Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.
"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Kebun
Feyyi sekarang dikucilkan karena terbukti memberikan obat selama ini pada Loki dan Abyssal, hampir semua jantan yang dia miliki mengabaikan dia sekarang, tinggal terpencil dari angsa lain. Hanya satu suaminya yang peduli padanya. Ditambah, alasan ibunya Riris memberikan obat gila pada angsa betina itu demi Feyyi, agar Feyyi terlihat lebih menonjol, mendapatkan jantan-jantan hebat.
Wajah Feyyi yang rusak, badannya juga, tetapi hatinya masih membara penuh kebencian. Melihat Liyya berlari bolak balik di sekeliling wilayah angsa, dengan pujian dari para angsa lain.
"Aku tidak akan tinggal diam Liyya. Kau akan menerima balasannya setelah ini!" geramnya dengan tangan terkepal membentuk tinju, bahkan ujung jarinya sampai merah karena cakarnya sendiri yang kuat merem4s.
Sementara Liya, dia terus berlari sambil membawa beban, alat olahraga yang dibuat oleh Pidi atas permintaan Liyya.
Ting! Ruang dimensi angin naik level 6
Ting! Rumah dimensi tanah naik level 7
Ting! Ruang dimensi air naik level 7
Ting! Ruang dimensi elemen api naik level 3
Ting! Ruang dimensi elemen suara naik level 2
Ting! Ruang dimensi kayu naik level 8
Ting! Ruang dimensi energi naik level 8
"Wah hebat sekali!" Liya bergumam di dalam hati.
Dalam beberapa hari belakangan ini, kehidupannya di dunia hewan ini sungguh tenang untuk Liya. Empat suaminya tidak lagi memusuhi dirinya, hanya saja sedikit berisik, suka rebutan. Seperti mau makan, atau Liyya minta tolong sesuatu.
Lalu, para angsa sering memuji dan berterimakasih padanya atas beberapa obat-obatan yang dia berikan, seperti obat serangga dan nyamuk, para angsa bisa tidur nyenyak karena tidak lagi di gigit nyamuk. Kemudian, obat demam dan obat diare.
Badan Liya menyusut banyak, diet dibarengi olahraga teratur, apalagi Liya juga melakukan pengobatan untuk tubuhnya yang terkena racun dengan sulur merambat energi kayu miliknya.
Energi dan elemen-elemen Liya semakin naik tingkat setelah dia berlatih, semedi kultivasi di ruang penyimpanannya, memakan makanan untuk berkultivasi seperti wortel biru dan lainnya, lalu yang paling utama sekali, elemen itu terbuka dan meningkat setelah dia bersentuhan dengan para suami.
Elemen api, setelah Liya bersentuhan dengan Loki, elemen tanah setelah dia bersentuhan dengan Pidi, elemen air setelah dia bersentuhan dengan Abyssal, elemen angin setelah bersentuhan dengan Bayu, sementara elemen kayu dan elemen suara adalah elemen bawaan dari tubuh Liya sendiri.
Elemen kayu milik Liya berguna untuk menyembuhkan, mendeteksi tumbuhan obat, serta mendeteksi racun. Sementara elemen suara yang dia miliki fungsinya seperti halusinasi alami. Saat Liya mengeluarkan gelombang suara, seperti bernyanyi, orang-orang sekitar akan mengantuk berat, sedih, riang, atau tiba-tiba bersemangat, padahal suaranya tidak merdu.
Sedangkan elemen api, tanah, air dan angin yang dia miliki karena bersentuhan dengan suaminya, Liya masih menyelidiki apa fungsinya. Setahu Liya, elemen air hanya bisa mengeluarkan air di tangannya, sementara elemen tanah selain mengeluarkan semburan tanah liat dari tangannya, dia juga mendeteksi tumbuhan mati, atau sesuatu yang menghinggapi tanah yang dia sentuh.
Elemen api juga berguna, Liya tidak lagi berusaha keras menghidupi api dengan memukul batu untuk memasak, cukup menjentik jari, api muncul, lalu tidak susah payah meniup api agar hidup, cukup dengan elemen angin, api menyala.
Tubuh Liya masih gemuk, tapi sudah terlihat pinggulnya, perutnya kecil, tinggal betis, paha dan lengan yang harus dibentuk. Baju kulitnya sudah longgar semua, dia kini memakai baju baru yang diproses dari tumbuhan rami. Ditambah dengan perhiasan mengkilat dan manik-manik yang diberikan oleh Abyysal dan Bayu. Jadi, dia sudah jauh lebih cantik dan mempesona dari pada Liya sebelumnya.
Wajahnya tidak ada lagi benjolan jerawat besar bernanah, bahkan bekas lubang jerawat pun menghilang. Wajahnya menjadi tembem imut apalagi bibirnya juga mungil.
"Liya, apakah seperti ini?" Bayu menunjukkan kerjanya. Membuat atap dari daun rumbia, saat Liya baru saja sampai di rumah, meletakkan beban yang dia bawa.
"Iya benar." Liya menjawab, menoleh sekilas pada Pidi juga. Suami harimaunya itu tengah menumbuk buah Rumbia dan putik jambu biji untuk obat diare.
Bayu masih melihat Liya dan bergumam kecil tidak jelas. Liya mendekat lalu menyuapinya buah seri alias buah kersen. "Aku memetiknya banyak, manis." Lalu, juga memasukkan ke dalam mulutnya.
Bayu tersenyum lebar, dagunya terangkat tinggi ke atas, melirik Pidi dengan sombong. "Aku mau lagi Liya!" pintanya.
Saat Liya hendak menyuapi lagi, tiba-tiba saja hembusan angin datang. Hap! Buah seri yang hendak di suapi Liya ke mulut Bayu sudah berpindah ke mulut Loki.
"Terimakasih betinaku, ini manis sekali. Tumben, siluman ular ini suka makanan burung?" Loki tersenyum mengejek.
Bayu cemberut. 'Dasar siluman rubah licik!' merutuk kesal dalam hati. Sementara Pidi menahan senyum karena Bayu diganggu Loki.
"Asalkan Liya yang memberikan, makanan apa pun aku suka!" Berdiri menyikut perut Loki pelan dengan sikunya. "Liya, apakah buahnya masih ada?"
"Masih ada." Liya mengeluarkan dari kantong roknya. "Ini semua buat kamu, biar tambah energi menjahit daun rumbia untuk atap. Semangat ya." Liya menyerahkan semua buah kersen itu pada Bayu.
"Makasih Liya." Mengangkat tangan tinggi berisi segenggam penuh buah kersen, sengaja melewati wajah Loki dan Pidi tangannya, baru duduk kembali ke tempat dia menjahit Rumbia.
Cih! Loki mendengus. "Liya, bagaimana dengan pekerjaan aku, ayo kita lihat kebunnya!" Loki mencari kesempatan memegang jemari Liya, mengajak ke kebun.
Gigi Pidi dan Bayu sama-sama bergemeretak karena kesal dengan ulah Loki cari-cari perhatian. Apalagi bajunya, sengaja sekali memakai baju longgar, setiap bertemu Liya di buat merosot melulu, padahal jika tidak ada Liya, baju itu terpasang erat.
Di sekitar tempat tinggal Liya, dia memiliki kebun yang luas beraneka ragam. Nenek dan ayahnya Duckiz serta angsa lain sempat mengajak untuk berkumpul tinggal bersama dekat suku kembali, tapi Liya menolak dan memilih tinggal di tempat lama. Terpencil, jauh dari suku, tetapi tanah dan pekarangan rumah sangat luas.
Rumahnya lebih lebar, luas dan kokoh. Ada paviliun, kolam ikan, toilet, dapur nan luas dan teras. Beberapa hari ini, di samping kiri dan kanan rumah Liya, Pidi dan Bayu resmi pindah, karena dia sudah sah terkontrak jodoh Binye, tanda kontrak pernikahan mereka sudah muncul, Pidi di jidat, Bayu di leher. Ditambah, mereka berdua sudah menyerahkan inti jiwa juga pada Liya, kesetiaan mereka itu bisa di pastikan, jadi Liya mengizinkan keduanya pindah, itu pun juga sudah mendapatkan izin dari kepala suku masing-masing. Kepala suku siluman ular dan kepala suku siluman harimau.
"Bagaimana, apa benar seperti ini?" tanya Loki, ragu dengan kerjanya sendiri setelah melihat mimik wajah Liya menatap kebun baru buatannya.
biar semangat ......
q tunggu lanjutanya