Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
...Suasana di dalam kabin mobil terasa begitu mencekam, jauh lebih dingin daripada embusan AC yang menerpa wajah mereka. ...
...Di dalam mobil Stella dan Khan saling diam saja, hanya ada suara deru mesin dan klakson kendaraan lain di kejauhan. ...
...Stella berkali-kali melirik Khan, namun pria itu terus menatap lurus ke depan dengan tangan yang mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih....
..."Khan..." panggil Stella lirih, mencoba memecah keheningan yang menyiksa itu....
...Tanpa aba-aba, Khan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi. ...
...Decit rem terdengar cukup tajam, menandakan emosi yang sejak tadi ia pendam. ...
...Ia mematikan mesin, namun tetap tidak menoleh ke arah Stella....
..."Apakah kamu mencintainya?" tanya Khan tiba-tiba. Suaranya rendah, serak, dan penuh dengan luka yang tersembunyi....
...Stella terbelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. ...
..."Khan, jangan gila. Aku dan Rangga hanya sebatas klien," tegas Stella. ...
..."Kontrak itu murni urusan pekerjaan, tidak lebih!"...
..."Sayang, dia menyukaimu!" bentak Khan sambil memukul kemudi. ...
...Ia akhirnya menoleh, menatap Stella dengan mata yang memerah. ...
..."Laki-laki tahu tatapan laki-laki lain, Stella! Dia tidak melihatmu sebagai rekan bisnis, dia melihatmu sebagai mangsa yang ingin dia rebut dariku!"...
...Stella tersentak kaget. Ia belum pernah melihat Khan sefurious ini. ...
...Rasa lelah setelah bekerja seharian, ditambah tekanan dari sikap Rangga yang agresif, kini bertumpuk dengan tuduhan calon suaminya sendiri. ...
...Pertahanan mentalnya runtuh....
...Kecemburuan Khan membuat Stella menangis. ...
...Air mata mulai mengalir deras membasahi pipinya. ...
...Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, merasa sesak karena pria yang paling ia percayai justru meragukan kesetiaannya hanya karena provokasi orang asing....
..."Kenapa, kamu setega itu, Khan?" isak Stella di sela tangisnya. ...
..."Setelah semua yang kita lalui, setelah aku memilihmu dan membuang masa laluku. Kamu masih meragukanku hanya karena sikap genit seorang klien?"...
...Melihat air mata Stella, kemarahan di wajah Khan seketika sirna, berganti dengan rasa penyesalan yang teramat dalam....
...Ia sadar, ketakutannya kehilangan Stella telah membuatnya menjadi pria yang paling ia benci: pria yang posesif dan menyakiti wanita yang ia cintai....
...Melihat air mata Stella yang tumpah, kemarahan yang tadinya membakar dada Khan seketika padam, menyisakan rasa bersalah yang teramat dalam. ...
...Ia melepaskan sabuk pengamannya, lalu bergeser mendekat untuk merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya....
...Khan memeluk tubuh calon istrinya dengan sangat erat, menyandarkan kepala Stella di dadanya yang masih berdegup kencang karena emosi. ...
...Ia mengusap rambut Stella dengan lembut, mencoba menghalau isak tangis yang membuat hatinya ikut hancur....
..."Maaf, sayang. Aku takut kehilanganmu," bisik Khan dengan suara serak tepat di telinga Stella....
...Ia memejamkan mata, merutuki kebodohannya karena telah membiarkan ego dan kecemburuan menguasai akal sehatnya. ...
..."Melihat cara dia menatapmu, cara dia memperlakukanmu, itu membuatku merasa sangat kecil. Aku takut dia bisa memberikan apa yang tidak bisa aku berikan padamu."...
...Stella masih terisak, namun ia membalas pelukan Khan tak kalah erat. ...
...Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Khan, menghirup aroma maskulin yang selalu menjadi tempat tenangnya....
..."Jangan pernah berpikir begitu," ucap Stella lirih di sela tangisnya. ...
..."Rangga bisa memberikan seribu kontrak kerja, tapi dia tidak akan pernah bisa memberikan hatinya seperti kamu menjagaku. Kamu adalah rumahku, Khan."...
...Khan melonggarkan pelukannya sedikit, hanya untuk menangkup wajah Stella dengan kedua tangannya. ...
...Ia menghapus sisa air mata di pipi calon istrinya dengan ibu jari, lalu mengecup keningnya dengan sangat lama....
..."Aku janji akan lebih mengontrol emosiku," janji Khan pelan. ...
..."Aku hanya terlalu mencintaimu, Stella. Sampai-sampai pikiran kehilanganmu adalah mimpi buruk yang paling nyata bagiku."...
...Di bawah temaram lampu jalan yang masuk ke dalam mobil, ketegangan itu akhirnya mencair. ...
...Meski ancaman dari luar tetap ada, malam itu mereka kembali menyadari bahwa benteng terkuat hubungan mereka adalah kepercayaan yang harus terus dijaga....
...Khan menghela napas lega melihat tangis Stella mulai mereda. ...
...Ia ingin suasana hati calon istrinya itu benar-benar pulih sebelum mereka sampai di rumah. ...
...Dengan lembut, ia merapikan anak rambut yang menempel di pipi Stella yang masih basah....
..."Mau susu sapi coklat?" tawar Khan dengan nada suara yang jauh lebih tenang dan lembut, mencoba mengalihkan pembicaraan ke hal yang bisa membuat Stella merasa lebih nyaman. ...
...Ia tahu minuman manis dan hangat selalu bisa menjadi obat penenang yang ampuh bagi Stella....
...Stella menganggukkan kepalanya sambil menghapus air matanya menggunakan ujung jarinya. ...
...Meskipun matanya masih sedikit sembab, tawaran Khan berhasil menerbitkan senyum tipis di bibirnya....
..."Boleh, yang hangat ya," jawab Stella lirih....
...Khan tersenyum, lalu menyalakan kembali mesin mobilnya. ...
...Ia segera melajukan kendaraan menuju kedai susu segar langganan mereka yang tak jauh dari sana. ...
...Keheningan di dalam mobil kali ini tidak lagi terasa mencekam, melainkan penuh dengan rasa saling pengertian yang baru saja mereka perbaharui....
...Sesampainya di kedai, Khan segera turun dan kembali dengan dua cup besar susu coklat yang masih mengepulkan uap. ...
...Ia menyerahkan satu ke tangan Stella, memastikan jemari wanita itu hangat saat menyentuh cup tersebut....
..."Minumlah. Jangan dipikirkan lagi yang tadi, ya? Besok aku akan berusaha lebih percaya pada profesionalisme kamu," ucap Khan sambil menggenggam tangan Stella sekilas sebelum kembali memacu mobilnya pulang....
...Malam itu, rasa manis coklat dan hangatnya susu seolah menjadi penutup yang sempurna untuk badai kecil yang baru saja mereka lalui....
...Malam semakin larut saat mobil Khan perlahan memasuki halaman rumah keluarga Permana. ...
...Ketegangan yang sempat memuncak di pinggir jalan tadi kini telah mencair, digantikan oleh keheningan yang nyaman dan sisa rasa hangat dari susu cokelat yang mereka nikmati bersama....
...Ia mematikan mesin mobil tepat di depan pintu utama, namun tidak segera membukakan pintu untuk Stella. ...
...Khan menoleh, menatap wajah calon istrinya yang tampak jauh lebih tenang meski matanya masih sedikit kemerahan....
..."Lekas istirahat, dan besok pagi aku akan menjemputmu," ucap Khan dengan nada rendah yang menenangkan. ...
..."Aku ingin memastikan kamu sampai di kantor dengan aman sebelum aku mulai praktik di rumah sakit."...
...Stella tersenyum, merasakan betapa Khan sangat berusaha melindunginya setelah insiden kecemburuan tadi. ...
..."Terima kasih, Khan. Kamu juga harus istirahat, jangan terlalu banyak pikiran."...
...Khan tidak langsung menjawab. Ia meraih tengkuk Stella dengan lembut, membawa wajah wanita itu mendekat ke arahnya. ...
...Dalam ruang sempit kabin mobil yang remang-remang, Khan mencium bibir Stella. ...
...Ciuman itu terasa lembut namun penuh dengan ungkapan penyesalan dan cinta yang mendalam—seolah Khan sedang menyegel janjinya bahwa ia tidak akan membiarkan siapa pun merebut kebahagiaan mereka....
...Stella memejamkan mata, membalas kecupan itu dengan perasaan lega yang membuncah. ...
...Segala keraguan dan rasa takut yang sempat muncul karena kehadiran Rangga seketika sirna, tertutup oleh kepastian yang diberikan Khan melalui sentuhannya....
..."Selamat malam, sayang," bisik Khan setelah melepaskan tautan bibir mereka, jemarinya mengusap lembut bibir Stella yang kini tampak lebih segar....
..."Selamat malam, Khan," jawab Stella lirish. ...
...Ia keluar dari mobil dengan langkah ringan, membawa sejuta rasa manis di hatinya menuju gerbang mimpi. ...
...Di belakangnya, Khan tetap diam di balik kemudi, memastikan Stella masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu sebelum ia benar-benar melajukan mobilnya pergi....
tapi ada nunggu masa iddah juga di sini 🤭🙏
dan suaminya menikah siri dengan Annisa ?!?? Hmmm..... 🤔🤔🤔