UNTUK PEMBACA BARU, HARUS BACA DULU TAKDIR TERTINGGI 1 DI PROFIL AUTHOR...
Xiao Yuan menyadari kenyataan bahwa di dunia ini daratan langit bukanlah satu-satunya tempat yang menampung kehidupan. Dunia ini sangat luas dan terdapat ribuan benua yang setara atau lebih besar dari daratan langit.
Dalam perjalanan selanjutnya, Xiao Yuan mengikuti sebuah kompetisi yang dinamakan sebagai Perang Seribu Benua yang akan diikuti oleh ribuan jenius dari daratan yang lain. Berhadapan dengan jenius yang luar biasa, Xiao Yuan tidak tunduk dan berbalik untuk menundukkan.
Mendapatkan berbagai harta, Xiao Yuan akan berpetualang di alam Perang Seribu Benua untuk menundukkan para jenius yang ada.
"Ini adalah Kisahku, Takdir Tertinggi 2 : Perang Seribu Benua."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin Kay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengejaran
Dengan tatapan mata yang menyipit, Tian Huo terus memandangi wajah Xiao Yuan yang masih bergerak untuk menghindari semua sambaran petir. Setelah memastikan dengan benar, Tian Huo akhirnya juga yakin bahwa sosok yang telah mendahului mereka itu adalah Xiao Yuan yang tengah mereka buru.
Sebelumnya, tepat setelah Xiao Yuan telah menghilangkan nyawa Su Jiang, Pemimpin dari kelompok Kekaisaran Langit Barat langsung mengetahui hal tersebut karena setiap anggota kekuatan utama dari Kekaisaran Langit Barat akan menanamkan tanda jiwanya pada artefak khusus yang dimiliki oleh pemimpin mereka tersebut.
Dengan ini, setiap adanya anggota inti mereka yang terbunuh akan langsung diketahui lokasinya dan mereka akan mengirimkan tim untuk melakukan penyelidikan. Begitu pula dengan kasus kematian Su Jiang, Kekaisaran Langit Barat langsung merespon hal ini dengan cepat karena ini adalah kasus terbunuhnya anggota mereka yang pertama selain dari perperangan dengan kelompok Kekaisaran Langit Emas.
Mereka berhasil mendapatkan informasi yang sangat penting yakni Su Jiang dan kelompoknya terakhir kali terlihat dalam pertarungan melawan Xiao Yuan kemudian keberadaan mereka hilang begitu saja setelah tertutupnya situs peninggalan sekte Xuanyang.
Dalam hal ini, Kekaisaran Langit Barat menetapkan harga untuk kepala Xiao Yuan dan jika bisa menangkapnya hidup-hidup tentu saja hadiahnya akan lebih besar.
Setelah menyadari bahwa orang yang mereka buru ada di depan matanya, amarah Tian Huo langsung memuncak bersamaan dengan kekuatan api yang membara di tubuhnya.
"Xiao Yuan!!!..."
Tian Huo mengamuk dengan ledakan api dari tubuhnya, itu bahkan membuat pemimpin kedua kelompok lainnya merasa ngeri dengan kekuatan tersebut. Dalam amarahnya yang membara itu, Tian Huo dengan cepat melesat untuk menyusul Xiao Yuan.
Pada saat yang sama, Xiao Yuan telah berhasil mencapai pohon bahkan telah berada di atas dahan yang memiliki buah Giok Guntur disana, tapi tentu saja Xiao Yuan harus menahan serangan petir yang langsung mengenai tubuhnya dari pohon tersebut.
"Jangan harap untuk mendapatkan apapun di depanku!..."
Bang!!!
Duarrr!!!
Saat Xiao Yuan hampir berhasil memetik Buah Giok Guntur, Tian Huo dari kejauhan telah mengeluarkan serangan bola api raksasa yang sangat dahsyat yang mengarah langsung ke tempat Xiao Yuan.
Bola api raksasa berhasil mendarat di sana dan menciptakan asap hitam tebal yang menutupi sebagian kecil dari pohon Giok Guntur.
Wuzhh!!
Kilat jingga menerobos keluar dari asap tebal diatas pohon dan bergerak dengan sangat cepat ke suatu arah.
Tap!
Mendarat ke sebuah area yang kosong, Xiao Yuan tidak berada di area ledakan di atas pohon itu lagi. Sebaliknya, Xiao Yuan kini menggenggam buah Giok Guntur di tangannya di atas hamparan rumput.
"Orang-orang ini telah menyadari identitas ku? Tampaknya mereka telah bergerak dengan cepat sebelumnya..." Xiao Yuan berkata pelan saat ia menatap Tian Huo di udara.
"Xiao Yuan, ini bukan tempat yang tepat untuk menghadapi mereka. Ayo mundur!..." Jian Yin muncul di samping Xiao Yuan dan langsung memperingatkan saat ia merasakan kekuatan dari Tian Huo.
Dalam satu anggukan kepala, Xiao Yuan langsung berbalik sembari menyimpan Buah Giok Guntur ke dalam cincin penyimpanannya.
Wuzz!
Dengan kecepatan yang luar biasa seperti sebelumnya, Xiao Yuan melesat pergi dan menjauhi tempat tersebut.
"Kita akan mengambil Buah Giok Guntur nanti! Kejar dia!..." Tian Huo memberikan perintah yang langsung membuat semua anak buahnya bergerak mengejar Xiao Yuan.
Setelah semua anak buahnya telah hilang dari pandangan mata, Tian Huo bergerak melirik kedua saingannya di tempat tersebut. "Aku akan mengurus kalian nanti, kita lihat apakah kalian memiliki kemampuan untuk mempertahankan Buah Giok Guntur itu..."
Setelah mengutarakan ancamannya terhadap kedua kelompok, Tian Huo akhirnya berpaling dan bergerak untuk ikut mengejar Xiao Yuan.
Sementara itu, Xiao Yuan yang tengah dikejar oleh dua ahli alam Kesengsaraan dan beberapa ahli Setengah Alam Kesengsaraan tampaknya sangat tidak terbebani oleh halangan atau serangan yang mereka lancarkan.
Tampaknya hanya pemimpin mereka lah yang mampu memberikan serangan berarti terhadap Xiao Yuan atau bahkan menghentikannya. Karenanya, Xiao Yuan hanya dapat berharap bahwa si Tian Huo itu tidak akan ikut mengejarnya.
Tapi, saat Xiao Yuan tengah melesat dengan penuh harapan untuk dapat lolos, sebuah dinding api muncul dan memperlambat Xiao Yuan yang harus menghindari itu.
"Kau pikir kami akan membiarkanmu begitu saja?!..." Suara garang muncul dari balik dinding api dan sebuah gelombang api besar menembak ke arah Xiao Yuan yang tengah memanjat dinding api diudara tersebut.
Bang!!!
Xiao Yuan tak sempat menghindar dan mengeluarkan Tombak Tulang Naganya untuk menahan serangan kuat dari Tian Huo.
"Serang!..." Tian Huo memberikan perintahnya kembali dan semua bawahannya yang berada di belakang Xiao Yuan bergerak untuk menyerang Xiao Yuan.
Di belakang adalah beberapa ahli yang cukup kuat sedangkan di depannya adalah ahli yang hampir mencapai Alam Kesengsaraan Kedua. Xiao Yuan berada di dalam situasi yang sulit tapi dirinya sama sekali tidak gentar.
Di hadapan serangan belasan ahli yang mengepungnya, Xiao Yuan sama sekali tidak menunjukkan kelemahan. Sebaliknya, dirinya berkali-kali memukul mundur mereka satu persatu dengan teknik tombak miliknya yang dilapisi petir jingga miliknya.
Sementara semua bawahannya bergerak menghadapi Xiao Yuan, Tian Huo sama sekali tidak bergerak seakan dirinya menjadikan hal itu sebagai tontonan dan hiburan untuk matanya sekaligus ajang latihan bagi bawahannya.
Tapi, tatapan mata yang awalnya tenang dari Tian Huo kini berubah dan melebar saat Xiao Yuan bergerak di udara yang lebih tinggi disertai dengan aura emas menyilaukan yang menyebar dari tubuhnya.
Di udara, Xiao Yuan kini mulai merapatkan jari-jarinya dan membentuk telapak tangan yang sempurna, wujud dewa pertempuran tampak muncul di belakangnya dengan ukuran raksasa dan keenam tangannya yang bersiap dengan serangan telapak tangan.
"Ini adalah tahap sebelum bentuk terakhir..."
"Kehendak Seribu Pertempuran : Tangan Menggenggam Semesta!..."
Duar!!! Duarr!!!
Bang!! Bang!! Bang!!
Saat Xiao Yuan menurunkan telapak tangannya yang bercahaya, langit berubah menjadi lebih gelap dan sosok dewa pertempuran mulai menghilang menyisakan keenam telapak tangan raksasa yang bergerak ke bawah mengarah tepat ke arah belasan musuhnya.
Tiap-tiap telapak tangan raksasa itu mengeluarkan suara berdengung yang menggetarkan langit dan bumi hingga memicu fenomena di dalam awan gelap di langit.
Merasakan aura yang sangat kuat dari setiap telapak tangan raksasa yang mengarah ke mereka, para anggota Kekaisaran Langit Barat kini bergetar dan tak dapat bergerak dari tempat mereka. Bahkan pemimpin mereka Tian Huo pun merasakan kengerian dari seni beladiri yang dikeluarkan Xiao Yuan tersebut.
Kemudian, Tian Huo yang awalnya hanya ingin menonton dan mengambil langkah terakhir saja, kini mulai bergerak dan berdiri di depan para bawahannya.
Tian Huo lalu mengeluarkan sebuah artefak menyerupai batu kubus yang memiliki ukiran dan segel aneh di setiap permukaannya.
Setelah menyuntikkan energinya ke dalam artefak tersebut, artefak itu kemudian bergerak naik dan ukurannya berubah menjadi semakin besar dengan sangat cepat.
"Segel Penjara Melahap Surga! Serang!!!..."
Tian Huo membentuk serangkaian segel tangan dan berhasil mengaktifkan artefak raksasa di langit. Setelah diaktifkan, artefak tersebut mulai mengeluarkan aura merah gelap yang mengerikan seolah dapat menelan segala sesuatu.
Bang!!!!
Ke-enam telapak tangan raksasa milik Xiao Yuan kini mulai bertabrakan dengan Segel Penjara Melahap Surga dan menciptakan gelombang perlawanan yang sangat kuat dan menyebar ke segala arah.
Awalnya, kekuatan dahsyat milik ke-enam telapak tangan Xiao Yuan dapat menandingi Segel Penjara Melahap Surga bahkan membuatnya bergetar hebat. Tapi, setelah bentrokan kekuatan yang lebih lama, ke-enam telapak tangan raksasa kini mulai kehilangan kekuatannya bahkan terlihat memudar secara perlahan.
Melihat hal ini, Xiao Yuan terlihat kaget meskipun ini adalah pertama kalinya ia mengeluarkan bentuk terakhir sebelum bentuk puncak dari Kehendak Seribu Pertempuran ini, seharusnya kekuatannya bahkan dapat memukul mundur ahli setingkat Tian Huo. Tapi, yang terjadi malah hal yang mengejutkan, Tian Huo bahkan tidak melakukan banyak usaha untuk menghentikannya.
"Ini adalah Artefak Spiritual yang dipinjamkan oleh Pangeran Tian Feng padaku. Artefak Spiritual tingkat langit yang dapat menelan kekuatan yang bersentuhan dengannya. Para ahli alam Kesengsaraan kedua bahkan kesulitan menghadapi artefak ini dan kau berharap untuk melawan hanya dengan kultivasi yang rendah itu?..." Tian Huo menggenggam kembali artefak kubus yang mulai mengecil di tangannya ketika ia melayang untuk mensejajarkan posisinya dengan Xiao Yuan.
"Sekarang aku ingin melihat sejauh apa kau bisa bertahan..." Menatap Xiao Yuan datar, Tian Huo kemudian tersenyum dingin ketika memikirkan akhir dari Xiao Yuan.