Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Sesekali lihatlah ke belakang agar kau bertekat mengubah ke arah lebih baik...
✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✯✯✯
Zea dan mama rena masih berada di pesta itu, mama rena sedang asik mengobrol bersama rekan bisnisnya, sementara zea hanya duduk di salah satu meja yang tidak jauh dari mama rena berada.
Sesekali pikiran zea tertuju pada alvaro, ada rasa takut di benaknya jika alvaro akan memperlakukannya kasar setelah pulang dari pesta ini.
Jelas jelas alvaro sangat melarangnya tadi, tapi zea tetap menghargai ajakan mama rena.
Dalam lamunannya zea di buat terkejut oleh seorang laki laki tampan yang kini menghampirinya berada tepat di hadapannya.
"Zeanaa.." Ucap laki laki iti dengan wajah senang.
"Ehh?" zea kaget dengan laki laki yang mengetahui namanya itu.
Dan setelah zea lama mengamati laki laki tersebut akhirnya zea mengingatnya, kemudian zea tersenyum senang.
"Apa kamu masih mengingatku zeana." umUcap laki laki itu.
"Vino." Jawab zea antusias karena memang zea mengenal laki laki yang di depannya.
"Syukurlah kamu masih mengingatku." Sahut laki laki yang bernama vino itu.
Vino adalah teman sekelas zea waktu kuliah, keduanya memang sling kenal. vino saat ini sedang berada di london karena melanjutkan study S2 nya kebetulan ayahnya berasal dari negara london.
Keduanya larut dalam obrolan sesekali tertawa ketika membahas masa masa kuliah mereka.
Hinggah pesta itu berakhir.
Kemudian keduanya saling berpamitan tidak lupa vino meminta zea untuk bertukar nomor ponsel mungkin saja bisa bertemu lain waktu, dan zea dengan senang hati memberikan nomor ponselnya.
Tidak lama setelah itu mama rena mengajak zea pulang, supir sudah menunggu mereka sejak tadi.
Setalah keduanya sampai di rumah mama rena langsung menuju kamarnya di susul oleh zea karena memang zea setiap hari tidur bersama mama mertuanya atas permintaan mama rena.
Baru saja akan memasuki kamar mama rena tiba tiba saja alvaro menarik tangan zea dengan kasar.
"Mulai malam ini kamu tidak perlu tidur di kamar mama." sarkas alvaro seraya mencengkram tangan zea.
Mama rena yang mendengar keributan di depan kamarnya dia langsung keluar melihat.
"Ada apa ini." ucap mama rena ketika melihat perdebatan alvaro dan zea.
"Zea akan tidur di kamarku mulai malam ini." sahut alvaro.
Mama rena yang mendengar hal itu tida terima, karena di pikirannya alvaro akan kembali menyiksa zea.
"Tidak, zea tidak akan tidur di kamar mu." Kata mama rena yang sudah menarik tangan zea.
Kali ini alvaro di buat geram dengan sikap ibunya, kemudian alvaro dengan kasar menarik tangan zea dan membawanya menuju kamar miliknya.
Mama rena hanya pasrah melihat sikap alvaro.
"Tidak ada bantahan kali ini, kamu harus benar benar mempertanggung jawabkan kelakuanmu malam ini." emosi alvaro yang sudah berhasil membawa zea ke kamarnya.
Zea yang mendengar perkataan alvaro mulai merasa takut.
"Kak aku hanya mengikuti ajakan mama rena untuk pergi menemaninya ke pesta itu." Kata zea yang sudah mulai berkaca kaca.
"Apa kamu menikmati kebersmaan mu bersama pria itu disana, kamu tidak ada bedanya dengan wanita ****** yang menggunakan pakaian pesta terbuka seperti ini dan mengobrol bersama laki laki asing disana." Ucap alvaro penuh emosi dan tangannya sudah mencengkram dagu zea.
Iya alvaro memang mengetahui kalau zea sedang mengobrol bersama laki laki di pesta itu karena sebelumnya alvaro telah menyuruh supir yang telah membawa mama rena dan zea. alvaro menyuruh supir tersebut untuk melihat gerak gerik zea selama di pesta, dan supir itu melakukan tugasnya dengan baik.
Zea menggeleng tidak terima dengan perkataan alvaro.
"Aku tidak seperti itu kak, aku hanya bertemu dengan teman kuliahku dulu." kata zea.
Alvaro tidak peduli dengan perkataan zea, alvaro sudah sangat di kuasai emosi.
melihat penampilan zea saat ini yang mengenakan dres yang bagian bahunya model sabrina dan panjangnya di atas lutut menampakan kulit putih zea, tidak bisa di pungkiri zea sangat cantik dan jiwa laki laki alvaro timbul begitu saja kemudian alvaro mencium bibir zea secara paksa, zea yang mendapat perlakuan seperti itu tidak terima dan terus memberontak.
"Kak jangan seperti ini, kamu sudah berjanji untuk tidak akan pernah menyentuhku." Ucap zea yang sudah di penuhi isak tangis.
Alvaro tidak menghiraukan pekrtaaan zea dia terus melakukan aksinya dengan kasar.
"Kamu yang membuat aku ingin melakukannya zeana dan kali ini aku akan menuntut hakku sebagai seorang suami." Suara alvaro yang sudah begitu berat dan di kuasai oleh nafsunya.
Mendengar ucapan alvaro zea semakin di buat takut dan dan terus melakukan penolakan, tetapi alvaro sama sekali tidak menghiraukan penolakan yang zea lakukan, tetap saja zea tidak bisa melawan alvaro.
Alvaro masih dengan posisi menguasai zea hingga pada akhirnya menyeret zeana ke tempat tidur miliknya yang berukuran king size.
Sementara zea terus menangis tidak terima atas perlakuan alvaro.
Alvaro telah berhasil menyingkirnya semua pakaian yang di kenakan oleh zea, hinggah membuat keinginan alvaro sudah tidak bisa di kendalikan lagi kemudian alvaro juga melepas semua pakaian yang di kenakan.
Aksi alvaro berhasil meruntuhkan pertahanan zea, sementara zeana hanya menangis seraya mencengkram bahu alvaro, dirinya tak berdaya di bawah kendali alvaro.
Alvaro sangat terkejut mengetahui jika ini pertama kalinya untuk zea dan ada rasa puas dan bangga mengetahui bahwa dia adalah laki laki pertama yang menyentuh zea.
Zea semakin mnjerit merasakan kesakitan di bagaian bawahnya, ini adalah pertama kali untuk zea.
Ketika alvaro sudah sampai pada kepuasannya baru dia melepaskan zea, dan langsung membaringkan dirinya di samping zea, sementara zea langsung memposisikan dirinya memunggungi alvaro, kedua netranya masih terus mengeluarkan cairan bening.
Alvaro mengatur nafasnya perlahan, sesekali melirik zea di sampingnya, alvaro tau bahwa zea sedang tidak baik baik saja terlihat jelas punggung zea yang masih bergetar karena menangis.
Sekilas terlintas di benak alvaro semakin merasa bersalah karena telah melalukan hal yang fatal, harusnya dia tidak menyentuh wanita itu, sesuai dengan perjanjiannya dulu. tapi apa yang telah di lakukan? bukankan tubuh wanita itu sering di perlakukan dengan kasar.
Di lihatnya zea sudah bernafas teratur punggung yang masih terlihat polos yang hanya tertutupi selimut tebal sudah tidak bergetar lagi seperti sedang menahan tangis.
"Maafkan aku zea, aku tidak bisa mengendalikan diriku, aku sudah lebih dulu menghianati perjanjian itu." gumam alvaro pelan yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri.
Kemudian alvaro mendekat pada zea dan memeluknya seraya mendaratkan kecupan di Puncak kepala wanitanya.
Smentara zea sudah berada di alam mimpi mungkin karena kelelahan, tidak lama setelah itu alvaro pun menyusul zea untuk tertidur dengan pulas mengistirahatkan tubuhnya.
★
★
★
★
★
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers beri vote se ikhlasnya.. terimakasih dan maaf ya jika da typo dimana mana 😊🙏🙏