NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Peluit panjang berbunyi nyaring, menandakan babak pertama resmi dimulai. Suasana stadion mini mendadak riuh, tapi bagiku, suara itu seolah teredam oleh detak jantungku sendiri.

Radit membawaku duduk di tribun VIP, tepat di barisan yang sejajar dengan tempat Fita dan gengnya berada. Ia sengaja memilih tempat yang paling mencolok. Dari sini, aku bisa melihat setiap gerak-gerik Guntur di lapangan hijau.

Guntur biasanya adalah pemain yang paling tenang. Dia adalah otak dari setiap serangan timnya. Tapi hari ini, ada yang salah. Sejak menit pertama, permainannya tampak kasar dan tidak teratur. Matanya berkali-kali melirik ke arah tribun—ke arahku dan Radit—bukannya fokus pada bola.

"Liat tuh, pangeran lo kehilangan fokus," bisik Radit sambil menyandarkan punggungnya santai, seolah sedang menonton sirkus. "Satu lirikan dari lo ternyata lebih mematikan daripada tekel lawan."

Aku tidak menyahut. Di bawah sana, Guntur baru saja melakukan pelanggaran keras terhadap lawan. Wasit meniup peluit dan memberinya peringatan. Dari kejauhan, aku melihat Fita berdiri dari bangkunya, berteriak menyemangati Guntur dengan wajah cemas yang berlebihan.

"Guntur, fokus!" teriak Fita kencang.

Guntur hanya mengusap keringat di wajahnya dengan kasar, lalu matanya kembali tertuju padaku. Ada luka, amarah, dan kebingungan yang campur aduk di sana. Dia seperti ingin meneriakkan sesuatu, tapi tertahan oleh garis lapangan.

Tiba-tiba, sebuah pesan masuk lagi di ponselku. Bukan dari Bintang, melainkan dari Alan.

“Gue di kafe. Lo di mana? Jangan bilang lo kejebak di lapangan bola cuma buat liat drama picisan itu.”

Aku meremas ponselku. Aku terjepit di antara tiga dunia: ketulusan Bintang yang kukhianati, tantangan Alan yang hampir kulewatkan, dan provokasi Radit yang sedang kunikmati dengan rasa pahit.

Saat jeda water break, Guntur tidak menghampiri Fita yang sudah menyiapkan botol minum di pinggir lapangan. Sebaliknya, ia berjalan lurus ke arah tribun tempatku duduk. Dia berhenti tepat di bawah pagar pembatas, menengadah menatapku dengan napas yang memburu.

"Turun, Fis. Kita bicara sekarang," perintahnya dengan suara serak yang hanya bisa kudengar.

Radit tertawa pelan di sampingku, ia sengaja merangkul bahuku lebih erat di depan mata Guntur. "Dia lagi sibuk nonton, Bro. Balik sana ke lapangan, cewek lo udah nungguin tuh di pinggir."

Wajah Guntur memerah padam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. Di seberang sana, Fita menatap kami dengan pandangan yang siap membunuh.

Aku menatap Guntur yang berdiri di bawah pagar dengan sisa peluh yang mengalir, lalu melirik Radit yang masih memasang wajah puas karena berhasil memancing keributan. Di seberang sana, Fita tampak seperti bom waktu yang siap meledak.

Cukup.

Kepalaku mendadak berdenyut hebat. Rasa puas yang sempat kurasakan saat melihat Guntur berantakan kini menguap, digantikan oleh rasa lelah yang luar biasa. Aku muak melihat Guntur yang posesif di saat dia sendiri mengkhianatiku, aku muak dengan provokasi Radit yang menjadikanku alat balas dendam, dan aku muak pada diriku sendiri karena telah membohongi Bintang dan mengabaikan Alan.

Tanpa sepatah kata pun, aku menyentak tangan Radit dari bahuku.

"Fis? Mau ke mana lo?" tanya Radit, tawanya langsung hilang digantikan kebingungan.

"Pulang," jawabku pendek. Aku berdiri, mengabaikan seruan Guntur yang memanggil namaku berkali-kali dari pinggir lapangan.

"Afisa! Tunggu! Gue belum selesai ngomong!" teriak Guntur, suaranya parau tertelan sorak penonton yang mulai riuh karena pertandingan akan dilanjutkan.

Aku terus melangkah menuruni anak tangga tribun dengan cepat. Aku tidak menoleh ke arah Fita yang menatapku tajam, tidak juga memedulikan Kaila yang memanggilku dengan wajah panik. Langkahku terasa ringan sekaligus berat saat keluar dari stadion mini itu.

Begitu sampai di luar gerbang, aku segera menyetop taksi yang kebetulan melintas. Aku tidak mau menunggu bus, aku tidak mau dijemput siapa pun. Aku hanya ingin ruang kedap suara di mana tidak ada nama Guntur, Radit, Bintang, atau Alan.

Di dalam taksi, aku menyandarkan kepala ke kaca jendela yang dingin. Aku mengeluarkan ponsel dari saku. Ada pesan baru dari Alan yang menagih kehadiranku, dan satu notifikasi panggilan tak terjawab dari Bintang.

Dengan jari gemetar, aku mematikan ponselku sepenuhnya. Layar menjadi gelap. Sunyi.

Aku ingin menangis, tapi air mataku rasanya sudah habis di malam-malam sebelumnya. Ternyata, membalas dendam tidak semanis yang kubayangkan. Itu hanya membuatku merasa sama kotornya dengan mereka semua.

"Ke mana, Neng?" tanya sopir taksi melirik dari spion.

"Pulang, Pak. Ke alamat yang paling jauh dari keramaian," bisikku lirih.

Sore itu, di saat Guntur mungkin sedang kehilangan fokusnya di lapangan dan Radit sedang mengumpat karena ditinggalkan, aku memilih untuk menyerah pada keadaan. Aku hanya ingin menjadi Afisa yang tidak dikenal siapa pun, setidaknya untuk malam ini.

1
Rea
melankolis
byyyycaaaa: lanjut baca di ekuilibrium yuk kisah bintang dan afisa
total 1 replies
Shirin Al Athrus
yaahhh, pdhl gue harap mreka akhirnya balikkan. guntur dan afisa. bnyk kok perjuangan yg harus dilakukan guntur agar dia sukses dan dptkan afisa lagiii huaaa sedihh gue KLO kek gini ceritanya
byyyycaaaa: yaaa gimana sama bintang di cintai bahagianya di usahakan tiap hari di pepet 🤭 gimana nggak luluh si Afisanya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
ais kk gtu seru itu liat Afisa sukses mereka pasti nangis pojokan. atau pas bintang nikah aja sama Afisa trus D undang😂😂😂😂😂😂😂
byyyycaaaa: mampir yuk di cerita bintang dan juga afisa ekuilibrium:Antara janji dan jarak🙏
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada cerita khusus untuk Bintang dan juga afisa ya kak,untuk teman-teman afisa mereka tidak ada yang menyesal ,afisa sudah lama meng cut off teman-temannya,🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
coba lah bikin mereka nyesel dulu tor. mau liat Afisa nikah sama bintang
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
gk lanjut tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa dan bintang bahagia gk ada rintangan
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
buat teman Afisa yang dulu nyesal.
Aidil Kenzie Zie
yah balik lagi kasihan Bintang sama temen kamu Fis
byyyycaaaa
mau balikan sama bintang ,tapi takut kecintaan si Afisa 😭
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
jadian ya bintang smaa disayang jangan ada orang ketiga
Aidil Kenzie Zie
bukannya pas liburan di belakang rumah udah di hapus kik masih ada Fis
byyyycaaaa: fotonya guntur lumayan banyak di ponsel afisa 🌚
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada PoV nya Guntur kak biar lebih jelas yaaaa
Aidil Kenzie Zie
emangnya nggak ada cewek lain buat pelarian harus Fita lagi.
kalau Guntur jujur sama keadaannya Afis pasti ngerti tapi dia malah jadi pecundang
Aidil Kenzie Zie
apa si Radit ya mata-mata itu
Aidil Kenzie Zie
mungkin karena belum benar benar selesai 🤔
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!