Soraya sang Primadona online terjebak di Abad 13 karena insiden yang menimpanya. Jiwanya terperangkap dalam tubuh seorang selir Senopati perang, apakah yang akan dilakukan oleh Sora agar bisa kembali ke abad 20.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Katakan siapa pelakunya??
Hari pernikahan agung Prabu Rakeyan Saunggala dan Dewi Mayang pun digelar secara meriah oleh pihak kerajaan Galuh Pakuan.
Ditengah meriahnya pesta pernikahan dan saat para Raja-raja dari negeri tetangga berdatangan untuk memberikan selamat kepada Rakeyan Saunggala sebuah insiden kecil terjadi.
Gayatri datang mengacaukan pernikahan itu.
"Aku tidak setuju dengan pernikahan ini!" ucapnya sambil membanting apapun yang ada di depannya membuat semua mata tertuju padanya.
"Apa yang kau lakukan Dinda, jangan membuat onar di upacara suci ini," Lembu Tal berusaha menenangkan istrinya, namun gadis itu langsung mendorongnya dan berjalan menghampiri Rakeyan Saunggala.
"Kalau Romo tetap melanjutkan pernikahan ini maka aku akan bunuh diri di tempat ini," ancamnya membuat semua orang tercengang mendengarnya.
"Jangan lakukan itu putriku, aku akan melakukan apapun yang kau minta tapi jangan bunuh diri. Bagaimana Romo bisa membatalkan pernikahan ini jika semua ritual pernikahan sudah selesai kami lakukan, katakan apa yang harus Romo lakukan agar kau bisa menerima pernikahan ini?" tanya lelaki itu
Sekarang saatnya putriku,
"Okey, aku akan menerima wanita itu sebagai ibu tiri ku dengan satu syarat!"
"Katakanlah Nduk, apapun syaratnya aku akan memenuhinya," jawab Rakeyan Saunggala
"Sungguh?" Gayatri memastikan
"Hmmm,"
"Apapun yang aku minta Romo akan mengabulkannya?" tanyanya lagi
"Ayahmu adalah seorang Raja Galuh Pakuan, jadi apapun permintaan mu pasti aku akan mengabulkannya," jawab Saunggala
"Kalau begitu kabulkan satu permintaanku Romo,"
"Tentu putriku, katakanlah,"
"Aku ingin menjadi Ratu Galuh Pakuan menggantikan Romo, aku merasa Romo sudah terlalu tua untuk memimpin Galuh Pakuan dan sudah saatnya anda untuk menikmati masa tua anda," ucap Gayatri membuat semuanya langsung tercengang
"Jangan lancang Dinda!" seru Jaladwara dengan meta berapi-api.
Lelaki itu begitu murka mendengar permintaan Gayatri.
"Tentu saja aku tidak lancang Kang Mas Jaladwara, walaupun tidak aku minta secara otomatis tahta Galuh Pakuan akan jatuh ke tanganku sebagai satu-satunya keturunan Prabu Rakeyan Saunggala," ucap wanita itu mendekati Jaladwara yang menatap tajam kearahnya
"Apa kau iri, karena selama aku hidup kau tidak akan pernah duduk di singgasana Raja," bisiknya membuat lelaki itu mengepalkan tangannya.
"Jangan kira kau bisa mendapatkan singgasana itu dengan mudah Dinda, aku berjanji akan membuatmu tidak akan lama duduk di singgasana itu," bisik Jaladwara
"Lakukan saja apa yang kau mau Kanda, karena aku tidak pernah takut padamu. Bagiku kau tidak lebih dari seorang pecundang yang hanya bisa melawan wanita lemah seperti diriku, jadi bunuh saja aku seperti kau membunuh ibuku," sahut Gayatri balik mengancam pemuda itu.
Perempuan itu kemudian berjalan menghampiri Rakeyan Saunggala ayahnya.
"Bagaimana Romo, apa kau bisa mengabulkan permohonan ku itu?" tanya Gayatri dengan seulas senyum diwajahnya
"Tentu saja putriku, karena walaupun kau tidak memintanya tetap saja kau yang akan menggantikan aku sebagai Raja Galuh Pakuan," jawabnya membuat semua orang yang ada di sana langsung berbisik-bisik membicarakannya.
"Kau tidak boleh melakukan hal ceroboh seperti itu Kang Mas, bagaimana bisa Galuh Pakuan Kerajaan terbesar di tatar Pasundan di pimpin oleh seorang wanita, apa kata leluhur kita. Sudah menjadi kodrat pria untuk memimpin wanita bukan sebaliknya, jadi kau harus menangguhkan pengangkatan Gayatri sebagai Ratu Galuh Pakuan sampai Dewi Mayang melahirkan keturunan kalian," ujar Mahisa Andaru berapi-api, membuat semua orang yang ada di sana langsung mendukungnya.
"Benar Yang Mulia, jangan sampai Galuh Pakuan dikutuk oleh Dewata dengan penyakit aneh lagi, karena hal ini jadi mohon pertimbangan lagi keputusan anda yang mulia," sambung yang lainnya
"Mohon pertimbangan lagi keputusan anda yang Mulia!" ucap para petinggi kerajaan serempak.
Dasar manusia laknat, sudah ku duga dia akan memprovokasi para petinggi kerajaan, tunggu saja kejutan dariku,
Gayatri Prameswari terlihat sangat kesal dengan Mahisa Andaru, ia bahkan sengaja mengguncang dengan keras tubuh pamannya itu ketika ia berjalan melewatinya.
**********
"Yang benar saja Kang Mas, Rakeyan Saunggala sudah terlalu tua untuk memberiku keturunan, jadi tidak mungkin aku bisa melahirkan keturunan darinya. Bahkan dari awal aku tidak setuju menikah dengan tua bangka itu!" seru Dewi Mayang
"Kalau dia tidak bisa lagi memberimu keturunan, biarkan aku yang akan memberimu keturunan," ujar Mahisa Andaru mendorong tubuh Dewi Mayang ke ranjangnya.
*******
"Sepertinya kita tidak boleh meremehkan Gayatri. Dia tenyata lebih cerdik dari yang aku bayangkan, mungkin karena dia merasa dilindungi oleh Lembu Tal sehingga ia semakin berani denganku," ujar Jaladwara
"Bagaimana kalau kita singkirkan dia terlebih dahulu sebelum melakukan pemberontakan,"
"Sepertinya kau benar Bisma Suliwa, aku punya rencana bagus untuk menyingkirkan sepupuku itu," Jaladwara membisikkan sesuatu kepada Bisma Suliwa
"Baik Raden, aku akan melakukan apa yang anda perintahkan," lelaki itu segera pergi meninggalkan kediaman Rakeyan Jaladwara.
"Sekarang tamatlah riwayat mu Gayatri, kau tidak akan bisa berkoar lagi apalagi bermimpi untuk menjadi Ratu Galuh Pakuan, karena semuanya akan berakhir malam ini." Rakeyan Jaladwara tersenyum simpul membayangkan kematian Gayatri yang di racun oleh suaminya sendiri.
Hari itu juga Bisma Suliwa pergi meninggalkan istana Galuh Pakuan untuk mencari racun untuk menyingkirkan Gayatri sesuai perintah Jaladwara.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari lelaki itu menemui Lembu Tal di paviliunnya.
"Aku dengar istrimu sedang sakit, apa itu benar?" tanyanya membuat Lembu Tal tercengang
"Darimana kau tahu jika ia sakit, padahal aku saja tidak tahu kalau Dinda sedang sakit," jawab Lembu Tal
"Kemarin aku tidak sengaja melihat Adipati Sentanu memberikan ramuan herbal kepadanya, jadi aku pikir Yang Mulia Putri sedang sakit, apa kau benar-benar tidak mengetahuinya?" tanyanya pura-pura terkejut
"Kang Mas Sentanu memberinya obat herbal??, apa benar Dinda sakit, tapi aku lihat dia baik-baik saja,"
"Jika wanita bilang ia baik-baik saja, sejatinya ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya yang berarti dia tidak baik-baik saja dan membutuhkan perhatianmu. Aku tahu mungkin ia segan memberitahukan dirimu kondisinya karena dia adalah seorang selir. Maaf jika aku lancang, aku juga mendengar dari Adipati Sentanu jika hubungan kalian tidak harmonis, maaf jika aku boleh memberikan saran sebaiknya anda memperhatikan Gayatri mulai sekarang. Aku lihat dia sepertinya selalu tertekan dan butuh perhatian. Jangan sampai ada pria lain yang membuatnya nyaman dan menghapus air matanya hingga ia berpaling darimu," ucap Bisma Suliwa membuat Lembu Tal menatap tajam kearahnya.
"Semua yang kau katakan benar Gusti Patih, terima kasih atas nasihat anda, semoga aku bisa menjadi suami terbaik untuknya seperti harapan anda," jawab Lembu Tal mengepalkan tangannya
"Kalau begitu aku permisi dulu Raden," lelaki itu menyunggingkan senyumnya ketika meninggalkan paviliun lembu Tal.
"Kau boleh selalu menang di Medan perang Senopati, tapi apakah kau akan menang melawan kecerdikan Bisma Suliwa," ujar lelaki itu sinis
Lelaki itu diam-diam terus mengamati gerak-gerik Lembu Tal, ia bahkan mengikutinya ketika pria itu keluar dari paviliunnya membawa segelas air di tangannya.
"Sepertinya trukku berhasil, dia pasti akan mengunjungi Gayatri dan memberikan obat herbal itu padanya,"
Ia kemudian memanggil seorang dayang istana untuk melakukan perintahnya.
"Baik Gusti Patih," ucap dayang itu kemudian bergegas meninggalkan Bisma Suliwa
Gadis itu kemudian menjatuhkan dirinya tetap di depan Lembu Tal, sehingga pria itu langsung meletakkan minuman yang dibawanya dan menolong dayang itu.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya ramah.
"Tidak apa-apa Raden, maafkan hamba yang sudah menghalangi jalan anda," ucapnya mencoba bangkit
Melihat kaki gadis itu memar, membuat Lembu Tal langsung menolongnya. Ia memijat kaki dayang itu hingga bisa berjalan lagi.
"Terima kasih Raden, berkat anda saya bisa berjalan lagi," ucapnya bahagia
"Sama-sama, lain kali hati-hati ya," jawab Lembu Tal kemudian meninggalkan dayang itu
Ia kembali melangkah menuju paviliun Gayatri.
"Kanda, tumben kamu kesini malam-malam, jangan bilang kamu rindu," ucap Gayatri menggondanya
"Apa aku tidak boleh merindukan istriku," jawabnya dengan tatapan sendu
"Unncchh, tentu saja boleh Bambang, tapi aneh aja gitu lihat kamu tiba-tiba jadi romantis gini," jawab Gayatri dengan gayanya yang selalu berbeda dengan Putri Raja lainnya
"Apa kamu sakit Dinda??, kenapa kau tidak bilang padaku jika kamu sakit?" tanyanya lagi sembari menatap Gayatri dari dekat.
Ia mengusap memeluk gadis itu dan mengusap lembut rambutnya.
"Jangan pernah menyembunyikan apapun dariku, kau tahu sekarang aku benar-benar khawatir denganmu," ujarnya sembari semakin mengeratkan pelukannya
"Awww, sakit Kanda!" serunya membuat Lembu Tal segera melepaskan pelukannya.
Lelaki itu kemudian melepaskan kancing baju Gayatri.
"Apa yang akan kau lakukan Kanda!" seru Gayatri mencoba menghentikan Lembu Tal membuka kebayanya.
Kali ini laki-laki itu tidak menghiraukan Gayatri, ia melepaskan lengan Gayatri yang menutupi dadanya dan kembali membuka baju gadis itu dengan paksa dan kemudian membalikkan tubuh gadis itu.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat luka lebam di sekujur punggung istrinya.
"Katakan siapa yang melakukan ini padamu!" serunya geram
"Katakan siapa pelakunya!!" serunya lagi dengan suara baritonnya membuat Gayatri ketakutan.
Gayatri belum pernah melihat lelaki itu begitu marah seperti saat itu.