NovelToon NovelToon
The Future Knight

The Future Knight

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Perperangan / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zyura

Dalam dunia yang dipenuhi dengan sihir dan legenda, seorang remaja bernama Yin bermimpi menjadi Raja Ksatria Sihir. Impiannya membawanya pada pencarian yang penuh bahaya untuk menemukan harta karun legendaris yang disebut Nirvana, sebuah kekayaan yang dipercayai memiliki kekuatan luar biasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zyura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 33 : bersantai

Yin dan anggotanya sedang bersantai di pesawat mereka, merenungkan semua pertempuran hebat yang telah mereka lalui dan musuh-musuh yang kuat yang berhasil mereka hadapi. Mereka merasa lega dan puas dengan prestasi mereka.

Tiba-tiba, saat semuanya sedang bersantai, sebuah telepon berbunyi. Yin mengangkatnya dengan senyum, "Halo, aku Yin."

Di seberang sambungan, seseorang menjawab, "Yin, ini aku, Sera."

Yin bersorak gembira, "Sera, kemana saja kau?"

Sera menjelaskan bahwa dia berada di sebuah pulau dengan anggotanya dan sedang bersantai, mirip dengan apa yang dilakukan oleh Guild The Falcon. "Kalau bisa, datanglah ke sini," ucap Sera.

Tapi Zangrid, yang tidak sabar, merebut telepon dan berkata, "Bagaimana caranya kami kesana, dasar bodoh?"

Sera hanya tersenyum dan menjawab dengan santai, "Kalau begitu, tidak perlu. Aku malas menjelaskan."

Telepon ditutup dengan cepat, dan seluruh tim tertawa dan memaklumi sifat sera karena dia memang memiliki sifat seperti itu. Mereka pun kembali menikmati ketenangan perjalanan mereka, tidak sabar untuk melihat teman mereka lagi.

Yin dan anggotanya menemukan sebuah pulau yang sangat besar dan menarik perhatian mereka untuk mengunjunginya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendarat di pulau tersebut.

Pulau itu begitu besar, dipenuhi oleh hutan yang sangat lebat dan pegunungan yang menjulang tinggi. Beberapa anggota memilih untuk menjelajahi hutan, termasuk Yin, Zangrid, dan Smoke. Di arah barat, Sharo Lin, Kai Lang, dan Aurora memutuskan untuk berpetualang.

Sementara itu, Vanessa, Riley, dan Aria memilih untuk tetap diam di pesawat untuk menjaga pesawat agar tetap aman. Mereka merasa penasaran dengan apa yang mungkin mereka temui di pulau ini.

Yin sangat bersemangat saat berpetualang di pulau tersebut, tingkahnya seperti seorang anak kecil yang menemukan surga petualangan. Sementara itu, Zangrid bertemu dengan seekor burung yang memiliki paruh besar dan menatapnya secara intens, membuat Zangrid kesal.

"Ada apa yang kau lihat, burung sialan?!" ucap Zangrid dengan kemarahan yang jelas. Smoke, melihat Zangrid memarahi burung, menertawakannya.

Smoke dengan nada bercandanya berkata, "Yang benar saja?! Baru kali ini aku melihat seorang pendekar pedang memarahi burung!" sambil tertawa.

Zangrid, tidak terima dengan celaan tersebut, mengeluarkan jurus "Wind Divine." Beruntung, Smoke berhasil menghindari serangan itu. Terkejut, Smoke langsung marah dan bertanya, "Kau mau membunuhku, hah?!"

Zangrid dengan tegas menjawab, "Memang."

Namun, Yin yang melihat situasi tersebut dengan cepat menyadarkan mereka, "Hei, teman-teman! Aku rasa ini bukanlah pulau biasa! Pasti ada harta karun, bukan?" ucap Yin dengan semangat.

Zangrid menjawab, "Harta karun? Yah, bisa saja sih karena pulau ini juga lumayan besar." Yin yang sangat bersemangat menjawab, "Kalau begitu, ayo kita mencarinya!" sembari melanjutkan petualangan mereka di pulau misterius tersebut.

Di hutan barat pulau tersebut, Sharo Lin sibuk mengambil beberapa buah dari pohon-pohon yang berlimpah, sementara Aurora memeriksa tanaman langka yang ditemukan di pulau ini. Kai Lang, bagaimanapun, merasa ketakutan dan badannya bergemetar.

"Hey, Sharo Lin, bagaimana kalau kita kembali ke pesawat? Pulau ini tampaknya sangat misterius," kata Kai Lang dengan nada ketakutan.

Sharo Lin mencoba menenangkan Kai Lang, "Oh, ayolah, Kai Lang! Kau adalah ksatria! Jangan penakut seperti itu!"

Namun, Kai Lang merasakan adanya energi ki yang mendekat. Ia melihat ke sekitarnya tanpa menemukan sesuatu yang mencurigakan. "Hey, Sharo Lin, kau merasakan energi ki, bukan?" ucap Kai Lang.

Sharo Lin yang tengah menikmati apel menjawab, "Tidak, aku tidak merasakan energi ki apa pun." Mereka berdua masih merasa waspada.

Tiba tiba segerombolan manusia bersenjatakan tombak berkulit coklat tiba-tiba muncul, mengancam Sharo Lin, Kai Lang, dan Aurora dengan senjata mereka. Kai Lang terkejut dan berkata, "Mereka penduduk pulau ini!" dengan nada ketakutan.

Sharo Lin bertanya dengan rasa ingin tahu, "Suku apa mereka ini?" Ia melapisi tangannya dengan sihir es dan bertanya, "Haruskah kita menyerang mereka?" Aurora menjawab, "Entahlah, tapi lebih baik jangan."

Sharo Lin bingung, "Kenapa?" Aurora menjawab, "Kita tidak tahu niat mereka, lebih baik hindari pertumpahan darah yang tidak perlu."

Tiba-tiba, Yin menggunakan sihir telepati dari jarak jauh dan menghubungkan seluruh anggota timnya. Yin memberi instruksi, "Teman-teman, jangan menyerang mereka. Mereka hanyalah penduduk pulau ini. Serahkan saja diri kita."

Awalnya, anggota tim merasa ragu, tetapi Yin tersenyum dan berkata, "Tenang saja, aku memiliki sebuah rencana!" Semua anggota tim mulai mematuhi instruksi Yin dan menunggu untuk melihat apa rencananya.

Seluruh anggota Guild The Falcon mendapati diri mereka di penjara, masing-masing di sel-sel yang berbeda. Yin sendiri berada di sel yang sudah terisi satu orang. Saat Yin menyapa orang di selnya, dia terkejut saat orang tersebut mengangkat kepalanya.

"Akhirnya kau datang juga, ya, Yin," ucap Sera.

Ternyata, Sera juga terpenjara di sel ini, tubuhnya penuh dengan luka. Yin yang masih terkejut bertanya, "Apa yang terjadi, Sera?"

Sera menjawab sambil tersenyum pahit, "Aku sedang bersantai di pulau ini. Singkat cerita, para suku-suku ini yang menangkapku."

Yin bertanya lagi, "Kenapa kau tidak menggunakan sihirmu?"

Sera menjawab, "Aku tidak akan menggunakan sihirku kepada orang-orang seperti mereka. Mereka hanyalah orang dalam. Kau juga begitu, bukan?" Yin tersenyum dan menganggukkan kepalanya setuju.

Mereka berdua terdiam sejenak di dalam sel penjara, merenungkan situasi sulit yang mereka hadapi.

Sera mengangkat kepalanya kembali dan bertanya, "Bagaimana? Mau bebas sekarang?" Yin menjawab, "Tunggu sebentar lagi," sambil menatap langit-langit selnya, merencanakan langkah selanjutnya.

Zangrid berada dalam satu sel dengan Smoke. Zangrid marah karena pedangnya diambil oleh suku-suku itu dan berteriak untuk mengembalikannya, "Hei, cepat kembalikan pedangku itu!" ucap Zangrid dengan marah. Smoke menjawab, "Bisakah kau tenang sedikit?"

Kai Lang berada dalam satu sel dengan Sharo Lin dan Aria. Dia terus berbicara tanpa henti karena panik, "Hei, Sharo Lin, sudah kukatakan untuk kembali ke pesawat, bukan?" dengan nada ketakutan. Sharo Lin menjawab, "Diamlah."

Vanessa berada dalam satu sel dengan Riley, Aurora, dan Vertin. Vanessa sangat tidak betah dan menunggu rencana dari Yin. Untuk menenangkan dirinya, Vanessa mencoba membaca sebuah buku, tetapi kegelisahan tetap terasa.

Yin bertanya kepada Sera, "Hei, Sera, apakah di sini ada harta karun?" Sera menjawab dengan ragu, "Entahlah."

Yin tersenyum dan berdiri. Dengan kekuatan sihirnya, ia menghancurkan sel penjara. Smoke dan Zangrid pun tersenyum dan mengikuti langkah Yin dengan menghancurkan sel mereka. Anggota lainnya juga mengikuti, membebaskan diri mereka.

"Jadi, Kapten, apa rencanamu?" tanya Zangrid kepada Yin. Yin menjawab, "Aku ingin mencari harta karun di sini. Zangrid, Smoke, ikuti aku!" Yin pun berlari.

Sera menuju sel anggotanya dan membebaskan mereka semua. Yin memerintahkan sisa anggota The Falcon untuk segera kembali ke Falcona dan membawa Falcona kemari.

Seluruh suku mulai mengejar mereka, tetapi Yin memerintahkan agar tidak menggunakan sihir untuk melawan mereka, menjaga agar situasi tidak semakin memanas.

Yin dan kelompoknya berlarian melalui kompleks suku tersebut hingga akhirnya mereka tiba di ruang senjata. Di sana, Zangrid melihat pedangnya yang diambil oleh suku tersebut. Dengan senyum, Zangrid mengambil kembali pedangnya.

Ketika jalannya terhalang, Yin menghancurkan dinding untuk membuka jalan baru. Smoke mencoba memotivasi Yin, "Yin, lupakan tentang harta karun. Ayo kita kembali ke Falcona!" Yin tetap bertekad, "Tunggu sampai aku benar-benar menemukannya!"

Perjalanan mereka membawa mereka ke sebuah istana megah yang terbuat dari batuan suku itu. Yin bertanya, "Istana apa ini?" Smoke menjawab, "Mungkin ini adalah istana mereka," sementara Zangrid bertanya, "Dengan kata lain, mereka memiliki pemimpin suku, bukan ?"

Yin yakin bahwa harta karunnya berada di sana, dan mereka memasuki istana tersebut. Di dalam, mereka bertemu dengan pemimpin suku yang memiliki empat tangan besar dan wajah monster. Tanpa ragu, Yin menendangnya membuatnya terpental dan menabrak dinding.

Setelah tabrakan itu, Yin melihat beberapa emas dan peti harta karun di bekas benturan. Yin tersenyum dan memanggil Zangrid dan Smoke, "Zangrid, Smoke, bantu aku!"

Yin, Zangrid, dan Smoke berhasil mengambil beberapa harta karun dari istana suku itu. Falcona juga telah tiba di lokasi tersebut. Yin memberikan perintah untuk segera pergi, namun saat itu juga pemimpin suku itu kembali sadar.

Dengan cepat, mereka berlari menuju Falcona, membawa harta karun yang berhasil mereka dapatkan. Para suku itu terus menyerang dengan panah, tetapi Yin dengan tegas memerintahkan untuk segera meninggalkan tempat itu.

Pesawat Falcona pun lepas landas, meninggalkan pulau tersebut. Yin dan kawan-kawan berhasil melarikan diri dengan membawa harta karun yang mereka temukan, meraih kemenangan dari pertarungan dan penjara yang mereka alami sebelumnya.

-BERSAMBUNG-

"skrip chapter ini sebenarnya belum selesai, maaf" -author

1
Bejo
dirapihkan lagi ya tulisannya Thor Semangat /Determined/
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
good ini luar biasa
/Applaud/
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
iklan datang
/Proud/
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
Masih apa lanjut lagi?
KUyank 🦗
keren kak. lanjutin terus kak
Hendra.MDS01
Author yang terhormat, izin untuk mempromosikan novel yang berjudul Panglima Bumi.
Kangee
novel pilihan editor🤦😅
Kangee: saran yaa.?. saranku, teruslah ngetik dan jangan suka baper dengan gunjingan heatters.... semanagat
total 2 replies
Nov Tomic
aku adalah yin, dan tidak akan pernah berubah apapun yang terjadi
arfan
up bos
Tulisan Riji
seruuuu
Rimuru
hmmmmmmmmm omosiroi
Opick Rahman
novel bagus begini kok sepi ya? gue kasih bunga biar semangt
Tulisan Riji: makasih bang makasih banyak😁🤩
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
udah mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!