Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 [Yang Tidak Bisa Dibunuh]
Langit di atas Kerajaan Mushaf masih berwarna abu.
Tidak ada matahari yang benar-benar terasa.
Hanya cahaya pucat… yang gagal menghangatkan apa pun.
Empat sosok berdiri di tengah reruntuhan.
Tidak bernapas.
Tidak bersuara.
Tidak memiliki… mana.
Dan dalam satu detik
Mereka menghilang.
“-!”
Shiranui Akihara langsung bergerak.
Tubuhnya berputar cepat
Pedangnya yang kini menyala api menebas ke arah kanan.
CLANG!!
Salah satu undead muncul tepat di depannya.
Kapak besarnya menghantam pedang Akihara.
Benturan itu keras.
Namun tidak ada suara nafas dari makhluk itu.
Kosong.
“Cepat!” teriak Liora Raizen
Tubuhnya sudah melesat
Petir menyambar tanah
ZAAAP!!
Satu undead lain terpental.
Namun
Ia berdiri lagi.
Tanpa luka berarti.
“…apa?” Liora menegang.
Di sisi lain
Galdros mengangkat tangannya
Tanah di bawahnya naik
CRASH!!
Satu undead tertelan batu besar.
Namun
Retakan muncul.
Dan dalam satu detik
Makhluk itu keluar.
Masih utuh.
“…tidak hancur…?” gumam Galdros.
Sementara itu
Zuwa mencoba berdiri.
Tubuhnya gemetar.
“…aku… masih bisa…”
Ia memegang pedangnya.
Namun sebelum ia maju
Satu undead muncul tepat di depannya.
“-!”
Kapak terangkat
Namun
FLASH!!
Petir menyambar dari samping.
Undead itu terpental.
“Jangan sok kuat!”
teriak Liora.
Zuwa terengah.
“…terima kasih…”
Pertarungan menjadi kacau.
Akihara melawan dua sekaligus.
Gerakannya cepat.
Presisi.
Setiap tebasan
Selalu tepat.
Satu undead terpotong setengah.
Tubuhnya jatuh.
Namun
Bagian tubuh itu bergerak.
Dan kembali menyatu.
Hening satu detik.
“…bangkit lagi…”
Akihara menatap tajam.
Di sisi lain
Liora memanggil petir lebih besar.
Langit yang kelabu bergetar
ZRAAAAAK!!!
Satu undead tersambar langsung.
Tubuhnya hancur.
Terbakar.
Namun
Perlahan…
Ia berdiri lagi.
Liora membeku.
“…ini… tidak masuk akal…”
Galdros menggertakkan gigi.
“Kalau tidak mati…”
Ia menghantam tanah lebih keras
BOOM!!
Undead di depannya terkubur dalam batu padat.
Namun batu itu…
Retak.
Pecah.
Dan makhluk itu keluar lagi.
“…maka kita yang akan tumbang duluan.”
Tekanan meningkat.
Zuwa mencoba menyerang dari samping.
Pedangnya menusuk perut undead
Namun tidak ada reaksi.
Makhluk itu malah memutar tubuh
SLASH!!
Zuwa terpental.
“…agh-!”
Ia jatuh keras.
Akihara langsung bergerak
Api meledak dari langkahnya
FWOOOSH!!
Undead itu terlempar jauh.
Akihara berdiri di depan Zuwa sambil tersenyum tipis.
“…jangan mati... Petualang..”
Zuwa tersenyum lemah.
“…aku juga tidak mau…”
Akihara menatap keempat musuh itu.
Matanya berubah.
Lebih tajam.
Lebih dalam.
“…bukan tubuhnya…”
gumamnya pelan.
Ia memperhatikan.
Gerakan mereka.
Pola mereka.
Dan…
Sesuatu yang samar
Di dalam tubuh mereka.
“…ada inti…”
“Liora!” teriaknya.
Liora menoleh.
“tahan satu!”
Tanpa tanya
Liora langsung bergerak.
Petir mengalir di seluruh tubuhnya
Ia melesat.
Menahan satu undead dengan kecepatan tinggi.
Akihara maju.
Api di pedangnya berubah.
Tidak lagi liar.
Padat.
Berat.
Ia menebas.
SLASH!!
Tepat ke bagian dada.
Dan di sana
Sesuatu pecah.
Hitam.
Undead itu berhenti.
Lalu
Tubuhnya runtuh.
Tidak bangkit lagi.
Hening.
“…berhasil…”
Liora menatap.
“intinya!”
Pertarungan berubah.
Galdros langsung memahami.
Ia menunggu.
Saat undead menyerang
Ia membiarkan tubuhnya terkena sedikit
Lalu
Menghantam balik
Tepat ke bagian tengah.
CRACK!!
Undead itu berhenti.
Dan hancur.
Galdros terengah.
“…sial…”
Zuwa, dengan sisa tenaga
Mengalihkan satu undead.
“…cepat!”
Akihara muncul di belakangnya
Menebas inti.
Hancur.
Sisa dua.
Namun
Dua terakhir ini…
Berubah.
Gerakan mereka lebih cepat.
Lebih agresif.
“…mereka belajar…”
Liora berbisik.
Satu undead muncul tepat di depannya
Terlalu cepat
SLASH!!
Pakaiannya robek.
Liora mundur
“…tch!”
Akihara langsung di depannya.
Api menyala lebih besar.
Untuk pertama kalinya
Aura di sekitarnya berubah.
Lebih panas.
Lebih berat.
Bahkan udara bergetar.
Dua undead itu
Berhenti sejenak.
Seolah…
Merasa sesuatu.
Akihara tidak bicara.
Namun matanya
Dingin.
“selesai.”
Ia melesat.
Gerakannya tidak terlihat.
FLASH-SLASH!!
Satu inti hancur.
Yang terakhir mencoba menyerang dari belakang
Namun
ZRAAAK!!
Petir Liora menghantam.
Menahan.
Akihara berbalik.
Dan
Mengakhiri.
CRACK.
Sunyi.
Empat undead…
Hancur.
Tidak ada yang bangkit lagi.
Hanya abu.
Angin berhembus pelan.
Mereka semua terdiam.
Liora duduk perlahan.
“…itu… cuma sisa…?”
Galdros tertawa pahit.
“…kalau itu sisa…”
Ia menatap reruntuhan Mushaf.
“…yang datang kemarin… apa?”
Zuwa menunduk.
“…neraka…”
Akihara berdiri diam.
Matanya melihat abu yang berserakan.
Namun
Satu partikel abu…
Bergerak.
Pelan.
Seolah
Masih hidup.
Akihara menyipitkan mata.
“…belum selesai…”
gumamnya.
Dan jauh…
Sangat jauh
Sesuatu sedang bergerak.
Menuju arah lain.
Perang…
Belum dimulai.
Namun dunia
Sudah mulai runtuh.