapi pertanyaan demi pertanyaan selalu bertumpuk satu sama lain .
Alesya mengacak-acak rambutnya kesal .
" Ya kali dia selingkuh " ucap Alesya lalu membaringkan tubuhnya di sofa.
Tapi sebelum itu . Alesya meminjam laptop Gama . Menyalakannya dan menonton drama kesukaannya .
Hingga entah kapan akhirnya Alesya tertidur di sofa .
Ceklek
Gagang pintu kamar terbuka pelan . Penghuni kamar tidak menyadarinya . Gama melangkahkan kakinya pelan . Berjalan ke arah ranjang . Namun belum sampai . Terdengar sayup-sayup orang tertawa .
Gama lalu mencari sumber suara . Gama berjalan ke arah sofa . Dan di sana Alesya tengah meringkuk . Dengan Laptopnya yang tengah menyala . Saat Gama melihat drama itu . Ternyata sedang ada adegan romantis .
Gama lalu mematikan laptopnya . Mengangkat tubuh Alesya ke ranjang . Tubuh Alesya menggeliat .
" Lo sudah pulang ?" tanya Alesya mencoba membuka matanya . Namun mengalungkan tangannya di leher Gama . Saat Gama menggendong tubuhnya . Alesya membenamkan kepalanya di dada Gama .
Gama membaringkan Alesya perlahan .
" Lo dari mana ?" tanya Alesya masih dengan rasa kantuknya .
Pertanyaan itu keluar sendiri tanpa Alesya sadari . Seakan pertanyaan itu sudah ada dalam pikirannya .
" Ketemu Kak Juan " ucap Gama .ikut berbaring di samping Alesya .
Alesya menatap mata Gama .
" Siapa Kak Juan?" tanya Alesya .
" Teman . Nanti aku ajak kamu ke sana " ucap Gama .
Alesya mengangguk . Lalu memejamkan matanya . Seakan
Pertanyaannya cukup untuk menjelaskan kegelisahannya .
Gama tersenyum tipis . Mendengar pertanyaan Alesya . Gama lalu ikut memejamkan matanya .
Alesya merasakan ada lengan yang melingkar di pinggang rampingnya . Alesya mencoba untuk membuka matanya . Dan pemandangan indah ada di depan matanya . Hidung mancung , bulu mata lentik , dan bibir . Ah sudah , pikiran Alesya mulai bermain .
" Tampan " gumam Alesya masih memandangi wajah Gama .
" Pantas banyak yang suka " gumam Alesya lagi .
" Sudah puas ?" tanya Gama dengan mata terpejam .
Alesya lalu memberontak . Hendak bangun dan berusaha melepaskan tangan Gama . Namun Gama justru semakin memeluknya . Tubuh mereka kini sangat dekat . Detak jantung Alesya rasanya tidak berirama . Rasanya berdetak lebih cepat dari biasanya .
Gama membuka matanya .
" Gama lo lepasin gue nggak " ucap Alesya .
Cup
" Gama lo " ucap Alesya tertahan dan menutup bibinya
" Ini ciuman pertama gue " ucap Alesya tanpa sadar .
" Kalau kamu ngomong lo gue lagi . aku kasih hukuman " ucap Gama .
Mata Alesya mendelik .
" Apa ?" tanya Alesya .
" Aku akan melakukan hal seperti tadi " ucap Gama . Padahal Gama juga tidak sengaja melakukannya. Atau Gana teringat adegan yang dia lihat semalam . Toh juga sudah sah pikir Gama .
" Nggak ada ya Gama . Itu cuma akal-akalan lo doang " ucap Alesya .
Gama membuka tangan Alesya . Lalu menciumnya lagi . Kali ini agak lama . Sekitar beberapa detik .
Mata Alesya membola. .
" Gimana ? Masih mau lagi ?" tanya Gama yang kini sudah ada di atas Alesya .
" Lo ... Ups Alesya mau menutup bibirnya . Namun sudah lebih dulu Gama .
Gama menyeringai penuh kemenangan .
" Oke kalau cuma kita berdua aku kamu . Tapi kalau ada sahabat kita . Kita lo gue . Nanti mereka curiga . Gue belum siap Gama " ucap Alesya lagi .
Cup lagi .
" Gama " ucap Alesya .
" Tadi kamu masih lo gue " ucap Gama .
" Belum terbiasa Gama " ucap Alesya .
" Oke . Kalau kamu ngomong gitu lagi siap dengan hukumannya " ucap Gama .
Alesya lalu mengangguk . Dia tidak menjawab takut salah . Dan mendapat hukuman lagi .
Cup
" Gama lo curang " teriak Alesya tak terima .
" Morning kiss " ucap Gama . Kembali mencium Alesya. Namun kini bukan hanya menempel . Gama mencium Alesya .
Alesya memejamkan matanya . Ada desiran aneh pada tubuhnya .Cukup lama ciuman itu . Lalu Gama melepaskannya . Alesya membuka matanya perlahan .
" Kamu sudah pernah ya ?" tanya Alesya .
Pertanyaan yang lolos begitu saja di bibir Alesya .
" Ini yang pertama . Sama istri " ucap Gama .
Alesya mengangguk .
" Bangun sekolah " ucap Gama lalu beranjak bangun . Karena merasakan ada yang sesak di bawah sana .
" Mau mandi bareng " tanya Gama lagi .
" Gama " teriak Alesya melempar bantal kearah Gama .Namun tidak mengenai pelaku . Gama sudah lebih dulu masuk ke kamar mandi . Dengan gelak tawa puas .
Alesya memegangi dadanya .
" Ini gila " ucap Alesya .
" Ada apa gue ?" Alesya membenamkan dirinya di kasur.
Alesya lalu bangun . Menyiapkan seragam sekolahnya . Sambil menunggu Gama selesai mandi .
" Mana baju aku ?" tanya Gama .
Alesya diam sebentar sebelum menjawab . Takut jika nanti dia salah bicara dan mendapat hukuman .
" Kamu bisa ambil sendiri " ucap Alesya tidak berani menatap Gama . Karena Gama keluar hanya menggunakan handuk .
" Belajar jadi istri yang baik " ucap Gama .
Alesya mendengus kesal . Tapi dia juga melakukan permintaan Gama .
" Sudah " ucap Alesya lalu melenggang ke kamar mandi .
Gama tersenyum lebar . Meskipun Alesya susah di atur di sekolah . Namun di rumah dia bisa menempatkan diri . Meskipun harus belajar .
Keduanya sudah bersiap untuk berangkat . Namun mobil Mama Cintya sampai di rumah Gama .
" Kamu saja yang keluar " ucap Alesya malas .
Gama keluar dari mobilnya . Menyapa ibu mertuanya .
" Ma " sapa Gama lalu mencium tangan ibu mertuanya .
" Iya Nak . Kamu sudah mau berangkat ?" tanya Mama Cintya .
" Iya ini mau berangkat . Sebelum jalanan macet " ucap Gama .
" Alesya ada ?" tanya Mama Cintya menunjuk mobil Gama .
" Alesya sedang tidak enak badan Ma " ucap Gama berbohong .
" Mama hanya ingin bicara sebentar " ucap Mama Cintya .
" Maaf Ma . Nanti sore saja . Kami sudah mau telat " ucap Gama seraya menatap jam di tangannya .
Mama Cintya tidak lagi memaksanya .
" Mama nanti sore pulang ke london Gama. Mama titip salam saja ke Alesya " ucap Mama Cintya lalu memilih masuk ke dalam mobilnya .
Ponsel Alesya banyak sekali notifikasi . Namun Alesya tidak membukanya . Alesya tahu jika itu pesan dari Mamanya .
Gama menatap Alesya yang memegang ponselnya dengan kuat .
" Nanti kita tinggal di apartemen ya . Anggap saja bulan madu " ucap Gama mencoba mencairkan suasana .
" Gama nggak lucu " lirih Alesya lalu menatap Ke arah luar jendela .
Gama tidak tahu apa yang Sebenarnya terjadi . Tapi Gama tidak akan tinggal diam jika ada yang menyakiti Alesya. Gama mencengkeram kemudi dengan kuat . Lalu memilih melajukan mobilnya
Tidak ada obrolan . Alesya tetap dengan posisinya . Alesya juga mematikan ponselnya . Ponselnya terus berbunyi . Dan ada panggilan masuk . Mama Cintya mencoba untuk menelpon Alesya . Namun Alesya memilih untuk mengabaikannya .
Sebegitu sakitnya ?
Gama mencoba mencerna satu demi satu kejadian yang mereka alami . Terlebih Alesya . Alesya sering telat sekolah . Karena Alesya di rumah sendiri . Kedua orang tuanya jarang sekali mendampinginya . Entah dari kapan . Namun saat di SMA . Tidak pernah Gama melihat orang tua Alesya datang . Bahkan saat ada panggilan orang tua . Karena Alesya sering telat masuk sekolah . Kedua orang tua Alesya tidak pernah datang .