NovelToon NovelToon
Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:114.6k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Apa jadinya jika seorang Scientist Gila mendapatkan Sistem Pertanian?

Elena adalah seorang ilmuwan kimia gila yang mati dalam ledakan laboratorium dan terbangun di tubuh gadis desa yang tertindas. Berbekal "Sistem Petani Legendaris", ia tidak lagi bermain dengan cairan asam, melainkan dengan cangkul dan benih ajaib. Di tangan seorang jenius gila, ladang pertanian bukan sekadar tempat menanam padi, melainkan laboratorium maut yang bisa mengguncang kekaisaran!

Ingin mencuri hasil panennya? Bersiaplah menghadapi tanaman karnivora dan ledakan reaksi kimia di ladangnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 (telung puluh siji)

Han Jia dan Feng Shura (yang masih menyamar sebagai Mamat) bergerak cepat meninggalkan alun-alun pasar. Langkah kaki mereka bukan lagi langkah santai pedagang, melainkan langkah taktis untuk segera mencari titik buta agar bisa melakukan teleportasi.

Namun, Ibu Kota Kekaisaran bukan hutan liar yang bisa mereka kuasai dengan mudah. Di sini, dinding punya telinga, dan jalanan punya mata.

Baru saja mereka berbelok ke sebuah lorong sepi yang mengarah ke distrik gudang tua, langkah mereka terhenti.

Di ujung lorong, lima orang pria berbadan tegap dengan seragam sutra hitam berdiri menghalangi jalan. Di dada mereka terbordir lambang timbangan emas yang dililit ular lambang Serikat Dagang Teratai Hitam.

Di belakang mereka, jalan keluar juga sudah ditutup oleh tiga orang lainnya yang membawa tongkat besi.

"Nona Pedagang Labu," suara halus namun licin terdengar.

Seorang pria kurus dengan wajah pucat dan kipas tangan berjalan keluar dari balik para penjaga. Matanya sipit, menatap karung uang di pinggang Han Jia dengan sorot mata lapar.

"Saya Zhao, Wakil Ketua Serikat Dagang Sektor Timur. Kami melihat Anda melakukan transaksi besar hari ini. Selamat."

Han Jia tidak tersenyum. Tangannya perlahan meraba saku jubahnya, tempat ia menyimpan botol-botol kimia darurat.

"Terima kasih. Sekarang minggir. Kami sedang buru-buru," jawab Han Jia dingin.

Zhao tertawa kecil, menutup kipasnya dengan suara tak! yang tajam.

"Buru-buru? Ah, tentu saja. Tapi Nona lupa satu hal. Di pasar ini, ada aturan tak tertulis. Setiap barang 'istimewa' yang dijual harus melalui pemeriksaan kualitas Serikat kami. Dan tentu saja... ada biaya administrasi."

"Biaya administrasi?" Shura maju selangkah, suaranya berat dan mengancam. "Kami sudah membayar sewa lapak di gerbang depan."

"Itu untuk lapak sampah," cibir Zhao. "Untuk barang selevel 'Makanan Dewa' seperti yang kalian jual... pajaknya adalah 90% dari total keuntungan."

Mata Han Jia menyipit. "90 persen? Itu bukan pajak. Itu perampokan."

"Sebut sesukamu," Zhao mengangkat bahu. "Serahkan uang 5.000 Tael itu, dan tinggalkan sisa benih yang kalian punya. Sebagai gantinya, kami akan membiarkan kalian pergi dengan anggota tubuh lengkap. Jika menolak..."

Zhao menjentikkan jarinya. Para penjaga di depan dan belakang mulai memukulkan tongkat besi mereka ke telapak tangan, menciptakan irama ancaman yang mengintimidasi.

"Kalian akan ditangkap atas tuduhan menjual barang ilegal beracun. Dan percayalah, penjara bawah tanah Serikat kami jauh lebih gelap daripada malam tanpa bulan."

Han Jia terdiam sejenak. Ia melihat sekeliling. Lorong itu sempit. Dindingnya tinggi. Tidak ada saksi mata.

Situasi yang sempurna.

"Shura," panggil Han Jia pelan.

"Ya, Bos?"

"Mereka ingin 90 persen keuntungan kita," kata Han Jia datar. "Menurut kalkulasi ekonomiku, itu adalah Bad Deal."

"Lalu?"

Han Jia menatap lurus ke mata Zhao.

"Patahkan."

Satu kata itu jatuh seperti vonis mati.

Sebelum Zhao sempat berkedip, 'Mamat' si kuli panggul sudah menghilang dari posisinya.

KRAK!

"AARGGHH!"

Salah satu penjaga terdepan terpelanting ke dinding dengan lengan yang menekuk ke arah yang salah. Shura bergerak seperti hantu. Tanpa pedang, hanya dengan tangan kosong yang diperkuat oleh Level Buruh Tani Menengah, ia adalah mesin penghancur.

BUK!

KRAK!

"Serang! Bunuh mereka!" teriak Zhao panik, mundur ke belakang.

Tiga penjaga menyerbu Shura sekaligus. Shura tidak mundur. Ia menangkap tongkat besi yang diayunkan ke arahnya, meremasnya hingga bengkok, lalu menendang dada si penyerang hingga rusuknya remuk.

Sementara itu, dua penjaga lain mencoba menyerang Han Jia yang terlihat lemah.

"Gadis kecil! Mati kau!"

Han Jia tidak bergerak. Ia hanya mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi serbuk perak.

"Magnesium Oksida. Titik nyala rendah," gumam Han Jia.

Ia melempar botol itu ke tanah, tepat di kaki para penyerang.

BLARRRR!

Cahaya putih menyilaukan meledak di lorong sempit itu. Ledakan cahaya flashbang sederhana namun efektif membutakan mata siapa pun yang melihatnya tanpa persiapan.

"MATAKU! MATAKU TERBAKAR!"

Para penjaga itu menjerit, menutup wajah mereka.

Di tengah kekacauan itu, Shura muncul dari balik asap putih. Ia mencengkeram leher Zhao, mengangkat tubuh pria kurus itu ke udara dengan satu tangan seolah ia seringan boneka kain.

Kaki Zhao menendang-nendang udara. Wajahnya membiru. Matanya melotot menatap Shura yang kini tidak lagi terlihat seperti Mamat si preman pasar, melainkan seperti Iblis Perang.

"T-tolong..." cicit Zhao.

Han Jia berjalan mendekat, melangkahi tubuh-tubuh penjaga yang mengerang kesakitan. Wajahnya dingin, tanpa emosi. Ia menatap Zhao yang tergantung tak berdaya.

"Dengar baik-baik, Tikus Got," bisik Han Jia. "Sampaikan pada tuanmu, atau siapa pun yang menyuruhmu. Uang ini milikku. Benih ini milikku. Jika kalian mengirim orang lagi..."

Han Jia mengambil kipas tangan milik Zhao yang jatuh, lalu mematahkannya jadi dua dengan mudah.

"...kalian akan berakhir seperti kipas ini. Mengerti?"

Zhao mengangguk panik, air mata dan ingus membasahi wajahnya. "M-mengerti! Ampun!"

Han Jia memberi isyarat. Shura melempar tubuh Zhao ke tumpukan sampah di sudut lorong.

"Ayo pergi, Shura. Sebelum penjaga kota datang," perintah Han Jia.

Mereka berlari menuju ujung lorong yang gelap. Han Jia memegang tangan Shura. Napas mereka sedikit memburu, bukan karena takut, tapi karena adrenalin.

"Koordinat Rumah. Lompatan Kuantum!"

WOOSH!

Cahaya biru menelan mereka, meninggalkan lorong yang penuh dengan orang-orang yang merintih kesakitan dan seorang wakil ketua serikat yang gemetaran di tumpukan sampah, menyadari bahwa ia baru saja membangunkan naga yang sedang tidur.

1
Mommy Dza
Yahhhh.....💪👍
Mommy Dza
Author nya kece badai 😁💪
Kimia kimia...
Rio Armi Candra
bahahahahajahaha...
bahahahahajahaha..
bahahahahajahaha 🤭🤭🤭🤭
Rio Armi Candra
GASSSSS POLLLL.. HAN JIA....
KASIH PAHAM PARA ALKEMIS JAMAN BAHEULA 💪💪💪👍👍👍.
BIAR PADA MONCOR DI CELANANYA 🤣🤣🤣🤣
Rio Armi Candra
,kerja rodi SHURA... BUT... DON,T BE PANICK, NTAR WNTE KEBAGIAN BUAH SEGER, DAN SAYURAN BERVITAMIN DAN BISA BERESONANSI DG QI KAMU, AKHIRNYA KAMU AKAN JADI SUPEEMEN JAMAN KATUMBA ( BAHEULA)🤣🤣🤣🤣🤣
Rio Armi Candra
waeeeeeeseeeem... pingin jitakin lidah nya shura yg beda tipis sarkas nya dgn heraaa 🤣🤣🤣
Rio Armi Candra
kemplang AE pala nya shura... biar tambah pintar, OPO jatakin AE Yo, 10 kali sehari 🤣🤣🤣🤣
Rio Armi Candra
astaghfirullah alhazim 🤣🤣🤣... kareh paruik ambo dek galak galak surang tho, sampai bini ambo bapikia ambo kemasukan jin HERA yg imut tapi sarkastik plus induak angkang nyo si KARAMBIA ELENA (HAN JIA) TOKEANG 🤣🤣🤣👍👍👍
Aisyah Suyuti
good
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Nana Maulana
kocak sumpah🤣🤣🤣
Vivo Abang
karya yg bagus, punya keunikan tersendiri,beda dg cerita "transmigrasi yg lain.
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhhh terimakasih 🥰🥰 aku terhura/Whimper//Whimper/
total 1 replies
Vivo Abang
otak nenek"yg mulai tumpul,,baca novel ini di paksa ngelayap ke masa Tahun 90 an,,, hahahaha author nya sangat cerdas..top bingit👍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: baca ke karyaku yg lain ring nek 🥰🥰
makasih banyak pujiannya aku terharu🥰
total 1 replies
Vivo Abang
author nya kayaknya ahli kimia ini,, hihihihi
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: hihihi nda yg ahli kimia juga😭
total 1 replies
Fornellia Regina
lucu/Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah terimakasih 🥰🤣🤣
total 1 replies
Fornellia Regina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Andira
baru mulai baca
Muhammad Reza
terlalu baku. bahasa nya dan juga gak perlu la setiap bicara soal rumus atau penjelasan beretele tele
Larik Anyelir
ceritanya menarik,ini baru baca novel versi genius kimia begini.
Memyr 67
𝖺𝗁𝖺𝗁𝖺𝗁𝗁 𝗂𝗅𝗆𝗎𝗐𝖺𝗇 𝗀𝗂𝗅𝖺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!