NovelToon NovelToon
TAKDIRKU

TAKDIRKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:163.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: yuisakura

Evina adalah wanita biasa yang hidupnya penuh dengan luka. ketika kecil dia pernah dilecehkan oleh orang dekatnya. Ia juga harus menerima segala sakit fisik maupun mental karena keluarganya yang berantakan. Dan Fahri sang pujaan hatinya yang dia kira akan menyelamatkan hidupnya. Nyatanya justru menjadi puncak dari segala dukanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuisakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP. 32 BAIKAN

"Hallo," sapa Fahri dari seberang telepon. Evina masih terdiam membisu mendengar suara Fahri.

"Vi.." panggil Fahri lagi.

"Hemm" Evina hanya membalasnya dengan suara tanpa membuka bibirnya.

"Masih marah?" tanya Fahri dengan lembut.

"Engga," balas Evina singkat.

"Maafin aku," ujar Fahri.

Evina kembali terdiam, ia tak tahu apa yang harus diucapkannya. Egonya masih ingin mendiamkan Fahri.Namun ia juga tak tega karena mendengar suara Fahri yang mulai parau dari balik telepon.

"Evina," suara Fahri semakin terdengar berat. Sepertinya sedang menahan agar tidak menangis.

"Kamu nangis?" tanya Evina.

"Engga," jawab Fahri.

"Suaramu terdengar parau, Ri," ujar Evina.

"Ya kalau kamu tahu begitu, cepet maafin aku," kata Fahri.

"Kamu janji ngga akan kayak gitu lagi?" tanya Evina.

"Aku janji. Aku janji ngga akan bikin kamu sakit hati. Aku janji ngga akan bikin kamu nangis lagi. Maafin aku, Vi. Aku ngga sanggup kalau kamu diemin aku," kata sambil mulai meracau. Sepertinya gejolak di dalam hatinya mulai tak tertahankan lagi.

"Jangan cuma janji. Kamu berapa kali suka cemburu berlebihan begitu. Aku bukannya ngga ngertiin perasaan kamu. Aku tahu mana yang baik dan buruk Ri. Dan aku sadar aku sudah punya kamu. Mana mungkin aku berbuat hal aneh di belakangmu. Tolong percayalah sama aku," ujar Evina.

"Kamu juga janji ngga akan berpaling dariku? Ngga akan suka sama cowok lain?" ujar Fahri.

"Mana mungkin aku berpaling dari kamu. Apa yang kurang dari kamu? Apa yang bisa buat aku berpaling dari kamu. Kamu baik, sopan, perhatian sama aku. Ngga ngrokok, ngga main cewek. Lagian, kalau bukan kamu siapa lagi yang mau sama aku," ujar Evina.

"Beneran?" tanya Fahri berusaha meminta penegasan dari Evina.

"Iyalah, lagian diantara kita berdua yang punya potensi berpaling kan kamu. Kamu cakep, pasti banyak kan yang naksir sama kamu?" ujar Evina menggoda Fahri.

"Mana mungkin aku berpaling. Orang hatiku aja kamu yang bawa," ujar Fahri menggombal.

"Mulai, mulai.." ujar Evina seraya tersenyum.

"Apa?" ujar Fahri terkekeh.

"Mulai kumat gombalannya," jawab Evina yang juga tersipu malu.

Siska dan Ryan mengamati tingkah Evina yang sedang mojok dibawah pohon mangga sambil senyum senyum.

"Dan badai pun sudah berlalu," ujar Siska seraya menatap ke arah Ryan.

"Mereka itu beneran jatuh cinta, mo bertengkar hebat kayak apa pun ngga akan bikin mereka sampai bubaran. Tapi lucu juga dua bocah bocah ini," kata Ryan.

"Iya, aku juga seneng liat Evina senyum. Selama ini dia murung terus. Semoga aja mereka langgeng," ujar Siska menaruh harapan.

"Iya" ujar Ryan seraya mengelus kepala Siska.

😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Keesokan harinya seperti biasa Evina berangkat magang. Beruntung rumah Siska masih satu wilayah dengan tempat magang Evina. Jadi Siska menyempatkan untuk mengantarkan Evina berangkat magang, sebelum dirinyapun juga berangkat magang.

"Makasih," ujar Evina.

"Iya kamu nanti mau ke rumah lagi ngga?" tanya Siska.

"Engga, aku nanti pulang setengah hari karena mau ke sekolah nyerahin laporan bulanan ke KAJUR," ujar Evina. (*KAJUR \= Ketua Jurusan.)

"Sama anak anak?" tanya Evina.

"Engga," jawab Evina.

"Hemmh, tau kau sama siapa. Ya udah deh, aku ngga mau ganggu. Jangan berantem melulu. Kalian tu udah klop, cocok, setipe. Dua duanya ngga neko neko. Jangan mpe putusya!" ujar Siska.

"Aaamiin," ujar Evina mengaminkan.

"Ya udah aku duluan. Bye Vi," kata Siska.

"Bye," balas Evina.

Siska bergegas menjalankan motornya dan meninggalkan Evina. Evina pun segera masuk ke tempat magangnya.

***

Pukul 12.00 tepat Evina keluar dari tempat magang, Ia menyempatkan diri untuk mampir sholat di dekat sana. Ia sudah janjian dengan Fahri. Namun sepertinya Fahri belum sampai, mungkin juga sedang sembahyang di sana .

Selesai menunaikan kewajibannya, Evina menunggu Fahri di tepi jalan di dekat mini market. Suasan saat itu sangat terik membuat tenggorokan Evina kering. Namun ia tak bisa membeli miinuman apapun karena tak ada uang di kantongnya. Kemarin ia tak pulang, jadi tak ada uang saku yang dimiliki.

TIN! TIN! Terdengar suara klakson motor. Itu adalah Fahri, yang baru saja tiba. Ia membuka helemnya dan tersenyum manis kepada Evina. Evina memandangnya dengan tatapan datar.

"Sayang.." sapa Fahri.

"Apaan, sayang, sayang. Udah ayo buruan nanti pak Ramli keburu pulang," kata Evina seraya mengambil helm yang tergantung di stang motor Fahri.

"Mesra dikit napa. Kemarin udah ngga dikasih senyum. Hari ini masih jutek aja," ujar Fahri seraya memicingkan mata ke arah Evina.

Evina sedang tak ingin berdebat, ia langsung mengecup mesra pipi Fahri. Lalu bergegas menaiki motor Fahri.

"Aku lagi ngga mau berantem. Nangis kemarin tu bikin capek tau," ujar Evina.

Fahri tersenyum mendapat perlakuan tersebut dari Evina. Pertengkaran kemarin sudah sirna, diganti dengan kecupan lembut di pipinya. Sudah tak ingat lagi dia dengan kejadian kemarin.

"Okey sayang," jawab Fahri bahagia. Fahri bergegas menyalakan mesin motornya dan berangkat menuju sekolah.

Sesampainya di sekolah Evina bergegas menuju workshop elektro. Ia tak mengindahkan Fahri yang sedang memarkirkan motornya. Fahri hanya bisa menghela napas panjang ketika kekasihnya buru buru meninggalkannya.

Di dalam workshop Evina bertemu dengan toolman elekto yaiku Mbak Ainun. Toolman adalah petugas workshop atau seperti asisten yang mempersiapkan peralatan praktek untuk siswa dan guru.

Dan bertugas menjadi penanggung jawab workshop.

"Mbak Nun, pak Ramli ada di dalem ngga?" tanya Evina, menghampiri mbak Ainun di mejanya.

"Pak Ramli lagi rapat ,nok." ujar mbak Ainun yang memanggil Evina dengan sebutan nok. Itu umum di masyarakat jawa, memanggil perempuan yang lebih muda dengan nok seperti 'dek'.

"Lama ngga ya mbak?" tanya Evina.

"Ngga tau baru tadi mulai habis dzuhur. Kayaknya bahas ujian nasional tahun ini," ujar mbak Ainun.

"Ada aturan baru lagi tow mbak?" tanya Evina.

"Ngga tau kayaknya standar kelulusan tahun ini naik jadi lima untuk rata ratanya," kata mbak Ainun.

"Aduh, tambah berat nih. Kalau ngga lulus gimana?" ujar Evina.

"Ya ngulang lagi. Kalau ngga ya paket c," jawab mbak Ainun.

"Aduh ngulang lagi, biaya lagi. Aku pengen cepet lulus biar ngga nyusahin orang tua lagi. Ngulang lagi biaya lagi dong," ujar Evina.

"Makanya belajar yang rajin. Jangan pacaran terus. Kamu kesini mau apa nok? Bukannya lagi magang?" tanya mbak Ainun.

"Mau numpuk laporan magang bulanan mbak," jawab Evina.

"Sini , titipin aku aja. Nanti aku sampein pak Ramli," ujar mbak Ainun.

"Boleh mbak?" tanya Evina.

"Boleh dong. Kan cuma numpuk laporan. Kalau nunggu pak Ramli datang belum tentu balik ke workshop. Langsung pulang iya malahan," jawab mbak Ainun.

"Ya udah lah aku nitip aja mbak," ujar Evina seraya membuka tasnya. Dikeluarkannya jurnal laporan magang miliknya. Lalu memberikan kepada mbak Ainun.

"Temen temen semagangan belum ada yang numpuk?" tanya mbak Ainun.

"Belum mbak kayaknya. Mereka kutanya katanya belum bikin laporan," ujar Evina.

"Ya udah mbak aku pamit ya," ujar Evina.

"Buru buru banget?" tanya mbak Ainun.

"Iya mbak soalnya..."

"Soalnya ada dia kan?" ujar mbak Ainun seraya menunjuk Fahri yang sudah ada di depan workshop elektro menunggu Evina.

ARIS

Terima kasih kepada para readers yang setia membaca novel TAKDIRKU. saya sangat mengapresiasi. Karna sebenarnya novel ini saya tulis saat saya masih SMK. Kebetulan sekali saya juga bersekolah di STM. Hanya saja karena satu dan lain hal saya baru mulai menulis kembali setelah bertahun tahun lamanya.

Jangan lupa untuk koment, berikan kritikan jika memang ada penulisan yang kurang berkenan, serta like, vote dan rate untuk karya ini. Supaya author berkarya lebih baik lagi. Terimakasih .....

'

1
Ira
keren
Yui Sakura.ZeE//: terima kasih
total 1 replies
Sakura Hana
lucu
Athena_Vivian
bukan cerita kalengan! perjuangan ervina dan ibunya pada bab awal kubaca sudah menggugah asa dan rasa. Bukan perkara yang mudah, ya bagi mereka berdua untuk tetap bertahan.
Fahri Ramadhan
suka
Yui Sakura.ZeE//: terima kasih kak
total 1 replies
SyaSyi
lanjut like
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku My Kids My Hero
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku
Normila Che Murad
hai
Yui Sakura.ZeE//: HAI JUGA KAK
total 1 replies
Fajar Mesaz
keren ini 👍👍👍
Fajar Mesaz
semangat kakakak
Maretha♚⃝҉𓆊
cerita nya ngena bngt di hati,,
Maretha♚⃝҉𓆊
cerita nya keren,, bikin baper..
Maretha♚⃝҉𓆊
cerita nya bikin nagih,, mau baca terus.. Semangat kak yui,,
Friska Petra
likee
Yui Sakura.ZeE//: Terima kasih
total 1 replies
Ra_Ila
kok gua ngga merasa kasian ya sama Fahri?
Ra_Ila: hiks, aku malah merasa gedek sama Fahri😣
total 2 replies
Mutie Cutie
semangat
Yui Sakura.ZeE//: Semangat donk
total 1 replies
👑
lanjut Thor
Yui Sakura.ZeE//: Udah tamat sayang
total 1 replies
Evi Andriani
mantap 👍👍👍👍
Yui Sakura.ZeE//: Makasih kak
total 1 replies
Maretha♚⃝҉𓆊
Hadir ke 2x nya
Yui Sakura.ZeE//: Makasih kaka
total 1 replies
Maretha♚⃝҉𓆊
Baca ulang thor,,
Kangen fahri evina,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!