Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian Lea
Julea
Julian membuka matanya dan ia mengerjap beberapa kali dan menoleh ke arah samping. Ia tak melihat Lea di sebelahnya. Julian langsung beranjak dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.
Ia tak melihat Lea di sana.
"LEA!!" panggil Julian.
Lalu Julian memakai celana panjangnya dan kemudian keluar dari kamar.
"LEA!!" teriak Julian lagi dan ia masih tak melihat batang hidung Lea di penthouse nya.
"LEA!!" panggil Julian lagi.
Tapi ia belum menemukan Lea sama sekali di seluruh penthousenya. Lalu Julian kembali lagi ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya. Julian juga membuka walk in closet nya dan pakaian Lea masih lengkap tergantung di sana.
Julian melihat pesan dari Lea dan wanita itu mengirimkan foto. Di foto itu Lea tampak sedang berfoto dengan sang Mommy. Julian mengerutkan keningnya dan ia heran bagaimana Lea bisa sudah ada di mansion keluarganya.
Setelah itu, Julian segera mandi dan bersiap ke mansion keluarganya.
*
*
Beau tadi pagi sebenarnya ingin mengantarkan makan pagi untuk Julian karena mereka belum bertemu sejak pria itu datang. Tapi ternyata Beau bertemu dengan Lea ketika Lea tampak sedang berada di dapur dan ia pun mengajaknya ke mansion.
Besok adalah acara pesta kebun, jadi Lea menawarkan dirinya untuk membantu mempersiapkan pesta itu meskipun sebenarnya banyak pelayan yang mengurus pesta itu.
Tapi Lea ingin mengenal keluarga Julian lebih dekat dan ia ingin mengambil hati mereka.
"Halo, Mom. Apakah ini yang bernama Lea?" tanya Zei yang baru saja datang.
Lea dan Beau melihat ke arah Zei. Dan Lea tersenyum ramah pada Zei.
"Ya, aku Lea," jawab Lea dan berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Zei.
Zei menyambutnya dengan ramah juga dan kemudian mencium kedua pipinya.
"Cindy banyak cerita tentangmu," ucap Zei.
"Cindy? Ah ya, kemarin kami bertemu di penthouse Julian. Dia bersama Shila ke sana untuk memberi makanan darimu," ucap Lea.
Beau melihat ke arah Zei seakan menyiratkan seharusnya Zei tak usah menyuruh Cindy ke penthouse Julian.
"Mom, itu makanan kesukaan Julian dan Zavian yang menyuruh mengantarkannya," bisik Zei di telinga Beau.
"Tak apa-apa, Aunty. Aku tahu bahwa Cindy dan Julian dulu adalah sepasang kekasih. Dan aku tak masalah dengan hal itu. Cindy wanita yang baik dan kami bahkan sudah berteman," ucap Lea.
Beau tersenyum melihat sikap Lea yang dewasa.
"Thank you, Sayang. Mereka hanya teman sekarang," ucap Beau yang tahu bahwa Lea terlihat menyukai Julian meskipun hubungan keduanya hanya sebatas sahabat saja saat ini.
Lalu dari arah ruang tengah, Julian tampak datang terburu-buru dan mencari Lea.
"Lea!!" panggil Julian dan membuat tiga wanita cantik itu melihat ke arah Julian.
"Julian? Ada apa? Bukankah aku sudah mengirim pesan padamu?" tanya Lea yang melihat raut wajah Julian tampak tak biasa.
"Seharusnya kau membangunkan aku jika ikut bersama Mommy," sahut Julian.
"Julian, Mommy yang membawanya tadi. Duduklah, kau sudah makan pagi?" tanya Beau.
"Mom, aku ada urusan dengan Lea sebentar," ucap Julian dan menarik tangan Lea.
Julian membawa Lea ke kamarnya yang ada di lantai tiga dengan menggunakan lift yang ada di dekat tangga.
Zei dan Beau hanya melihat kepergian mereka berdua.
"Mommy yakin mereka tak ada apa-apa?" tanya Zei.
"Pasti ada apa-apa," sahut Beau yakin dan tak terlalu ikut campur urusan putranya.
*
Julian membawa Lea ke atas dan Lea melihat ke arah pemandangan halaman belakang yang terlihat dari kaca lift panoramic itu.
"Julian, ada apa?" tanya Lea ketika pintu lift terbuka.
Julian dan tak menjawabnya dan membawa Lea ke dalam kamar lalu mengunci kamarnya.
Julian melihat Lea dan menatapnya serius.
"Kau ingat apa yang kita lakukan semalam?" tanya Julian.
Lea terdiam sejenak lalu menggeleng.
"Lea ...," ucap Julian lalu Lea tertawa lirih.
"Ya, aku ingat. Lalu? Kau ingin kita melakukannya lagi?" tanya Lea tersenyum sembari menempelkan bibirnya ke bibir Julian.
"Aku sangat menikmatinya," bisik Lea.
gntung bgt kk