NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cuti Bersama

Mia dan Roy sudah berencana membawa Hans ke Kalimantan. Ini adalah cuti bersama mereka sebagai suami dan istri. Mereka sudah pamit kepada papa Nico, tentu Hans cucunya diberi uang jajan. Ternyata itu adalah uang kegiatannya, semua dia berikan kepada cucu tercinta.

Mia, bersama suami dan anak serta susternya pun berangkat, papa Nico mengantar mereka ke bandara. Sampai di Jayapura, mereka bermalam sehari, baru berangkat lagi ke Kalimantan transit di kota Makassar. Empat jam penerbangan lagi dilakukan. Sore hari Mia sekeluarga tiba di kota kelahirannya. Keluarganya lengkap menjemput ketiga saudara laki - lakinya dan orangtuanya sudah menanti.

Keluar pintu kedatangan. Hans yang menjadi pilihan mereka. Mia dengan muka cemberutnya melihat ke Roy suaminya. Roy tersenyum, dia mencium bibir istrinya secara mesra dan dipeluk.

"Kamu akan selalu bersama kaka sayang."

"Mereka tidak peduli anaknya. Melainkan cucunya."

"Kaka harus sabar, yang kita nanti itu Hans kak."

"Sayang, kita bisa pacaran, anak kita ada yang urus." Roy tersenyum.

Sampai di rumah kita sudah disuguhi makanan enak masakan mami, subuh - subuh sudah bangun memasak buat menyambut kami.

"Mi, ini enak sekali. Ternyata istriku pintar masak karena maminya yang pintar." Roy mencium pipi mama mertunya.

"Terima kasih nak."

Jangan tanya dimana Hans berada, dia sudah bersama omnya. Bahkan sudah dua hari ini, Hans cuek sekali kepada kita berdua.

"Kak, Hans gaya sekali. Dia seperti ngak kenal kita."

"Dek, biarlah kasihan saudara kamu rindu anak kita. Ayo kita buat adenya Hans."

"Masih ada implan kontrasepsi."

"Lepas ya sayang."

Malamnya Roy dan Mia ke dokter kandungan. Namun dua dokter di lewati saja. Karena dokternya laki - laki. Roy yang cemburuan tidak menyetujui laki - laki lain melihat organ intim istrinya.

"Dasar laki - laki posesif."

"Ko senang laki - laki lain lihat organ intim kamu??"

"Itu dokter sayang."

"Dokter juga tidak boleh. Enak sekali. Yang hanya bisa lihat hanya saya."

Implan sudah dilepas. Dan program membuat adiknya Hans pun terjadi.

"Kamu lihat sayang, sepertinya Hans akan di tahan di sini deh."

"Emang, mami sudah berbicara dengan kamu."

"Belum. Tetapi aku mendengar sayang rencana mereka di kamar papi dan mami."

 Roy tertawa, karena dia tahu istrinya sedang marah karena tidak di libatkan dalam pembicaraan mereka.

"Kenapa harus marah sayang??? Kamu itu sudah nyonya Sam. Bukan Johan." Mia semakin menangis di ledeki suaminya. Roy tertawa dan langsung memeluk Mia, meskipun Roy sudah berusaha keras.

Semenjak implan sudah lepas. Di kalimantan ini, setiap malam Roy di layani oleh istrinya. Rencana adiknya Hans sedang on the way.

Kami sekeluarga berlibur ke singapore. Kami semua lengkap. Empat hari sebelum kami balik ke papua.

"Mami dan papi, mau nahan Hans di kalimantan."

"Mami dan papi tega sekali."

"Kan kelian berdua kerja."

Mia sudah menangis. Roy langsung tersenyum dan memeluknya.

"Ade, benar kan sayang."

"Kan kita bisa kesini, bisa vidio call."

"De, hidup disana itu keras. Kakak nyaman Hans disini. Kita akan sering ke kalimantan."

"Uang kita bisa habis."

"Koko kirim buat kalian."

"Papa juga."

"Itu kan sayang."

Akhirnya Roy dan Mia, pulang berdua ke Papua, sedangkan Hans dan susternya tetap di kalimantan. Koko dan adik Mia, tidak mau Hans ke Papua, apalagi opa dan omanya. Mia dan Roy harus bebesar hati.

Mama shinta di Jayapura sudah tahu. Dan mama juga setuju. Yang bersedih adalah opa Nico. Dia ke bandara ternyata cucu yang dia rindukan tidak ikut pulang ke Papua pegunungan.

"Kenapa pergi berempat pulangnya hanya kalian berdua."

"Pa, Mia mohon maaf. Hans ditahan opa dan omanya di Kalimantan."

"Roy takut jika kita bekerja, kasihan suster dan Hans."

Mereka langsung vidio call. Terlihat Hans sudah tidur. Opanya hanya bisa melihat lewat handphone cucu kesayangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!