NovelToon NovelToon
Chef And The Doctor

Chef And The Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Enemy to Lovers
Popularitas:67k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.

Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?

Generasi ke delapan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Love You, Arletta

Jeff mengantarkan Arletta ke depan gedung apartemennya dan gadis itu tersenyum manis. Jeff menyodorkan pipinya ke Arletta.

"Itu ngapain?" tanya Arletta bingung.

"Tidak ada kiss dulu?" jawab Jeff.

Arletta hanya mencubit pipi Jeff. "Nggak usah ngelunjak!" Gadis itu Melepaskan cubitannya dan keluar dari mobil Porsche Jeff.

"Aww! Sakit Letta!" protes Jeff yang ikut turun dari mobilnya.

"Bye Jeff," kerling Arletta sambil berjalan ke arah gedung.

"Arletta!" panggil Jeff.

"Apa?"

"Kita pacaran kan?"

Arletta dan Howard yang membuka pintu lobby apartemen, terkejut mendengarnya. Jeff tersenyum manis ke arah gadis yang terkejut.

"Kita tidak pacaran Jeff!" jawab Arletta.

"Really? Kita sudah tidur bersama lho."

Wajah Arletta merah padam sementara Howard hanya berdehem maklum. Arletta memejamkan matanya tapi dia tidak ke Jeff. Arletta memilih untuk masuk ke dalam meninggalkan kedua pria itu.

Jeff pun menghampiri Howard. "So, just tell me. Apa ada grup musik yang disukai Arletta?"

Howard menatap dokter bedah dengan sorot mata heran. "Apa yang hendak anda lakukan?"

"Just tell me. Selera musik Arletta."

"Well, Lady Peterson adalah fans berat grup musik Chicago, Toto dan Nickelback. Itu yang saya tahu karena pernah bertukar playlist saat saya bosan dengan musik sekarang," jawab Howard.

Jeff melongo. "Seleranya jadul sekali."

"Lady Peterson memang tidak menolak lagu jaman sekarang tapi dia paling suka lagu lawas. Katanya itu sangat timeless."

"Apa lagu favoritnya?" tanya Jeff penasaran.

"Tunggu sebentar. Saya kemarin iseng melihat capsule songs nya selama setahun." Howard membuka ponselnya dan memperlihatkan list lagu Arletta yang sering diputar.

"Look Away by Chicago, Will You Still Love Me by Chicago, Can't Stop Loving You by Toto, Far Away by Nickelback, I'll be Over You by Toto ... Ya ampun. Dia ternyata romantis ya?" senyum Jeff.

"Lady Peterson memang romantis. Dan sangat penyayang. Itu benar. Saya dan Jim tidak pernah absen mendapatkan kado ulang tahun dan Natal."

Jeff mengangguk. "Thank you Howard. Aku sangat menghargainya. Kabari kalau Arletta ada apa-apa." Pria itu menepuk bahu Howard dengan gaya akrab.

"Sama-sama Dokter Clarke."

Jeff pun kembali ke mobilnya dan dia pun kembali ke apartemennya. Howard menoleh ke arah lift.

"Apa benar mereka sudah tidur bersama?" gumam Howard.

***

Usai acara pergi mendadak ke Skotlandia, Arletta baru datang ke rumah orangtuanya sehari kemudian. Arletta bersyukur tidak ada kakaknya karena sudah pasti akan ribet apa Shaqeer.

"Bagaimana Oom Gavin dan Tante Ashley disana, Letta?" tanya Elfesya sambil membuat saus salad.

Mereka berdua sedang berada di dapur dan dua cabang RR'S Meals mereka sedang ditutup untuk stock opname selama dua hari ke depan sekaligus untuk menggodok tema baru.

"Baik. Tante Ashley tambah cantik, Oom Gavin tambah posesif," jawab Arletta.

"Ya ampun ... jangan bilang Louis masih gamon!" kekeh Elfesya.

"Masih lah Mom. Apa Mom tahu, mas Kentong sampai gemas karena sepertinya Oom Louis ngarep jandanya Tante Ashley."

"Louis ngarep Ashley jadi janda?"

Kedua ibu dan anak itu menoleh ke arah Scott yang masuk ke dapur. Chief Officer FBI Internasional itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Sudah sekian dekade lho! Kenneth sudah menikah! Kayleen sebentar lagi. Nicholas juga mau menikah. Apa yang dicari sih?" omel Scott.

"First love never dies, Scott. Dulu kan mereka pacarannya benar-benar serius," senyum Elfesya.

"Yakin deh! Misal nih Gavin gadha, pasti Louis akan melepaskan istrinya dan memilih Ashley! Padahal belum tentu Ashley mau sama Louis lagi!" eyel Scott.

"Itu yang aku bahas sama mas Kentong, Daddy! Tante Ashley bisa kehilangan aset milik Oom Gavin kalau misal nih milih sama Oom Louis. Semua akan jatuh ke tangan mas Kentong dan Kayleen," timpal Arletta.

"Eh, sudah. Jangan ghibah Ashley dan Louis. Sekarang Mommy mau tanya ... Hubungan kamu sama Jeff bagaimana?" tanya Elfesya sambil mengerlingkan matanya.

"Jeff ngajak pacaran," jawab Arletta.

"Terus?"

"Nggak terus, nggak belok, nggak kemana-mana."

"Lha? Kok gitu?" tanya Elfesya gemas. "Dia jago nerbangin pesawat, dokter bedah yang cakap ... Kata Lucky sih. Seiman. Keuangan bagus ...."

"Mom. Dia lebih tua!" potong Arletta.

"Tapi single lho Letta," kekeh Scott sambil mengambil jus jeruk dari dalam kulkas.

"Dad, nanti macam Oom Lucky ke Dash!"

"Lho, Lucky itu bucin habis lho. Apa kamu tidak ingat dulu mereka hampir pisah gara-gara pelakor? Padahal Lucky sudah bilang sudah cukup ada pawbinor tidak perlu ada pawlakor," ucap Scott sambil minum jus jeruknya.

"Justru yang kematangan tingkat tinggi itu, membuat pawlakor datang!" cebik Arletta.

"Ya sudah. Yuk kita makan siang, terus nanti kita ke restoran. Kamu sudah menyiapkan konsepnya untuk tema tiga bulan ini?" tanya Elfesya ke Arletta.

"Sudah Mommy."

"Ayo kita makan. Malam ini aku harus terbang ke Budapest bersama Andre. Ada kasus!" ucap Scott sambil meletakkan gelasnya di atas meja makan.

***

Hari Minggu sore, Arletta tidak kemana-mana dan ingin beristirahat usai kemarin Sabtu, pelanggan yang datang sangat banyak. Mereka sangat menyukai tema Asia Tenggara yang diterapkan untuk tiga bulan ini di RR's Meals.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan Arletta melihat dengan malas saat tahu siapa yang menelponnya.

"Ya Jeff?" sapanya.

"Berganti pakaian yang cantik tapi santai. Kita pergi."

"Haaaahhhh?" Arletta terbangun dari kasurnya.

"Ayo Letta. Aku tunggu di bawah." Jeff mematikan panggilannya membuat Arletta mengomel panjang lebar.

Dia pun mandi kilat dan memakai baju yang santai tapi tetap cantik. Arletta hanya memakai make up tipis dan bergegas keluar dari unit apartemen. Sesampainya di bawah, dia sudah melihat Jeff berdiri sambil bersandar di mobil Porsche nya.

"Apa-apaan sih Jeff!" hardik Arletta.

"Kita sudah dua Minggu tidak bertemu lho. Ayo, masuk." Jeff membukakan pintu mobilnya dan Arletta pun masuk.

Jeff berjalan berputar dan masuk ke sisi pengemudi. Tak lama mobil itu pun melaju di jalan raya. Arletta memilih tidak bicara sedikit pun hingga mereka tiba di tempat karaoke.

"Kita mau ... karaoke?" tanya Arletta bingung.

"Yup. Aku cukup stress dua Minggu ini di rumah sakit. Jadi aku butuh hiburan. Yuk!" Jeff turun dari mobil dan menuju pintu Arletta. Mereka pun masuk ke dalam club karaoke yang cukup elit.

Jeff memesan tempat dan mereka pun diantarkan ke room vip. Setelah memesan makanan dan minuman, Jeff mulai mencari lagu.

"Jangan bilang kamu mau nyanyi Twinkle Twinkle Little Star," ejek Arletta.

"Sempat terlintas," jawab Jeff kalem. Wajahnya tersenyum saat melihat lagu yang dicarinya ada di daftar.

Arletta terkejut saat membaca judul di layar. "Nickelback? Kamu mau nyanyi itu?"

"Yup." Jeff pun bersiap. Saat musik mengalun, dia pun mulai bernyanyi.

This time, this place

Misused, mistakes

Too long, too late

Who was I to make you wait?

Just one chance, just one breath

Just in case there's just one left

'Cause you know

You know, you know

I love you

I loved you all along

And I miss you

Been far away for far too long

I keep dreaming you'll be with me

And you'll never go

Stop breathing

If I don't see you anymore

Arletta melongo saat Jeff berlutut di depannya.

"I love you, Arletta," ucapnya.

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
shinta
memang keputusan yang sangat berat, dengan profesimu apa yang diinginkan Arletta seperti egois, tapi kamu memang tidak harus jadi dokter yang sempurna, karena kami juga butuh pegangan, butuh cinta dan dicintai. Ayok Jeff berjuanglah untuk Arletta 😍😍
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku itu macam Letta, egois.. Karena dari usia 2 tahun, aku sudah di pesantren sampai masuk SD. Jadi sekarang setelah menikah aku gak mau jauh² dari suami, karena sudah sering merasa kesepian dari kecil🤧
Septi Lahat
nah jeff tinggal dirimu yg berpikir n mengambil keputusan yg sesuai dg pemikiran mu,, Letta egois krn ada sebabnya,, mnurut aq ya wajar Letta minta dinomor satukan,, semua wanita juga demikian kan😁😁😁
shinta
aku paham dengan perasaan mereka...
awesome moment
jeff mungkin akan menjauh dr letta. umroh. menenangkan hati. menyerahkan keputusan kepada pemilih hidup. jg utk menguji hatinya dalam memilih, memantabkan hati, menyiapkan hati utk keputusan terburuk dan memberi ruang utk letta memutuskan.
awesome moment
nha kn...bnr. letta memilih tdk married krm dia liat mamanya. sepanjang p pun jeff ngomong, g mempan. cm elfesya ato daisy yg bisa. letta lupa bhw jeff bisa tersiksa klo spt tu. egois boleh. btooll malah. tp...jk passionnya adalah negara ato masy...mjd yg kedua adalah kebijakan yg tulus. letta punya contoh yg buanyak. elfesya jg sdh beri clue. nilai dan tgg jwb yg akhirnya utk kelg jg. smg letta ingat bgmn dok luck meninggalkan ken dan dash utk tandem dgn jeff menyelamatkan ibu dan anak. smg pengertian sgra menyusup ke hati letta. krn cinta bukan menyakiti, mengekang, tp memahami. kt...org pintar lho😄😄😄
Meeta Baggio
Mungkin apa yg Letta utarakan tentang keluarga adalah Egois,tp apa yg Letta katakan aq sangT setujuu, keluarga yg paling urama, Letta ga mau klo apa yv d alami orang tua nya terulang di kembali di kehudupan nya, mungkin ini semacam trauma buat Letta
Sayem Sayem
yupiii setuju sama letta KLO udh nikah prioritas utama adalah keluarga g peduli serempong apa seribet apa keluarga - istri itu no 1..tp jarang ada org yg bisa melakukan itu ..
~AruN~
ternyata ada semacam..entah trauma ato apalah namanya yaa 🤔 jd ada ketakutan tersendiri yg melatarbelakangi alasan g pengen punya pasangan apalg nikah
Sayem Sayem
yakin lh klo udh jodoh pasti akan bersama & cinta akan pulang kerumahnya 🖤🖤
awesome moment
letta mmg butuh memantapkan hati utk menerima jeff. mungkin salah 1 penyebab letta milih tdk menikah dlu krn liat org2 terdekatnya LDM. restu ibu mmg tiada 2nya. tpt slese bicara, jeff dtf👍😄👍
shinta
bakal dipeluk apa dicemberutin tuh jefnya 🤭🤭🤭
amilia amel
semoga Letta bisa memahami profesi Jeff yang memang mengutamakan kemanusiaan
Meeta Baggio
Semoga Letta mau mengerti dan menerima Jeff dengan segala resiko nyaa, meski pun rasa tertarik ke Jeff masih sedikit lahh
Elsa Fanie
wah arletta benar an udah tertarik m Jeff ini,dan benar kata mommy mu letta 🤗,,
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Setidaknya, momen bersejarah itu kelak akan menjadi cerita yg seru untuk anak cucu kalian, nantinya😉
awesome moment
jgn smp luka jeff membuat dia hrs 'libur' dlu jd dokter. q wor2 n..tp...alhmdulillah. letta mulai goyah. bnr2 ditelateni. modelan steven dlu sm shea. telaten. sabar. jd jodoh bnr.an. mmg tdk d yg mengalahkan do'a ibu, letta. restu ibi manjur utk smuanya. terutama...melembutkan hati. dan...jeff. sdh mengantongi tu.
Lusy Aristiani
Mulai goyah kaaaannn 🤭🤭🤭🤭🤭❤️❤️❤️❤️❤️
Septi Lahat
kayaknya nggk ada tempat yg beneran aman buat kencan selama insting jeff sbgai dokter tetap berjalan😅😅😅
shinta
sederhana banget romantisnya mereka, aku suka... aku suka ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!