"Tahan sayang" Steven nampak panik dan segera berlari dengan menggendong Kirana menuju pintu keluar dan sudah ada Joko yang duduk di kursi kemudi mobil menunggu nya
Kemudian membawa nya masuk ke dalam mobil, Joko dengan segera menjalankan mobil seraya menekan tombol otomatis penutup pintu nya
Evan yang nampak di gendong Lucas dengan sedikit berlari di ikuti Silvia menuju ke mobil nya dengan segera menginjak pedal gas mobil setelah Silvia dan Evan masuk ke dalam mobil lalu dengan cepat mengikuti laju mobil Steven
Mengikuti Steven dari belakang... dengan sedikit lebih cepat melajukan mobilnya supaya tidak ketinggalan
Steven membaringkan tubuh Kirana di mobil bagian belakang bersama nya, meletakkan kepala nya di pangkuannya
"Momy, tahan ya... kita segera sampai" ucap Steven yang makin panik
"Sayang... aku sudah nggak tahan lagi, seperti nya mau keluar" ucap Kirana lirih
"Tahan dulu sayang, sebentar lagi" ucap Steven seraya mengusap rambut dan mengecup kening Kirana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan
Steven meraih ponsel nya dan melakukan panggilan video pada Kirana dan kedua anak nya
"Halo, Dady" ucap Evan seraya melambaikan tangan nya
"Sudah pulang sekolah, nak" tanya Steven
"Sudah, Dady. Ini sama Momy dan dedek Vani terus ada Pak Joko di depan" jawab Evan dengan memutar kamera ponsel Kirana memperlihatkan orang dengan nama yang disebutkannya
"Dedek Vani tidur, Dady" ucap Evan seraya memperlihatkan wajah Vani yang tertidur dalam gendongan Kirana
"Hati-hati ya sayang, tolong berikan ponsel nya ke Momy" ucap Steven dan Evan memberikannya pada Kirana
"Sayang, langsung pulang ya dan di rumah saja" ucap Steven seraya tersenyum pada nya
"Memangnya istrimu ini mau kemana" jawab Kirana
"Tunggu aku pulang, aku mau lagi. Muah" ucap Steven
"Ah.. haha" jawab Kirana dengan tertawa kecil seraya menekan tombol volume pada ponsel nya mengurangi nya
"Biar saja, jangan di kecilkan suara nya biar Pak Joko dengar" ucap Steven dan Pak Joko melirik ke arah Kirana dari kaca di dalam mobil
"Usil sekali si" ucap Kirana dengan wajah dan senyum canggung nya
"Sudah, kiss bye dulu sama Dady sayang" ucap Kirana pada Evan seraya mengarahkan kamera nya ke wajah Evan
"Da..da.. Dady.. Muah..Muah..." ucap Evan seraya memberinya senyuman dan melambaikan tangan nya
"Sudah ya, sayang. Hampir sampai ke rumah" ucap Kirana
"Aku sayang kamu" ucap Steven dan memberi nya kecupan serta senyum nya pada Kirana
"Hati-hati di jalan, my love" imbuh Steven lagi dan menutup sambungan telepon nya
Tak lama menutup sambungan telepon tersebut, nomor tak di kenal yang semula mengirim pesan pada nya kembali menelepon nya
"Halo" ucap Kirana
"Maaf, ini dengan siapa ya" imbuh nya lalu di seberang sambungan telepon nya mencoba mengingatkan Kirana bahwa dia adalah orang yang pernah membantu dalam kelancaran acara pernikahannya
"Oh, iya saya ingat" jawab Kirana
"Oh iya, kabar saya baik. Terimakasih" ucap Kirana
"Saya hanya ingin menanyakan kabar mu saja, sudah lama ya kita nggak bertemu lagi sejak acara pernikahanmu" ucap Alex
"Kabar saya dan keluarga baik-baik saja Mas Alex" jawab Kirana
Seketika Joko melirik nya dari dalam kaca mobil nya saat mendengar nama pria lain pada percakapan Kirana dengan Alex, lalu membawa pandangan nya kembali fokus pada setir kemudi nya
"Maaf saya sedang di jalan dan sudah dekat dengan rumah, saya tutup dulu sambungan telepon nya" ucap Kirana lalu menutup sambungan teleponnya
Joko membawa mobil nya perlahan melewati pintu gerbang dan penjaga, menghentikan laju mobil nya di samping pintu utama dan menepikan nya saat menatap ada sebuah mobil terparkir di halaman pintu utama
"Siapa yang datang" batin Kirana karena mobil tersebut tampak asing bagi nya
Kemudian Joko membuka pintu dan membantu membawa tas dan menggandeng Evan, mereka bersama berjalan masuk ke dalam rumah
"Kakek.. Nenek" teriak Evan seraya berlari menghampiri nya
"Ibu... Bapak" ucap Kirana lalu mendaratkan pelukan pada kedua orang tua nya dan mencium tangan nya
"Sudah lama, kenapa nggak telepon dulu" ucap Kirana dan melangkah bersama menuju ruang keluarga
"Tidak sempat, Ibu datang karena permintaan Rio. Adekmu ingin melamar Dini" ucap Ayu
"Iya.. beberapa waktu yang lalu Rio sudah mengatakannya pada Kirana, Bu" ucap Kirana
"Ya, Ibu pikir lebih cepat lebih baik" ucap Ayu
Lalu meraih Vani dari gendongan Kirana dan membawa nya di atas pangkuannya
"Kemari sama Nenek, nak" ucap Ayu
"Kakek, nggak bawa mobil mainan" tanya Evan
"Ah iya, Kakek lupa sayang" ucap Hendra seraya membawa tangan kanan nya menepuk kening nya
"Hem... Nenek, juga nggak bawa" tanya Evan dengan polos nya membuat semua tertawa
"Sekolah nya bagaimana, sayang" tanya Hendra
"Evan hari ini belajar membaca warna, Kek" ucap Evan lalu Hendra mendaratkan kecupan di kedua pipi cucu laki-laki nya
"Ibu, Kirana mau bawa Evan ke kamar dulu untuk mengganti pakaiannya" ucap Kirana lalu menggandeng Evan dan berjalan menuju kamar nya
"Baiklah, sayang" jawab Ayu
orang yg nguping steve didepan ruang kerja nya kirana atau randy,
sama sebenernya Nara itu bener anak Steve dan Nova atau Anton dan Nova