Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Impoten
Tiba-tiba datang dua anak kecil yang memakai kostum boneka sedang berlari melewati Kimberly. Kimberly melihat hal itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah mereka berdua.
("Kenapa dua anak ini agak aneh, ya?" Tanya Kimberly sambil berpikir).
Kimberly masih menatap mereka berdua yang masih berlari ke arah lift. Salah satu dari mereka menekan tombol lift, setelah pintu terbuka mereka berdua masuk ke dalam dan duduk di lantai lift dengan nafas memburu.
("Gawat, itu Adrian dan Alma." Ucap Kimberly sambil berlari agar bisa masuk ke dalam lift namun sayang dirinya terlambat).
Adrian dan Alma yang melihat Kimberly mengejar mereka menghembus nafas dengan lega karena lift sudah tertutup dengan rapat.
"Hampir saja ketahuan sama Mommy." Ucap Adrian putra kedua sambil melepaskan penutup kepala boneka begitu pula dengan Alma.
"Mommy pasti tidak akan mengijinkan kita pergi ke kantor Daddy. Tapi kalau kita tidak kesini maka Daddy bisa salah jalan." Ucap Alma).
"Apa yang Adik Kelima katakan memang benar. Karena omongan wanita jahat itu, Daddy tidak jadi mendaftarkan pernikahan dengan Mommy." Ucap Adrian.
"Kita harus mengusir wanita jahat itu." Ucap ke dua anak kembar tersebut dengan serempak.
Kemudian Alma menekan tombol pada layar ponselnya yang berbentuk jam tangan untuk menghubungi Amanda yang merupakan Kakak keempatnya.
"Kak Amanda, sekarang Daddy ada di ruang kerjakan?" Tanya Alma ketika sambungan ponselnya tersambung.
("Daddy bersama wanita jahat itu ada di ruang rapat kecil dekat dengan kantor Daddy." Jawab Amanda).
"Paham." Ucap Alma kemudian memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak.
"Sekarang kita ke ruang rapat kecil dekat dengan kantor Daddy." Ucap Alma sambil berdiri dan kembali memakai penutup kepala boneka begitu pula dengan Adrian.
Sedangkan di ruang rapat kecil di mana Diego sedang duduk di kursi roda sedangkan Valen duduk di sofa. Sedangkan Asisten Mike berdiri di samping Diego sambil melihat apa yang dilakukan Valen.
Hal ini dikarenakan dirinya tidak ingin terjadi sesuatu dengan bosnya mengingat Valen merupakan wanita yang sangat licik dan tidak bisa di percaya.
"Kak Diego, lihat ini beberapa sketsa desain yang sudah Aku buat dan sudah Aku modifikasi." Ucap Valen sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tasnya dengan menggunakan tangan kirinya.
"Selain itu Usb ini berisi beberapa desain terbaru yang sudah Aku buat dan belum digunakan di Perusahaan SESERAKADAJU." Ucap Valen sambil mengambil usb di dalam tasnya dengan menggunakan tangan kanannya.
"Kalau begitu Aku harus menyuruh orang untuk memeriksanya terlebih dahulu." Ucap Diego sambil mengulurkan ke dua tangannya untuk mengambil kertas dan usb dari tangan Valen.
Namun Valen menarik ke dua tangannya agar Diego tidak memegang ke dua benda penting tersebut mengingat dirinya mempunyai rencana jahat.
Tanpa sepengetahuan mereka bertiga kalau Adrian dan Alma diam-diam masuk ke dalam ruangan tersebut. Di mana mereka melihat pintu tersebut terbuka dengan lebar karena itulah mereka berdua bisa masuk ke dalam secara diam-diam.
Mereka berdua kemudian bersembunyi di balik sofa, setelah itu mereka berdua melepaskan penutup kepala boneka karena di dalamnya terasa panas.
"Kak Diego, ini hasil kerja kerasku selama bertahun-tahun." Ucap Valen berbohong.
"Aku mengerti karena itu berapa yang kamu minta?" Tanya Diego dengan nada dingin sambil menatap sekilas ke arah Valen.
"Kak Diego, Aku tidak mau uang. Aku hanya menginginkanmu menjadi suamiku." Ucap Valen sambil menatap ke arah Diego di mana Diego menatap ke arah lain.
"Untuk apa kamu menginginkan orang cacat seperti diriku?" Tanya Diego mencari alasan yang tepat.
"Walau Kak Diego tidak bisa berdiri lagi, Aku tetap bersedia menjadi istrimu." Jawab Valen.
"Aku tahu kalau Kak Diego dan Kimberly belum menikah secara resmi karena itulah Aku mengajukan diri agar Kak Diego mau menikah denganku." Sambung Valen.
"Sayang sekali, bukan hanya kedua kakiku yang tidak bisa berdiri." Ucap Diego.
"Maksud Kak Diego?" Tanya Valen dengan wajah terkejut begitu pula dengan Asisten Mike yang sejak tadi mendengar percakapan mereka berdua.
"Bukankah mata Kak Diego sudah sembuh?" Tanya Valen dengan wajah bingung.
"Bukan ke dua mataku." Jawab Diego sambil mengusap wajahnya dan menampilkan ekspresi sangat sedih, terpukul dan malu bercampur menjadi satu.
"Ada bagian lain yang juga tidak bisa berdiri lagi." Sambung Diego dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak ... Ini tidak mungkin." Ucap Valen dengan wajah sangat terkejut begitu pula dengan Asisten Mike.
"Dalam hal ini Aku tidak akan pernah bercanda. Jika kamu ingin menikah denganku, boleh saja tapi setelah menikah denganku maka seumur hidupmu kamu hanya akan menjadi janda hidup. Selain itu selamanya kamu tidak akan mempunyai anak." Jawab Diego.
"Oh tidak ... Tidak ..." Ucap Valen seakan tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Kak Diego, Aku bisa mencarikan dokter untukmu dan Aku pasti bisa memulihkan kejantananmu." Ucap Valen setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Jangan buang-buang tenaga. Setelah kejadian kecelakaan itu, semua dokter dan tabib yang terkenal yang bisa menyembuhkan penyakit impoten ku sudah Aku cari ke seluruh dunia namun mereka tidak berhasil." Jawab Diego sambil menampilkan ekspresi sangat sedih.
"Kenapa Tante Karmila tidak pernah memberitahuku? Aku tidak percaya dengan apa yang Kak Diego katakan." Ucap Valen yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Diego.
"Ini adalah rahasia pribadiku jadi bagaimana mungkin Tante Karmila tahu?" Tanya Diego sambil tersenyum licik tanpa sepengetahuan Valen yang terlihat frustrasi.
"Jika kamu mau, kamu bisa mempertimbangkan syarat lain. Entah itu uang atau ..." Ucap Diego menggantungkan kalimatnya.
Valen hanya terdiam sambil berdiri dan terlihat jelas wajah yang sangat kecewa dan frustrasi. Valen kemudian berdiri sambil menutup mulutnya dan menangis.
Valen kemudian berlari meninggalkan mereka berdua sambil masih menangis sedangkan Diego dan Asisten Mike hanya melihat kepergian Valen hingga Valen tidak terlihat.
"Tuan Diego, apakah Tuan Diego benar-benar impoten?" Tanya Asisten Mike memastikan sambil menatap ke arah Diego yang juga sedang menatap dirinya.
"Tentu saja ... (menjeda kalimatnya) ... Aku membohonginya." Jawab Diego.
"Syukurlah." Ucap Asisten Mike sambil menghembuskan nafas lega.
"Asisten Mike, bantu Aku berpikir. Adakah cara untuk merubah pikiran Valen agar Dia mau menjual beberapa desain dan usb yang berisi desain terbaru padaku?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Asisten Mike.
"Nona Valen tidak kekurangan uang. Jika bicara tentang hubungan, Nyonya Besar Karmila adalah Tante dari pihak Ibunya jadi Saya tidak bisa memiliki ide selain Tuan Diego sendiri." Jawab Asisten Mike.
"Orang yang bisa membuat Nona Valen tergerak hatinya dan bersedia memberikan desain tersebut adalah Tuan Diego mau menikah dengannya dan mengatakan kalau Tuan Diego tidak impoten." Sambung Asisten Mike.
Diego yang mendengar jawaban Asisten Mike hanya menatap tajam seakan ingin membunuhnya. Tanpa sepengetahuan mereka berdua tiga pasang mata mendengar dan melihat kejadian tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siapakah mereka? Tunggu besok ya.