NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Aktor

Istri Rahasia Sang Aktor

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Menikah Karena Anak / Penyesalan Suami / Hamil di luar nikah / Berbaikan / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

Mengalami pelecehan bukan hal yang mudah untuk diterima, dunia Aya yang penuh semangat, seakan tiba tiba berhenti berputar.

"Aku akan memberi kompensasi untuk kejadian malam itu, berapa harga keperawanan mu, akan ku berikan berapapun yang kamu inginkan." Darren Alexander Geraldy.

"Jika aku menerima uangmu, sama halnya dengan aku menjual kehangatan tubuhku." Cahaya Dihyani.

Musibah datang silih berganti, menempa semangat hidup seorang Aya, yang akhirnya bersedia menerima takdir buruknya menjadi istri rahasia dari teman sekelas nya semasa SMU, demi menyelamatkan sang kakak dari jerat hutang rentenir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

#32

Seorang MUA tampak bekerja dengan penuh kehati hati hatian, salah sedikit saja, seseorang yang sedang ia rias bisa mengamuk, sebaliknya jika hasil riasannya sempurna, tak sedikitpun kalimat terima kasih keluar dari bibirnya. 

"Nona… ini kostum selanjutnya," Sang asisten dengan sigap menyiapkan kebutuhan artis nya. 

Clara berdiri tanpa aba aba, hingga membuat sang MUA keteteran dan walhasil eye shadow yang seharusnya menghiasi kelopak mata justru menciptakan guratan panjang di pipi Clara, "becus kerja gak sih?!" Bentak Clara usai memeriksa penampilannya. 

Sang MUA hanya menunduk, sekujur badannya bergetar ketakutan, "maaf nona." Dan akhirnya hanya kalimat singkat itulah yang mampu ia ucapkan, padahal bukan salah sang MUA. 

"Sudah bosan kerja padaku? Kurang banyak aku menggajimu? bahkan adikmu aku biayai sekolahnya, biaya berobat ibumu pun masih aku tanggung hingga saat ini, berani beraninya membuatku kelihatan jelek di depan kamera."

Gadis berusia 22 tahun itu pun kembali menangis, "maaf nona, saya tidak sengaja, izinkan saya perbaiki make up anda."

"Harus!! Memang itu tugas utama mu, awas kalau sampai penampilanku memalukan, ingat ingat saja nasib ibu dan adikmu." Clara kembali menumpahkan ancamannya, tak peduli ia tengah disaksikan sang manajer dan asisten pribadinya. 

Clara Larisa, model dan pemain film cantik berusia 19 tahun, sejak kecil ia sudah terjun di dunia entertainment, paras cantik, tubuh aduhai, serta kemampuan aktingnya cukup mengagumkan, sungguh perpaduan sempurna yang membuat iri banyak orang, ia cucu dari salah seorang aktor senior negeri ini, Rocky Morgan, keangkuhannya memang sudah terlihat sejak kecil, karena di dunia entertainment ia merasa bisa mendompleng nama besar kakek nya, maka sikapnya pun semena mena.

Ketika TK dan sekolah dasar, Clara satu sekolah dengan si kembar Darren bersaudara, bahkan ketika masih dibangku TK ia sering mengejek Darren sebagai anak cengeng dan manja, karena kala itu Darren masih manja dan cengeng, ditambah lagi belum bisa lepas dari dot nya, karena itulah Clara suka sekali mengejek Darren, tapi entah Darren kecil kesurupan arwah dari mana, hingga sejak kecil ia begitu menyukai Clara, semakin dewasa perasaan suka itu, berganti dengan cinta.

Maria asisten Clara, mengusap punggung Davina sang MUA, menenangkan gadis itu dari rasa gugup, “tenang … jangan grogi.” bisik Maria, yang diangguki oleh Davina, Gadis itu pun dengan cekatan membenahi tatanan make up Clara, dia terlalu perfeksionis, tak ingin terlihat ada kejelekan jika sedang berada di layar kaca, apalagi pemotretan kali ini ia akan berdampingan dengan dua aktor tampan nan memukau banyak mata para penggemar wanita, jadi Clara tak ingin terlihat kurang sempurna.

“Apa Cyrus sudah datang?” tanya Clara pada Maria, yang sedang menata urutan kostum yang akan ia pakai.

“Sudah … Darren juga, mereka sedang di make up di ruangan masing masing,” jawab Maria panjang lebar.

Clara menghembuskan nafas kesal, “Kenapa harus ada Darren sih?” gerutunya kesal, karena diam diam Clara menyimpan rasa untuk Cyrus, bukannya Darren, padahal sudah sejak lama Darren mengatakan perasaannya pada Clara, tapi entahlah, Clara seperti menarik ulur perasaan Darren.  

Clara kembali memperhatikan penampilan wajah dan make up nya, kali ini sempurna berkat kemahiran Davina dalam mengaplikasikan beraneka warna serta alat alat make up nya, “Bagus … aku suka, pertahankan, jangan ulangi lagi kejadian tadi, jika kamu masih ingin melihat adikmu sekolah dan ibumu mendapatkan pengobatan.” ucapan pedas seperti ini adalah makanan Davina sehari hari, ia sudah terlalu pasrah menjadi orang kecil yang tak terlihat, asalkan ada biaya untuk sekolah adik dan biaya berobat untuk sang ibu.

Clara kemudian memakai outfit yang akan ia kenakan di sesi pemotretan pertama, sebuah outfit bertema musim panas, nan seksi dengan warna ceria.

Clara keluar dengan outfit berwarna kuning cerah, mendatangi set location yang akan digunakan sebagai background pengambilan gambar.

“Siap yah …?” sang fotografer mulai memberi aba aba, dan clara dengan profesional mengikuti semua aba aba   tersebut, demi sempurnanya hasil yang mereka inginkan, “Iya bagus … pasang senyum lebar… jangan lupa lirikan genit nya … oke … sekarang duduk di pasir … mendongak ke atas … iya … bagus … tangan di dagu …” 

cekrek

cekrek

cekrek 

Entah berapa puluh gambar yang diambil sang fotografer padahal baru satu kostum, belum lagi lima kostum lain.

Sin berikut nya berganti dua pria tampan yang nampak selalu manis dan harmonis di depan kamera, namun ber perang dingin di belakang layar, Darren dan Cyrus, sementara mereka melakukan sesi pemotretan, Clara kembali berganti kostum, kali ini Clara memakai bikini yang sudah berbalut kain pantai serta kemeja dan topi, sementara Darren dan Cyrus masih memakai kostum sebelumnya.

Sang fotografer kembali mengarahkan gaya ketiga model tersebut, pada sesi awal Clara bersama Darren, setelah sekian lama saling kenal, bahkan sering bekerjasama dalam rangkaian pekerjaan, chemistry Darren dan Clara memang tak bisa lagi diragukan, hingga tak perlu waktu lama pengambilan gambar mereka selesai, kemudian si pria diganti dengan Cyrus, ketepatan waktu dan profesionalitas adalah kunci penting dalam pengambilan gambar, itulah yang Cyrus lakukan agar sin pengambilan gambar bersama Clara segera usai.

Di tengah kesibukan para kru, ada seorang gadis yang nampak kebingungan, mencari cari ditengah kesibukan, hendak bertanya tapi bingung karena tak ada orang yang menganggur, semuanya bergerak cepat sedara dinamis, hingga seluruh pekerjaan di studio selesai tepat waktu, ia hanya diminta datang secara langsung membawa makan siang untuk sang suami.

Dari jarak jauh, Aya bisa melihat Darren, Cyrus dan Clara sedang berpose didepan kamera, untuk pengambilan gambar sebuah majalah Fashion bekerjasama dengan salah satu perusahaan pemilik brand pakaian yang dipakai ketiga model tersebut.

“Ay … sudah datang? kok gak telpon?” tanya Dion yang langsung menyambut kedatangan Aya.

“Iya … maaf mas, tadi nanya security, langsung siantar kesini kupikir bakal mudah setelah sampai sini, ternyata malah rumit,” jawab Aya kikuk.

“Gak papa, namanya juga baru pertama kali, ini di lokasi pemotretan, kalau di lokasi film, apalagi outdoor bakal lebih susah lagi, ada lebih banyak orang, banyak artis, manager, asisten, kru dan lain lain…” Dion membimbing Aya menuju ruangan khusus milik Darren.

“Maskernya dibuka aja kalau pengap,” ujar Dion ketika melihat Aya menggosok hidungnya dari balik masker.

“Nggak papa mas, nanti lama lama terbiasa, lagi pula apa mas Dion lupa, kalau aku harus bersembunyi.”

Dion menepuk jidatnya, baru teringat status Darren dan Aya yang harus ia jaga kerahasiaannya, “Maaf … aku lupa, ayo masuk dulu, kalau ada yang mendengar pembicaraan kita bisa jadi makin runyam.” 

“Duduklah … semoga tak sampai 30 menit Darren selesai.” 

Aya duduk di sofa untuk dua orang, ia meletakkan kotak susun 3 berisi makan siang untuk Darren, karena tak tahu apa yang Darren sukai, jadi Aya hanya memasak bahan bahan yang tersisa di kulkas, telur gulung, cumi saus padang, nasi merah dan salad sayuran.

"Sebenarnya tanpa memakai masker pun tak akan jadi masalah, selama tak ada yang mengendus status kalian," Dion duduk di kursi tunggal berseberangan dengan Aya. "Mulai sekarang jika ada yang bertanya siapa dirimu? Katakan saja kamu asisten baruku,"

"Benarkah Darren tak bisa makan sama sekali?" Tanya Aya kepo dengan keanehan Darren. 

Dion mengangguk, "sejak hari pernikahan kalian, sejak itu pula ia mulai merasakan keanehan, ia mual, pusing dan muntah muntah di pagi hari, yang anehnya hanya bisa sembuh ketika berdekatan denganmu."

Aya mengerutkan keningnya, "lalu dokter bilang apa?" 

"Tak perlu bertanya pada dokter, karena gejala itu jelas sekali, dia mengidap sindrom ibu hamil."

Mendengar penuturan Dion, entah mengapa Aya merasakan perasaan bahagia, bahkan berharap semoga tetap demikian sampai anak anaknya lahir ke dunia, terkesan kejam memang, tapi Aya tak peduli, secara tidak langsung, anak anak nya membalaskan sakit hati ibunya pada pria yang telah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap ibu mereka. 

Ceklek 

Suara handle pintu terbuka, dan wajah Darren menyembul dari balik pintu, "Mas… jadwal habis ini apa?" Tanya Darren yang belum melihat kehadiran Aya, karena ia fokus melepas kancing bajunya. 

"Setelah ini makan siang dulu." Jawab Dion, yang membuat Darren menoleh kebelakang, mengingat pesannya pada Aya pagi tadi. 

Ceklek 

Sekali lagi pintu terbuka, "Dare… sudah baca pesan dari Baldi? Nanti malam kita diundang ke acara ulang tahun Cyntia kekasihnya." 

Seperti biasa, Clara masuk ke ruangan Darren tanpa permisi dan bicara tanpa basa basi. 

Hari ini othor ada sedikit kesibukan yang belum selesai pas week end kemarin, jadi mohon maaf kalau hari ini terpaksa othor up 1 bab saja, daripada bolong, krn akan ngaruh ke system NT.

mohon maaf yah, apalah daya kehidupan real dan halu tetap harus selaras dan sejalan, biar sama sama enak menjalaninya.

monggo diresapi, perkenalan pertama dengan Clara Larisa

.

.

Yang belum like? Plis tolong di like 😊

Komen? Bebas asal sopan, othor terbuka untuk kritik dan saran juga kok 🥰

Vote? Seikhlas dan ridho nya kalian 🤗

Terima kasih 🙏

💙

1
Alfandy Giofani mekka
baru baca thor 20juni2026...aya hamil kayanya..
Maria Christanti
wah lagi ramai2 nya sdh selesai. Tetap semangat dlm berkarya.💪👍
Nivia Olive
Sedih euy di bab ini
Little Yu
Poor 😔
Daifuku ❤️
Luar biasa
Nur Maidah
👍👍👍
Nur Maidah
syukurin lo Darren, sembunyikan Aya lebih lama Thor 👍👍👍
Nur Maidah
barengan si Darren
Nur Maidah
deg dengan thor
Sandisalbiah
lalu apa kabarnya Clara dan sepupunya itu..
Sandisalbiah
penyesalan Darren itu sia² krn keslahannya sampai mengantarkan Aya pada puncak rasa sakitnya, dan mirisnya itu terjadi krn dia mengetahui keburukan Clara, jika tdk pastinya sampai detik ini Darren akan tetap menyiksa batin Aya..
Sandisalbiah
ok Derren mungkin sudah menyesal.. lalu bagaimana dgn Aya.. kondisi psikisnya.. hatinya.. pasti hancur banget... beneran gak adil buat dia ini
Sandisalbiah
percuma dong penderitaan Aya selama ini kalau ujungnya dia tetap kehilangan janinnya.. gak adil banget buat dia, rasa sakitnya yg selama ini dia tahan tetap beruntung pd kematian janinnya
Suliyani
luar biasa
moon: terima kasih, atas apresiasinya, Kak 🌸🌸
total 1 replies
Sunny Kwok
Luar biasa
Sadiah Syarief 🐻😸
cerita Cyrus sama bee mana kak
Sadiah Syarief 🐻😸
bagus kk
tinggal giliran tmn nya daren yg belum tayang.yg suka sama Aya .kk
Gandhy Putri
masakan mantan gak tuh..... ahayyy😝😝😂😂😂😂😂
Gandhy Putri
meledak sudah air mataku thor😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Gandhy Putri
pasti yg bawa aya yg ada dalam bilik toilet, yg dengerin perdebatan aya dan clara bahkan sempat rekam perdebatan itu, tp siapa yaa, Luna liat sahabatmu disakiti kembaranmu. opa alex papa kevin , Daniel hajar aja daren biar sadar dia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!