NovelToon NovelToon
Istri Gendut Kesayangan

Istri Gendut Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Ruang Ajaib
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.

"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Mengikuti Liyya

Loki membakar rumah Feyyi sampai hangus, jeritan kesakitan jelas terdengar nyaring dari dalam rumah. Suami-suami Feyyi berlari untuk menyelamatkan Feyyi.

Angsa-angsa yang menonton itu hanya bisa menciut, tak berani melawan Loki, suku rubah dengan level tinggi, aura jelas sekali menekan mereka. Tetua angsa dan Duckiz segera ke tempat kejadian, di susul juga oleh Liya, Pidi dan Berlian.

"Menantu Loki, apa yang kamu lakukan?" tanya Duckiz.

"Aku hanya menghukum orang jahat. Orang yang berani memberikan aku obat!" teriak Loki dengan suara mengeluarkan aura menekan.

"Tenang Nak Loki. Kami sudah memberikan hukuman pada yang bersalah. Ibu dan bapaknya sudah mati. Feyyi tidak tahu apa-apa." Nenek tua dari suku angsa itu melangkah dua langkah ke depan. Mencoba menenangkan Loki.

"Nek, aku menghormati kamu karena tua dan kamu nenek betina ku. Tapi wanita itu!" Loki menunjuk Feyyi yang tengah di papah para jantannya. "Dia dalang juga. Aku Loki, sudah meletakkan aroma rubah di setiap inci rumahku dan menanam racun aroma di dalamnya, aroma itu jelas melekat di tubuhnya. Dia yang datang ke halamanku, dia yang memberiku racun, racun itu baru saja di berikan dua hari lalu, pas ayahnya mati!" Loki mengangkat tangan, dari tangannya keluar kuku hitam panjang bengkok, di jari kuku telunjuknya keluar seperti benang merah. Benang merah itu terikat di telapak tangan Feyyi.

"Ti-tidak!" Feyyi menggeleng dengan kuat. Sementara para jantannya masih memegang dan membantunya berjalan keluar, agar menjauh dari rumah yang masih menyala api.

"Ini adalah elemen api milikku, aura rubahku sudah ku tanam, dia tidak bisa lagi berkilah!" Wajah Loki murka.

Feyyi menangis sampai pingsan. Wajahnya terbakar, sebagian tubuh dan rambutnya juga terbakar.

"Liya, maafkan aku, selama ini menuduh kamu." Loki mendarat tepat di depannya. Lalu, mengeluarkan satu benda berwarna ungu terang berkilauan.

"Mustika monster level 14, bagus untuk menaikkan level kamu. Ini hadiah festival esok malam. Dan sekali lagi, maafkan aku Liya karena telah kasar dan salah paham padamu selama ini."

Liya menatap mustika itu cukup lama, baru mengambilnya. " Terimakasih. Kamu mau hadiah apa untuk balasan?" tanya Liya.

Loki memegang tangan Liya pelan. "Jangan ceraikan aku, mari kita mulai kehidupan ini kembali sekali lagi dari awal. Izinkan aku untuk mengenal kamu Liya, menjadi jantan yang baik untuk berdampingan dengan kamu, itulah hadiah balasan yang aku inginkan," jawab Loki.

Kening Liya mengerut. "Kau yakin Loki?"

"Ya. Tolong berikan aku kesempatan kedua, agar bisa mengenalmu lebih baik, jangan ceraikan aku," tegas Loki.

Liya menghela nafas panjang. Jika Pidi seperti ini, tidak ingin cerai lebih masuk akal karena ada banyak kenangan masa lalu antara pidi dan pemilik tubuh. Bayu juga masuk akal sedikit, karena dia suka makan, jadi bisa di bujuk dengan makanan. Tetapi, kalau Loki? Liya jadi merinding membayangkan hal-hal aneh yang muncul dikepalanya.

"Tolong Liya, berikan aku satu kesempatan, agar bisa menebus semua kesalahpahaman di masa lalu. Jika memang tidak cocok, kamu boleh meninggalkan aku." Loki berlutut saat melihat keraguan di wajah Liya. Loki sadar, dia paling buruk dan kasar dalam berprilaku pada Liya, lalu juga orang terakir yang keras kepala menuduhnya.

Di samping Liya, Pidi menatap Loki dengan wajah datar, sementara Berlian, dagunya hampir copot saking ternganga, terkejut sekali dengan perubahan Loki.

"Liya, aku mohon." Memegang ujung jari Liya, merengek, memasang wajah memelas.

"Baiklah jika begitu, jangan menyesal atas keputusan kamu saat ini!"

"Aku tak akan menyesal Liya!" Loki langsung berdiri, kembali bersemangat dengan senyuman manis pada Liya.

Malam festival bulan purnama merah.

Liya bersemangat sekali, menatap langit, berharap pintu portal terbuka, agar dia bisa kembali ke kerajaan Nerluc, atau melompat ke dunia Ibunda aslinya. Lama dia menunggu menatap langit, bulan purnama itu tidak merah sama sekali, apalagi retak, seperti bulan terbuka pada portal saat itu. Bulan purnama tetap kuning, yang merah itu pantulan air danau dan air sungai berwarna merah. Namun, saat air itu di sentuh, airnya tetap berwarna bening.

Liya menjadi lesu setelah berjam-jam berdiri. Lalu, dia memutuskan berlari ke puncak tertinggi diujung sana! Namun, semuanya nihil, bahkan sampai tengah malam berlalu.

"Baiklah, seperti kata wanita paruh baya waktu itu, bulan purnama merah retak sebagai pertanda pintu portal terbuka, hanya terbuka sekali selama sepuluh tahun."

Liya duduk bersandar di pohon. "Jadi, aku harus bertahan 10 tahun di sini, baru bisa kembali!" Menatap langit dengan pandangan kosong.

"Liya!" Abyysal muncul dengan tiba-tiba. Membuat Liya panik, mengira ada hewan liar atau monster jahat di sekitar puncak, karena tadi dia fokus pada bulan purnama merah retak, sehingga tidak melihat ke sekitar yang begitu hening mencekam, hutan rimba.

"Aku sejak tadi mengejar dan memanggil kamu, barulah kamu menoleh akhirnya, kamu mau cari apa di sini?" tanya Abyysal.

Liya menggeleng. "Tidak ada, aku hanya ingin kemari saja!" Liya baru merasakan nafasnya ngos-ngosan, badannya letih dan capek karena mendaki puncak ini. Tadi, dia tidak merasakan apapun, yang dia pikir hanya tentang pintu portal.

"Ada apa kamu mencariku?" tanya Liyya.

Abyysal tersenyum. "Hadiah malam festival, semoga hubungan kita lebih baik. Liya, maafkan aku yang selama ini salah paham padamu." Tangan Abyssal menyodorkan kalung cantik yang terbuat dari mutiara berkilauan berwarna hijau lumut.

"Kalung ini dari mutiara kerang yang berumur seribu tahun, aku harap kamu mau menerimanya Liya. Izinkan aku memasangkan." Abyysal memasangkan kalung itu di leher Liya. Dia tersenyum melihatnya.

"Terimakasih. Kamu mau hadiah apa?"

"Hadiah maaf darimu saja Liya dan berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri atas semua kesalahanku selama ini padamu agar bisa menjadi jantan kamu, kita jangan bercerai." Abyysal berkata.

Dua suami Liya memberikan inti jiwa yang artinya kesetiaan, sementara dua lainnya hanya hadiah mewah biasa. Tapi tetap saja, mereka sama-sama memberikan hadiah fertival.

"Kau yakin? Bukannya tidak ingin berkawin denganku dan sangat ingin bercerai?"

"Hehehehe." Abyysal mengusap tengkuknya. "Maafkan aku Liya, jangan diingatkan lagi ya hal memalukan di masa lalu, aku janji ke depannya tidak seperti itu lagi. Jika kamu mau aku berjaga malam dan berkawin dengan kamu, itu boleh kok."

"Ya sudah kalau begitu, jangan menyesal, karena kalau aku terima hadiah ini, kita tidak bercerai?" tanya Liya menatap serius.

"Iya. Aku tak akan menyesal," jawab Abyysal yakin.

Bayu dan Pidi datang hampir bersamaan setelah Abyysal memakaikan kalung di leher Liyya.

"Liya, aku dan Bayu dari tadi mencari-cari kamu, mengendus aroma kamu sampai ke sini, sejauh ini hanya ingin bertemu sama dia?" tunjuk Pidi pada Abyysal. Cemburu.

"Liya, apa kamu suka sesuatu yang berkilau? Aku juga punya, besok aku buat ya!" Bayu berkata setelah melihat kalung di leher Liya, apalagi di kalung itu ada aroma si duyung.

"Aku tidak bisa membuat yang berkilau Liya, tapi aku bisa membuat semua kerajinan atau bangunan yang Liya suka, aku juga sudah bisa membakar ikan ala Liya." Pidi juga ikutan menyahut.

"Terimakasih, untuk saat ini aku tak butuh apa-apa," jawab Liya, matanya masih menatap ke atas langit.

"Kamu sangat suka ya sama bulan purnama?" Bayu kembali bertanya. "Pandangannya selalu ke atas, bahkan tak fokus saat bicara dengan kami. Kalau Liya mau, aku akan mencari mustika burung api agar bisa melihat pemandangan seperti ini setiap malam di rumah."

"Tak perlu, mustika burung api itu pasti sulit di dapat. Lebih baik fokus untuk hal lain yang dibutuhkan, seperti mencari uang dan menukar ke bahan pokok di pasar," jawab Liya. Dia tak lagi melihat bulan, dia menghadap dan menatap tiga pria yang menyusulnya kemari.

"Tenang saja, untuk bahan pokok cukup menjual kulit dan daging buruan saja, mustika itu bisa ditukar dengan obat atau penyerapan agar level kamu naik Liya," sahut Bayu tersenyum.

Liya tersenyum. "Baiklah, kalau begitu ayo kita kembali."

Selepas mereka berempat pergi, ada satu orang siluman yang memperhatikan mereka sejak tadi, bahkan dari awal dia sudah membuntuti Liya.

1
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Lestari Ami'ne Zia
waduh apakah ada yg baru lg
Siska Sutartini
walah siapa tuh yg memata-matai liya ya.? apa punya niat buruk juga?
Musdalifa Ifa
wah siapa yg memata -matai liya?
restu s a
vote untuk thor.
biar semangat ......
echa purin
👍
Lestari Ami'ne Zia
KK rozhhh kok upp nya lama bingitzz... g kaya puasa tiaph harii
Yani
Lanjut, semangat update terus Thorrr 🥰🥰🥰
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ada ada aja ulah si rubah satu ini /Facepalm/
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mulai terbongkar juga akhirnya kebusukan mereka
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
akhirnya up juga kak thor, udah lama menantikannya
Musdalifa Ifa
walaupun punya lama klo sekali up banyak begini sih oke aja✌️🤭🤭🤭
Marsya
liya ngamok tuch suamimu😉😉😉
restu s a
terimakasih thor.
q tunggu lanjutanya
restu s a
Semangat thor
restu s a
terimakasih thor
Lestari Ami'ne Zia
besok up LG ya KK rozhhh 💪💪
Lestari Ami'ne Zia
ad AP dengan loki
Lestari Ami'ne Zia
uchhhh mksh thorrr
Lestari Ami'ne Zia
🥰🥰🥰🥰udah up mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!