Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Gdor
Gdor
Gdor
"Qian, Qian. Aku takut, di luar hujan lebat, bahkan terdengar suara petir terus menyambar." Suara Felix terdengar seperti orang ketakutan. Dia terus menerus menggedor pintu kamar mandi.
Gdor
Gdor
Gdor
"Qian, hiks hiks hiks. Aku mau ikut ke kamar mandi, kenapa kamu ninggalin aku di kamar sendirian. Kata nya cuman sebentar. Ini udah hampir 20 menit loh!" Ucap Felix dengan suara yang terdengar parau. Bahkan tangan nya terus menggedor pintu kamar mandi.
Qiandra sendiri sekarang sedang berada di dalam kamar mandi. "Astaga dasar bayi besar, padahal tadi aku udah ijin ke kamar mandi. Mau buang air besar loh!" Qiandra terlihat menjeda ucapan nya, karena dia masih berusaha sekuat tenaga untuk mengejan.
"Aku dah bilang pada nya, sudah 5 harian aku gak buang air besar, sembelit nih!" Gumam Qiandra dengan wajah memerah, bahkan peluh tampak membasahi wajah nya. Wajah Qiandra kini sungguh sangat sulit untuk di deskripsi kan.
"Qian, ... hiks hiks hiks. Tolong buka lah, biar kan aku ikut masuk ke dalam kamar mandi!" Felix terus menggedor pintu kamar mandi, bahkan sekarang tempo gedoran Felix malah ber tambah cepat.
Qiandra melongo, kala kotoran yang harus nya sudah keluar malah seakan masuk lagi ke dalam tubuh nya. Biasa nya dia memang buang air besar 3 hari sekali karena jarang makan. dan itu bagi nya normal, tapi tidak sekeras sekarang.
#Maaf kalau bab ini agar jorok.
Akhir nya mulas di perut Qiandra pun menghilang, dia memilih untuk membersih kan tubuh nya terlebih dahulu. Setelah itu, baru dia keluar dari kamar mandi.
Ceklek
Felix tampak terisak sembari memeluk tubuh Qiandra dengan posisi tubuh nya membungkuk. Mungkin jika ada kaca, Qiandra pasti sudah tertawa lebar, tinggi nya saja kurang lebih 160 cm dengan badan yang kurus kurang gizi. Terus tinggi badan suami nya itu 180 cm lebih dengan tubuh kekar berisi.
Deg
Deg
Jantung Qiandra serasa mau copot, setelah mendapat kan sebuah pelukan dari suami nya. Tapi akhir nya Qiandra merasa geli, kala suami nya itu malah menggesekkan ke bagian dada nya.
"Felix apaan sih? Geli tau." Qiandra tampak menggeliat kan tubuh nya, karena di merasa sangat geli.
"Aku mau nenen!" Pinta Felix sembari menatap ke arah Qiandra. Bahkan ke dua tangan Felix tampak memegang ke dua pipi ibu susu nya itu.
Qiandra hanya bisa ter senyum manis, karena menahan tawa. Melihat bibir suami nya itu yang masih mewek, karena efek habis menangis tersedu sedu.
"Bentar ya, aku mau nutup jendela dulu. Jadi kalau ada petir sama kilat yang menyambar. Kamu tidak akan takut lagi. Karena suara nya gak masuk ke dalam kamar"
"Aakkku ikut, nanti kamu pergi lagi! ninggalin aku sendirian." Ucap Felix polos sembari memegang tangan Qiandra begitu erat, seperti anak kecil yang takut di tinggal oleh ibu nya.
"Ya udah, ayo!" Ajak Qiandra.
Dengan tubuh tinggi nya, Felix mengekor di belakang punggung Qiandra. Tangan nya terus memegang pergelangan tangan istri nya begitu erat. Membuat Qiandra merasa kesulitan saat menutup jendela. Karena jendela di kamar Felix sangat lah besar, sangat sulit di lakukan hanya dengan satu tangan, apa lagi tangan nya yang satu nya lagi malah menahan beban berat suami nya yang sudah seperti hulk bagi Qiandra.