NovelToon NovelToon
Contract Marriage

Contract Marriage

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:385.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestary

>>>SEASON 1<<<
Natasha yang dijodohkan dengan Fadhil, sabatnya sendiri. Harus menelan pil pahit ketika pacar Fadhil kembali disaat Natasha sudah menikah dengan Fadhil.

Lalu apa jadinya, ketika Natasha hamil, Pacar Fadhil juga mengaku hamil setelah berhasil menjebak Fadhil di saat mereka sudah putus.

Akankah Natasha memaafkan Fadhil dan menerimanya kembali? Atau memilih merelakan suaminya untuk wanita lain?

>>>SEASON 2<<<
Nazira Taraan, Anak dari Natasha.
Dan Nabilla Anastasya, Anak dari mantan Pacar Fadhil. Beranjak dewasa bersama, walaupun sering diperlakukan berbeda.

Ana, sapaan untuk Nabilla Anastasya. Gadis malang itu tidak tahu, mengapa dia diperlakukan berbeda.

Sampai dia harus dijodohkan dengan Alfath. Yang bermaksud hanya untuk mendapatkan Anak dari rahim Ana. Karena istrinya mandul.

Ana yang padahal sudah memiliki pacar saat itu tidak punya pilihan, kecuali menuruti keinginan keluarganya.

Akankah penderitaan Ana terbayarka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Yang Sesungguhnya Part II

Alfath menoleh ke arah ku ketika aku menyebut nama itu.

Begitu juga dengan Kim Tan, langkahnya terhenti saat melihat aku.

Dan berselang beberapa detik. Kini tubuhku sudah berada dalam dekapan Kim Tan.

Dia memeluk tubuhku erat sekali. Seakan ingin melepas rindu yang sudah dia pendam selama ini.

Dan pelukan itu langsung dilepaskan oleh Alfath.

"Heii heii heii.. Ada apa ini ?" Tanya Alfath begitu penasaran.

Bukannya menjawab, Kim Tan justru balik bertanya.

"Kenapa Kakak bisa kenal dengan Ana ?"

"Dia wanita yang Kakak ceritakan pada Yoga."

"Apa ? Yoga ? Kenapa dia bisa jadi Yoga. Bukankah dia Kim Tan."

"APA ???"

"Tunggu tunggu.. Kenapa nama kamu jadi Yoga ? bukannya Kim Tan ?" Tanya ku di luar pembahasan.

"Udah udah. Kita bahas dirumah aja. Disini terlalu rame orang. Kita malah jadi pusat perhatian orang-orang." Ucap Yuna.

Dan akhirnya kami memilih untuk pulang kerumah dulu.

*Didalam mobil.

"Kok bisa kamu sih An orang nya ?" Tanya Kim Tan dengan rasa penasaran yang luar biasa.

"Bukannya Kakak kamu udah cerita semuanya ?" Tanya ku balik.

"Iyaa sih memang, tapi aku gak habis fikir aja. Kenapa harus kamu orangnya. Kamu tahu, aku tuh nungguin dan cari-cari kamu selama ini. Tapi kamu malah nge-hilang gitu aja."

"Kalian ada hubungan apa sih ?" Tanya Alfath yang mulai penasaran.

"Husttt.. Semuanya diam. Nanti di bahas sampai dirumah. Okee !!" Ucap Yuna, dan akhirnya nya semua diam.

Kim Tan masih belum bisa mengalihkan pandangannya. Sedangkan Alfath terus saja melirik dari spion depan mobil.

Di otak mereka pasti sedang penuh dengan tanda tanya, dan begitu juga dengan otakku.

Kami sampai dirumah Yuna. Dan memilih mengobrol diruang tengah.

"Oke, Kakak duluan yang tanya. Sebenarnya kalian ada hubungan apa ?" Tanya Alfath yang bahkan belum sempat duduk di sofa.

"Dia pacarku !" Jawab Kim Tan spontan.

"APA ????" Ucap Alfath dan Yuna serentak.

Aku hanya menunduk. Memikirkan kerumitan yang sedang terjadi.

Alfath meremas kasar rambutnya.

"Nama kamu kenapa bisa berubah jadi Kim Tan sih ?" Tanyaku penasaran. Sambil duduk menghadap ke arah Kim Tan yang berada disampingku.

"Karena ikutin nama suami Tante yang orang Korea. Nama aku yang sebenarnya Yoga."

Aku mengangguk mengerti.

Setelah pembahasan yang panjang lebar. Dan semua di paksa untuk saling bisa menerima kenyataan yang ada. Akhirnya, aku kembali kerumah.

Tak berapa lama..

Aku langsung menoleh saat mendengar pintu depan terbuka. Dan ternyata itu Alfath.

"Kok kesini ?"

"Pembahasan kita belum selesai."

"Pembahasan yang mana ?" Tanyaku bingung.

"Yang di bandara tadi, masalah tes pack."

"Oh iyaa iyaa.." Aku langsung menghampiri Alfath yang sudah duduk di sofa ruang tamu.

Belum sempat lagi mengeluarkan kata-kata. Pintu rumah terbuka lagi. Dan kali ini Kim Tan. Opss Yoga maksudnya.

"Ngapain kesini ?" Tanya Alfath ketus.

"Aku tidur disini aja. Aku belum terbiasa dan masih canggung sama Kakak ipar." Ucap Yoga dan langsung nimbrung di sampingku.

Alfath menatap ke arahnya tajam. Namun tak di gubris olehnya.

"Disini banyak kamar kosong kan ?" Tanya Yoga pada ku. Aku hanya mengangguk.

Ku perhatikan Alfath yang menarik nafas dalam-dalam. Seperti sedang meredamkan emosinya.

Lalu, dia bangkit dari tempat duduknya. Mendekat ke arah ku.

"Kita bicara di kamar saja." Ucap Alfath sambil menarik tanganku.

"Kenapa gak disini saja." Ucap Yoga yang tidak terima karena kami meninggalkannya sendiri.

"Ini pembahasan orang dewasa. Anak-anak tidak boleh tahu." Ucap Alfath yang terus melangkah sambil menarik tanganku dan masuk kekamar.

"Jadi apa ?" Tanyanya memulai percakapan.

"Tadi waktu aku kekamar mandi. Aku ngeflek, aku pikir itu datang bulan. Tapi bukan, karna gak banyak. Makanya aku tanya tes pack, mau tes lagi. Apa masih positif atau gak."

Alfath mengangguk mengerti.

"Yaudah biar aku beli dulu." Ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.

Dengan cekatan aku langsung meraih lengannya.

"Sama pesan nasi goreng satu. Aku lapar." Ucap ku sambil nyengir lebar banget.

"Baik Nona." Ucap Alfath sambil mengacak rambutku dan tersenyum.

Aku ikut keluar dari kamar bersama nya. Dan ku dapati Yoga yang masih duduk di sofa. Masih tak beranjak.

"Jangan macam-macam." Ucap Alfath sambil menepuk bahu Yoga saat melewatinya, dan berlalu keluar rumah.

Aku menghampiri Yoga yang masih di ruang tamu.

"Kamu kok gak cerita ke aku tentang masalah ini ? Dan malah menghilang gitu aja ?" Tanya Yoga dengan tatapan yang begitu serius.

"Sorry.. Aku gak tahu gimana caranya untuk kasih tahu ke kamu. Aku sendiri aja hancur banget pas tahu kalau aku harus nikah untuk menyelamatkan perusahaan Papa."

"Masa gak ada cara lain selain ini ?"

Aku menggeleng. "Entahlah. Aku hanya mengikuti kemauan mereka. Lagian ini juga hanya untuk sementara."

Yoga mengangguk mengerti. Walau pun masih terlihat jelas ekspresi shock di wajahnya.

"Setelah semua ini berakhir. Aku masih punya kesempatan kan ?" Tanya nya penuh harap. Namun aku justru ragu untuk menjawabnya.

"Apa di antara kami masih ada masa depan ?"

"Yoga, setelah semua ini berakhir. Aku.."

"Aku tidak perduli !" Ucapnya memotong ucapanku. "Aku tidak akan mempermasalahkan masa lalu mu An. Kita bisa mulai semuanya dari awal."

Aku hanya terdiam, membisu seribu bahasa.

Sampai akhirnya Alfath datang dan menyelamatkan aku dari situasi menegangkan ini.

Aku langsung mengikutinya, dan pun sudah di beri kode olehnya.

"Aku duluan yaa." Ucapku dan setelah itu meninggalkan Yoga dengan pertanyaan yang masih belum terjawab.

Aku kembali mencoba untuk tes, dan menunggu hasilnya.

"Hasilnya masih positif." Gumam ku.

Alfath meraih tes pack itu dari tanganku dan melihatnya sendiri.

"Terus flek itu apa artinya ?" Tanyanya yang membuat ku tambah kebingungan.

"Yaudah, besok kita ke dokter lagi aja." Usulnya dan aku hanya mengangguk.

Aku menatap tajam ke arahnya.

Dia menaikkan wajahnya. "Apa ?" Tanyanya penasaran.

"Apa lagi ? Pulang sana. Jangan bilang mau nginap disini lagi. Ini kan jatahnya kamu nginap dirumah Yuna. Udah semalam kamu gak sesuai janji. Jangan sampai malam ini pun gitu juga."

"Emang kenapa sih ? Kok kayak nya gak suka banget aku tidur disini."

"Aku gak enak sama Yuna."

"Orang dia aja gak permasalahin pun."

Alfath berdiri dari duduknya meraih ponsel dari saku celananya. Lalu mengetik sesuatu. Setelah itu meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Dan masuk kekamar mandi untuk mandi.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkahnya.

Aku langsung memilih tidur.

Besoknya, seperti biasa. Dia yang paling excited.

"Gak ajak Yuna ?" Tanyaku memastikan, karena aku tidak melihat kehadiran Yuna seperti biasanya.

"Gak, kan kita cuma untuk mastiin aja dulu."

Kami kembali ke dokter yang menyatakan kalau aku tidak positif itu.

"Dok, waktu di USG kemarin kan dokter bilang saya gak positif hamil. Tapi kok di tes pack masih positif. Bahkan sampe semalam pun waktu saya tes, masih positif juga." Aku menjelaskan panjang lebar.

"Yaa mana saya tahu, memangnya saya dukun ?" Jawab dokter itu. Dan langsung membuat Alfath emosi.

"Tolong sopan sedikit Anda jawabnya." Ucap Alfath dengan wajah yang sudah memerah. Aku yang menyadari itu, langsung mengajak Alfath untuk keluar.

"Udah deh gak usah di bawa emosi segala. Anggap aja dia lagi ada masalah nya sendiri." Ucapku mencoba untuk menenangkan Alfath.

Namun Alfath tak mengubris nya. Dia justru meraih ponselnya, dan menelfon seseorang.

"Pecat Dr.An** Pr***** !"

Aku terbelalak. "Kamu ...?"

"Iyaa, aku punya saham dirumah sakit ini." Ucap Alfath dan berlalu pergi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Firgi Septia
kenapa kamu sedih padahal perempuan itu yg buat rumah tanggamu hancur
Firgi Septia
mana ada orang baik sdh tau mantannya sdh ada istri rencanain untuk menjebak biar bisa hamil apa namanya ya perempuan jalang mana baiknya coba
Firgi Septia
enak aja si pelakor jalang
Firgi Septia
bilang saja perempuan jalang yg buat rumah tangga orang lain kacau nitip anaknya lagi semudah itu minta maaf enak saja suruh orang jaga anak hasil menjebak suami orang
Eka Kaban
sebelum nya aku cuek buat baca novel kamu tapi kelamaan kok ke enakan
Mouse
Next thorrrrrr, mana nih kelanjutan nya. Udah lama nunggu.
Wawa Balqis
syukur deh hanya dlm mimpi
Mami Vanya Kaban
wah kena prank kita, ah siauthor ternyata hanya mimpi, semoga rumah tangga mereka baik2 aja, kalau pun ada konflik yg ringan2 aja thor
Khatijah
Up yang banyak Thor...
Jangan cepat-cepat END
Khatijah
Kena prank Author 😭😭😭😭
Ayu_Lestary
Mau tanya dong, pendapat kalian.. Novel ini di lanjutin lagi, atau udahan aja?
Wawa Balqis
kenapa ending nya ana meninggal thor jgn la thor buat aba hidup kembali kasihan hilman dan alfath thor hilman baru aja merasakan kasih syg mamany
Ayu_Lestary: Maaf endingnya mengecewakan 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

gak tau juga kenapa bisa kepikiran buat ending gitu tiba-tiba.

Diluar rencana 🤦‍♀️
Gak mungkin di hidupkan lagi 🤦‍♀️
total 1 replies
Mami Vanya Kaban
kok jadi sad ending thor, kasihan anna knp hrs meninggal bersama anak yg dikandungannya..
Ayu_Lestary: Itu lah, gak tau kenapa tiba-tiba jadi kepikiran buat endingnya gitu...
total 1 replies
Momy Fatma
Next up thorrrr
Any
Suka suka suka 🥰🥰🥰
Nurmala
Aduhhh Ana, knpa gak mau hamil. Bukannya dari dulu Alfath memang sangat menginginkan Anak. Menikah dengan Ana pun juga demi Anak kan. Kenapa skrng Ana justru gak mau punya anak.
Zea
Di tunggu up nya thor
Putroe
Lanjut thor...
Melda
Up lagi dong thor...
Putroe
Seru banget Novelnya. Semangat up nya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!