NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Apoteker Cantik

Akhir Cinta Apoteker Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: INRUMIDITAH

Alisha, seorang gadis cantik berumur dua puluh empat tahun. Alisha seorang yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal pada saat Alisha berumur dua tahun. Alisha dirawat oleh paman dan bibinya.

Paman dan bibinya Alisha, mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Amalia. Amalia tidak menyukai apapun tentang Alisha. Bahkan, terkadang Amalia mengerjai Alisha.

Suatu hari, Amalia menyuruh teman laki-lakinya untuk mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Alisha, yaitu keperawanannya.

Akankah Alisha berakhir ditangan pria itu? Ataukah ada seseorang yang menolongnya? Mari, cari tahu takdir Alisha!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Lima menit kemudian, seseorang itu nampak berjalan pelan mendekati apotek. Kemudian, ia mulai berbicara. "Eeem, saya mau menebus obat," ucap seseorang itu.

Alisha pun menoleh ke sumber suara. "Kak Andi, apa kabar, Kak? Tunggu, siapa yang sakit? Apa Kak Andi sakit?" Alisha memberi pertanyaan bertubi-tubi.

"Emm tidak kok, aku tidak sakit. I-ini resep obat anakku," respon Andi.

"Anak? Kak Andi sudah menikah? Waaah, selamat ya, Kak. Aku turut bahagia mendengarnya, berapa umur anak kakak?" tanya Alisha antusias.

"Umurnya sepuluh bulan," jawab Andi.

"Sepuluh bulan ya ... oh iya, aku carikan dulu ya obat yang ada diresep." Alisha pergi ke ruangan obat.

"Baik," respon Andi.

Alisha, kamu masih cantik seperti dulu. Sayang sekali, aku tidak bisa memilikimu. Kukira, aku akan mudah melupakanmu setelah aku menikah, ternyata perasaan ini masih ada untukmu dan bahkan makin besar setelah bertemu denganmu kali ini, batin Andi.

Beberapa saat kemudian, Alisha kembali kedepan, ia membawa beberapa obat ditangannya. Alisha menjelaskan obat apa saja yang ia bawa, dan aturan makannya. Setelah paham, Andi memberikan beberapa lembar uang kepada Alisha. "Ini uangnya, Sha."

"Oke, Kak." Alisha memberikan uang kembalian kepada Andi.

Tiba-tiba ada suara klakson mobil didepan apotek. "Ayo mas Andi," ucap seorang wanita didalam mobil itu.

Andi pun menoleh ke sumber suara. "Alisha, aku pamit dulu ya, wassalamu'alaikum." Andi berjalan menuju mobil milik wanita yang tadi memanggilnya, dipangkuan wanita itu ada seorang bayi yang sedang memainkan mainan bayinya.

"Wa'alaikum salam." Alisha memandangi kepergian Andi.

Mungkin itu anak dan istri Kak Andi, semoga keluarga mereka bahagia, selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dimanapun mereka berada, do'a Alisha dalam hati.

"Siapa dia, Sha?" tanya Adnan. Adnan kini menanyakan pertanyaan yang sedari tadi ditahannya, ia tentu saja cemburu melihat Alisha begitu akrab dengan pria selain dirinya (Author : padahal kan si Adnan bukan pacar atau suami Alisha, kok gitu ya? Sadar diri dong, Adnan).

"Dia temanku, aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri," jawab Alisha.

"Begitu, tapi aku lihat dari matanya, sepertinya dia menyukaimu, Sha. Kamu harus berhati-hati lo, jangan sampai jadi orang ketiga dikehidupan rumah tangga orang, kan dia sudah menikah," ucap Adnan lancar, ia tidak menyadari bahwa dirinya juga berpotensi menjadi orang ketiga diantara Alisha dan Alvin.

"Kamu jangan ngomong sembarangan," ucap Alisha lalu pergi meninggalkan Adnan, ia berjalan menuju gudang obat.

"Sukurin, dicuekin," ucap Ibnu, ia dari tadi hanya menyimak perbincangan disekitarnya.

Nia yang dari tadi sedang menulis laporan bulanan di apotek itu pun ikut bicara. "Makanya punya mulut itu dijaga, mana ada Alisha jadi orang ketiga dalam rumah tangga orang. Yang ada itu kamu, Nan, kamu itu kan masih suka sama Alisha, padahal sudah tahu kalau dia mau menikah," ketus Nia.

"Kan namanya mengusahakan jodoh, siapa tahu beberapa hari kemudian Alisha nikahnya sama aku, kan nggak ada yang tahu hari esok," ucap Adnan enteng.

"Calon pelakor pria kamu, Nan. Aku harus beritahu Alisha nih nantinya, supaya jangan dekat-dekat sama kamu, dan jangan percaya apapun yang dikatakan sama kamu." Nia memicingkan matanya ke arah Adnan.

"Tega banget kamu, Nia, masa mau jauhin aku sama Alisha. Jangan dong, Nia, nanti aku beliin donat deh ... atau lolipop?" rengek Adnan kepada Nia.

"Permisi," ucap seseorang didepan apotek, ia membawa sebuah kotak berukuran sedang berwarna merah.

"Apa disini benar alamat kerja Nyonya Alisha?" tanya seseorang.

"Benar," jawab Nia.

"Ini ada kiriman barang dari seseorang, sebentar ... namanya, namanya X saja. Tolong diterima ya," ucap seseorang itu.

"Baik, terima kasih." Nia menerima kiriman barang itu.

"Kira-kira apa ya isinya? Dan siapa yang mengirim? Kok namanya X doang, misterius banget sih," kepo Adnan.

"Saingan aku nambah satu lagi, hu-hu-hu," ucap Adnan.

Nia tak menghiraukan ocehan Adnan, ia berjalan menghampiri Alisha, menuju gudang obat. "Sha, ini ada paket buat kamu, nama pengirimnya X." Nia menyerahkan kotak yang ia bawa kepada Alisha.

"Terima kasih, siapa ya yang ngirim? Siapa X itu?" gumam Alisha.

"Mungkin ya, Sha, X ini adalah penggemar kamu. Wah, senangnya ada seorang penggemar, aku juga pengen," ucap Nia.

"Penggemar? Memangnya aku ini artis, ada penggemarnya segala?" ujar Alisha.

"Memangnya hanya artis yang boleh ada penggemar? Ya enggaklah," ucap Nia.

"Iya lah, terserah kamu saja," ucap Alisha. Alisha dan Nia kembali melanjutkan kesibukan mereka di apotek tersebut.

*

*

*

Sore hari, Alisha kini sedang berada di tempat parkir, ia sedang duduk diatas motornya dan memakai helm dikepalanya. "Sha, aku bareng kamu ya pulangnya, hari ini aku nggak bawa motor," ucap Nia yang kini sudah berdiri disamping Alisha.

"Oke, naiklah," respon Alisha.

Setelah Nia naik ke motornya, Alisha melajukan motornya keluar area parkir. Kini motor Alisha sudah berada dijalan raya, disepanjang jalan, Nia tak henti-hentinya berbicara. Karena tidak terlalu mendengar perkataan Nia, Alisha pun hanya menganggukkan kepalanya untuk merespon perkataan dari Nia.

Beberapa saat kemudian, motor Alisha telah sampai didepan rumah Nia, Nia pun turun dari motor Alisha. "Terima kasih Alisha cantik, hati-hati ya pulangnya," ucap Nia sambil tersenyum.

"Iya, sama-sama. Aku pulang dulu ya, wassalamu'alaikum." Alisha berlalu meninggalkan Nia.

"Wa'alaikum salam." Nia berjalan ke halaman rumahnya setelah motor Alisha tidak terlihat lagi.

Setelah menempuh perjalanan, Alisha tiba dihalaman rumahnya, ia memparkirkan motor di garasi rumah. Setelah itu, ia berjalan masuk ke ruang tamu. "Assalamu'alaikum," ucap Alisha.

"Kok nggak ada orang? Dan tidak ada jawaban salam juga, mama kemana ya? Mungkin sedang di dapur kali ya." Alisha berjalan menuju dapur, dan benar saja, Sonya sedang berada di dapur.

"Mama lagi apa? Kok aku ucap salam sampai nggak dengar, Ma? Lagi buat kue ya, Ma?" Alisha melihat sebuah mixer yang baru dimatikan mesinnya.

"Iya, Mama lagi buat kue blackforest," respon Sonya.

"Mama tadi lagi mixer, jadi nggak denger salam kamu, suara mixer ini bising kalau dari dekat," ucap Sonya.

"Iya sih, Ma. Aku bantuin mama ya," ucap Alisha menawarkan diri, untuk membantu mamanya membuat kue.

"Boleh," respon Sonya.

Alisha dan Sonya pun membuat kue blackforest bersama-sama, mereka nampak bahagia sambil sesekali saling jahil. Setelah selesai membantu, Alisha memutuskan untuk mandi dahulu.

"Ma, aku ke kamar dulu ya. Mau mandi dulu nih, badan sudah bau asem," ucap Alisha sambil mencium baju yang ia kenakan.

"Iya, sana mandi," respon Sonya.

Alisha pun berjalan menuju ke kamarnya, ia meletakkan tas yang ia bawa untuk bekerja, diatas meja berukuran sedang didalam kamarnya. Setelah itu, Alisha mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

1
𝕱𝖗𝖔𝖒 𝖙𝖍𝖊 𝖗𝖎𝖛𝖊𝖗 𝖙𝖔 𝖙𝖍𝖊 𝖘𝖊𝖆
menjadi yatim piatu di usia semuda itu, kasihan Alisha
Dehan
selamat alisha dan dikta
Dehan
alhamdulillah.. akhirnyaaaa
Dehan
dikta selalu ada disaat alisha sedih
Dehan
dikta juga baik kok.. ayo sha buka hati untuk dikta
Dehan
sudah aku favoritin karyanya kak.. bagus ceritanya
Dehan
hallo kak inru.. aku mampir kesini, lanjut baca novelmu selanjutnya
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
Salut ama sikap Alisha
Perjuangan Ucup mampir
Authophille09
citra adalah aku ketika mendengar gratisan🤣
Inru: 😅😅😅😅..
total 1 replies
Star
Cepat sembuh, Alisha.
Nenie desu
sudah aq favoritkan kak bagus
Inru: Terima kasih banyak..
total 1 replies
Dewi
Moga aja Amalia mengakui kejahatannya, dia menuai apa yang dia tanam
Dewi
Untungnya pria itu datang tepat waktu, jago beladiri juga
TK
👍
TK
bunga semangat untuk Thor 🌷👍✍️
Rini Antika
innalillahi..kasihan baru jg nikah
Authophille09
karya yang sangat luar biasa😍
Authophille09
holla kak Inru, aku mampir nih👋 udh sekalian d favorite kan juga biar ga ketinggalan notifnya🤭 yuk mampir juga di karya ku dengan judul "janji Aksara"
Inru: Oke, Terima kasih
total 1 replies
Rini Antika
baru jg menikah, kok udah ketembak aja 😢
Rini Antika
si Elena kebawa Kak, 🤭
Rini Antika: yg aku komen Kak d Bab Resepsi Pernikahan
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!