Menikah karena perjodohan, membuat Shera meminta perceraian setelah dua tahun menikah.
Begitu juga dengan Daren yang menuruti, lantaran keduanya tidak memiliki ketertarikan dan tidak adanya benih cinta yang tumbuh.
Namun semua terasa berbeda setelah tiga tahun perceraian itu.
apakah keduanya akan memiliki ketertarikan dan cinta setelah bertemu kembali???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PMI_BAB 32
Daren mengecup bibir Shera sejenak dan Shera menyambutnya dengan hangat. Ciuman yang Daren berikan seolah menjawab pertanyaan Shera. Sejenak keduanya saling memangut, merasai setiap sentuhan lembut dan kenyal dua bibir yang saling bertabrakan. Tangan Shera mengalung ke leher Daren yang membuat Daren semakin memperdalam ciumannya.
Hingga napas Shera semakin menipis, membuat keduanya memilih memberi jarak dengan kening yang saling menempel.
Daren mengusap sudut bibir Shera yang basah, napas wanita itu memburu dengan dada naik turun.
"Tidak sulit untuk bisa mencintaimu." bisik Daren dengan suara parau. "Sejak perceraian lima tahun lalu, aku sudah merasakan kehilangan." Tuturnya dengan napas pendek.
"Kita memang hidup satu atap sebagai orang asing, tapi saat kamu datang rumah terasa jauh lebih hidup." Daren mengingat saat Shera selalu menaruh bunga mawar segar disetiap sudut. Dan aroma segar dari bunga mawar itu membuat Daren merasakan kehidupan setelah seharian hanya berjibaku dengan pekerjaan yang menumpuk. Tak hanya itu, Daren ingat, saat Shera membuat taman belakang menjadi taman bunga.
Bibir Shera mengulas senyum, tatapan haru dan genangan air mata yang menumpuk di kelopak matanya.
"Tadi ada yang live saat kamu di pantai, aku baru tahu jika D'she-" Shera tak lagi melanjutkan saat air matanya sudah luruh lebih dulu.
Daren mengangguk, bibirnya tersenyum. "D'she, singkatan nama kita berdua. Aku mendirikan perusahaan itu untuk dirimu."
Tangis Shera pecah, bahunya bergetar dalam pelukan Daren.
"Terima kasih kak," Lirih Shera dengan suara terputus-putus. "Andai kamu tahu, memiliki cintamu hanyalah mimpi bagiku dulu."
Siapa yang menyangka setelah perceraian yang ada, dan tidak pernah mengharap sesuatu hal yang tidak mungkin ia miliki. Cinta Daren yang seolah hanya mimpi untuknya, namun siapa yang tahu jika berawal dari sebuah mimpi akan menjadi sebuah kenyataan yang mengharukan. Cintanya yang tak pernah Shera tahu, cintanya yang begitu besar sampai Shera tak menyadarinya.
Keduanya saling memeluk dengan erat, sebuah pengakuan dari lubuk hati. Pondasi perjalanan hidup berumah tangga. Cinta dan kepercayaan adalah hal yang harus ada.
**
Ting
Pintu lift terbuka, Erik kembali memapah Rindu yang sempoyongan.
Erik membawa Rindu kembali ke kamarnya dengan mabuk.
"Rin...hentikan!" Erik menepis tangan Rindu yang malah menggerayanginya.
"Em...pakk Erikk galak!" ucap Rindu dengan bibir mengerucut.
"Ck." Erik berdecak, sepanjang jalan menuju kamar, Rindu sudah berapa kali mengatakan dirinya galak.
"Ngak berperasaan!" Makinya lagi sambil memukul dada Erik.
Erik tidak peduli, sejatinya dia adalah pria yang lurus dan kaku. Tidak pernah tergoda atau dekat dengan wanita. Baginya wanita hanya merepotkan saja. Contohnya seperti ini.
Tapi entah kenapa Erik harus membantu wanita ini. Yang Erik tahu dia hanya sahabat istri bosnya. Jika terjadi sesuatu tentu saja dia juga yang di salahkan.
"Pak Erik tahu, kamu itu adalah pria yang paling galak seduniaa." Rindu membentangkan tangannya lebar. "Gara-gara pak Erik aku sampai tidak bisa tidur dan sakit." Lanjutnya lagi dengan mata sayu dan tubuh yang sempoyongan di papah Erik.
"Ngelantur." Gerutu Erik kesal.
Didepan sana pintu kamar Rindu sudah terlihat, Erik ingin segera sampai tapi si Rindu sulit sekali jalannya.
Grep
"Akh...Pak Erik kok aku melayang." Ucap Rindu yang saat ini berada di gendongan Erik.
"Wanita memang menyusahkan!" Kesal Erik dengan wajah datar.
Rindu melingkarkan tangannya di leher Erik, sampai Erik membawanya masuk kedalam kamar. Erik merebahkan Rindu diatas kasur, namun karena tangan Rindu yang masih melingkar erat, membuat Erik yang tidak siap justru jatuh menimpa Rindu.
Glek
ku kirim 🌹&☕ biar semangat upnya..
tpi tetap sja harus mnjadi tumbal... dri hutang org tuanya....
ingin terus dan terus menunggu kelanjutannya lagiii 👍👍🤩
btw thankU sdh double up ini 😍😍🙏