Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16
Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.
Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.
Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.
Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32- CKOD 32
Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter Lutfi, Oscar terlihat kesal. Dia melihat sebentar rekaman kamera pengawas. Setelah memastikan Bagas memang tidak bergerak ketika tangannya itu di obati oleh dokter Lutfi. Oscar menjauh dari sana untuk menghubungi Leo.
Hari sudah semakin malam, saat Oscar berdiri di ujung koridor, di luar langit sudah sangat gelap.
Satu kali notifikasi tersambung di dengan jelas oleh Oscar tanpa harus menyalakan speaker ponselnya. Hingga ketika notifikasi tersambung ketiga hampir terdengar, suara Leo gang lebih dulu dia dengar dari seberang sana.
[Bagaimana?]
"Tuan, sepertinya memang Bagas Abimanyu Prasetya masih koma. Aku sudah menusukk ujung jari di bawah kukunya, dengan jarum yang sangat tajam dan besar, tapi tidak ada gerakan yang ditunjukkan sedikit pun. Bola matanya saja tidak bergerak. Sudah sampai berdarahh, dua jari. Aku yakin dia koma, tuan!"
Oscar yang awalnya sempat curiga. Sekarang juga sudah tidak bisa curiga lagi pada Bagas. Dia benar-benar koma, tidak bergerak sama sekali. Padahal yang namanya ujung jari di bawah kuku itu adalah tempat yang paling sakit kalau tertusukk.
[Awasi terus dia]
"Baik tuan!"
Oscar segera menyimpan ponselnya dan kembali ke depan bangsal 298. Di dalam ruangan itu, ketika Oscar serangan menelepon tadi, dokter Lutfi dengan cepat melepaskan plester mati rasa dari tengkuk Bagas. Mengganti dengan suntikan khusus, dimana tuannya itu sungguh tidak akan bergerak sampai besok pagi.
Bukan karena ingin meyakinkan Oscar, tapi untuk menghindari tuannya itu merasakan sakit yang luar biasa. Meski sudah di obati, tetap saja akan terjadi peradangan dan pembengkakan di jari tangan Bagas. Itu akan terasa sakit. Maka itu, dokter Lutfi memberinya suntikan.
Ceklek
"Suntikan apa itu?" tanya Oscar yang baru masuk ke dalam.
Dokter Lutfi sama sekali tidak terkejut. Dia segera membawa semua peralatan itu ke arah pintu dengan perawat Mega.
"Apalagi? tentu saja ingat anti radang. Kamu pikir meski koma, kulitnya tidak akan mengalami peradangan kalau di tusukk dengan jarum seperti itu? kalau masih tidak percaya, tanya saja pada pihak administrasi, semua obat yang aku berikan pada pasien, tercatat disana!"
Dokter Lutfi lantas keluar. Dia tidak lagi menunjukkan sopan santun pada Oscar seperti biasanya. Karena dia memang kesal. Bukan hanya sebagai anak buah Bagas. Tapi sebagai dokter yang pasiennya diperlakukan seenaknya oleh Oscar.
"Permisi tuan!" sapa perawat Mega yang memang tidak berani bersikap seperti dokter Lutfi.
Karena dia hanya perawat biasa, yang memang menjaga agar Oscar tidak curiga padanya.
Oscar melihat lagi ke arah Bagas. Masih terbaring tidak berdaya. Dia pun segera menutup pintu. Dan bicara pada petugas yang ada di depan pintu.
"Awasi dia. Pastikan tidak ada orang lain masuk ke dalam selain perawat dan dokter yang biasanya! paham!"
"Baik tuan!"
Sementara itu di tempat berbeda, tadi itu Leo menerima panggilan telepon dari Oscar di dalam mobil. Dia dalam perjalanan pulang, dengan perasaan yang sangat kesal.
Kalau memang Bagas masih dalam keadaan koma. Maka pasti satu-satunya alasan yang menyebabkan kasus Lusi di buka kembali adalah karena persetujuan dari Bella.
Semakin emosi jadinya Leo memikirkan hal itu. Nicklas Caleb adalah kakak kandung Frans Yunan Caleb. Sudah pasti, Bella dan Frans pernah bertemu diam-diam. Jika tidak, bagaimana bisa Frans meminta kakaknya untuk menjadi pengacara Bagas.
Beberapa kali Leo memukul setir kemudinya. Kecepatan mobil yang dia kemudikan itu juga sangat cepat. Pria itu ingin cepat sampai di rumah. Dia benar-benar akan membuat perhitungan dengan istrinya itu, kalau sampai kecurigaannya benar.
Kalau sampai Bella melawannya dan bertemu diam-diam dengan Frans. Dia sungguh akan sangat marah, bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada Bella.
Pekarangan rumah kediaman Alexander sudah terlihat. Pintu gerbang itu segera terbuka ketika Leo membunyikan klakson mobilnya dengan sangat kencang berkali-kali. Bahkan ketika masuk ke pekarangan rumah. Pria itu masih tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.
Cittt
Hingga dia sampai di depan teras. Kakinya baru menginjak pedal gas dengan tiba-tiba.
Leo keluar dari dalam mobil, dengan wajah yang merah menghitam. Bukan lagi merah padam, tapi sudah terlihat aura menghitam yang jelas menunjukkan kalau tingkat kemarahannya sudah benar-benar sangat tinggi.
Brakk
Bahkan ketika membuka pintu utama, Leo mendorongnya dengan begitu kencang.
"Tuan..." Dini yang berusaha bersikap manis, di acuhkan begitu saja oleh Leo.
"Leo..." Bahkan Desy yang melihat adiknya itu pulang, juga memanggilnya. Sayangnya Desy juga diacuhkan oleh Leo.
Tujuannya hanya segera bertemu dengan Bella. Memastikan sendiri kalau dia yang menyetujui kasus itu di buka kembali.
Ceklek
Brakk
Leo membuka pintu kamarnya, tapi langsung di tutup lagi dengan cara di banting.
Bella yang sedang merapikan pakaian Leo di dalam lemari sampai terjingkat kaget.
"Mas..."
Leo berjalan dengan sangat cepat ke arah Bella. Tangan kekar pria itu terangkat tinggi dan mengarah ke leher Bella.
Brakk
Leo mencekikk leher Bella dengan sangat keras. Sampai kepala Bella membentur pintu lemari.
Mata Leo membelalak lebar. Banyak sekali pertanyaan dan perasaan tidak senang yang tergambar jelas di mata Leo.
Sedangkan Bella, bahkan ketika Leo mencekiknyaa seperti itu. Bella sama sekali tidak meringis kesakitan. Tidak mengaduh, atau memekik. Bahkan tidak berusaha melepaskan tangan Leo dari lehernya. Sama sekali tidak berusaha melakukan itu. Bella hanya menatap mata pria yang dulu sangat dia cintai itu. Tapi, sekarang entah kenapa, Bella tak lagi merasakan perasaan itu untuk Leo.
"Aku sudah peringatkan kamu! tahu malulah sedikit! kamu masih istriku! kenapa menggatalll di luar dan bertemu dengan Frans diam-diam?" pekik Leo.
Saat Leo bicara, Bella sesekali harus memejamkan matanya. Karena suara Leo begitu memekikkan telinganya. Bahkan air dari mulutnya juga mengenai Bella. Leo sangat emosi, sampai dia sendiri tidak bisa menahan diri.
Wajah Bella sudah memerah, jujur saja lehernya sudah terasa sangat sakit. Tapi dia tidak berusaha melepaskan tangan Leo.
'Bagus mas, bunuhh saja aku!' batin Bella yang memang sudah menyerah pada kasih sayang dan rasa iba suaminya.
***
Bersambung...
masa cuma seekor leo yg lagi kesurupan udah KO
masih ada yg lebih baik dari Leo yg pasti nya cinta tulus
Author, boleh ngamuk gak, sama suami & keluarga nya..?
Karena menurut ku keluarga suaminya ada gila²nya.. 🤭
Pengen aja jadi psikopat jika di posisi si Bella..
Biar di babat habis mereka semua.. 🤭
mudah mudahan ada penolong 🤲
mimpi aja kamu Leo 🤭
Nicklas
niklas🙈