Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS S2 > PB 08
Lisa bukannya menuruti perkataan Alex, ia malah memeluk tubuh Alex dari belakang begitu pria itu berbalik hendak pergi meninggalkannya. Tangannya mulai nakal meraba tubuh bagian depan pria tampan itu. Satu persatu, kancing kemeja Alex dibukanya hingga akhir membuat Lisa tersenyum penuh kemenangan, rencana awalnya sudah berjalan lancar, pikirnya.
“Apakah kau benar-benar harus akan belaian, Lisa?”
“Aku memang haus akan belaianmu, Mas. Maka dari itu, berikanlah hakku padaku,” pintanya dengan wajah mengiba.
Alex menyeringai, “katakan saja, berapa nominal yang kau inginkan? Atau, properti apa yang kau inginkan? Tak perlu kau berlaku seperti ini padaku, itu membuatku ji*ik,” ucap Alex melepas pelukan tangan Lisa dengan paksa dan kasar.
“Aku tak ingin apa pun, bagiku itu tak penting. Aku hanya ingin menjadi milikmu seutuhnya, menjadi istri yang sebenarnya untukmu,” sahut Lisa membuat Alex mu ak.
“Aku tahu niat licikmu, dan kupastikan kau tak akan pernah memiliki kesempatan itu. Anakku hanya Rania seorang, tak akan ada pengganti atau saingannya.” Alex pergi setelah berucap demikian, rencana Lisa sungguh sudah tertebak oleh Alex.
Lisa kesal, ia mengacak-acak apa yang ada di sekelilingnya hingga kamar tersebut menjadi berantakan dalam sekejap.
“Aarrgggg... Mas Alex, kau harus menjadi milikku, harus. Aku harus mengandung be nihmu agar kehidupanku terjamin dan tak tersing kirkan kelak,” pekiknya dengan rahang yang ia eratkan.
Beberapa hari berlalu hingga satu minggu lamanya setelah kejadian di mana Lisa ditolak oleh Alex yang notabenenya suaminya sendiri. Alex selalu memilih tidur dikamar tamu untuk menghindari rencana licik Lisa, padahal wanita itu adalah istrinya, tapi entah mengapa Alex sama sekali tak tertarik untuk bercin ta dengannya.
Malam ini, Lisa sengaja memasak makanan untuk makan malam yang biasanya dikerjakan oleh asisten rumah tangga. Wanita itu berniat untuk meminta maaf pada Alex atas kejadian tempo hari yang membuat pria itu marah.
“Aku minta maaf karena telah membuatmu marah, Mas, aku mohon terima permintaan maafku dengan makan malam bersama denganku,” pinta Lisa memohon ketika Alex dan Rania akan pergi keluar karena Rania mengajak sang papah makan di luar.
Rania melipat tangannya did*da dan menonton drama membosankan yang dimainkan oleh sang ibu tiri yang tak dianggapnya itu.
“Mas, please,” pinta Lisa kembali.
“Lebih baik Papah temani istri manja Papah ini makan malam, biar aku makan malam bersama dengan Anes dan Reno saja.” Rania memilih pergi daripada harus lama-lama melihat tingkah Lisa yang memu*kan pikirnya.
“Baiklah, karena kamu sudah bekerja keras, maka aku akan menghargai usahamu ini. Ayo ke meja makan.” Alex berjalan menuju meja makan meninggalkan Lisa yang mengikutinya. Lisa langsung mengambilkan makanan itu untuk Alex dengan senyum penuh arti, serasa ada siasat tersembunyi dari apa yang telah ia lakukan hari itu.
Selesai makan, Alex memutuskan untuk kembali ke kamarnya guna istirahat. Setelah makan, ia merasa tubuhnya tak enak, rasanya begitu panas padahal kamarnya dalam keadaan sejuk. Tak berapa lama, Lisa datang menghampiri Alex dan memeluk pria yang sedang terduduk di ranjang itu dari belakang. Tangannya mulai nakal membuka kancing kemeja Alex satu persatu membuat pria itu seketika merasakan de siran yang berge jolak dalam tubuhnya, has ratnya tiba-tiba saja memuncak.
Alex berbalik dan membalik keadaan menjadi berada di atas tubuh Lisa, “apa yang kau berikan padaku, Ja lang?” tanya Alex dengan suara yang sudah memburu, Lisa tak takut, ia malah menyeringai penuh kemenangan.
“Jangan ditahan, Mas, keluarkanlah, aku siap untuk memu askanmu.” Lisa mengusap wajah tampan Alex yang siallnya membuat pria itu merasa nyaman, ia memejamkan matanya guna menik*ati sentuhan lembut Lisa, dan entah bagaimana ceritanya kini keduanya sudah saling berbagi pe luh dalam keadaan yang polos dengan posisi dog*y style.
Alex seketika tersadar begitu merasakan ada sesuatu yang akan meledak dari miliknya, ia segera mencabutnya dan berlari menuju kamar mandi. Alex memun tahkan lahar miliknya tepat di dalam toilet, ia bernapas lega karena tak sampai menyumbangkan benihnya pada wanita yang tak ia inginkan. Sedangkan Lisa merasa kesal, karena sebentar lagi ia akan menerima apa yang diinginkannya, tapi harus gagal karena Alex tiba-tiba tersadar dari obat yang ia berikan.
“Sialll, padahal tinggal sebentar lagi ajah kenapa harus dicabut sih. Kalau begini, aku gak bakal bisa ha mil. Dan juga, kesempatan seperti ini tak akan datang untuk kedua kalinya,” gerutu Lisa yang kesal, ia memilih untuk pergi dari kamar itu sebelum Alex keluar dari kamar mandi, ia takut Alex akan murka padanya atas apa yang telah ia lakukan.
*
Satu minggu Lisa berkelakuan baik bak anak kucing yang sungguh manis dan menggemaskan, tapi sayangnya dimata Alex dan Rania wanita itu tak nampak demikian. Biasanya, jika wanita itu sedang bersikap manis, pasti ada udang dibalik bakwan.
“Pah, aku berangkat ke sekolah dulu, dan aku ingin Victor mengantarku.” Rania menggendong tas ranselnya.
“Kamu tak sarapan dulu, Sayang?” tanya sang papah merasa khawatir.
“Aku bisa mampir ke cafe untuk sarapan, atau bisa sarapan dengan Anes dan Reno disekolah. Aku tak ada selera makan di rumah,” sahutnya seraya mencium punggung tangan Alex tanpa menoleh pada Lisa yang duduk di samping Alex.
“Kalau begitu pergilah. Victor, pastikan kesayanganku kau antar dengan selamat, bila perlu kau temani ia untuk sarapan,” titah Alex yang mendapat jawaban berupa anggukkan kepala dari orang kepercayaannya itu.
*
“Temani aku sarapan, perutku lapar sekali,” pinta Rania ketika ia sudah berada di jalan, Rania duduk disisi Victor seperti biasa karena ia ingin selalu dekat dengan pria tampan itu.
“Anda ingin sarapan di mana, Nona?” tanya Victor kaku tanpa ekspresi membuat gadis cantik itu berdecak kesal.
“Kita berhenti di taman dekat sekolah saja, ada penjual bubur ayam di sana, kau temani aku sarapan,” sahutnya.
“Pak, bubur ayam dua, komplit.” Rania memesan dua mangkok bubur ayam untuknya dan untuk Victor.
“Duduk kenapa, takut ra bies kamu kalau duduk dekat aku,” kesal Rania karena Victor masih saja berdiri di belakangnya.
“Nanti saya akan duduk jika buburnya sudah datang, Nona,” jawabnya kaku seperti biasa yang selalu membuat Rania geregetan ingin rasanya gadis itu mengacak-acak rambut pria kaku nan dingin padanya itu.
Tak lama penjual bubur datang dan memberikan dua mangkok pesanan Rania. Setelah menerima mangkok itu, Victor memilih untuk duduk di rerumputan, tentu saja hal itu membuat Rania kesal setengah ma ti. Gadis itu berpindah menjadi duduk disisi Victor.
“Suapi aku.” Rania memberikan mangkok miliknya pada Victor.
Apakah Victor akan menuruti permintaan Rania?
*****
Pesona Bodyguardku || Isti Shaburu || Noveltoon
Holla bestienya akuh, maapken othor yang hampir sebulan baru update yah, saking sibuknya sama real live sama ditabrak anak libur sekolah. Doakan saja agar othor bisa konsisten lagi yah updatenya.
Jangan lupa like dan hadiahnya yah, komen positif please🙏😊
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠