NovelToon NovelToon
Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:987k
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

bagaimana jika kalian ada di posisi ku, dimana aku di jodoh kan oleh orang tua yang posesif dengan seorang lelaki yang pernah kalian liat tengah bercumbu dengan wanita lain, dan parahnya lagi dia adalah seorang psikopat

rumit amat hidup ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33,pulang dari rumah sakit

Hari sudah pagi, Diana pun sudah bangun pasalnya ia sangat semangat karena hari ini ia akan pulang, walau hanya satu malam di rumah sakit rasanya ia sudah tidak tahan dengan bau rumah sakit.

Begitu pula dengan julian ia sudah bangun sedangkan Cherly dan Anggara semalam ijin pulang, tapi hari ini mereka juga akan ke rumah sakit lagi menjemput Diana.

Julian tengah mendampingi Diana sambil menyuapi makanan pada Diana.

"Udah yang, gak enak, " gerutu Diana sambil menutup mulutnya.

"Dikit lagi aja, " kekeh Julian sambil menyuapi Diana.

"Iya satu kali lagi aja yah, " kini Diana kembali membuka mulutnya dan melahap bubur yang Julian berikan.

Julian menyimpan piring dan mengambil satu gelas yang berisi air putih untuk Diana.

Diana pun meminum air itu sedikit pasalnya ia masih mual karena memakan bubur.

"Kamu mau pulang kemana? " tanya Julian sambil menyimpan gelas bekas Diana ke meja.

"Ke apartemen aja lah yang, " balas Diana,

"Kamu pulang ke rumah aku aja yah, aku masih gak bisa ninggalin kamu, " ucap Julian sambil menatap Diana.

"Gak papa yang, aku baik-baik aja kok," diana mencoba meyakinkan Julian.

"Tapi aku tetep khawatir sama kamu, " kekeh Julian.

"Yang bentar lagi kita kan nikah, setelah nikah aku bakalan terus sama kamu, jadi sekarang aku kan masih sendiri biarin lah aku menikmati ini, " ucap diana sambil tersenyum ke arah Julian.

"Iya deh, tapi aku akan tetap jagain kamu, " pasrah Julian.

"Makasih sayang, " balas diana sambil memeluk Julian, Julian pun membalas pelukan dari Diana.

Sementara kini Cherly tengah berjalan menuju ruangan Diana, ia hanya sendiri pasalnya Anggara sedang sibuk.

Setelah sampai di depan ruangan diana ia langsung saja membuka pintu ruangan itu, setelah masuk ia langsung menghampiri Diana dan Julian.

"Pacaran aja lu pada, " ledek Cherly sambil tersenyum dan mengangkat sebelah alisnya.

"Apaan si luh, ke yang gak pernah pacaran aja," balas diana sambil tersenyum ke arah Cherly.

"Lu nanti nginep di apartemen Diana lah, " ucap julian datar.

"Ok bos, " balas Cherly sambil menghormat ke arah Julian dan juga Diana.

Dokter pun datang menghampiri diana dan memeriksa ke adaan Diana.

"Baik hari ini mba bisa pulang, " ucap seorang dokter ganteng seperti nya ia belum menikah ia juga masih muda soalnya.

"Ah, makasih yah dok, " balas Diana sambil tersenyum.

Namun Julian malah menatap dokter itu dengan tatapan yang tak dapat di artika, membuat diana yang melihat tatapan Julian kembali berbalik ke arah Julian.

"Ya sudah mba, saya permisi dulu yah, " pamit dokter muda itu sambil berjalan ke luar dari ruangan itu.

Kini tatapan Julian kembali hangat beda dengan tatapan yang julian tadi tampilkan.

"Ya udah pulang yuk, " ajak Diana sambil turun dari kasurnya.

Setelah selesai merapihkan baju Diana dan juga barang-barang nya ia langsung pulang menggunakan mobil Julian.

mereka sudah sampai di apartemen Diana, Julian Diana dan juga Cherly mereka kini tengah duduk di sofa.

"Nanti lu temenin gue yah? " ucap Diana sambil melihat ke arah Cherly yang masih asik dengan cemilan yang Julian beli kemarin.

"Temenin apa? " balas Cherly dengan mulut yang masih penuh.

"Ya hari minggu lah," balas Diana.

"ok,".

"Sekalian aja napa lu tunangan sama pacar lu," ledek Diana sambil tersenyum.

Sementara Julian masih asik dengan ponselnya seperti nya Julian tengah bermain game.

"Apaan si, kita tuh gak pacaran tau, " lebay Cherly sambil tersenyum malu.

"Alah, " ledek Diana.

wajah Cherly sudah seperti cabai merah, ia memang dekat dengan Anggara namun Anggara belum memberikan kepastian tentang hubungannya itu.

"Ya lu pastiin dong, nanti kalau dia cuman jadiin loh teman suntuk nya dia doang gimana? " ucap Diana sedikit serius.

"Tapi kan gue juga bingung pastiin nya gimana, masa gue tembak dia duluan sih, " Cherly pun semakin kebingungan, ia juga khawatir sebenarnya dengan hubungannya.

"Ya kenapa enggak,".

"Ih tapi malu, " kini Cherly cemberut.

"Ya gini aja sebenarnya kedekatan kita selama ini apa?, tanya gitu aja, " usul Diana sambil membuka cemilan ringan.

"Tapi kan tetep, gue suka gugup kalau udah urusan hati, " keluh Cherly.

"Ya udah, berarti tanggung sendiri akibatnya, nih yah kalau lu gak mau kehilangan lu harus berani bertanya dong,".

"Iya juga sih, ah tau ah, " frustasi Cherly.

"Ya udah nanti gue ajak ngobrol si Anggara nya deh, " baru saja diana menutup mulutnya.

Tiba-tiba julian berbalik menatap Diana dengan tatapan yang amat sangat sulit di artikan.

"Kamu kenapa? " tanya diana yang di tatap oleh Julian.

"Jangan bicara dengan lelaki selain aku, dan keluarga aku, " datar Julian namun mampu membuat aura dingin di ruangan itu meningkat drastis.

"Apaan sih, cuman mau nanya doang? " balas Diana sambil menatap Julian.

"Ya tetep gak boleh, " kekeh Julian.

Cherly pun yang melihat kejadian itu merasa bulu kuduk nya merinding.

"Tapikan, " bantah Diana.

"Ya kamu boleh tanya sama dia tapi harus ada aku, gak boleh berdua, " tegas Julian sambil kembali memalingkan tatapannya ke ponselnya.

"Kya bawel, " kesal Diana sambil kembali melihat ke arah Cherly.

"Kalau gak boleh mah, gak papa lah, " ucap Cherly sambil tersenyum ke arah Diana.

"Lu tenang aja lah,".

Tiba-tiba ada yang yang mengetuk pintu apartemen Diana, Diana yang sedang duduk pun langsung berdiri dan membukakan pintu nya.

"Eh tante, " ucap Diana sambil tersenyum dan cepika-cepiki pada orang yang datang.

Diana pun membawa nya masuk ke dalam.

"Mamah, papah, kok kesini, " tanya Julian yang melihat kalau yang masuk itu adalah orang tuanya.

Mereka duduk di sofa dekat Julian.

"Gak boleh? " tanya balik ibunya Julian.

"Papah tadi ke rumah sakit, katanya kamu udah pulang, terus tadi papah kan nanya kamu di mana?, kamu jawab di apartemen Diana, ya udah sekalian aja kita mau jenguk Diana, " jelas papah julian.

"Ah, aku udah gak papa kok om, tan, " balas Diana sambil tersenyum.

"Ya udah aku ambilin air minum dulu yah, " ucap Cherly sambil berjalan ke arah dapur.

"Padahal gak usah lah, " ucap Ibu Julian.

"kita juga ke sini mau sekalian ngomongin acara buat hari minggu, gak papa kan kalau gak di undur, " ucap papah Julian.

"Gak papa kok om, bagaimana pun itu udah terjadi, mau aku murung sampai berbulan-bulan juga mereka gak akan kembali, kalau aku sedih mereka juga akan sedih di sana, " jelas Diana sambil tersenyum.

Ibu julian duduk di samping Diana, ia mencoba menenangkan Diana.

"Kamu anak yang hebat, " puji ibunya Julian.

Cherly pun datang membawa air putih dan ia langsung taruh di meja.

1
Erna
jadi pusing 7 keliling1
Nelli Susilawati
next
Aisa
wkwkwkk sakit perut ketawa Thor🤣🤣🤣
UTIEE
sereeeeeeemmm
keysha Azzahra
ane mo konci pintu ame jendela dulua ah,,takut2 s julian nongol😂😂😂😂
Lhiena
jadi ngeriiiii
Dwi Agustin
masa genre romantis tapi ko ceritanya berbau pembunuhan y...
Ny.Lee
aduuhh sadiis amat yak
Ida Ismail
hiiiii sikopat sinting
pita
kayaknya sih Juan ni
pita
sweet banget 😊
jahrona harahap
part 2 nya mana thorrr
Mariatu Zuhroh
Part duanya belum ada thorrrr
Miss Typo
banyak yg ngira kalau Andi pelakunya,,,eh ternyata si Jack
Miss Typo
jangan² Andi pelakunya
Miss Typo
bener² serem
Miss Typo
Julian tau gak sih kalau Diana di perkosa Juan
Mushandayani
binggung...isinya ngeriiii
Miss Typo
kakak Julian
Miss Typo
gila gila bener² gila Julian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!