Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Upacara Pembukaan Turnamen dan Babak Penyisihan
Kota Turnamen gemuruh di pagi hari. Langit di atas arena raksasa yang bernama Arena Seratus Sekte dipenuhi kapal roh dan cahaya array qi yang menyala terang. Lebih dari seratus ribu penonton dari seluruh Benua Qingyun sudah memadati tribun batu yang menjulang tinggi. Bendera 108 sekte berkibar di angin, aroma qi yang kental membuat udara terasa berat.
Rombongan Sekte Gunung Hijau duduk di paviliun khusus di sisi utara arena. Xiao Lin duduk di baris depan bersama Mu Qinglan dan Ketua Luar. Pedang Awan Daun di pinggangnya bergetar pelan, seolah sudah tak sabar.
Suara gong besar menggema. Seorang tetua Aliansi Seratus Sekte naik ke panggung pusat. Qi-nya Tahap Kaisar Tingkat 1, suaranya menggema ke seluruh kota.
“Selamat datang di Turnamen Pemula Tahunan ke-108! 108 sekte besar dan kecil akan bertarung demi kehormatan, harta, dan Warisan Dewa Kuno. Aturan sederhana: babak penyisihan hari ini hingga besok, 108 sekte menjadi 32 besar. Kemudian perempat final, semi final, final, dan pertarungan kehormatan antar juara. Bunuh atau lumpuhkan lawan diperbolehkan, tapi jangan rusak arena. Juara pertama dapat Warisan Dewa Kuno tingkat langit, tiga pil Raja Qi Abadi, dan hak memasuki Alam Rahasia selama satu tahun penuh!”
Sorak-sorai meledak. Kemudian nama-nama sekte dipanggil untuk babak penyisihan pertama.
Sekte Gunung Hijau dipasangkan melawan Sekte Sungai Darah di babak pertama. Xiao Lin adalah peserta pertama yang dipilih Ketua Luar.
“Xiao Lin, tunjukkan pada seluruh benua siapa murid Gunung Hijau yang sebenarnya,” kata Ketua Luar pelan.
Xiao Lin melangkah ke arena. Lawannya adalah seorang pemuda berjubah merah dari Sekte Sungai Darah bernama Xue Feng, Tahap Raja Tingkat 2. Wajahnya sombong, tangan kanannya memegang tombak darah.
“Murid baru dari sekte kecil? Aku akan habisi kau dalam tiga jurus,” ejek Xue Feng.
Xiao Lin hanya diam. Ia mengeluarkan Pedang Awan Daun perlahan.
Pertarungan dimulai.
Xue Feng menyerang duluan. Tombak darahnya berubah menjadi ular darah raksasa yang menyambar ganas. Jurus “Sungai Darah Mengamuk” milik sektenya langsung meledak.
Xiao Lin melangkah satu kali. Jurus Raja Daun Awan berputar.
“Badai Daun Penghancur!”
Daun qi hijau bercampur awan putih meledak seperti badai. Ular darah itu hancur seketika. Satu tebasan pedang Xiao Lin menyusul, ringan tapi mematikan. Pedang Awan Daun menyabet dada Xue Feng tepat, membuatnya terpental keluar arena sambil muntah darah. Pertarungan selesai dalam dua jurus.
Seluruh arena hening sesaat, lalu meledak sorak-sorai.
“Siapa bocah itu? Baru Tahap Raja Tingkat 3 tapi kekuatannya seperti Tingkat 4!”
“Gunung Hijau punya monster baru!”
Xiao Lin mundur ke paviliun tanpa ekspresi. Di dalam jiwa-nya, sistem langsung memperbarui status dengan jelas:
[Status Kultivasi Xiao Lin – Update Real Time]
Realm: Tahap Raja (King Stage)
Tingkat Saat Ini: Tahap Raja Tingkat 3 (Menengah Stabil)
Energi Qi: 438.000 / 450.000
Bakat Meridian: Tingkat 18 (Langit Abadi Sempurna)
Teknik Utama:
Teknik Daun Awan Abadi (Tingkat Bumi Rendah – Sempurna)
Jurus Awan Api Penghancur Abadi (Tingkat Bumi Menengah – Sempurna)
Jurus Raja Daun Awan (Tingkat Bumi Tinggi – Sempurna)
Artefak: Pedang Awan Daun (Roh Rendah – Terikat Jiwa Sempurna)
Mu Qinglan tersenyum lebar. “Babak pertama selesai dalam dua jurus. Nama mu sudah mulai menyebar.”
Tapi di paviliun Sekte Gunung Api yang berada di sisi timur, Huo Lie berdiri dengan wajah gelap. Di sampingnya ada dua murid inti Tahap Raja Tingkat 4 yang lebih tua.
“Dia semakin kuat,” kata Huo Lie dingin. “Besok di babak kedua, kalian yang turun. Jangan biarkan dia lolos ke 32 besar.”
Sementara itu, Xiao Lin duduk kembali di paviliun. Ia menatap ke arah paviliun Gunung Api dengan mata dingin.
“Babak penyisihan baru permulaan,” gumamnya pelan. “Aku akan hancurkan kalian satu per satu sampai ke final.”
Malam itu, setelah babak penyisihan hari pertama selesai, nama Xiao Lin sudah masuk daftar 10 murid paling diperbincangkan di seluruh kota. Kabar tentang “monster dari Sekte Gunung Hijau yang menyelesaikan pertarungan dalam dua jurus” menyebar ke setiap penginapan.
Xiao Lin kembali ke kamar paviliun tamu dan duduk bersila. Ia menyerap qi kota yang kental sambil mempersiapkan diri untuk babak berikutnya.
Suara sistem bergema lagi:
“Selamat! Kemenangan babak penyisihan pertama. Poin Pengalaman +22.000. Energi Qi +11.000. Deteksi Musuh Turnamen menunjukkan: tiga murid Gunung Api Tahap Raja Tingkat 4 sudah menandai nama Anda sebagai target utama.”
Xiao Lin tersenyum tipis di kegelapan.
“Bagus. Semakin banyak target, semakin cepat aku naik.”
Besok babak penyisihan kedua akan dimulai.