NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Ku Rebut Suamimu

Kau Rebut Suamiku, Ku Rebut Suamimu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Suami Tak Berguna / Tukar Pasangan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

"Ambil saja suamiku, tapi bukan salahku merebut suamimu!"

Adara yang mengetahui pengkhianatan Galang—suaminya dan Sheila—sahabatnya, memilih diam, membiarkan keduanya seolah-olah aman dalam pengkhianatan itu.

Tapi, Adara bukan diam karena tak mampu. Namun, dia sudah merencanakan balas dendam yang melibatkan, Darren—suami Sheila, saat keduanya bekerjasama untuk membalas pengkhianatan diantara mereka, Darren mulai jatuh dalam pesona Adara, tapi Darren menyadari bahwa Adara tidak datang untuk bermain-main.

"Apa yang bisa aku berikan untuk membantumu?" —Darren

"Berikan saja tubuhmu itu, kepadaku!" —Adara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh Empat

Hujan turun deras di luar jendela rumah sakit, mengguyur jalanan dengan derasnya. Sheila terbaring lemah di atas ranjang, matanya menatap langit-langit berwarna putih. Suara detak jantung terdengar jelas di telinganya, berirama seperti jari-jemarinya yang mengetuk-ngetuk dengan resah di permukaan selimut. Di sampingnya duduk Darren, mantan suaminya, dengan tatapan campur aduk—bingung, marah, dan tak berdaya.

Sheila menggigit bibirnya, terbayang betapa berantakannya kehidupannya belakangan ini. Setiap kesalahan yang dia buat kini menghantuinya, seperti bayangan hitam yang tak bisa dihilangkan. Dia berpaling ke Darren, memuntahkan semua perasaannya yang terpendam. “Darren, aku … aku mau minta maaf. Aku tahu semuanya telah berakhir, tapi berikan aku kesempatan untuk menjelaskan.”

Darren menatap Sheila dengan penuh keraguan. “Sheila, kita sudah berpisah. Kenapa kamu masih ingin melakukan ini?” Suaranya serak, seakan menahan amarah yang terpendam.

Air mata mengalir di pipi Sheila. “Karena aku merasa sangat menyesal. Semua keputusan bodoh itu … aku sangat menyayangimu, dan aku seharusnya tidak mengkhianatimu.” Kini, tangannya meraba perutnya. Teringat hasil dari pengkhianat nya. Dia saat ini sedang hamil anak selingkuhannya, Galang. Tapi pria itu tak mau bertanggung jawab. Dia merasa berbeda. Dia terkejut bukan main ketika menyadari perutnya yang datar. “Darren … kenapa perutku datar? Mana anakku?” Suaranya bahkan hampir tak terdengar, penuh kebingungan.

Darren terdiam, menatap Sheila. Tiba-tiba, Adara yang berdiri di ambang pintu, sahabat yang juga mantan istrinya Galang, masuk ke ruangan. Dia terbatuk, terdengar canggung di antara ketegangan. “Sheila, aku … aku harus memberitahumu sesuatu.”

“Apa yang ingin kau katakan!” Sheila bertanya menegaskan sambil mere'mas selimut. Darren tampak menarik napas dalam. Sepertinya kesulitan untuk mengatakan sesuatu.

Adara yang melihat Darren kesulitan untuk mengatakan kebenaran tentang keadaan Sheila lalu mendekati wanita itu. Dia menunduk, menghindari tatapan Sheila. “Maaf, Sheila. Anakmu … anakmu tidak bisa diselamatkan, Sheila.” Suaranya penuh empati, namun potret rasa bersalah terlihat jelas di wajahnya.

“Tidak … tidak mungkin!” Sheila berteriak, emosinya meledak. “Kamu pasti berbohong! Semua ini pasti sumpah darimu yang iri karena kau yang belum juga bisa hamil. Kau iri denganku, Adara! Kamu hanya ingin membuatku menderita'kan? karena kamu tahu aku telah berselingkuh dengan Galang!”

Adara terkejut, wajahnya memucat. “Sheila, aku tidak ingin membuatmu menderita lebih dari yang sudah kamu rasakan. Tentu bukan itu yang aku harapkan. Aku tak pernah bersumpah atau mendoakan yang jelek untukmu!"

Darren, yang sudah mendengarkan percakapan di antara Sheila dan Adara, merasa terkejut. “Sheila, kadang hidup ini tidak adil. Tapi berteriak kepada Adara tidak akan mengubah kenyataan. Kita tetap harus menghadapi konsekuensi dari setiap pilihan kita.”

Sheila menggelengkan kepalanya, menolak untuk menerima kenyataan. “Tidak … aku tidak mau! Semua ini salah Adara dan Galang! Semua pasti rencanamu dan Galang!”

“Kenapa kamu jadi menyalahkan Adara?,” Darren bersuara, mencoba berbicara lembut kepada Sheila. “Dia korban. Seharusnya dia yang marah."

Darren tak habis pikir, kenapa Sheila masih saja menyalahkan Adara atas apa yang telah menimpanya. Bukannya belajar dari kesalahannya.

"Aku hancur, Darren. Aku kalah. Semua telah pergi dari hidupku. Kau, Fuji, dan bayi dalam kandunganku ini. Aku yakin semua ini pasti doa dari Adara. Aku tau aku salah. Tapi ... kenapa semua musibah datang secara bersamaan padaku?"

Sheila tampak sangat rapuh. Adara yang awalnya ingin menjawab dengan kata kasar, mengurungkan niatnya. Semua yang Sheila katakan pasti karena rasa putus asanya.

Sheila mulai merasakan kegelapan menyelubungi pikirannya. Dia merasa dibakar oleh sisi hatinya yang berkonflik. “Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan semuanya … mungkin semua ini adalah karma … ah, Tuhan, aku sudah terjerat dalam kesalahan yang sama. Menyesal sudah tak ada artinya sekarang.”

Adara rasanya ingin mendekat, ingin menenangkan Sheila yang tak berdaya. Tapi dia takut jika temannya itu semakin stres. lalu dia bicara dari tempatnya berdiri saja. “Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, Sheila. Seharusnya kamu introspeksi diri. Mungkin juga Tuhan punya rencana lain dengan apa yang menimpamu. Mungkin Tuhan memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri. Kamu harus bisa bangkit!"

“Bangkit dari apa, Adara?” Sheila menjawab tegas. “Dari semua luka ini? Dari kehilangan anak ini?” Suaranya memecah kesunyian ruangan, raungnya mencengkram hati mereka yang mendengar. "Kau tak akan mengerti rasanya kehilangan anak!"

Sebaliknya, Darren menarik napas panjang, berusaha menenangkan amarahnya. “Sheila, apa yang Adara katakan itu benar. Kamu seharusnya bangkit dan mulai kehidupan baru. Jangan mengulangi kesalahan yang sama!"

Namun, Sheila tidak bisa mendengar. Dia hanya mengingat anaknya yang tak pernah dapat dia pegang, hanya bisa dirasakan dalam hati. “Anakku … Seandainya keadaan dapat berbalik .…” Tangisan Sheila semakin mengharu biru suasana, menenggelamkan semua kata-kata yang terucap di ruangan menjadi tak berarti.

“Aku berharap dia yang akan menemaniku, karena Fuji telah pasti akan bersamamu selamanya."

"Kau masih bisa memiliki anak. Kau bisa menikah lagi," ucap Darren.

Sheila menatap dalam-dalam ke mata Darren, melihat bahwa ada satu cinta yang tidak pernah padam meskipun segala sesuatu telah berubah. “Darren … apakah kau masih bisa memaafkan'ku?” tanyanya, suara serak tak berdaya.

Darren tersenyum simpul. Dia sebenarnya sudah tak mau berada di sini lagi. Ucapan Sheila sudah berbelit-belit.

"Aku coba hubungi Galang dulu," ucap Darren mengalihkan obrolan.

"Dia tak akan datang!" seru Sheila. Teringat pertemuan terakhir mereka. Galang mengatakan tak akan menikahinya apa lagi jika tahu anak mereka sudah tak ada lagi dalam rahimnya.

"Aku akan coba dulu. Siapa tau dia akan datang," ucap Darren lagi. Dia lalu berdiri dan mendekati Adara. Saat ini mereka berdiri dengan berdampingan. Sheila yang melihat itu menjadi makin iri dan sakit hati.

"Jika aku tak bisa kembali dengan Darren, berarti kamu juga tak boleh mendapatkannya!" ujar Sheila dalam hatinya.

1
Nova Meteng
banyak slamat yaa, akhirnya happy ending Darren dan Adara 🥰
Nova Meteng
huhui 🥰,, dilancarkan semuanya yaa 🥰
Nova Meteng
keren Adara,, mantap 💪👍
Nova Meteng
Oalah apa lagi ini si bunga,,kacau
Nova Meteng
😡
Nova Meteng
maju terus dara 💪 jgn takut jd janda aplgi stts suami selingkon 😡
Nova Meteng
mmg si Shela hrs masukkan dlm parit 😡
Nova Meteng
pecat dua²nya👍
Nova Meteng
na lho Darren dgr tu 😡
Nova Meteng
good job Adara 👍👍
Nova Meteng
wuek wuek
Nina Sani
"Kamu tahu, Anaya..." Bima menurunkan pandangannya sebentar ke arah bibir Anaya yang sedikit terbuka karena kehabisan napas, sebelum kembali menatap lurus ke dalam matanya. "Manusia purba itu bergerak berdasarkan insting dan mereka... akan mengambil apa saja yang sudah menjadi milik mereka dengan cara yang liar." Bima memiringkan kepalanya sedikit, mengikis sisa jarak yang ada hingga helaian rambut mereka saling bersentuhan.

"Kamu mau saya buktiin sekarang... seberapa liarnya insting purba saya kalau lagi berdua saja sama kamu di belakang mobil ini?".

DEG!

Wajah Anaya langsung merona merah padam, seolah seluruh pasokan darah di tubuhnya mendadak berkumpul di pipinya. Ketegangan aneh diluar perasaan profesional yang sesekali muncul diantara mereka...

hi kak, kenalin aku Nina Sani, Kalau kamu butuh novel yang ceritanya manis, menggemaskan, dan ringan, untuk menemani waktu istirahat dan mengusir penat, kisah tentang Anaya dan Bos narsisnya adalah pilihan terbaik.
Inget2 judul Novelnya ya kak MANISNYA SI BOS NARSIS baca di NOVELTOON ya kak.
Maria Christanti
makasih Thor bagus ceritanya. Tetap semangat dlm berkarya.💪👍
Mama Reni: makasih 😍😍😍
total 1 replies
Gintania nia
bagus
Anonim
Seruu bagus derren tinggalkan saja perempuan yg suka selingkuh dan biar keduanya jadi gembel🤣
Yuli Moni
karyawan dg boss mesra di kantor
Zalmah Adiwi
Pelajaran hidup..bukan hny BERHARGA..tp jg TERAMAT SANGAT² MAHAL..kenikmatan yg umurx hny 1 tahun..tp harga yg hrs dibayar sngt² mahal..klrg yg mapan..status..& kehilangan BUAH HATI..🤦‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️
Zalmah Adiwi
akibat krn TIDAK BERSYUKUR..pny suami kaya..ganteng..baik..sdh ada pny anak yg manies jg..tdk mau BERSYUKUR spy urus anak & suami baik²..skrng..smua sdh hilang TAK BERSISA..blm lg hrs MALU..& bersiap² jd NAPI..👍👍🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
pesan morilx.."BERPIKIR lah dl sblm BERTINDAK"..sdh bgni baru sheila menyesal..🤣🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
knp koperx galang mesti di antar di kntr ya.. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!