Kisah seorang gadis cantik berumur 22 tahun,anak tunggal dari keluarga Atmajaya yang baru pulang dari Luar Negri.
Dalam perjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi mengalami rem blong dan terbakar,untung dia bisa menyelematkan diri.
Tapi naas kedua orang tuanya terjebak dalam mobil tersebut.
Andi adalah dokter muda di Kotanya,selain berwajah ganteng andi juga seorang dokter ahli bedah yang terkenal.Dia juga di idolakan para suster dan perawat tp sikapnya dingin tp jg ramah terhadap pasiennya.
Akankan andi dan anissa berjodoh,lanjut ke cerita saja ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan salah satu bayi kembar
TUTTTT... TUUUTTTTT...
Bunyi handphone andi berdering,dia melihat itu panggilan telpon dari rumahnya dengan segera dia mengangkatnya.
" Den... den... " ucap bibi panik.
" Ada apa bi,kenapa suara bibi seperti orang panik " tanya andi.
" Nona muda,berdarah den bibi takut karna nona muda sudah tidak sadarkan diri " ucap bibi sambil memangku kepala nisa.
Tanpa pikir panjang andi mengambil kunci mobil dan berlari sekencang kencangnya dan menyetir mobilnya dengan sangat kencang,dia takut terjadi apa apa dengan istrinya. Saat di perjalanan andi menelpon mamanya.
" Ma,nisa kenapa? Kenapa nisa bisa pingsan dan terjadi pendarahan kepadanya,bukannya tadi dia baik baik saja saat ku tinggal pergi " andi terus memberondong pertanyaan kepada mamanya.
" Maaf sayang mama melupakan nisa,tadi mama ada urusan di butik dan sekarang masih di butik. Memangnya apa yang terjadi dengan nisa sayang ?? " tanya mama heni yang tak kalah cemas.
" Bibi baru saja menelponku ma,dan sebentar lagi aku sampai di rumah. Mama kita bertemu di rumah sakit ya " ucap andi dan langsung mematikan sambungan telponnya karna dia sudah sampai di halaman rumah.
" Apa yang terjadi bi " andi langsung menggendong nisa ke dalam mobil dan menyuruh bibi untuk ikut dengannya.
Di dalam mobil andi terlihat sangat khawatir dengan keadaan istrinya,dia selalu menanyakan apa yang terjadi kepada nisa karna bibi tidak menjawab pertanyaannya karna takut dengan andi.
" Tolong bi katakan apa yang terjadi pada istriku dan kenapa bibi diam saja " tanya andi sambil terus menyetir mobilnya.
" Ta tadi ada tamu perempuan den,dia mengobrol dengan non nisa,saat bibi tinggal pergi ke supermarket membeli camilan untuk tamu nona. Dan pada saat kembali bibi melihat nona sudah berdarah den " ucapnya dengan bergetar ketakutan.
" Perempuan,siapa bi ? " tanya andi kembali.
" Ma maaf den bibi gak tau namanya " bibi menjawab sambil menangis.
Jangan menangis bi,ya sudah saya sendiri nanti yang akan menanyakan pada nisa setelah dia siuman.
Rumah Sakit
Mobil andi sudah sampai di rumah sakit dia menggendong istrinya menuju UGD biar segera di tangani oleh dokter.
Tak lama mama heni dan papa ramon datang dari arah yang berbeda,karna papa ramon baru saja selesai mengadakan rapat bersama dokter senior di lantai atas.
" Sayang bagaimana dengan keadaan nisa " tanya mama heni setelah sampai di rumah sakit.
" Nisa mengalami pendarahan ma,menurut andi dia sengaja di dorong oleh seorang perempuan yang tadi datang ke rumah kita ma " ucap andi sambil menjambak rambutnya sendiri,andi frustasi dengan keadaan istri dan calon bayinya.
" Perempuan " ucap heni dan ramon berbarengan dan saling menatap satu sama lain,setelah itu menatap tajam ke arah pembantunya.
" Ma.. ma..maafkan saya tuan,nyonya,saya tidak tahu siapa wanita itu dan pada saat kejadian saya sedang pergi ke supermarket untuk membeli camilan yang di minta tamu nona. Dan pada saat saya kembali nona sudah mengeluarkan darah " terang bibi sambil menunduk ketakutan.
" Kira kira perempuan itu siapa andi " tanya remon.
" Andi juga tidak tau pa " andi menjawab sambil menangis.
" Sayang kamu yang tabah ya,jangan cemas nanti papa yang akan mencari perempuan itu " mama heni memeluk sambil mengelus kepala andi.
Setelah menunggu hampir 2 jam,dokter gladis yang menangani nisa keluar dari ruangan.
" Dokter bagaimana keadaan istri saya " tanya andi.
" Pak andi saya minta maaf karna saya hanya bisa menyelamatkan salah satu bayi kalian,karna bayi yang satunya kondisinya sangat lemah. Dan istri anda keadaannya sedang kritis " ucap dokter gladis.
" Bisakah saya melihat istri saya " tanya andi.
" Istri anda belum bisa di temui pak,nanti kalau kritisnya sudah lewat istri anda akan kami pindahkan ke ruang inap " jawab dokter gladis sambil kembali ke dalam ruangan UGD dan tak lama dia kembali keluar dengan menggendong ke dua bayi kembar andi.
" Pak ini anak kembar bapak,yang laki laki masih hidup dan ini yang perempuan dia sudah meninggal waktu di dalam rahim pak " ucap dokter gladis.
Andi dan mama heni menerima ke dua bayi tersebut,mereka menciumi bayi kembar itu.
Terlihat mereka sangat bersedih dan saling memeluk satu sama lain,tak lama seorang suster meminta bayi kembar itu bayi laki laki di bawa ke ruang bayi sedangkan yang perempuan akan di mandikan dan siap untuk di kebumikan.
👍👍👍