NovelToon NovelToon
My Dear Arrogant Husband

My Dear Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Istri ideal / Trauma masa lalu / CEO / Cinta Seiring Waktu / Office Romance / Romansa / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Apple Cherry

Sequel Cold Husband.

Elleora, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan jatuh cinta pada pria ketus, angkuh dan menyebalkan.


Kennard Xavier Chin adalah putra sulung pasangan Dannis Chin dan Araabella Islean Frederic. Tanpa sengaja bertemu dengan gadis ceroboh seperti Elleora, yang ternyata adalah sekertaris barunya di kantor.


Karena suatu kejadian, membuat Ken berhutang budi pada Rara, entah kenapa dengan hatinya. Ken mulai merasakan ada yang aneh dengan hatinya.


Terlebih, Rara memiliki wajah yang begitu mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal beberapa tahun silam.


Mungkinkah, Kennard menyukai sekertaris barunya itu? Lalu apa jadinya, jika gadis itu malah ingin menjauh darinya, hingga ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor Kennard.


Ikuti terus ceritanya ya 😅


LIKE
KOMEN
RATE BINTANG LIMA


gomawo 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MYDAH : Merasa frustasi

Ken terlihat sedang menyendiri, saat ini di dalam pikirannya sedang berkecamuk, saat Rara tadi hampir tenggelam, ia terbayang kenangan buruknya, ketika mencari Hanna yang hilang tergulung arus ombak, ia merasa kacau, panik, dan tidak ingin hal itu terulang, ia sendiri bingung, ia jelas-jelas sudah melupakan Hanna, tapi perasaan tadi itu untuk siapa? apa dia memang menyimpan rasa untuk Rara? hal itu yang membuatnya bingung sampai sekarang.

"Kenapa dengan diriku? perasaan apa ini?" gumamnya sambil mengacak rambutnya yang basah terkena air laut tadi.

Tiba-tiba Kevin datang berlarian, ia diminta oleh Araa dan Dane untuk mencari Ken.

"Astaga Tuan, ternyata ada disini..." ucapnya dengan napas terengah.

Ken menoleh, ia terlihat frustasi.

"Aku sedang ingin sendiri," sahut Ken.

Kevin duduk di sebelah Ken, ia tidak mungkin pergi jika tidak bersama Ken.

"Nyonya dan tuan Chin mencari Tuan muda," ucap Kevin.

Ken mengusap wajahnya kasar.

"Aku akan kembali ke hotel, sekarang aku hanya butuh waktu sendiri." jawab Ken datar.

Kevin beranjak dari duduknya.

"Baik, saya akan sampaikan hal itu pada tuan dan nyonya," Kevin membungkuk, ia bermaksud pergi meninggalkan Ken.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Ken tiba-tiba.

"Maksud Tuan, nona Rara?" tanya Kevin kembali memastikan.

"Ya," sahut Ken singkat.

"Dia baik-baik saja, hanya sejak tadi tidak mau berbicara, ia hanya menyendiri saja, itu yang saya dengar dari Weiwei," terang Kevin.

"Pergilah," perintah Ken, dan Kevin pun pergi.

Ken terbayang kembali, saat Rara bertanya padanya, kenapa dia memeluknya.

Tuan kenapa kau memelukku?

Kata-kata itu terus terngiang di telinganya, dan sampai saat ini ia juga bingung, hal itu reflek ia lakukan, ia tiba-tiba saja memeluk tubuh Rara.

Sorot mata Rara saat itu, membuatnya terenyuh.

"Apa aku sudah membuatnya salah paham? tapi aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan," gumamnya.

Ken meraup wajahnya kasar, "Benar-benar gila!" teriaknya.

Ken malah dibuat frustasi oleh perasaannya sendiri.

***

Di kamar hotel tempat Rara menginap.

Rara hanya terdiam sejak tadi, Wei mencoba mengajaknya berbicara tapi ia tidak mau menjawab, ia bilang ingin sendiri terus.

Wei jadi bingung ia akhirnya pergi menghampiri Lily dan menceritakan itu pada bossnya.

"Aku cemas dengan Rara, dia tidak mau bercerita padaku, aku sendiri tidak paham," ucap Wei pada Lily.

Lily mengusap bahu Weiwei.

"Sudahlah, aku juga bingung karena sampai sekarang oppa belum juga kembali, aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi antara oppa dan eonnie, tadi aku hanya melihat Rara tenggelam, lalu oppa berlari dan segera menyelamatkan Rara, setelah itu aku lihat oppa memeluk Rara, tapi Rara malah menangis, aku tidak mendengar percakapan mereka, jadi aku tidak tahu," terang Lily.

Wei berpikir sejenak, ia sepertinya mulai paham, ini pasti ada hubungannya dengan ucapan Rara yang ingin resign dari perusahaan Ken, Wei melihat sikap Ken yang tidak jelas itu yang membuat Rara bingung, sementara sebagai seorang wanita pasti akan salah paham kalau diperlakukan agak berbeda, sedangkan Ken berubah-ubah sikap, ini pasti yang menjadi alasan Rara ingin pergi.

"Wei, kenapa kau malah diam?" tanya Lily.

"Ah, maaf, tadi aku sedang berpikir." jawabnya.

Lily memiringkan kepalanya.

"Berpikir tentang apa?" tanya Lily penasaran.

Wei menggeleng, "tidak bukan apa-apa," jawabnya.

Lily terdiam, "kurasa oppa menyukai Rara, tapi dia gengsi mengakuinya, oppaku sangat ketus, terkadang sikap arrogan itu yang membuatnya sulit beradaptasi dengan orang lain, tapi tadi baru pertama kali aku melihat ada rasa cemas tergambar jelas di sorot matanya, saat menolong Rara, aku hampir yakin kalau oppa memang menyimpan rasa yang tidak biasa untuk Rara," tutur Lily.

Wei terdiam, ia juga sebenarnya merasa seperti itu.

"Entahlah, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri, aku kembali ke kamar dulu melihat keadaan Rara," sahut Wei.

"Baiklah, temui aku lagi nanti ya," ucap Lily, Wei mengangguk, "baik," jawabnya.

Saat Wei keluar dari kamar hotel Lily, ia bertemu dengan Araa.

"Wei, bagaimana keadaan Rara?" tanya Araa cemas.

"Rara baik-baik saja Nyonya, ia sedang beristirahat, tapi sepertinya ia tidak bisa ikut makan malam bersama nanti," sahut Wei.

"Tidak apa-apa, yang terpenting keadaannya baik-baik saja, nanti ada orang yang akan mengantarkan makanan ke kamar kalian." balas Araa.

"Terimakasih banyak Nyonya," ucap Wei sambil membungkuk.

"Kau mau kembali ke kamar?" tanya Araa, Wei mengiyakan, "iya, ingin melihat keadaan Rara," jawabnya.

"Baiklah kalau begitu," Araa tersenyum tipis.

"Saya permisi," Wei meninggalkan Araa.

Araa menghela napas panjang, padahal bukan ini yang ia inginkan, ia ingin mendekatkan Rara dan Ken, tapi ia juga tidak paham, kenapa setelah Ken menyelamatkan Rara, justru Rara dan Ken malah saling menjauh, ada apa sebenarnya? batin Araa.

Setelah merasa tenang, Ken segera kembali ke hotel tempat ia menginap, ia langsung masuk ke kamarnya, disana ternyata sudah ada Dane yang menunggunya.

"Papa," ucap Ken.

Dane sedang duduk santai sambil menyilangkan kakinya.

"Kau kemana saja?" tanya Dane.

"Aku pergi sebentar, aku sekarang mau mandi dulu, lalu berganti pakaian," sahut Ken.

"Ya, setelah itu Papa ingin bicara padamu," ucap Dane.

"Ya," jawab Ken singkat.

Ken segera mandi, lalu berganti pakaian, Dane masih menunggunya, ia tidak tahu apa yang ingin di bicarakan papanya itu.

"Duduklah," pinta Dane, Ken pun duduk di sebelah papanya.

"Ada apa?" tanya Ken.

"Kau kenapa malah pergi begitu saja setelah menyelamatkan Rara tadi?" tanya Dane pada putra sulungnnya.

Ken tersenyum kecut, "memangnya apa yang harus aku lakukan? sudah bagus aku selamatkan dia," sahutnya.

Dane menggelengkan kepala, sikap anaknya itu benar-benar tidak sama dengannya, Dane mungkin dingin, tapi setidaknya ia tidak angkuh seperti Kennard.

"Kau jangan membohongi dirimu sendiri Ken," ucap Dane.

Ken mengernyitkan kening, ia menoleh ke arah papanya.

"Membohongi bagaimana?" tanyanya heran.

"Apa kau yakin tidak memiliki perasaan apapun terhadap Rara?"

Ken mendengus, kenapa pertanyaan seperti itu lagi yang ia dengar, batinnya.

"Aku hanya menolong, tidak lebih." sahut Ken.

"Oh, baiklah, tadi Rara bicara padaku, dia bilang ada rencana ingin resign dari kantormu," ucap Dane.

Deg

Tiba-tiba Ken terkejut mendengar hal itu, tidak dapat di pungkiri ia merasakan seperti ada pukulan di dalam dadanya barusan.

"Lalu?" tanya Ken berusaha bersikap biasa saja.

"Ya, tidak apa-apa, papa hanya heran, kenapa dia ingin resign, biasanya kau memecat sekertarismu, dan sekarang sekertarismu malah ingin resign, apa kau tidak merasa ada yang salah pada dirimu?" tanya Dane.

Ken terdiam, sorot matanya terlihat tajam seperti biasa, dengan raut dingin seolah tidak ingin ditanya.

"Kalau dia mau resign, itu hak dia, aku akan mengijinkannya, setelah dia memberikan surat pengunduran dirinya," ucapnya sambil menoleh ke arah papanya.

Dane menghela napas lagi, "baiklah kalau begitu, kau istirahat, papa mau kembali menemui mamamu," ucap Dane sambil menepuk bahu putranya.

Ken terdiam sambil meraup wajahnya, "memusingkan saja!" gumamnya.

_______________

Author : Kalau mau di up lagi, jangan lupa votenya ya, jangan pelit kalau pelit cherry juga upnya pelit 😆😆😉

Makasih buat yang udah vote 🥰🥰🥰

Cherry minta dukungan semangat nya dari kalian ya biar cerita ini bisa cherry selesaikan sampai tamat, karena kadang cherry suka ada keinginan hiatus secara mendadak 😂😁 kalau kalian semangatin mungkin cherry berubah pikiran 😘😘

1
Puput
Hey bodoh, semuanya emang membutuhkan uang tapi gak semuanya tentang uang🙄
Elen: /Facepalm//Scream/
total 1 replies
Puput
ini namannya campuran antara Korea, Nama orang dari negara negara barat sana China ya thor?
Rat Miyati
Luar biasa
Rat Miyati
Lumayan
Ellllll8
sedihhh Bgtttt thorrr tpi aku suka ceritanya bikin terharuuu
Ellllll8
ohh my God kennnn
Ellllll8
bagussss bgttt Thor bikin baperr
Ellllll8
hhhaaaa ciecieee kennnn buat aku trbng ajaaa
Ellllll8
ohhh my God maunya dijodohkan aja Daddy dane
Murni Asih
bgua
Nurilbasyaroh
bkn rara yg baper tpi aku yg baca jadi baper
Nurilbasyaroh
galak tapi perhatian sweet banget!
Nurilbasyaroh
ok ok lah buat visual y
Anita Septiani
ceritanya bagus.....
senja indah
aplk oren aplksi apa
Atika Darmawati
ok
Ismalinda
Luar biasa
Fitrianinaim_queen03
Kevin, makin lama makin meresahkan 🥴🥴
Eva Rubani
apa rara lg hamil tp dia ngak tau
Eva Rubani
istri Sultan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!