Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menutupi kebohongan dengan kebohongan
"Hallo Uncle".
"Hai,bagaimana keadaan kalian?,aku menghubungi ponsel Queen tapi gak aktif,apakah anak itu membuat ulah lagi?"tanya Mike.
Fahri diam sejenak,otaknya berfikir keras untuk mencari jawaban yang tepat.
"Ponsel Queen batreinya habis uncle dan kami sedang berlibur di pulau".
"Berlibur?".
"Iyaa,angap saja hadiah buat Queen karena dia telah menyelesaikan ujiannya,ini sudah masuk libur semester,gak ada salahnya Fahri ajak Queen berlibur,maaf gak izin uncle dulu"bohong Fahri.
"Baiklah,nikmati waktu kalian,uncle juga ada pertemuan bisnis ke New York dan Auntymu juga ikut,baiklah selamat bersenang-senang"ucap Mike kemudian mengakhiri panggilannya.
Nasib baik seakan berpihak pada Fahri,dia belum bisa jujur kepada Mike,mungkin setelah Queen sadar dan keadaan sudah tenang baru dia akan membuat pengakuan dosa pada unclenya itu.
Fahri membuka pintu ruangan Queen,masih tetap sama,belum ada tanda-tanda Queen tersadar,menatap sekilas wajah Queen kemudian memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa,Fahri sama sekali belum memejamkan matanya dari kemarin malam dan sekarang sudah hampir siang hari.
Saat mata Fahri mulai terpejam,jari tangan Queen mulai bergerak,perlahan isak tangisnya terdengar dengan mata yang masih tertutup Queen menangis dan meronta memohon pertolongan.
"Jangan tolong jangan lakukan,aku mohon sakitt,tolong ...tolong"ucap Queen dengan kepala menggeleng dan mata masih tertutup.
Fahri terbangun dan langsung memeluk Queen,airmatanya terjatuh lagi,bagaimana dia bisa melakukan hal bejat itu sampai dalam mimpipun Queen begitu tersiksa.
"Sayang...sayang,maaf kan aku,bangunlah sayang,aku mohon buka matamu" ucap Fahri sambil menangis memeluk Queen.
Perlahan mata Queen mulai terbuka,matanya mengerjap kemudian melihat Fahri sedang memeluknya.
"Jangan...aku mohon jangan,pergi...pergi dari sini,aku tidak mau melihatmu lagi,kau bajingan,apa yang kau lakukan padaku,aku mohon jangan ....jangan lakukan itu"ucap Queen sambil mencoba menjauhkan tubuh Fahri dari dirinya.
"Sayang,aku minta maaf,tolong maafkan aku"ucap Fahri sambil menggenggam tangan Queen.
Queen menghentakkan tangan Fahri dan kembali menangis.
"Pergi...pergi dari sini,tolong aku tidak mau melihatmu lagi,aku mohon pergi"usir Queen sambil terus menangis.
"Sayang jangan begini,aku gak akan ninggalin kamu,maafkan aku..maafkan aku".
Queen mencoba duduk dan ingin pergi dari ruangan itu,menggeser tubuhnya pelan.
"Aawwww sakitttt".
Queen meringis kesakitan saat mencoba turun dari ranjang,inti tubuhnya berdenyut sakit sekali.
"Jangan banyak bergerak sayang,kau butuh istirahat,aku mohon menurutlah".
"Aku tidak mau melihat bajingan sepertimu lagi,pergi dari sini atau aku yang akan pergi" bentak Queen.
Fahri terlihat sangat frustasi,dia sudah menyiapkan dirinya saat Queen sadar tapi seolah itu semua di luar kendalinya,Queen benar-benar membenci dia,bahkan tidak mau melihatnya lagi.
Roy masuk kedalam ruangan itu saat dia datang dan mendengar suara Queen.
"Queen kau sudah sadar?"ucap Roy kemudian mendekat ke arah ranjang.
"Roy bawa bajingan ini keluar,aku sudah muak melihatnya,atau aku yang akan pergi dari sini".
"Sayang,aku ingin menjagamu"sela Fahri.
"Brow keluarlah sebentar,biar aku coba menenangkan Queen"pinta Roy pada Fahri.
Fahripun keluar dari ruangan itu,langkah kakinya seakan tak bertulang,setelah berjalan agak jauh,Fahri memilih duduk di ruang tunggu,pandangannya kosong,terlihat penyesalan yang dalam dari raut wajahnya.
Didalam ruangan Roy mendekati Queen dan duduk di samping ranjang Queen.
"Queen maaf".
Queen menoleh ke arah Roy,dia juga bingung kenapa tiba-tiba Roy minta maaf padanya.
"Ada apa Roy,kenapa kau meminta maaf?".
"Aku salah Queen,aku melihatmu sewaktu di biokop dan tanpa sengaja merekam saat pria itu menyentuh rambutmu dan mengirimkan video itu pada Fahri"jelas Roy.
"Maksudmu?".
Kini Queen kembali menangis saat dia mulai mencerna kemana arah pembicaraan Roy.
Roy menceritakan semua yang dia ketahui dari Fahri,saat melihat video yang dia kirim kemudian Fahri memutuskan untuk langsung terbang ke Bali menggunakan jet pribadi,dan melihat Queen saat memeluk Rico di depan kampus itu yang membuat Fahri sangat marah dan cemburu.
"Kenapa gak menayakannya padaku,kenapa harus membuatku seperti ini,dia Rico sahabatku dan pelukan itu hanyalah pelukan perpisahan karena dia mau pulang ke Jakarta,ayahnya sakit"jelas Queen sambil terisak.
"Aku tau sahabatku memang bersalah dalam hal ini,tapi apa kamu tau,ini pertama kalinya dia mengenal cinta,dan pertama kalinya dia merasa marah dan cemburu,dia sedang kehilangan kendali Queen,cobalah sedikit mengerti dan biarkan dia bertanggung jawab apa yang sudah dia lakukan"pinta Roy.
"Tidak,aku tidak mau hidup bersama monster seperti dia,lebih baik aku mati saja"ancam Queen.
"Queen~".
"Berhenti menasehatiku,aku sudah muak,dan kau tinggalkan juga tempat ini,aku ingin sendiri"marah Queen.
Roy tidak bisa berkata apapun lagi,mungkin Queen memang butuh waktu sendiri untuk berfikir,memaafkan Fahri memang tidak semudah membalik telapak tangan,bahkan mungkin sekarang Queen sudah trauma.
Roy berjalan keluar dan duduk di samping Fahri.
"Bagaimana dia?"tanya Fahri.
Menghela nafas sebentar sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Dia masih sama,belum bisa memaafkanmu,ini perlu waktu,dia mengalami trauma bila melihatmu".
"Aku harus bagaimana lagi Roy?" lirih Fahri.
"Bersabarlah,kau tau dia masih sangat ketakutan,mungkin saat ini lebih baik membiarkan dia sendiri dulu sebentar".
"Tapi aku takut dia pergi Roy,aku gak bisa hidup tanpa dia".
"Bersabarlah,itu konsekuensi dari perbuatanmu,ini lebih sulit dari pada saat pertama kali kau mengejarnya dulu,kau harus bisa menyusun kembali kepingan-kepingan hati Queen yang sudah kau koyak dengan paksa".
"Aku memang pantas mendapatkannya Roy".
"Apa rencamu selanjutnya?" tanya Roy.
"Tadi uncle Mike menghubungiku,aku bilang sedang berlibur dengan Queen,aku akan bawa dia kesana,tempat dimana awal hubunganku dan Queen menjadi dekat".
"Iya,mungkin itu yang terbaik,ajaklah dia berlibur,semoga kau beruntung lagi kali ini".
Fahri menyuruh Roy membawa dua bodyguard untuk berjaga di luar pintu kamar perawatan,dan meminta Roy juga untuk menghubungi pihak rumah sakit itu,untuk mendapatkan penanganan serta ruangan privasi,uang memang mempermudah segalanya dan itu terbukti sesaat kemudian Queen sudah di pindahkan ke ruang yang lebih privasi dan dua orang bodyguard sudah berjaga di depan pintu,Fahri tidak ingin kehilangan Queen,membuat jiwa posesifnya kembali lagi.
Fahri hanya membiarkan satu orang dokter dan dua orang perawat yang sudah dia bayar mahal utuk merawat Queen,semua harus seperti yang dia mau.
Fahri masuk kedalam ruangan Queen.
"Apa kau sudah puas melakukan semua ini".
♡♡♡
To be continue....